Jakarta | Pemerintah sedang menyiapkan sistem terintegrasi untuk mendeteksi dan memantau sebaran aset individu dengan kekayaan bersih tinggi. Pengembangan ini diarahkan untuk membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kepemilikan harta orang-orang kaya di Indonesia. Dengan dukungan sistem yang terhubung, data mengenai aset diharapkan dapat dipetakan secara lebih menyeluruh, sehingga perkembangan dan persebarannya dapat dipantau berdasarkan informasi yang tersedia.
Perkembangan tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Nurkholisoh Ibnu Aman ketika membahas pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan perpajakan di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (13/10/2026). Dalam pembahasan tersebut, pemerintah menempatkan penguatan teknologi sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan ketepatan pemantauan terhadap aset individu berharta tinggi.
Saat ini, penguatan sistem telah memasuki tahap akhir melalui integrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Integrasi tersebut menjadi bagian dari penyempurnaan sistem agar pemetaan harta dapat dilakukan secara lebih akurat dan terstruktur. Pemerintah berfokus membangun kemampuan untuk mengenali sebaran aset individu dengan kekayaan bersih tinggi, sehingga informasi yang dihasilkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai profil kepemilikan harta. Langkah ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital terus dikembangkan dalam pengawasan perpajakan, khususnya untuk mendukung pemetaan aset secara lebih tepat.
Pemerintah sedang mengembangkan dasbor yang dirancang untuk menyajikan gambaran menyeluruh mengenai individu dengan kekayaan bersih tinggi. Sistem ini akan memetakan profil individu, anggota keluarga, perusahaan yang dimiliki atau terafiliasi, serta berbagai aset yang terkait dengan mereka. Seluruh unsur tersebut tidak hanya ditampilkan secara terpisah, tetapi juga dihubungkan melalui relasi kepemilikan, pengendalian, jabatan, dan hubungan keluarga. Dengan demikian, pengguna dapat melihat struktur kekayaan dan jaringan bisnis secara lebih terpadu.
Kebutuhan terhadap sistem semacam ini muncul karena aset individu berharta tinggi kerap tersebar di banyak perusahaan dan yurisdiksi. Kepemilikan dapat dibagi melalui entitas langsung maupun tidak langsung, sementara nilai saham, properti, dan investasi lainnya dapat berubah dalam waktu singkat. Tanpa pemetaan terpusat, perubahan tersebut berisiko terlambat teridentifikasi atau sulit dikaitkan dengan pemilik manfaat sebenarnya. Dasbor diharapkan menyediakan basis data yang lebih terstruktur untuk membantu pemerintah memahami posisi aset dan hubungan antarpihak.
Fitur kecerdasan artifisial sedang ditambahkan pada tahap akhir pengembangan. Teknologi ini akan membantu membaca berita, laporan, serta pengungkapan perusahaan yang berkaitan dengan individu-individu tersebut dan perusahaan yang terhubung dengan mereka. Informasi dari berbagai sumber dapat dianalisis untuk menemukan peristiwa penting, perubahan kepemilikan, pengangkatan pengurus, transaksi, atau informasi lain yang berpotensi memengaruhi profil kekayaan dan jaringan usaha.
Melalui kemampuan tersebut, dasbor diharapkan membantu pemerintah mendeteksi aksi korporasi pada perusahaan terafiliasi secara lebih cepat. Sistem juga diarahkan untuk memperbarui perubahan nilai kekayaan secara otomatis dan real time, berdasarkan data pasar maupun informasi relevan lainnya. Pembaruan berkelanjutan ini dapat mendukung pemantauan yang lebih akurat, terutama ketika terjadi kenaikan atau penurunan nilai aset secara signifikan. Pada akhirnya, pemetaan digital tersebut menjadi alat untuk memperkuat analisis, pengawasan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Pengembangan dasbor berbasis kecerdasan buatan diarahkan untuk membantu petugas pajak membaca perubahan kondisi ekonomi wajib pajak secara lebih cepat. Selama ini, informasi mengenai pertambahan aset atau perubahan kekayaan dapat baru terlihat setelah data terkumpul dan dianalisis dalam rentang waktu yang cukup panjang. Dengan pemanfaatan data yang diperbarui secara berkala dan terhubung, perubahan tersebut diharapkan dapat dikenali lebih segera, bukan baru diketahui satu atau dua tahun kemudian.
