Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir, Erick Thohir Bidik Talenta Baru untuk Timnas

Liga Putri Indonesia Kembali Bergulir, Erick Thohir Bidik Talenta Baru untuk Timnas

Jakarta | Indonesia Women’s League (IWL) musim 2026/27 menandai kembalinya kompetisi liga putri nasional setelah edisi terakhir digelar pada 2019. Pada musim tersebut, Persib Putri keluar sebagai juara. Jeda panjang sejak penyelenggaraan terakhir membuat hadirnya kembali liga ini menjadi perkembangan penting bagi sepak bola putri Indonesia, sekaligus membuka ruang kompetisi terstruktur bagi klub dan pemain untuk kembali menguji kemampuan secara rutin.

IWL tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar, tetapi juga dipandang sebagai fondasi bagi pertumbuhan sepak bola putri di Tanah Air. Kompetisi yang berlangsung konsisten dapat membantu pemain memperoleh pengalaman pertandingan, menjaga perkembangan kemampuan, dan menunjukkan potensi mereka di hadapan klub maupun tim nasional. Bagi ekosistem sepak bola, liga juga menyediakan panggung bagi pembinaan, peningkatan standar permainan, serta tumbuhnya perhatian publik terhadap sepak bola putri.

Enam klub akan ambil bagian pada musim 2026/27, yaitu Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan FC Bekasi City. Peserta akan bersaing menggunakan format triple round robin. Artinya, setiap klub bertemu tiga kali dengan masing-masing lawan sepanjang fase reguler, sehingga konsistensi dan kedalaman skuad berpotensi menjadi faktor penting dalam perburuan posisi terbaik. Jumlah pertemuan yang lebih banyak juga memberi pemain kesempatan beradaptasi dan berkembang melalui persaingan berulang.

Rangkaian kompetisi direncanakan berlangsung hingga 30 Januari 2027. Setelah fase reguler, agenda berlanjut ke semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final. Dengan rangkaian tersebut, musim ini dirancang bukan hanya untuk menentukan juara, tetapi juga menghadirkan jalur kompetisi yang lengkap bagi para peserta. Kembalinya liga setelah tujuh tahun menjadi kesempatan untuk membangun kesinambungan, memperluas pengalaman bertanding, dan memperkuat dasar bagi masa depan sepak bola putri Indonesia.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir berharap bergulirnya Liga Putri Indonesia dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi pesepak bola putri untuk berkembang melalui kompetisi yang teratur. Menurutnya, liga perlu menjadi ruang bagi pemain muda maupun senior untuk memperoleh menit bermain dan jam terbang yang dibutuhkan. Pengalaman bertanding secara konsisten akan membantu pemain meningkatkan kemampuan, memahami tuntutan pertandingan, serta menunjukkan kualitas mereka di hadapan pelatih dan pencari bakat. Harapan itu disampaikan setelah pembukaan resmi liga di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu. Pembukaan tersebut ditandai pertandingan Persija Jakarta Women melawan FC Bekasi City Women. Kembalinya kompetisi dinilai penting bukan hanya bagi klub, tetapi juga bagi perkembangan sepak bola putri nasional.

Erick juga berharap kompetisi ini memunculkan nama-nama baru yang sebelumnya belum terpantau. Dengan adanya pertandingan dan kesempatan tampil, pemain dari berbagai kelompok usia dapat menunjukkan potensi mereka secara langsung. Pemain yang selama ini belum mendapat sorotan berpeluang membuktikan diri, sementara pemain senior tetap dapat memberikan pengalaman dan menjaga kualitas permainan. Proses tersebut dapat memperluas pilihan bagi tim nasional ketika membutuhkan pemain dengan kemampuan dan karakter yang sesuai. Ia menginginkan kontribusi para pemain di liga pada akhirnya membantu memperkuat timnas pada masa mendatang. Karena itu, keberlanjutan kompetisi dan pembinaan dinilai perlu berjalan bersama agar bakat yang ditemukan tidak berhenti pada satu musim, melainkan mendapat dukungan untuk terus berkembang.

Dalam pandangannya, target sepak bola putri Indonesia harus disertai kerja keras dan langkah yang dimulai sejak sekarang. Erick menyebut cita-cita agar tim putri tidak kalah dari tim putra, mampu meraih gelar di Asia Tenggara, dan suatu saat lolos ke Piala Dunia. Sasaran tersebut merupakan ambisi jangka panjang, bukan hasil yang dapat dicapai seketika. Liga diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk membangun pemain yang lebih siap menghadapi persaingan regional maupun internasional. Kesempatan bermain, persaingan antarklub, serta munculnya talenta baru dapat mendukung proses itu apabila dijaga secara konsisten. Erick mengajak seluruh pihak memulai kerja keras untuk mengejar target tersebut. Bagi para pemain, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus berkontribusi pada perjalanan tim nasional.

