Kabupaten Batang | Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Sendang Kamulyan Kabupaten Batang menyatakan pasokan air bersih kepada pelanggan masih berjalan lancar ketika wilayah tersebut memasuki musim kemarau. Direktur Umum Perumda Sendang Kamulyan, Sys Mandayun, menyampaikan jaminan itu di Batang pada Jumat. Pernyataan tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi layanan perusahaan daerah di tengah periode kering, saat ketersediaan air kerap menjadi perhatian masyarakat. Menurut perusahaan, hingga saat pernyataan disampaikan, kebutuhan air pelanggan masih dapat dipenuhi melalui layanan yang tersedia.
Jangkauan layanan Perumda Sendang Kamulyan mencakup sekitar 68 ribu pelanggan di Kabupaten Batang. Cakupan tersebut membuat keberlangsungan pasokan menjadi hal penting bagi banyak rumah tangga dan pengguna layanan lainnya. Perusahaan menyebut kebutuhan air secara umum masih mencukupi bagi masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah atas. Kondisi itu tetap terjaga meskipun kemarau berlangsung panjang. Dengan demikian, warga di daerah yang menjadi bagian dari cakupan pelayanan masih memperoleh pasokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh pihak perusahaan.
Wilayah atas yang disebut dalam keterangan tersebut lain Kecamatan Wonotunggal, Tersono, dan Bawang. Ketiga kecamatan itu menjadi perhatian karena lokasinya berada di kawasan yang lebih tinggi, tetapi pasokan bagi masyarakat di sana dinyatakan masih memadai. Jaminan ini menunjukkan bahwa kondisi kemarau panjang belum secara umum menyebabkan kebutuhan pelanggan di wilayah-wilayah tersebut tidak terpenuhi. Perumda menyampaikan informasi itu sebagai penjelasan mengenai keadaan layanan saat memasuki musim kering, sekaligus memberikan kepastian kepada pelanggan bahwa air bersih masih tersedia. Masyarakat tetap dapat mengikuti informasi resmi perusahaan mengenai perkembangan pasokan apabila kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air berubah selama musim kemarau. Untuk saat ini, pernyataan Sys Mandayun menegaskan bahwa pelayanan kepada sekitar 68 ribu pelanggan tetap berjalan dan kebutuhan air masyarakat secara umum masih tercukupi, termasuk di wilayah atas Kabupaten Batang.
Kesiapan pasokan air selama musim kemarau bertumpu pada beragam sumber yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, sekaligus pada upaya menambah kapasitas melalui sumber pengganti yang masih diproses. Sys Mandayun menyebut ketersediaan beberapa mata air sebagai dasar untuk menjaga layanan ketika curah hujan menurun. Keberadaan sumber yang beragam membantu PDAM mengelola pasokan dan mengurangi ketergantungan pada satu titik. Di samping sumber yang telah tersedia, pengembangan sumber pengganti menjadi bagian dari persiapan agar kapasitas pelayanan dapat diperkuat sesuai kebutuhan.
Salah satu sumber utama adalah mata air Bismo, dengan debit sekitar 350 liter per detik. Debit tersebut menjadikannya sumber pasokan berkapasitas besar dalam jaringan yang diandalkan. Selain Bismo, terdapat mata air Pagerkeji yang memiliki debit sekitar 60 liter per detik, serta sumber Pager Ukir. Masing-masing sumber berkontribusi dalam mendukung ketersediaan air, sementara pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kondisi jaringan dan kebutuhan pelanggan. Informasi mengenai debit Bismo dan Pagerkeji memberi gambaran tentang kapasitas sumber yang menjadi bagian dari kesiapan layanan.
Pagerkeji secara khusus difokuskan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di kecamatan yang memiliki sekitar 40 ribu pelanggan. Jumlah itu merupakan bagian besar dari total sekitar 68 ribu pelanggan yang dilayani. Karena itu, dukungan pasokan dari Pagerkeji penting bagi kecamatan tersebut, terutama saat kebutuhan tetap berjalan sementara kondisi kemarau berpotensi menekan ketersediaan air. Pengaturan pemanfaatan sumber ini menjadi salah satu cara untuk menopang layanan di wilayah dengan jumlah pelanggan yang cukup tinggi.
Selain mata air, PDAM juga menyiapkan tujuh sumur cadangan yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan. Sumur-sumur tersebut dapat menjadi pilihan tambahan ketika pasokan dari sumber utama perlu didukung. Penyebarannya memungkinkan cadangan berada lebih dekat dengan wilayah layanan yang membutuhkan, meskipun penggunaannya tetap bergantung pada kesiapan dan kondisi masing-masing sumur. Secara keseluruhan, kombinasi mata air Bismo, Pagerkeji, Pager Ukir, tujuh sumur cadangan, dan sumber pengganti yang sedang diproses menjadi landasan kesiapan pasokan. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan menjaga pelayanan air bagi pelanggan selama kemarau.
