Kota Cilegon. Festival | Forum Baris Berbaris Banten (FBBB) memandang Festival Baris Banten lebih dari sekadar ajang untuk menguji ketepatan gerakan, kekompakan formasi, dan kemampuan peserta mengikuti aba-aba. Festival ini dirancang sebagai ruang pembinaan karakter bagi pelajar dan pemuda. Melalui latihan dan kompetisi, peserta belajar menjalankan tanggung jawab, menghargai aturan, mengelola emosi, serta bekerja bersama untuk mencapai tujuan. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.
Ketua FBBB, Mardiamin Nugroho, menyampaikan bahwa festival tahun ini diikuti 80 tim finalis yang berasal dari delapan kabupaten dan kota di Banten. Cakupan peserta tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini menarik minat generasi muda dari berbagai wilayah. Keikutsertaan mereka juga mencerminkan adanya semangat untuk berlatih, berkompetisi secara sehat, dan membawa nama daerah masing-masing. Bagi FBBB, banyaknya tim yang berhasil mencapai babak final bukan hanya menggambarkan tingginya antusiasme, tetapi juga menandakan bahwa pembinaan baris-berbaris memiliki ruang berkembang di kalangan pelajar.
Partisipasi puluhan tim itu, menurut Mardiamin, memiliki makna lebih luas daripada jumlah peserta. Kehadiran pelajar dan pemuda dari berbagai daerah merupakan tanda kuatnya semangat bela negara dan kecintaan terhadap Banten. Semangat tersebut tidak hanya diwujudkan melalui simbol atau seragam, tetapi juga melalui kedisiplinan, kesediaan berkontribusi, dan sikap menghormati sesama. Dalam proses latihan, peserta dibiasakan untuk menempatkan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi, sekaligus memahami bahwa setiap anggota memiliki peran penting.
FBBB juga menempatkan festival sebagai kesempatan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Peserta belajar mengambil inisiatif, berkomunikasi, mengikuti arahan, dan menjaga kekompakan saat menghadapi tekanan kompetisi. Pengalaman ini dapat melatih kepercayaan diri sekaligus sikap bertanggung jawab. Dengan demikian, keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari raihan juara. Penguatan disiplin, nasionalisme, solidaritas, dan kepemimpinan pada generasi muda merupakan hasil pembinaan yang sama pentingnya. Nilai-nilai itu diharapkan terus terbawa setelah kegiatan berakhir, sehingga para peserta dapat tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan peduli terhadap daerah serta bangsanya.
Festival Baris Banten 2026 menjadi babak final dari rangkaian kompetisi yang terlebih dahulu berlangsung di delapan wilayah. Para peserta melewati seleksi tingkat daerah untuk memperoleh kesempatan mewakili wilayah masing-masing pada ajang tingkat provinsi. Tahapan tersebut memberi ruang bagi sekolah dan pelajar untuk menunjukkan kemampuan, sekaligus memastikan bahwa tim yang tampil di final merupakan juara dari kompetisi lokal. Dengan demikian, festival ini mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah di Banten dalam satu arena.
Delapan wilayah yang mengirimkan perwakilan meliputi Kabupaten Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan. Sebanyak 80 tim juara tingkat daerah mengikuti kompetisi provinsi tersebut. Jumlah peserta itu mencerminkan luasnya partisipasi pelajar serta antusiasme sekolah dalam kegiatan baris-berbaris. Setiap tim datang dengan persiapan dan ciri penampilan masing-masing, setelah berlatih untuk memenuhi tuntutan teknis sekaligus membangun keserasian antaranggota.
Di babak final, kemampuan peserta dinilai dan dipertandingkan melalui sejumlah aspek. Ketangkasan terlihat dari ketepatan dan kecepatan anggota merespons aba-aba, sementara kekompakan tercermin dalam keseragaman langkah dan koordinasi seluruh barisan. Tim juga menampilkan kreativitas melalui rancangan penampilan, termasuk susunan formasi dan variasi gerakan yang dibuat agar pertunjukan tetap tertib sekaligus menarik. Yel-yel menjadi unsur lain yang diadu, dengan penekanan pada semangat, artikulasi, dan kekompakan suara. Keseluruhan aspek tersebut menuntut latihan yang terencana, konsentrasi, dan kerja sama. Perpaduan kemampuan individu dan koordinasi kelompok menentukan kualitas penampilan setiap tim. Persaingan di tingkat provinsi pun menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menguji hasil pembinaan di daerah, bertukar pengalaman dengan pelajar dari wilayah lain, serta menunjukkan identitas sekolah dan daerah secara positif. Format kompetisi ini menjadikan festival bukan sekadar pertemuan para juara, melainkan juga ruang untuk mengukur kesiapan, kreativitas, dan kedisiplinan pelajar melalui penampilan yang terstruktur. Dari delapan wilayah, setiap tim membawa hasil seleksi dan latihan menuju panggung final Banten.
