Kabupaten Lumajang | Banjir dan longsor melanda enam kabupaten di Jawa Timur pada Senin (2/11), setelah hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah sejak Minggu (1/11) malam. Enam kabupaten yang terdampak adalah Lumajang, Malang, Pacitan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi. Peristiwa tersebut mencakup dua jenis bencana, yakni banjir dan longsor, yang terjadi di sejumlah wilayah di provinsi itu. Keterangan mengenai rangkaian kejadian disampaikan oleh Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan keterangan tersebut, bencana yang melanda enam kabupaten itu tidak menimbulkan korban jiwa. Informasi ini menjadi fakta utama yang disampaikan mengenai kejadian pada Senin tersebut.
Hujan lebat yang mengguyur wilayah sejak Minggu malam mendahului terjadinya banjir dan longsor pada hari berikutnya. Laporan menyebutkan enam kabupaten terdampak, yaitu Lumajang, Malang, Pacitan, Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi. Kejadian ini berlangsung di beberapa wilayah Jawa Timur, tetapi keterangan yang tersedia tidak merinci lokasi khusus maupun waktu terjadinya setiap bencana. Karena itu, informasi yang dapat dipastikan dari laporan tersebut terbatas pada rentang waktu hujan, tanggal kejadian, kabupaten yang terdampak, dan jenis bencananya. Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa rangkaian kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Tidak ada rincian lain mengenai dampak yang disampaikan dalam keterangan itu.
Dengan demikian, peristiwa pada Senin (2/11) menghubungkan hujan lebat sejak malam sebelumnya dengan laporan banjir dan longsor di enam kabupaten. Nama wilayah yang disebutkan mencakup Lumajang, Malang, Pacitan, Bondowoso, Jember, serta Banyuwangi. Keterangan BPBD Provinsi Jawa Timur melalui Satriyo Nurseno menegaskan satu informasi mengenai korban, yakni tidak ada korban jiwa dalam rangkaian bencana tersebut. Uraian ini tidak memperluas dampak di luar fakta yang disampaikan. Informasi mengenai kejadian tetap berpusat pada hujan lebat, tanggal berlangsungnya bencana, daftar kabupaten terdampak, dan keterangan bahwa tidak terdapat korban jiwa. Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Jawa Timur pada Senin.
Banjir lahar dingin Semeru merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, termasuk Kecamatan Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari. Dampak bencana ini diperkirakan dirasakan lebih dari 1.100 warga. Satriyo menyebut hujan deras yang berlangsung berkepanjangan sejak Minggu sebagai pemicu banjir. Curah hujan tersebut meningkatkan debit Sungai Glidik, yang berhulu di kawasan Gunung Semeru, hingga alirannya meluap dan menerjang permukiman serta akses jalan.
Di Kecamatan Jatiroto, genangan setinggi sekitar 20 hingga 60 sentimeter merendam Dusun Persil, Desa Rojopolo. Wilayah permukiman yang terdampak terutama berada di RW 09, RW 10, dan RW 11. Sekitar 500 jiwa di kawasan tersebut terdampak banjir. Ketinggian air bervariasi di sejumlah titik, sementara luapan sungai mengganggu aktivitas warga di lingkungan yang tergenang.
Sementara itu, banjir dan longsor dilaporkan menerjang enam desa di Kecamatan Tempursari, yaitu Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, dan Pundungsari. Jumlah warga terdampak di kecamatan ini diperkirakan mencapai sekitar 600 jiwa. Di Dusun Taman Sari, sebanyak 117 kepala keluarga terisolasi setelah arus Sungai Glidik memutus akses jalan. Terputusnya jalur tersebut membuat warga tidak dapat melintas seperti biasa dan menghambat hubungan dengan wilayah di sekitarnya.
Kerusakan juga terjadi di Kecamatan Pasirian. Di Desa Gondoruso, tiga rumah dilaporkan ambruk pada bagian teras, sedangkan tanggul mengalami kerusakan. Kondisi ini menunjukkan dampak luapan air tidak hanya berupa genangan, tetapi juga kerusakan pada bangunan dan infrastruktur. Hujan berkepanjangan serta peningkatan debit sungai menjadi rangkaian pemicu yang disebutkan dalam laporan. Dengan ribuan warga terdampak di tiga kecamatan, banjir lahar dingin Semeru turut menyebabkan gangguan akses di sejumlah lokasi, terutama bagi keluarga yang tinggal di Dusun Taman Sari.