Dalam menghadapi musim kemarau, PDAM Sendang Kamulyan menjalankan pemantauan jaringan pipa secara rutin sebagai bagian dari pengelolaan operasional layanan. Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh jaringan agar kondisi pipa dapat diketahui dan kerusakan dapat teridentifikasi. Dengan mengetahui kondisi jaringan secara berkala, perusahaan dapat memantau kesiapan infrastruktur yang digunakan untuk menyalurkan air kepada pelanggan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran layanan dan ketersediaan air selama periode kemarau.
Pemeriksaan jaringan tidak hanya berfokus pada satu titik, tetapi mencakup seluruh jalur pipa yang menjadi bagian dari sistem distribusi. Pemantauan rutin membantu PDAM memperoleh gambaran mengenai kondisi jaringan yang melayani pelanggan. Apabila ditemukan kerusakan, informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk memperhatikan bagian jaringan yang perlu ditangani. Pelaksanaan pemeriksaan secara teratur juga menempatkan pemeliharaan infrastruktur sebagai salah satu aspek penting dalam pengelolaan layanan air.
Selain pemantauan pipa, PDAM Sendang Kamulyan mengatur kembali jam puncak pemanfaatan air oleh pelanggan. Pengaturan yang sebelumnya berlangsung selama dua jam diubah menjadi tiga jam. Rentang waktu pemanfaatan yang disampaikan meliputi pukul 05.00–08.00 WIB dan pukul 16.00–17.00 WIB. Informasi mengenai jam-jam tersebut menjadi panduan bagi pelanggan dalam memahami waktu pemanfaatan air yang ditetapkan perusahaan. Pengaturan ini merupakan bagian dari langkah operasional yang dilakukan dalam menghadapi kondisi kemarau.
Pemantauan jaringan dan penyesuaian pengaturan jam pemakaian dijalankan sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga layanan tetap berjalan dan ketersediaan air bagi pelanggan selama musim kemarau. Kedua langkah tersebut memberi perhatian pada kondisi jaringan pipa serta pengaturan waktu pemanfaatan air. PDAM dapat terus melakukan pemeriksaan rutin terhadap seluruh jaringan, sekaligus menerapkan jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pengelolaan layanan pada periode kemarau mencakup pemantauan infrastruktur dan pengaturan operasional pemakaian air, sesuai langkah yang disampaikan perusahaan.
Sys Mandayun mengimbau pelanggan PDAM Sendang Kamulyan untuk menyiapkan tampungan air di rumah sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pelayanan selama musim kemarau. Persediaan air yang disimpan lebih awal dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika aliran air tidak lancar atau pasokan sementara terganggu. Pelanggan dapat menggunakan tandon sebagai tempat penampungan utama, atau menyiapkan ember dan wadah lain yang tersedia. Dengan begitu, kebutuhan mendasar tetap dapat diupayakan tanpa harus menunggu aliran kembali normal. Imbauan ini juga mengingatkan pelanggan agar mengelola persediaan secara bijak dan menyesuaikannya dengan kebutuhan rumah tangga. Penampungan yang memadai menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi dampak gangguan layanan, khususnya saat kondisi kemarau berpotensi menyulitkan ketersediaan air.
Persiapan tersebut penting karena kemarau dapat meningkatkan kesulitan memperoleh air bagi sebagian warga. Menyediakan tandon atau ember sebelum gangguan terjadi memberi pelanggan cadangan yang dapat digunakan untuk keperluan penting. Wadah penampungan sebaiknya disiapkan dalam keadaan bersih dan diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, sehingga air yang tersedia dapat digunakan dengan tertib. Pelanggan juga dapat mempertimbangkan kapasitas tampungan sesuai jumlah anggota keluarga dan ruang yang dimiliki. Imbauan Sys Mandayun tidak berarti bahwa gangguan pasti terjadi di setiap wilayah, melainkan mendorong kesiapan menghadapi kemungkinan layanan yang tidak berjalan seperti biasa. Langkah antisipasi di tingkat rumah tangga dapat membantu warga melewati masa pasokan terbatas sambil menunggu pelayanan kembali berjalan.
Selain menyampaikan imbauan kepada pelanggan PDAM Sendang.
Baca juga: Peduli Kemarau Panjang, Kodim Bojonegoro Salurkan 130 Ribu Liter Air Bersih Setiap Hari | Ringankan Beban Warga Terdampak Kemarau, Kodim Bojonegoro Kembali Pasok 64.000 Liter Air Bersih ke 4 Kecamatan | Setetes Kepedulian Ditengah Kemarau, Lanud Sjamsudin Noor Kembali Hadir Salurkan Air Bersih Untuk Warga