Puncak Festival Baris Banten 2026 digelar pada Sabtu, 17 Oktober, di Sekolah Al Azhar Cilegon, Kota Cilegon. Sekolah tersebut dipercaya menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang mempertemukan para pelajar dari berbagai tim. Pemilihan Cilegon sebagai lokasi penyelenggaraan menghadirkan kesempatan bagi kota ini untuk menjadi pusat perhatian dalam perayaan tingkat provinsi, sekaligus menyediakan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan kekompakan mereka di hadapan publik.
Sekolah Al Azhar Cilegon dinilai representatif untuk menampung semangat dan kreativitas para peserta. Lingkungan kegiatan memberi ruang bagi tim untuk menampilkan formasi, ketepatan gerak, serta koordinasi yang telah dipersiapkan melalui latihan. Dalam festival baris, penampilan bukan hanya bergantung pada keseragaman langkah, tetapi juga pada disiplin, konsentrasi, dan kemampuan setiap anggota mengikuti arahan. Suasana lokasi yang mendukung diharapkan membantu peserta tampil optimal, sekaligus memberi pengalaman langsung dalam mengikuti kegiatan bersama yang terorganisasi.
Penampilan seluruh tim disaksikan oleh dewan juri dan ribuan penonton. Kehadiran juri menjadi bagian penting dalam pelaksanaan festival, sementara dukungan penonton menambah semarak suasana di lokasi. Para peserta pun memperoleh kesempatan untuk menunjukkan hasil pembinaan mereka di hadapan khalayak yang lebih luas. Interaksi tim, juri, dan penonton menjadikan puncak acara bukan semata-mata ajang unjuk kemampuan, melainkan juga pertemuan yang memperkuat kebersamaan di pelajar dan masyarakat.
Festival tahun ini diselenggarakan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-26 Provinsi Banten. Pelaksanaannya juga bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dua momentum tersebut memberi latar khusus bagi kegiatan yang mengangkat partisipasi pelajar dan kecintaan terhadap daerah serta bangsa. Dengan Cilegon sebagai tuan rumah, puncak Festival Baris Banten 2026 menjadi bagian dari perayaan yang menghadirkan energi generasi muda sekaligus mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana yang tertib dan meriah.
Keberhasilan Festival Baris Banten (FBBB) 2026 diharapkan menjadi pijakan bagi penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Bagi panitia, festival ini bukan sekadar perlombaan baris-berbaris, melainkan ruang pembinaan yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah di Banten. Karena itu, FBBB berharap kegiatan tersebut dapat ditetapkan sebagai agenda tahunan, sehingga manfaatnya tidak berhenti setelah rangkaian acara tahun ini selesai. Keberlanjutan acara juga memberi kesempatan lebih luas bagi sekolah dan peserta untuk mempersiapkan diri, mengembangkan kemampuan, serta membangun kebiasaan disiplin dan kerja sama.
Mardiamin menyampaikan harapan agar festival ini melahirkan generasi muda Banten yang unggul dan disiplin. Menurutnya, pembentukan karakter perlu berjalan seiring dengan pengembangan kemampuan dan prestasi pelajar. Melalui latihan dan kompetisi, peserta belajar menaati aturan, menjaga kekompakan, mengelola tanggung jawab, serta berusaha mencapai hasil terbaik bersama tim. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, FBBB dapat menjadi salah satu wadah pembinaan yang mendukung tumbuhnya pelajar berkarakter dan siap berkontribusi bagi daerah.
Ia juga berharap para peserta kelak mampu menjadi garda terdepan dalam pembangunan Provinsi Banten. Harapan itu mencakup kesiapan untuk mengambil peran, bekerja dengan tanggung jawab, dan menghadapi tantangan di masa depan. Mardiamin menilai generasi yang memiliki disiplin serta semangat kebangsaan merupakan modal penting bagi kemajuan daerah.
Baca juga: Bentuk Karakter Pelajar Sejak Dini, Babinsa Lakukan Manunggal Pendidikan | CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, MABES TNI EDUKASI GURU DAN PELAJAR SMA 10 SAMARINDA | Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh






