Kabupaten Badung | Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dua wisatawan yang tertimbun longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali. Operasi memasuki hari kedua setelah upaya pencarian dilakukan pada hari sebelumnya. Fokus utama tim adalah menemukan kedua wisatawan yang dilaporkan tertimbun material longsor di kawasan tersebut. Pencarian dilaksanakan secara terkoordinasi dengan melibatkan unsur-unsur yang tergabung dalam operasi SAR.
Sebelum kegiatan pencarian dimulai pada pagi hari, pengarahan bagi para pemangku kepentingan yang terlibat berlangsung pukul 07.00. Informasi mengenai pengarahan pada hari pencarian kedua itu disampaikan Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, di Denpasar pada Selasa. Pengarahan tersebut menjadi bagian dari persiapan operasi sebelum personel melanjutkan upaya menemukan korban di lokasi kejadian.
Pelaksanaan pengarahan memberikan kesempatan bagi unsur yang terlibat untuk menerima informasi terkait kelanjutan pencarian dan menyelaraskan langkah di lapangan. Dalam operasi yang melibatkan tim gabungan, koordinasi diperlukan agar setiap unsur memahami peran serta perkembangan kegiatan. Setelah pengarahan, tim melanjutkan pencarian di area longsor dengan perhatian pada lokasi yang menjadi titik sasaran operasi.
Longsor di kawasan wisata tersebut membuat dua wisatawan masih dicari oleh petugas. Karena itu, kelanjutan operasi pada hari kedua menjadi upaya penting dalam penanganan kejadian. Tim SAR gabungan bekerja untuk menemukan para korban, sementara perkembangan pencarian menjadi perhatian keluarga, pengelola kawasan, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa operasi berlangsung di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Badung. Pencarian pada pagi itu diawali dengan pengarahan pada pukul 07.00 dan dilanjutkan oleh tim sesuai koordinasi di lapangan. Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya menyampaikan informasi tersebut dari Denpasar pada Selasa. Dengan demikian, operasi SAR tetap berlanjut memasuki hari kedua, dengan tujuan menemukan dua wisatawan yang tertimbun longsor di kawasan Pelaga.
Untuk memperluas cakupan pencarian dua wisatawan yang tertimbun longsor di Pelaga, tim SAR gabungan membagi personel menjadi tiga regu. Setiap regu diarahkan ke kawasan berbeda berdasarkan posisi terhadap titik longsor dan aliran air di sekitarnya. Strategi ini memungkinkan area pencarian ditelusuri secara lebih terarah, sekaligus membantu petugas mengatur pergerakan di lapangan. Pembagian tugas tersebut merupakan langkah operasional dalam upaya pencarian, bukan penanda bahwa korban telah ditemukan ataupun bahwa hasil tertentu sudah dipastikan.
Regu pertama melakukan pencarian langsung di titik kejadian longsor. Area ini menjadi bagian utama operasi karena berada di lokasi yang dilaporkan sebagai tempat kedua wisatawan tertimbun. Personel menyisir kawasan tersebut dengan memperhatikan kondisi medan dan material longsor. Pemeriksaan difokuskan pada area yang dapat dijangkau dengan tetap mempertimbangkan keselamatan petugas. Penelusuran di titik kejadian dilakukan sebagai salah satu bagian dari strategi pencarian menyeluruh, sementara dua regu lainnya memeriksa kawasan berbeda yang berpotensi berkaitan dengan pergerakan material atau aliran sungai.
Regu kedua menyisir kawasan hulu Bendungan Desa Pelaga. Sementara itu, regu ketiga menelusuri aliran sungai setelah bendungan dengan jangkauan hingga sekitar 2,5 kilometer dari lokasi utama. Pembagian ini membuat pencarian mencakup titik longsor, kawasan hulu, serta jalur sungai di bagian hilir bendungan. Masing-masing regu menjalankan tugas pada sektor yang telah ditentukan agar pemeriksaan berlangsung terorganisasi dan tidak hanya bertumpu pada satu lokasi. Jarak sekitar 2,5 kilometer menjadi batas cakupan penelusuran regu ketiga sebagaimana ditetapkan dalam strategi tersebut. Selama operasi berjalan, informasi mengenai hasil pencarian perlu dibedakan dari keterangan tentang pembagian personel. Langkah ini menjaga laporan tetap sesuai dengan fakta yang tersedia, tanpa menyimpulkan temuan yang belum diumumkan. Dengan tiga sektor yang ditangani secara bersamaan, tim SAR gabungan berupaya memperluas jangkauan pencarian terhadap dua wisatawan tersebut.
