Jakarta | Open house satu tahun Sekolah Rakyat digelar serentak di 182 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Sekolah Rakyat kepada masyarakat, sekaligus menyampaikan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan melalui program tersebut. Pelaksanaan serentak di berbagai lokasi menandai penyelenggaraan open house dalam rangka satu tahun Sekolah Rakyat, dengan Bekasi menjadi titik pembukaan kegiatan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono membuka kegiatan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat. Pembukaan berlangsung pada 17 Oktober 2026 dan dilaksanakan secara luring maupun daring. Dari lokasi tersebut, kegiatan terhubung dengan penyelenggaraan open house di 182 titik lainnya di Indonesia. Dengan demikian, pembukaan di Bekasi menjadi bagian dari kegiatan yang berlangsung pada waktu yang sama secara nasional.
Open house ini dimaksudkan untuk memperkenalkan program prioritas Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengenal Sekolah Rakyat dalam konteks penyelenggaraan program itu. Fokus acara adalah memperkenalkan program dan menandai satu tahun Sekolah Rakyat melalui kegiatan serentak di banyak lokasi. Kementerian Sosial membuka rangkaian kegiatan tersebut dari SRMA 13 Bekasi, sementara lokasi lain di berbagai wilayah turut menjadi bagian dari penyelenggaraan nasional. Pembukaan yang berlangsung secara luring dan daring menghubungkan pelaksanaan dari Bekasi dengan titik-titik lainnya, tanpa mengubah tujuan utama acara, yakni memperkenalkan program prioritas pemerintah kepada masyarakat. Penyelenggaraan di 182 titik menunjukkan jangkauan kegiatan open house satu tahun Sekolah Rakyat di berbagai daerah Indonesia.
Gus Ipul menyebut pelaksanaan open house Sekolah Rakyat kali ini terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Prabowo Subianto. Momentum tersebut memberi suasana khusus bagi kegiatan yang digelar serentak di berbagai titik. Di tengah agenda untuk mengenalkan Sekolah Rakyat kepada masyarakat, perhatian para hadirin juga tertuju pada ulang tahun kepala negara.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengajak para hadirin mendoakan Presiden Prabowo. Ia berharap Presiden diberi umur panjang, kesehatan, keberkahan, serta kesuksesan dalam memimpin Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk doa dan harapan agar Presiden dapat menjalankan tanggung jawab kepemimpinan dengan baik. Gus Ipul tidak hanya menyoroti tanggal yang bertepatan, tetapi juga mengajak peserta untuk mengisi momen itu dengan harapan positif bagi bangsa.
Doa yang dipanjatkan mencakup harapan agar Presiden senantiasa sehat dalam menjalankan tugas kenegaraan. Umur panjang dan keberkahan juga menjadi bagian dari harapan yang disampaikan. Sementara itu, kesuksesan memimpin Indonesia mencerminkan harapan agar kepemimpinan nasional dapat terus membawa manfaat bagi masyarakat. Pesan tersebut memberi dimensi personal dan kebangsaan pada pertemuan yang berfokus pada pengenalan Sekolah Rakyat.
Keserentakan kegiatan di 182 titik membuat open house berlangsung dalam skala luas. Namun, bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden menjadikan penyelenggaraan kali ini memiliki penanda tersendiri. Dalam suasana tersebut, ajakan Gus Ipul untuk mendoakan Prabowo menjadi salah satu pesan yang disampaikan kepada hadirin. Ia mengarahkan perhatian peserta pada pentingnya menyampaikan doa bagi pemimpin negara, sekaligus menjaga suasana kegiatan tetap positif dan penuh harapan.
Dengan demikian, peringatan ulang tahun Presiden hadir sebagai bagian dari konteks acara, bukan sebagai pengganti tujuan utama open house. Kegiatan tersebut tetap menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Sekolah Rakyat, sementara doa bagi Prabowo menambahkan nuansa khusus pada pelaksanaannya. Harapan agar Presiden panjang umur, sehat, mendapat berkah, dan berhasil memimpin Indonesia disampaikan Gus Ipul kepada para hadirin pada momentum tersebut.
