Jakarta | Kementerian Ketenagakerjaan membuka layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran bagi perusahaan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang ingin menjadi mitra penyelenggara program pemagangan lulusan perguruan tinggi Maganghub batch 3 angkatan II. Layanan ini disiapkan untuk membantu perusahaan memahami dan menjalani proses pendaftaran sebagai mitra program tersebut.
Perusahaan dapat mengakses layanan pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan berlangsung di aula Gedung Vokasi, Jalan Gatot Subroto Kavling 44, Jakarta Selatan. Dengan jadwal dan lokasi tersebut, perusahaan Jabodetabek dapat mendatangi tempat layanan untuk berkonsultasi serta memperoleh pendampingan terkait pendaftaran.
Pembukaan konsultasi ini memberi ruang bagi perusahaan untuk memperoleh bantuan langsung selama proses menjadi mitra penyelenggara. Pendampingan diarahkan pada kebutuhan pendaftaran Maganghub, sehingga perusahaan yang berminat dapat menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan penjelasan dan dukungan dalam menyiapkan prosesnya. Layanan tersebut ditujukan khusus bagi perusahaan di lima wilayah yang disebutkan, yakni Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Program yang dimaksud merupakan pemagangan bagi lulusan perguruan tinggi, dengan perusahaan berperan sebagai mitra penyelenggara. Karena itu, layanan konsultasi dapat menjadi langkah awal bagi perusahaan yang ingin terlibat dalam pelaksanaan program, sekaligus memastikan proses pendaftaran dapat dijalani dengan pendampingan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Informasi yang tersedia menegaskan waktu serta tempat layanan, tetapi perusahaan sebaiknya tetap merujuk pada keterangan resmi untuk mengetahui detail teknis pendaftaran yang berlaku.
Perusahaan yang berencana mendaftar dapat mencatat jadwal layanan dan menyesuaikan waktu kunjungan dalam rentang pelayanan yang telah ditetapkan. Konsultasi berlangsung selama satu hari, pada 16 Oktober 2026, di aula Gedung Vokasi, Jakarta Selatan. Kehadiran layanan ini memudahkan calon mitra di kawasan Jabodetabek memperoleh bantuan secara langsung dalam proses pendaftaran Maganghub batch 3 angkatan II.
Desk layanan yang disiapkan Kemnaker ditujukan untuk memberi ruang konsultasi langsung bagi perusahaan di wilayah Jabodetabek yang memerlukan bantuan dalam proses pendaftaran Maganghub. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa perusahaan dapat menyampaikan pertanyaan mengenai tahapan pendaftaran dan memperoleh pendampingan terkait kebutuhan administrasi maupun penggunaan sistem. Layanan ini diharapkan membantu perusahaan memahami proses yang perlu dijalani sebelum mengikuti program pemagangan melalui Maganghub.
Konsultasi tidak hanya mencakup pendaftaran Maganghub. Perusahaan juga dapat meminta penjelasan mengenai pendaftaran wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan atau WLKP. Selain itu, desk layanan membuka kesempatan bagi perusahaan untuk menyampaikan kendala teknologi informasi yang ditemui saat menggunakan sistem. Dengan demikian, pertanyaan terkait administrasi dan persoalan teknis dapat dibahas secara langsung dalam kegiatan pendampingan. Perusahaan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelaskan kesulitan yang dihadapi, sehingga kebutuhan bantuan dapat dipahami dengan lebih jelas.
Pendampingan disiapkan agar proses pendaftaran lebih mudah bagi perusahaan. Akses terhadap konsultasi langsung diharapkan membantu peserta memahami langkah yang diperlukan, sekaligus mengurangi kebingungan ketika berhadapan dengan prosedur administrasi atau sistem. Kehadiran desk layanan juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk memperoleh keterangan yang relevan sebelum atau selama melakukan pendaftaran. Informasi yang diberikan dalam konsultasi dapat membantu perusahaan menindaklanjuti proses sesuai kebutuhan, termasuk ketika terdapat kendala teknologi informasi yang menghambat penggunaan layanan.
Perusahaan yang ingin hadir diminta mengonfirmasi kehadiran melalui kode QR yang tercantum pada flyer kegiatan. Konfirmasi tersebut menjadi langkah yang perlu diperhatikan oleh perusahaan sebelum datang ke desk layanan. Dengan mengikuti arahan pada flyer, calon peserta dapat menyampaikan konfirmasi melalui kanal yang telah disediakan. Perusahaan sebaiknya memastikan kode QR yang digunakan adalah kode pada flyer kegiatan, karena itulah cara konfirmasi kehadiran yang diinformasikan. Desk ini secara khusus disiapkan untuk memfasilitasi konsultasi perusahaan Jabodetabek mengenai pendaftaran Maganghub, WLKP, dan kendala teknologi informasi, dengan pendampingan yang berorientasi pada kemudahan proses pendaftaran.
