Jakarta | Kontingen Indonesia akan mengikuti defile pada upacara pembukaan Asian Para Games 2026 dengan penampilan yang membawa identitas budaya nasional. Dalam parade tersebut, peserta yang mewakili Merah Putih akan mengenakan busana rancangan khusus Ivan Gunawan. Busana ini disiapkan untuk para peserta defile, bukan untuk seluruh atlet kontingen. Pembedaan tersebut penting karena atlet lainnya tetap dapat menggunakan perlengkapan sesuai kebutuhan cabang olahraga dan agenda masing-masing. Kehadiran rancangan khusus dalam parade memberi ruang bagi Indonesia untuk memperkenalkan karakter bangsa kepada publik internasional, sekaligus mendukung suasana seremoni yang menghormati para atlet disabilitas dan perjuangan mereka. Busana itu menjadi bagian dari penampilan delegasi, bukan perlengkapan pertandingan.
Konsep rancangan mengambil inspirasi dari batik Sekar Jagat, motif yang dikenal melalui ragam bentuk dan warna yang merepresentasikan keindahan serta keberagaman. Unsur tersebut diterjemahkan ke dalam tampilan yang dirancang lebih modern, sehingga corak tradisional dapat hadir dengan kesan segar dalam sebuah acara olahraga internasional. Pilihan inspirasi ini juga memberi makna pada penampilan para peserta parade: budaya Indonesia tidak hanya menjadi hiasan, tetapi turut menyampaikan pesan tentang kebersamaan di tengah perbedaan. Melalui perpaduan motif dan gaya kontemporer, rancangan Ivan Gunawan diharapkan memperlihatkan kekayaan warisan lokal sekaligus tetap terasa sesuai dengan semangat perayaan olahraga masa kini.
Selain membawa nuansa budaya, busana tersebut mengangkat semangat kemenangan dan perjuangan. Pesan itu sejalan dengan perjalanan para atlet yang berlatih, menghadapi tantangan, serta berusaha melampaui batas kemampuan. Dalam konteks defile, busana menjadi penanda visual yang menyatukan peserta di hadapan penonton, sekaligus menyampaikan tekad Indonesia untuk tampil percaya diri. Makna keberagaman dari Sekar Jagat berpadu dengan pesan tentang ketangguhan, sehingga penampilan Merah Putih tidak semata-mata berfokus pada estetika. Rancangan ini ditujukan khusus bagi peserta parade yang membawa nama Indonesia dalam seremoni pembukaan. Dengan demikian, seluruh kontingen tidak diasumsikan memakai busana yang sama; desain tersebut secara khusus melengkapi momen defile dan memperkuat narasi budaya serta perjuangan yang ingin dihadirkan.
Chef de Mission (CDM) kontingen Indonesia, Reda Manthovani, menyampaikan bahwa persiapan untuk defile kontingen Merah Putih di Asian Para Games 2026 telah rampung. Keterangan tersebut disampaikan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Persiapan yang dimaksud mencakup pembagian kostum dan atribut kepada para peserta yang telah terpilih untuk mengikuti parade pembukaan.
Namun, tidak seluruh atlet Indonesia akan berdefile. Jumlah atlet dan anggota CDM yang dapat ikut dalam parade terbatas, sehingga peserta harus dipilih dari kontingen. Dengan demikian, keikutsertaan dalam defile hanya melibatkan sebagian atlet serta anggota CDM, bukan seluruh rombongan yang berada di Asian Para Games. Reda menegaskan bahwa pembatasan jumlah tersebut menjadi bagian dari ketentuan keikutsertaan dalam parade.
Kostum yang dikenakan peserta dirancang oleh Ivan Gunawan. Menurut Reda, rancangan desainer tersebut mencakup beberapa bagian, yakni baju, jaket, dan sepatu. Komponen itu menjadi bagian dari busana yang disiapkan untuk para peserta defile, bersama atribut yang telah dibagikan. Keterangan Reda menjelaskan unsur rancangan yang akan dikenakan, tanpa merinci lebih jauh bentuk atau detail visual setiap bagiannya.
Ivan Gunawan juga direncanakan berjalan bersama rombongan Merah Putih dalam parade. Kehadirannya akan menyertai peserta yang telah dipilih untuk mewakili Indonesia dalam defile. Informasi mengenai rancangan busana, pembagian kostum, serta rencana keterlibatan Ivan disampaikan Reda dalam keterangannya pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pada saat itu, ia menyatakan persiapan telah selesai, termasuk penyaluran kostum dan atribut kepada peserta terpilih.