Kecepatan informasi menjadi penting karena pengawasan perpajakan tidak hanya bergantung pada pemeriksaan dokumen pada satu periode. Perubahan kepemilikan properti, kendaraan, investasi, maupun aset lain dapat memberikan gambaran mengenai dinamika kemampuan ekonomi seseorang. Dasbor dapat membantu petugas membandingkan informasi yang tersedia, menandai pola yang perlu dicermati, dan menentukan prioritas analisis secara lebih terarah. Namun, sistem ini masih berada dalam tahap pengembangan, dengan penambahan unsur AI disebut berada pada tahap akhir. Karena itu, penggunaannya belum dapat dipahami sebagai sistem yang telah beroperasi penuh.
Nurkholisoh menjelaskan bahwa perpajakan yang cerdas berarti memanfaatkan data untuk membangun pendekatan yang adil. Teknologi tidak semata-mata ditujukan untuk memperluas pengawasan, melainkan juga membantu membedakan informasi yang relevan dari data yang tidak menunjukkan risiko. Wajib pajak yang menjalankan kewajibannya secara jujur diharapkan dapat memperoleh proses yang lebih mudah, karena perhatian petugas dapat diarahkan pada lokasi risiko yang sebenarnya.
Hubungan teknologi dan pengawasan pajak terletak pada kemampuan mengubah data menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat waktu. Petugas dapat memperoleh konteks yang lebih lengkap sebelum menentukan langkah analisis berikutnya, sementara sumber daya pengawasan tidak perlu disebarkan secara merata tanpa mempertimbangkan tingkat risiko. Dengan demikian, dasbor AI diposisikan sebagai alat pendukung untuk meningkatkan ketepatan pemantauan, bukan sebagai pengganti penilaian profesional atau bukti dalam proses perpajakan.
Penggunaan kecerdasan buatan dalam pengawasan pajak tidak terbatas pada pemantauan aset individu berharga tinggi. Sektor kelapa sawit juga menjadi salah satu bidang yang dapat diawasi melalui sistem terintegrasi. Sistem tersebut menghimpun data produksi, distribusi, hingga transaksi penjualan crude palm oil (CPO). Dengan memanfaatkan AI, machine learning, dan big data, otoritas dapat membangun gambaran yang lebih menyeluruh mengenai arus komoditas serta nilai ekonomi yang tercipta di sepanjang rantai usaha kelapa sawit.
Setiap transaksi jual beli antarbisnis pada dasarnya disertai faktur pajak elektronik. Namun, pelaku usaha masih dapat menuliskan deskripsi barang menggunakan kata-kata mereka sendiri. Perbedaan istilah ini dapat menyulitkan pencocokan data apabila hanya dilakukan melalui pencarian sederhana. Karena itu, machine learning digunakan untuk membaca isi faktur, mengelompokkan barang yang diperjualbelikan, serta mengenali jumlah dan nilai transaksi. Teknologi tersebut membantu menghubungkan berbagai keterangan yang tampak berbeda, tetapi sebenarnya merujuk pada komoditas atau kegiatan usaha yang sama.
Pemantauan serupa juga berkaitan dengan praktik PT Danantara Sumberdaya Indonesia terhadap tiga komoditas strategis, termasuk CPO. Data transaksi dapat dibandingkan dengan laporan penjualan perusahaan untuk mendeteksi indikasi underinvoicing dan transfer pricing. Jika nilai, volume, atau waktu transaksi tidak sejalan dengan laporan yang disampaikan, ketidakcocokan angka tersebut dapat menjadi petunjuk bagi petugas untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pendekatan berbasis data memungkinkan pengawasan diarahkan pada risiko yang lebih relevan, bukan semata-mata dilakukan secara acak.
Nurkholisoh berpandangan bahwa AI, big data, dan machine learning dapat membantu menemukan risiko perpajakan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada wajib pajak. Meski demikian, teknologi bukan pengganti seluruh proses pengawasan. Alat analitis hanya akan menghasilkan manfaat apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang memahami konteks bisnis, mampu menilai kualitas data, dan menggunakan hasil analisis secara tepat. Keputusan akhir tetap memerlukan pertimbangan profesional, verifikasi, serta komunikasi yang baik dengan wajib pajak.
Baca juga: TNI Bersama Pemerintah Perkuat Penanggulangan Karhutla | Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi: Kodim 0813 Bojonegoro Bangun Sarana Olahraga Militer, Siapkan Santri Jadi Prajurit TNI