Dalam acara open house Sekolah Rakyat yang digelar serentak di berbagai titik, Gus Ipul menyampaikan bahwa gagasan Sekolah Rakyat mulai memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Menurut dia, perubahan tersebut tidak hanya tampak pada kegiatan belajar, tetapi juga melalui keberanian siswa menunjukkan kemampuan mereka di hadapan orang lain. Salah satu momen yang menjadi perhatian ialah ketika para siswa tampil di panggung. Mereka terlihat lebih percaya diri, sebuah perkembangan yang dinilai penting dalam membangun pengalaman belajar dan hubungan sosial. Penilaian itu ia sampaikan berdasarkan hal yang disaksikan dalam acara, bukan sebagai gambaran seragam mengenai setiap anak atau seluruh proses yang telah berlangsung.
Ia menempatkan perubahan itu dalam konteks latar belakang peserta didik. Hampir seluruh siswa, sebagaimana disampaikan Gus Ipul, berasal dari keluarga yang menghadapi berbagai keterbatasan. Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada akses terhadap pendidikan, kesempatan mengembangkan potensi, serta keyakinan anak terhadap kemampuan dirinya. Sebagian siswa juga pernah mengalami putus sekolah, kehilangan kepercayaan diri, atau berada dalam keadaan nyaris kehilangan harapan untuk melanjutkan pendidikan. Latar demikian membuat kesempatan untuk belajar kembali dan memperoleh dukungan menjadi berarti. Namun, keterangan tersebut merujuk pada kondisi umum yang ia paparkan; pengalaman, cerita, dan kebutuhan setiap siswa tetap berbeda.
Dalam pandangan Gus Ipul, penampilan di panggung menjadi salah satu tanda yang dapat diamati dari proses tersebut. Keberanian untuk berdiri di hadapan hadirin dan memperlihatkan kemampuan menunjukkan bahwa sebagian siswa mulai merasa lebih nyaman mengambil bagian. Ia menilai perkembangan itu menggembirakan, sekaligus mengingatkan bahwa perubahan pendidikan tidak berlangsung seketika. Dukungan yang konsisten, lingkungan belajar yang aman, dan kesempatan untuk berkembang tetap diperlukan agar siswa dapat membangun rasa percaya diri secara bertahap. Pernyataan Gus Ipul menggambarkan kesan yang ia peroleh selama kegiatan open house, bukan ukuran menyeluruh atas capaian tiap sekolah atau hasil akhir program. Penilaian lebih luas memerlukan pengamatan berkelanjutan terhadap pengalaman belajar dan perkembangan siswa.
Sejak diluncurkan pada 2025, Sekolah Rakyat terus memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan. Saat ini, lebih dari 44.000 anak mengikuti pembelajaran di 182 titik yang tersebar di 34 provinsi. Cakupan tersebut menunjukkan bahwa program ini hadir di berbagai wilayah, sekaligus membawa pendidikan lebih dekat kepada anak-anak yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses. Pelaksanaan open house secara serentak di seluruh titik juga menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kegiatan belajar dan perkembangan para siswa kepada masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan bahwa peran Sekolah Rakyat tidak berhenti pada penyediaan pendidikan dan pengetahuan. Menurutnya, pendekatan program turut mencakup rehabilitasi sosial, pembentukan karakter, serta dukungan bagi siswa untuk memulihkan kepercayaan diri. Perubahan yang terlihat pada anak-anak, baik dalam keberanian berinteraksi maupun keterlibatan mereka dalam kegiatan belajar, menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Sekolah diharapkan menjadi lingkungan yang aman dan mendukung, tempat siswa dapat berkembang tanpa kehilangan kesempatan untuk membangun masa depan.
Aspek sosial ini penting karena kebutuhan setiap siswa tidak selalu sama. Selain mengikuti pelajaran, mereka memerlukan pendampingan yang membantu membangun kebiasaan positif, rasa tanggung jawab, dan kemampuan bersosialisasi. Perhatian terhadap kondisi pribadi dan lingkungan anak dapat mendukung proses belajar secara lebih utuh. Dalam pandangan Gus Ipul, pengalaman di Sekolah Rakyat juga diharapkan menumbuhkan harapan, sehingga siswa memiliki keyakinan bahwa keadaan mereka dapat berubah dan cita-cita tetap dapat diperjuangkan.
Meski jumlah peserta dan titik layanan telah berkembang, perjalanan program masih panjang. Pelaksanaan di banyak wilayah menuntut perhatian berkelanjutan terhadap mutu pembelajaran, ketersediaan sarana, serta kebutuhan pendampingan siswa.
Baca juga: Jangan sampai perubahan RTRW justru sekadar mengikuti perkembangan pembangunan yang sudah terlanjur terjadi | Pemkot Tangerang keluarkan SE jemput anak sekolah pada 27–28 Agustus