Dengan persiapan yang disebut rampung tersebut, peserta defile akan menggunakan rancangan Ivan yang terdiri atas baju, jaket, dan sepatu. Jumlah peserta tetap mengikuti batasan yang berlaku, sehingga para atlet yang tidak terpilih tidak akan mengikuti parade. Reda juga menyebut bahwa Ivan direncanakan berjalan bersama rombongan Indonesia. Keterangan ini memberikan gambaran mengenai kesiapan peserta dan peran desainer dalam defile, berdasarkan penjelasan CDM kontingen Indonesia pada tanggal tersebut.
Dalam rancangan busana yang dikenakan kontingen Indonesia, Ivan Gunawan menghadirkan dua makna yang saling melengkapi melalui Sekar Jagat dan Vijaya. Sekar Jagat melambangkan keindahan dalam keberagaman, sebuah gambaran tentang perbedaan yang dapat berpadu menjadi kesatuan yang harmonis. Makna ini mencerminkan masyarakat Indonesia yang kaya akan budaya, latar belakang, dan pengalaman, sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan. Sementara itu, Vijaya bermakna kemenangan. Nama tersebut membawa harapan dan semangat bagi para atlet yang berjuang membawa nama bangsa di ajang olahraga internasional.
Kedua unsur itu tidak hanya menjadi pilihan estetis, tetapi juga menyampaikan pesan tentang perjalanan para atlet. Rancangan busana dimaksudkan sebagai simbol keberanian untuk melangkah, kekuatan untuk terus berjuang, dan semangat untuk melampaui batas. Pesan tersebut selaras dengan pengalaman atlet para yang menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah batas untuk bermimpi, berkarya, ataupun meraih prestasi. Dengan mengenakan busana itu, para atlet diharapkan dapat menampilkan rasa percaya diri serta mengingat bahwa pencapaian lahir dari ketekunan, dukungan, dan keberanian menghadapi tantangan. Simbol kemenangan pun tidak semata-mata merujuk pada hasil pertandingan, melainkan juga pada proses dan tekad yang menyertainya.
Bagi Ivan, seragam kontingen memiliki arti lebih luas daripada pakaian untuk dikenakan dalam sebuah defile. Di dalamnya termuat identitas, kebanggaan, semangat, serta doa yang menyertai para atlet. Busana menjadi penanda bahwa mereka hadir sebagai bagian dari Indonesia, membawa harapan banyak orang sekaligus perjalanan masing-masing. Karena itu, pesan Ivan kepada para atlet berpusat pada kebanggaan untuk membawa semangat Merah Putih dan nama Indonesia. Ia berharap mereka melangkah dengan keyakinan, menjaga persatuan, dan memberikan kemampuan terbaik dalam setiap kesempatan. Kehadiran mereka di panggung Asian Para Games juga menjadi wujud bahwa perjuangan dan prestasi dapat menginspirasi, tanpa ditentukan oleh keterbatasan. Melalui simbol-simbol tersebut, rancangan busana menyatukan penghormatan terhadap keberagaman dengan cita-cita untuk terus bergerak maju.
Upacara pembukaan Asian Para Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Rangkaian pembukaan akan dimulai pukul 18.00 waktu setempat, menjadi momen bagi setiap kontingen untuk memasuki arena dan memperkenalkan diri kepada publik. Defile Indonesia akan membawa perhatian pada para atlet, ofisial, serta busana rancangan Ivan Gunawan yang dikenakan dalam kesempatan tersebut. Kehadiran rombongan Merah Putih menandai partisipasi Indonesia di ajang olahraga para tingkat Asia ini.
Dalam prosesi itu, Maria Goreti Samiyati, atlet para atletik, bertugas sebagai pembawa bendera Merah Putih. Perannya menempatkan seorang atlet di barisan depan kontingen dan menjadi bagian penting dari penampilan Indonesia saat memasuki stadion. Bendera yang dibawanya menjadi penanda identitas nasional di tengah parade negara peserta. Momen tersebut juga menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan representasi atlet Indonesia sebelum pertandingan berlangsung, sekaligus memberi sorotan kepada para peserta yang akan berlaga di berbagai cabang olahraga.
Rombongan parade Indonesia terdiri atas 47 atlet dan ofisial yang berasal dari 12 cabang olahraga. Mereka akan mengikuti defile bersama anggota tim Chef de Mission. Susunan tersebut mencerminkan keterlibatan berbagai unsur dalam kontingen, mulai dari atlet yang bertanding hingga personel pendukung yang mendampingi perjalanan tim. Jumlah itu juga menunjukkan bahwa barisan Indonesia di pembukaan tidak hanya diisi oleh satu kelompok, melainkan merupakan perwakilan dari sejumlah cabang serta tim yang bekerja bersama membawa nama negara.
Baca juga: Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | Kontingen Karate Akmil Raih 9 Medali pada _National Karate Championship Bhayangkara Eager Series_ II 2026 | Misi Close Air Support AH-64 Apache Warnai SGS 2026





