RUPSLB GoTo Bahas Penarikan Saham Tresuri dan Pengunduran Diri Catherine Hindra

GOTO Gelar RUPSLB 14 Oktober 2026, Bahas Penarikan Saham Tresuri dan Pergantian Pengurus

Jakarta | PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026. Rapat tersebut berlangsung pada pukul 10.00 hingga 11.30 WIB dengan agenda yang berfokus pada sejumlah keputusan strategis terkait struktur permodalan dan kepengurusan perseroan. Pelaksanaan RUPSLB menjadi perhatian karena pemegang saham akan membahas dua pokok agenda yang telah ditetapkan dalam rapat luar biasa tersebut.

Agenda pertama adalah rencana pengurangan modal perseroan. Pembahasan ini menempatkan struktur modal sebagai salah satu isu utama yang akan dipertimbangkan oleh pemegang saham GoTo. Rencana tersebut menjadi bagian dari materi RUPSLB dan akan dibahas sesuai dengan ketentuan serta mekanisme pengambilan keputusan dalam rapat pemegang saham. Pada tahap ini, agenda yang disampaikan mencakup rencana pembahasan, tanpa memuat keterangan mengenai keputusan atau hasil akhir rapat.

Agenda kedua berkaitan dengan perubahan susunan pengurus perseroan. Pemegang saham akan membahas penyesuaian komposisi pengurus GoTo dalam forum RUPSLB yang digelar pada hari yang sama. Perubahan susunan pengurus tersebut menjadi bagian penting dari rapat karena berkaitan dengan struktur tata kelola perusahaan. Salah satu hal yang masuk dalam perhatian agenda ini adalah perubahan terkait posisi dalam jajaran pengurus, termasuk pengunduran diri yang akan dibahas berdasarkan materi rapat.

Dengan demikian, RUPSLB GoTo pada 14 Oktober 2026 dijadwalkan membahas aspek permodalan sekaligus kepengurusan perusahaan. Rapat yang berlangsung selama satu setengah jam, mulai pukul 10.00 sampai 11.30 WIB, menjadi forum bagi pemegang saham untuk membicarakan kedua agenda tersebut. Informasi mengenai pelaksanaan rapat ini menegaskan pokok pembahasan yang telah dijadwalkan, sementara hasil keputusan belum disampaikan dalam bahan yang tersedia.

Agenda pertama Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GoTo berkaitan dengan permintaan persetujuan atas rencana pengurangan modal perseroan. Pengurangan modal tersebut akan dilakukan melalui penarikan kembali sebagian saham tresuri yang saat ini dimiliki oleh GoTo. Persetujuan pemegang saham diperlukan agar tindakan korporasi ini dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan anggaran dasar perseroan.

Saham tresuri yang menjadi objek penarikan berasal dari program pembelian kembali saham perseroan. Program tersebut berlangsung pada 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025 sebagai bagian dari kebijakan pengelolaan struktur permodalan dan kepemilikan saham GoTo. Berdasarkan agenda yang disampaikan, perseroan merencanakan penarikan sebanyak 32.186.417.803 saham Seri A. Jumlah ini mencerminkan sebagian saham yang sebelumnya telah diperoleh kembali melalui mekanisme pembelian saham oleh perseroan.

Pelaksanaan penarikan saham tresuri akan berdampak pada struktur permodalan GoTo. Secara khusus, langkah tersebut berkaitan dengan pengurangan modal ditempatkan dan modal disetor perseroan. Karena itu, perubahan tersebut akan memerlukan penyesuaian terhadap anggaran dasar GoTo, termasuk ketentuan yang mencantumkan jumlah modal serta komposisi saham perseroan. Penyesuaian itu harus dituangkan dan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Penarikan saham tresuri tidak dapat dilakukan secara sepihak oleh manajemen karena wajib memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB. Melalui agenda ini, pemegang saham akan diberikan kesempatan untuk menilai alasan, jumlah, serta konsekuensi hukum dan keuangan dari rencana pengurangan modal tersebut. Apabila persetujuan diperoleh, GoTo dapat melanjutkan proses administrasi dan pelaporan yang diperlukan, termasuk penyampaian perubahan anggaran dasar kepada instansi berwenang. Agenda ini menjadi salah satu keputusan penting dalam penataan modal perseroan setelah pelaksanaan program pembelian kembali saham.