Maganghub batch 3 menyediakan kuota pemagangan bagi 70.000 peserta. Program ini ditujukan kepada lulusan pendidikan sarjana, diploma, maupun pendidikan profesi yang baru menyelesaikan studi. Batas waktu kelulusan yang ditetapkan adalah paling lama satu tahun sebelum mengikuti program. Dengan sasaran tersebut, kesempatan magang diarahkan kepada lulusan baru yang sedang memasuki tahap awal perjalanan karier dan membutuhkan pengalaman kerja yang relevan.
Masa pemagangan berlangsung selama enam bulan. Selama periode itu, peserta memperoleh kesempatan untuk menjalani pengalaman kerja di lingkungan perusahaan mitra sesuai penyelenggaraan program. Pemerintah menanggung beberapa komponen sebagaimana diatur dalam ketentuan Maganghub, yaitu uang saku dengan nilai setara upah minimum, iuran BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Komponen tersebut menjadi bagian dari dukungan program bagi peserta selama menjalani pemagangan.
Bagi perusahaan yang berminat menjadi mitra penyelenggara, pendaftaran Maganghub batch 3 angkatan II dijadwalkan berlangsung pada 28 September hingga 22 Oktober 2026. Periode ini menjadi waktu bagi perusahaan untuk mengajukan keterlibatan dalam program dan menyiapkan kebutuhan penyelenggaraan magang. Perusahaan dapat mempertimbangkan kesesuaian kegiatan pemagangan dengan bidang usaha, kebutuhan tenaga kerja, serta pengalaman yang dapat diberikan kepada peserta selama enam bulan.
Kementerian Ketenagakerjaan menilai keterlibatan perusahaan penting karena tempat kerja memberi kesempatan kepada lulusan baru untuk memperoleh pengalaman langsung. Dalam pelaksanaannya, pemagangan juga memungkinkan perusahaan mengenali kandidat melalui proses kerja dan melihat kecocokan kemampuan mereka dengan kebutuhan industri. Peran tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan didorong untuk berpartisipasi sebagai mitra, tanpa mengubah sasaran utama program, yakni memberi ruang belajar kerja bagi lulusan yang memenuhi ketentuan. Informasi mengenai kuota, persyaratan peserta, manfaat yang ditanggung pemerintah, dan jadwal pendaftaran dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk menilai kesiapan serta menentukan langkah pendaftaran sebagai mitra penyelenggara.
Pendampingan pendaftaran Maganghub bagi perusahaan Jabodetabek dapat ditempatkan dalam agenda Kemnaker untuk memperkuat hubungan pelatihan vokasi dan kebutuhan dunia usaha serta industri. Upaya ini sejalan dengan sasaran nasional agar 70% lulusan pelatihan vokasi dapat bekerja. Agar sasaran tersebut lebih terukur, pelatihan perlu mengarah pada kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja, sementara perusahaan dan lembaga pelatihan perlu memiliki ruang untuk membangun keterhubungan. Dalam konteks itu, layanan pendaftaran Maganghub menjadi bagian dari upaya memperluas keterlibatan perusahaan, tanpa mengubah fokus utama pada peningkatan mutu dan relevansi pelatihan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengarahkan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) agar berkembang menjadi pusat pelatihan berstandar tinggi. BPVP diharapkan memiliki budaya belajar yang kuat serta jaringan alumni yang terintegrasi. Arah tersebut menempatkan keberhasilan pelatihan bukan hanya pada proses pembelajaran, melainkan juga pada perkembangan peserta setelah menyelesaikan program. Untuk menelusuri rekam jejak alumni di pasar kerja, Kemnaker mendorong pelaksanaan tracer study paling lambat dua bulan setelah pelatihan. Hasil penelusuran itu dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kerja lulusan dan keterkaitan kompetensi yang diperoleh dengan kesempatan kerja yang tersedia.
Penyesuaian materi pelatihan dilakukan melalui pendekatan yang melibatkan berbagai pihak. Industri, pemerintah daerah, kawasan industri, dan badan usaha milik negara (BUMN) diharapkan berperan dalam memastikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Keterlibatan tersebut membantu penyelenggara memahami kompetensi yang diperlukan, sehingga materi tidak semata-mata ditentukan dari sisi lembaga pelatihan. Hubungan dengan perusahaan juga relevan bagi agenda penguatan ekosistem ketenagakerjaan, termasuk layanan pendampingan pendaftaran Maganghub yang ditujukan kepada perusahaan di Jabodetabek.







