Jakarta | Konser Guns N’ Roses di Jakarta akan dibuka dengan sajian khusus yang disiapkan oleh promotor Rajawali Indonesia. Alih-alih menghadirkan satu band sebagai pembuka, promotor merancang penampilan bersama sejumlah musisi rock Indonesia dalam konsep bertajuk “9 Dewa Gitar”. Format ini menempatkan para gitaris dalam satu pertunjukan dan menjadikan pembuka konser sebagai bagian tersendiri dari keseluruhan acara.
Founder Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Ramli, menyebut penampilan Guns N’ Roses kali ini istimewa karena band tersebut hadir dalam suasana reuni. Menurutnya, momen khusus itu menjadi alasan untuk menyiapkan pembuka yang juga berbeda dari format biasa. Kehadiran para gitaris rock Indonesia diharapkan memberi warna tersendiri sebelum penonton menyaksikan penampilan utama, sekaligus membangun suasana yang selaras dengan karakter musik rock yang dibawakan.
Konsep “9 Dewa Gitar” dirancang bukan semata-mata sebagai kumpulan penampil, melainkan sebagai representasi perjalanan musik rock Indonesia. Para musisi yang tampil bersama diharapkan menghadirkan gambaran mengenai kontribusi gitaris dalam perkembangan dan keberagaman rock di Tanah Air. Melalui sajian tersebut, promotor juga memberi ruang bagi musisi lokal untuk tampil dalam panggung yang berkaitan dengan konser grup rock internasional.
Angka sembilan dipilih karena dianggap sebagai angka tertinggi. Pilihan itu menjadi dasar nama konsep sekaligus menegaskan gagasan untuk menyatukan para gitaris dalam sebuah pertunjukan khusus. Dengan menggabungkan sejumlah musisi dalam satu format, pembuka ini diarahkan agar terasa lebih luas daripada penampilan pembuka konvensional. Rancangan tersebut menunjukkan upaya Rajawali Indonesia untuk menyesuaikan sajian awal dengan momen reuni Guns N’ Roses.
Lewat konsep ini, penonton akan mendapat pengalaman yang mencakup dua sisi: penghormatan terhadap perjalanan rock Indonesia dan sambutan bagi penampilan Guns N’ Roses. “9 Dewa Gitar” menjadi cara promotor menghubungkan musisi lokal dengan sebuah konser besar, sekaligus menempatkan gitar sebagai unsur utama dalam perayaan musik rock. Penampilan khusus itu pun membentuk pembuka yang dirancang secara terarah, bukan sekadar pengisi waktu sebelum band utama tampil.
Jajaran yang disebut sebagai 9 Dewa Gitar menghadirkan sembilan nama dari berbagai generasi musik Indonesia: Ian Antono, Eet Sjahranie, Edi Kemput, Toto Tewel, Pay Bip, Aziz MS Jamrud, Jhon Paul Ivan, Dewa Budjana, dan Rhoma Irama. Kehadiran para gitaris tersebut menjadi bagian dari rangkaian penampil yang akan tampil sebelum Guns N’ Roses di Jakarta. Deretan ini mempertemukan figur-figur dengan latar dan perjalanan masing-masing, sekaligus memberi perhatian pada kekayaan nama gitaris yang dikenal dalam musik rock Indonesia.
Nama Rhoma Irama menjadi kejutan tersendiri dalam daftar tersebut. Ia dikenal luas sebagai penyanyi, sehingga pencantumannya bersama para gitaris memunculkan sudut pandang berbeda tentang susunan 9 Dewa Gitar. Rhoma mengaku terkejut ketika Anas menghubunginya untuk mengajak bergabung. Ia menyampaikan bahwa dirinya lebih merasa sebagai “dewa vokal” daripada dewa gitar. Pernyataan itu menjelaskan respons awalnya terhadap ajakan tersebut, tanpa mengurangi kesediaannya untuk ikut dalam acara.
Meski sempat terkejut, Rhoma menerima ajakan itu dengan senang hati karena orang yang mengundangnya adalah sahabatnya. Kesediaan tersebut menambah warna pada daftar sembilan nama, yang bukan hanya mencakup sejumlah gitaris, tetapi juga sosok yang memiliki identitas kuat sebagai vokalis. Bagi penonton, perpaduan nama itu menjadi salah satu hal yang dapat menarik perhatian menjelang penampilan Guns N’ Roses. Kehadiran Ian Antono, Eet Sjahranie, Edi Kemput, Toto Tewel, Pay Bip, Aziz MS Jamrud, Jhon Paul Ivan, Dewa Budjana, dan Rhoma Irama menempatkan beragam figur dalam satu panggung. Cerita Rhoma juga menunjukkan bahwa keterlibatannya berawal dari hubungan persahabatan dengan Anas, serta dari ajakan yang ia sambut dengan gembira. Tanpa perlu mengubah pengakuannya, posisi Rhoma dalam kelompok tersebut tetap terasa unik: ia mengakui lebih dekat dengan sebutan “dewa vokal”, tetapi bersedia hadir dalam jajaran yang diumumkan sebagai 9 Dewa Gitar.