GoTo melakukan perubahan atas rencana pemanfaatan saham hasil pembelian kembali atau saham tresuri. Berdasarkan keterbukaan informasi tertanggal 28 Juli 2026, saham tersebut semula direncanakan untuk mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan dewan komisaris Perseroan maupun perusahaan anak. Rencana itu sebelumnya telah memperoleh persetujuan dalam RUPSLB yang diselenggarakan pada 18 Juni 2025.

Program kepemilikan saham tersebut dirancang sebagai bagian dari skema ESOP (Employee Stock Ownership Program) dan MSOP (Management and Employee Stock Option Plan). Melalui program itu, saham tresuri diharapkan dapat menjadi instrumen untuk menyelaraskan kepentingan karyawan, manajemen, dan pemegang saham, sekaligus mendukung upaya Perseroan dalam mempertahankan serta memberikan apresiasi kepada sumber daya manusia. Namun, pelaksanaan rencana tersebut kemudian tidak dilanjutkan.

Manajemen GoTo memutuskan membatalkan pemanfaatan saham tresuri untuk program ESOP/MSOP setelah mempertimbangkan berbagai faktor. Pertimbangan itu mencakup kondisi pasar global dan nasional, dinamika yang sedang berlangsung, kepentingan Perseroan, serta upaya memperoleh manfaat yang optimal bagi seluruh pemegang saham. Dengan keputusan tersebut, saham hasil buyback tidak lagi digunakan untuk menjalankan program kepemilikan saham sebagaimana rencana yang telah disetujui sebelumnya.

Penjelasan mengenai perubahan keputusan itu tercantum dalam keterbukaan informasi tertanggal 13 Oktober 2026. Pernyataan tersebut memberikan konteks bahwa pembatalan dilakukan berdasarkan evaluasi terhadap situasi dan kepentingan Perseroan, bukan semata-mata perubahan administratif atas rencana sebelumnya. Dengan demikian, pemegang saham memperoleh informasi mengenai alasan manajemen meninjau kembali penggunaan saham tresuri setelah memperhatikan perkembangan pasar serta kondisi perusahaan dan lingkungan usahanya.

Agenda kedua Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) GoTo mencakup permintaan persetujuan atas pengunduran diri Catherine Hindra dari jabatannya sebagai wakil direktur utama perseroan. Permintaan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam rapat, setelah perseroan menerima surat pengunduran diri Catherine pada 28 Agustus 2026. Dengan demikian, pemegang saham akan diminta memberikan keputusan terhadap perubahan susunan pengurus yang diusulkan melalui agenda RUPSLB tersebut.

Pengajuan pengunduran diri ini berkaitan dengan posisi Catherine dalam jajaran manajemen GoTo. Rapat akan menjadi forum bagi pemegang saham untuk menelaah agenda dan menyampaikan suara sesuai ketentuan yang berlaku. Informasi mengenai agenda tersebut tidak secara otomatis menunjukkan bahwa pengunduran diri telah disetujui, karena keputusan tetap bergantung pada hasil pelaksanaan RUPSLB dan pemungutan suara pemegang saham. Perseroan menyampaikan agenda ini sebagai bagian dari materi rapat yang perlu diketahui oleh para pemegang saham sebelum memberikan suara.

Pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB adalah pihak yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan dan/atau pemilik saham GoTo pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 21 September 2026, hingga penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 16.00 WIB. Ketentuan tersebut menjadi dasar penentuan hak kehadiran dan partisipasi pemegang saham dalam rapat. Oleh karena itu, status kepemilikan pada tanggal dan batas waktu yang ditetapkan perlu diperhatikan oleh investor yang ingin mengikuti pembahasan agenda RUPSLB.