Di Kabupaten Malang, banjir luapan menggenangi Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, serta Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 30–40 sentimeter. Curah hujan yang tinggi meningkatkan debit sungai hingga meluap dan menggenangi sejumlah badan jalan. Kondisi tersebut membuat beberapa ruas jalan terdampak air, sehingga pengguna jalan perlu meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Selain banjir, longsor terjadi di banyak titik pada empat kecamatan di Kabupaten Malang, yakni Ampelgading, Dampit, Sumbermanjing Wetan, dan Bantur. Material longsoran menutup jalan raya dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Penanganan kondisi jalan menjadi penting agar akses masyarakat tidak terus terhambat, terutama ketika hujan masih berpotensi turun. Menurut Satriyo, tidak ada korban jiwa akibat longsor tersebut. Meski demikian, penutupan jalan dan gangguan perjalanan tetap menjadi dampak yang perlu diperhatikan warga maupun pengguna kendaraan.
Peristiwa longsor juga dilaporkan di Kabupaten Pacitan. Hujan deras sekitar pukul 05.00 WIB pada 2 November memicu runtuhnya tebing di samping sebuah rumah di Dusun Jeruk, Desa Ngumbul, Kecamatan Tulakan. Runtuhan tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada satu rumah. Informasi yang tersedia tidak menyebutkan adanya korban dalam kejadian ini. Warga di sekitar lokasi perlu tetap terhadap kondisi tebing, khususnya setelah hujan lebat, karena tanah yang jenuh air dapat meningkatkan risiko longsor.
Sementara itu, di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, dinding sawah ambrol sekitar pukul 02.00 WIB. Dinding tersebut memiliki panjang 14 meter dan tinggi 4 meter. Materialnya kemudian merusak tembok sebuah rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Rangkaian peristiwa di Malang, Pacitan, dan Bondowoso menunjukkan bahwa hujan deras dapat memicu dampak berbeda, mulai dari luapan sungai yang menggenangi jalan hingga longsor yang merusak bangunan dan menghambat mobilitas. Warga di wilayah rawan diimbau memperhatikan perubahan debit air serta kondisi lereng dan dinding tanah di sekitar permukiman, dan mengikuti informasi serta arahan dari pihak berwenang.
Luapan Sungai Silo sempat menggenangi jalan penghubung antardesa di Dusun Kebun Langsep, Kabupaten Jember. Kondisi tersebut menghambat akses warga ketika air meluap ke badan jalan. Namun, berdasarkan informasi penanganan yang disampaikan BPBD, genangan di lokasi itu telah surut total. Dengan demikian, akses yang sebelumnya terdampak luapan sungai tidak lagi tertutup oleh air. Pemantauan tetap diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi sungai dan memastikan keadaan di sekitar lokasi tetap terkendali.
Di Kabupaten Banyuwangi, hujan lebat menyebabkan drainase tersumbat di Dusun Margomakmur, Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru. Air kemudian menggenangi kawasan permukiman dengan ketinggian sekitar 10–25 sentimeter. Genangan tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada satu rumah. Kejadian di kedua kabupaten itu menjadi bagian dari rangkaian dampak cuaca dan bencana yang ditangani petugas di Jawa Timur. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian kejadian tersebut.
Untuk menangani keadaan darurat, personel BPBD tingkat provinsi dan kabupaten melakukan penanganan di wilayah terdampak. Petugas memantau kondisi lokasi, mendata kerusakan, serta mencatat kebutuhan warga yang harus dipenuhi. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk membuka akses jalan yang terdampak serta memenuhi kebutuhan logistik masyarakat. Langkah-langkah tersebut mendukung respons lapangan sekaligus membantu memastikan penanganan berlangsung sesuai kondisi di masing-masing wilayah.
Tim gabungan di tiap kabupaten tetap bersiaga untuk membersihkan sisa material longsor dan memantau debit sungai. Kesiapsiagaan ini dilakukan agar perkembangan situasi dapat diketahui dan tindak lanjut bisa disesuaikan apabila kondisi berubah. Pembersihan material diperlukan untuk mendukung kelancaran akses, sementara pemantauan aliran sungai membantu petugas mengawasi potensi dampak lanjutan.
Baca juga: Kebakaran Melanda Lahan Tebu Siap Panen PTPN XI Gunungsari di Jember | Kekeringan Meluas, 25 Daerah di Jawa Timur Minta Bantuan Air Bersih | SVL Indonesia 2026 Memperluas Jalur Regenerasi Bola Voli Pelajar Jawa Timur – https://kupasberita.net – lensapers.com
27 kunjungan