Penampilan para gitaris rock Indonesia sebelum Guns N’ Roses di Jakarta akan didukung oleh susunan musisi yang menggabungkan pemain instrumental berpengalaman dan vokalis dari sejumlah kelompok rock ternama. Rere Grass Rock akan mengisi posisi drum, sementara Ricardo, yang telah berpulang, tercatat sebagai pemain keyboard dalam format pertunjukan tersebut. Di bagian vokal, Ahmad Albar, Roy Jeconiah, dan Krisyanto Jamrud akan bergantian membawakan lagu-lagu yang disiapkan. Dewa Budjana dipercaya menjalankan tugas sebagai music director, sekaligus membantu menjaga keseluruhan pertunjukan tetap terarah dan menyatu.
Menurut penjelasan Budjana, format acara memberi ruang bagi setiap gitaris untuk memainkan lagu masing-masing terlebih dahulu. Dengan begitu, penonton dapat mendengar karakter permainan serta materi yang lekat dengan perjalanan musikal para gitaris tersebut. Setelah sesi individual itu, para pemain akan berkumpul dan berkolaborasi dalam satu lagu pamungkas. Peralihan dari penampilan personal menuju permainan bersama menjadi bagian penting dari rancangan pertunjukan, karena memungkinkan masing-masing musisi tampil dengan identitasnya sekaligus menunjukkan kekompakan dalam satu momen di atas panggung.
Aransemen lagu akan dijaga agar tidak terlalu jauh dari versi aslinya. Pilihan ini dimaksudkan agar lagu tetap terasa akrab bagi penonton, termasuk mereka yang telah lama mengenal dan mengikuti karya para musisi tersebut. Pengaturan musik yang tetap dekat dengan materi awal juga membantu mempertahankan karakter lagu, meski dibawakan dalam format kolaborasi dengan banyak gitaris dan vokalis. Budjana menyebut kesempatan bermain bersama dalam acara ini sebagai sesuatu yang langka. Karena itu, susunan pemain, pembagian peran, serta lagu penutup menjadi unsur yang diharapkan dapat menghadirkan pengalaman berbeda tanpa menghilangkan kedekatan dengan repertoar yang sudah dikenal.Menjelang konser di Jakarta, penjualan tiket menunjukkan tingginya minat penonton terhadap penampilan Guns N’ Roses dan para gitaris rock Indonesia yang akan membuka acara. Anas menyampaikan bahwa seluruh tiket kategori tribun telah habis terjual, termasuk tiket VIP Tribun A hingga Tribun B. Saat informasi tersebut disampaikan, hanya sedikit tiket kategori festival yang masih tersedia. Calon penonton yang ingin menyaksikan konser secara langsung karena itu perlu segera memeriksa ketersediaan melalui kanal penjualan resmi. Kondisi ini juga menggambarkan antusiasme terhadap rangkaian pertunjukan yang memadukan nama besar internasional dengan musisi lokal.
Konsep yang melibatkan sembilan gitaris Indonesia mendapat respons positif dari manajemen Guns N’ Roses. Kehadiran para musisi lokal dipandang sebagai bagian menarik dari acara, bukan sekadar pembuka sebelum penampilan utama. Kolaborasi dalam satu malam ini memberi ruang bagi gitaris Indonesia untuk tampil di hadapan penonton berskala besar, sekaligus membangun suasana menuju pertunjukan band asal Amerika Serikat tersebut. Sumber yang menyampaikan informasi mengenai konser juga menyebut acara ini digadang-gadang menjadi bagian dari tur dunia terakhir Guns N’ Roses sebelum para personelnya kembali masuk studio rekaman. Meski demikian, perhatian utama kini tertuju pada jadwal konser dan persiapan produksi di Jakarta.
Axl Rose dan Slash dipastikan tampil dengan aksi panggung yang direncanakan berlangsung selama tiga jam penuh. Durasi tersebut menuntut kesiapan teknis yang matang, terutama dalam menjaga kualitas suara dan pencahayaan sepanjang acara. Promotor menjamin tata suara serta pencahayaan untuk penampilan sembilan Dewa Gitar disiapkan dengan standar setara produksi konser dunia Guns N’ Roses. Jaminan ini penting agar set pembuka memperoleh dukungan teknis yang memadai dan dapat dinikmati dengan kualitas optimal, bukan hanya menjadi pengantar singkat.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta | Gambut Jadi Medan Tempur, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Pantang Pulang Sebelum Bara Terkendali | Warga juga mengejar Pimpinan Proyek bernama Heri sebelum diamankan polisi