Polsek Petang menyebut dua wisatawan yang masih dicari setelah longsor di kawasan Pelaga adalah Bangkit Khoirul Mubarok, warga negara Indonesia, dan Sacha Erich Schubert, warga negara Jerman. Keduanya menginap di sebuah bangunan akomodasi glamping yang terdampak material longsor. Informasi mengenai identitas tersebut menjadi bagian penting dalam proses pencarian, sementara petugas terus berupaya menemukan kedua wisatawan itu di lokasi kejadian.
Berdasarkan dugaan Basarnas Bali, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Minggu malam, 1/11, kemungkinan memicu terjadinya longsor. Namun, penyebab itu masih berupa dugaan dan belum dapat dinyatakan sebagai kepastian. Kondisi cuaca serta keadaan tanah di sekitar lokasi menjadi hal yang diperhatikan dalam penanganan peristiwa ini, terutama ketika petugas melakukan pencarian di tengah timbunan material.
Material longsor dilaporkan mengenai dua kamar glamping di bangunan tempat para wisatawan menginap. Satu kamar dalam keadaan kosong saat kejadian, sedangkan kamar lainnya ditempati Bangkit dan Sacha. Perbedaan kondisi kedua kamar tersebut membantu menjelaskan lokasi yang menjadi fokus pencarian, tetapi belum mengubah status kedua wisatawan yang masih dicari. Petugas perlu memastikan keadaan di sekitar kamar yang tertimbun sebelum proses pencarian dapat dilanjutkan dengan aman.
Hujan deras yang diduga menjadi pemicu juga dapat membuat penanganan di lapangan lebih menantang, karena tim harus mempertimbangkan kestabilan tanah dan potensi pergerakan material. Meski demikian, keterangan mengenai cuaca tetap perlu dipahami sebagai dugaan awal dari Basarnas Bali, bukan kesimpulan final mengenai penyebab longsor. Informasi dari Polsek Petang tentang identitas kedua korban serta keterangan mengenai kamar yang terdampak memberi gambaran mengenai situasi yang dihadapi tim pencari di Pelaga. Hingga pencarian membuahkan hasil, fokus utama petugas adalah menemukan Bangkit dan Sacha serta memastikan kondisi lokasi tetap aman bagi personel yang bekerja di sana.
Dalam upaya mencari dua wisatawan yang tertimbun longsor di Pelaga, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan untuk membantu membuka material dan menemukan titik keberadaan korban. Peralatan yang digunakan mencakup mesin pompa air atau alkon, serta alat manual seperti cangkul dan sekop. Tim juga melibatkan satu anjing pelacak untuk membantu mengarahkan petugas ke area yang perlu diperiksa. Penggunaan berbagai perlengkapan tersebut mendukung penyisiran di lokasi yang tertutup material longsor dan membantu petugas bekerja dengan lebih terarah.
Hingga sore hari, belum ada indikasi pasti mengenai posisi kedua korban. Karena itu, pencarian masih terus diintensifkan dengan mengandalkan pemeriksaan di sejumlah titik dan bantuan peralatan yang tersedia. Petugas tetap harus bekerja secara hati-hati, mengingat kondisi area pencarian dipenuhi material longsor. Setiap upaya dilakukan untuk mempersempit area yang diperiksa, sementara keberadaan anjing pelacak diharapkan dapat membantu memberi petunjuk tambahan kepada tim di lapangan.
Sidakarya menjelaskan bahwa operasi SAR dilaksanakan dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari. Selama periode itu, tim akan melanjutkan pencarian dan memaksimalkan upaya untuk menemukan korban. Belum ada kepastian mengenai tanggal berakhirnya operasi, karena pelaksanaannya mengikuti jadwal tujuh hari yang telah ditetapkan dan perkembangan situasi di lapangan.
Apabila kedua korban belum ditemukan setelah periode operasi tersebut, tim akan tetap melakukan pemantauan. Petugas juga akan berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk memperoleh informasi apabila ada perkembangan atau petunjuk baru. Operasi SAR dapat dibuka kembali jika kemudian muncul tanda-tanda bahwa korban ditemukan.
Baca juga: Penataan Transisi Bandung Zoo Diprioritaskan Sebelum Revitalisasi Berlanjut | Upaya DVI Mengidentifikasi Korban Kapal Virgo Transport 8 Terus Berlanjut | Penyelidikan Kematian Anak Gajah Sumatera di Konsesi Jambi Berlanjut
26 kunjungan