Rangkaian pertandingan di Stadion Madya menghadirkan tiga laga yang memperlihatkan Liga Putri Indonesia kembali berjalan dengan kompetisi langsung antarklub. Pertandingan Persija Jakarta Women melawan FC Bekasi City Women menjadi laga ketiga yang dimainkan di stadion tersebut. Sebelum kedua tim itu turun bertanding, penonton lebih dahulu menyaksikan dua pertandingan lain yang menghasilkan kemenangan dengan selisih tipis. Urutan laga ini menjadi gambaran awal aktivitas kompetisi sekaligus kesempatan bagi klub-klub untuk memperkenalkan timnya kepada masyarakat.

Pada pertandingan pagi, Persita Tangerang meraih kemenangan 1-0 atas Garudayaksa FC. Hasil tersebut kemudian disusul laga sore Dewa United Banten FC dan Persikad Depok. Dewa United Banten FC juga menang dengan skor 1-0. Dua hasil itu menunjukkan bahwa persaingan berlangsung ketat, dengan satu gol menjadi pembeda pada masing-masing pertandingan. Setelah rangkaian tersebut, duel Persija Jakarta Women kontra FC Bekasi City Women melengkapi agenda pertandingan hari itu di Stadion Madya.

Erick Thohir menilai penyelenggaraan liga pada tahun pertama berjalan sangat baik. Penilaian tersebut menjadi dorongan bagi penyelenggara dan klub untuk menjaga keberlanjutan kompetisi, sekaligus memperkuat perhatian publik terhadap sepak bola putri. Ia berharap setiap klub tidak hanya membentuk tim yang siap bertanding, tetapi juga membangun basis suporter yang dapat tumbuh bersama klub. Kehadiran penonton secara konsisten dapat membantu menciptakan suasana pertandingan yang lebih hidup dan memberi dukungan nyata kepada para pemain.

Erick juga mengajak masyarakat yang sebelumnya mempertanyakan keberadaan liga untuk datang langsung menyaksikan pertandingan. Ajakan itu mengarahkan perhatian dari sekadar bertanya menuju keterlibatan sebagai penonton. Dukungan melalui kehadiran di stadion dapat menjadi bentuk apresiasi terhadap pemain dan klub, serta membantu menumbuhkan minat terhadap kompetisi sepak bola putri. Dengan adanya penonton, setiap pertandingan memperoleh dukungan langsung, sementara klub memiliki kesempatan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat. Harapannya, rangkaian laga pembuka ini menjadi awal bagi dukungan yang terus berkembang pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Keberlanjutan kompetisi sepak bola putri menjadi perhatian penting PSSI dalam upaya membangun jalur pembinaan pemain yang konsisten. Organisasi tersebut berkomitmen menjaga liga tetap berjalan selama lima tahun ke depan, bukan sekadar menggelar satu musim lalu berhenti. Komitmen ini dibicarakan bersama operator liga dan klub sebagai pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan. Sebelum melakukan evaluasi menyeluruh, seluruh pihak perlu memastikan adanya kesepahaman mengenai arah jangka panjang, tanggung jawab masing-masing, serta kebutuhan dasar kompetisi. Kerangka waktu lima tahun diharapkan memberi kepastian bagi klub untuk merencanakan pembinaan, pengelolaan tim, dan pengembangan pemain secara berkelanjutan, sekaligus membangun kepercayaan pemangku kepentingan sepak bola nasional.

Meski demikian, upaya memperluas liga tidak berarti jumlah peserta akan langsung ditambah dalam waktu singkat. PSSI menekankan bahwa pertumbuhan perlu dilakukan secara bertahap, dengan memperhitungkan kesiapan ekosistem sepak bola putri dan kemampuan setiap klub. Pertimbangan tersebut mencakup kesiapan organisasi, pengelolaan tim, sumber daya manusia, serta kapasitas untuk menjalankan kewajiban kompetisi secara konsisten. Langkah bertahap dinilai lebih realistis daripada ekspansi cepat yang tidak ditopang kondisi memadai. Dengan demikian, penambahan peserta dapat diarahkan untuk memperkuat kualitas dan daya tahan kompetisi, bukan hanya meningkatkan jumlah klub di atas kertas. Evaluasi bersama operator dan klub menjadi salah satu dasar untuk menentukan perkembangan yang dapat dijalankan secara bertanggung jawab.

Erick Thohir juga memberi perhatian.

Baca juga: Lompatan Ranking FIFA Timnas Indonesia di Era Erick Thohir: Tiga Pelatih, Naik 31 Peringkat | Ringankan Beban Warga Terdampak Kemarau, Kodim Bojonegoro Kembali Pasok 64.000 Liter Air Bersih ke 4 Kecamatan | Gelap Malam Tak Jadi Penghalang, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Kembali Berjibaku Hadang Karhutla Hingga Dini Hari