Peluang Persebaya Tak Berbuah Gol, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Kontra PSM

Peluang Persebaya Tak Berbuah Gol, Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Kontra PSM

Surabaya | Persebaya Surabaya menelan kekalahan 0-1 dari PSM Makassar pada pekan keenam BRI Super League 2026/27. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada Kamis (22/10). Hasil akhir itu memastikan Persebaya tidak memperoleh poin dari lawatannya kali ini. PSM mengakhiri laga dengan keunggulan satu gol, sementara Persebaya harus menerima kekalahan di kandang lawan.

Skor 0-1 menjadi catatan utama dari pertandingan kedua tim tersebut. Persebaya datang ke Parepare untuk menjalani laga pekan keenam, tetapi pertandingan berakhir tanpa poin bagi tim asal Surabaya itu. Selisih satu gol memisahkan kedua kesebelasan ketika laga usai. Dengan demikian, PSM meraih kemenangan dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, sedangkan Persebaya meninggalkan Parepare dengan hasil kalah.

Kekalahan ini berarti Persebaya gagal membawa pulang poin dari Parepare. Dalam catatan hasil pertandingan, PSM Makassar unggul 1-0 atas Persebaya Surabaya. Laga tersebut merupakan bagian dari pekan keenam BRI Super League musim 2026/27 dan dimainkan pada Kamis, 22 Oktober. Informasi hasil ini menegaskan bahwa perjalanan Persebaya untuk menghadapi PSM berakhir dengan kekalahan, tanpa tambahan angka dari pertandingan tersebut.

Dengan hasil tersebut, pertandingan di Parepare menjadi laga yang tidak menghasilkan poin bagi Persebaya. PSM mencatat kemenangan tipis melalui skor akhir 1-0 di Stadion Gelora BJ Habibie. Persebaya harus menerima bahwa lawatan pada pekan keenam BRI Super League 2026/27 itu berakhir tanpa hasil yang memberi poin. Skor dan hasil akhir menjadi gambaran ringkas dari laga Kamis (22/10): PSM menang, sementara Persebaya pulang tanpa poin.

Satu-satunya gol dalam pertandingan Persebaya kontra PSM tercipta pada menit ke-74 dan menjadi penentu hasil akhir. Gol tersebut bukan lahir dari penyelesaian pemain lawan, melainkan berupa gol bunuh diri Yuran Fernandes. Momen itu mengubah keadaan pertandingan dan membuat Persebaya harus mengejar ketertinggalan pada sisa waktu. Setelah gol tersebut, tekanan untuk mencari gol balasan semakin besar, sementara waktu yang tersedia terus berkurang. Bagi tim yang ingin menghindari kekalahan, setiap serangan menjadi penting, terutama ketika peluang untuk menyamakan skor akhirnya datang menjelang laga berakhir. Namun, kesempatan yang terbuka itu tidak berhasil diubah menjadi gol.

Persebaya memperoleh dua peluang melalui tendangan penalti pada pengujung pertandingan. Kedua kesempatan tersebut dipercayakan kepada Alex Martins, tetapi ia gagal memanfaatkannya untuk mencetak gol. Situasi itu membuat peluang bagi Persebaya untuk menyamakan kedudukan tidak menghasilkan perubahan pada papan skor. Dalam laga yang hanya menghadirkan satu gol, kegagalan menuntaskan peluang dari titik penalti menjadi bagian penting dari cerita pertandingan. Alex Martins mendapat kesempatan untuk membawa timnya kembali ke persaingan, tetapi hasil akhirnya tetap sama. Persebaya pun tidak mampu membalas gol bunuh diri Yuran Fernandes hingga pertandingan berakhir, meski memiliki jalan untuk mengejar ketertinggalan pada menit-menit terakhir.

Dua penalti tersebut semestinya menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk menyamakan skor dan meraih satu poin dari pertandingan ini. Jika salah satu peluang itu berbuah gol, hasil laga dapat berubah dan Persebaya setidaknya berpeluang membawa pulang hasil imbang. Karena itu, kegagalan memaksimalkan kesempatan di akhir laga menjadi sorotan, sejalan dengan perhatian terhadap penyelesaian akhir. Namun, hasil pertandingan tetap ditentukan oleh gol bunuh diri Yuran pada menit ke-74, sedangkan kedua penalti tidak menghasilkan gol balasan. Persebaya harus menerima bahwa peluang untuk memperbaiki keadaan telah hadir, tetapi tidak berhasil dimanfaatkan. Catatan tersebut menegaskan betapa pentingnya ketepatan penyelesaian ketika kesempatan krusial muncul, khususnya dalam pertandingan yang ditentukan oleh selisih satu gol.

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menilai timnya tampil lebih baik dan menghasilkan lebih banyak peluang dibandingkan PSM Makassar. Penilaian itu ia sampaikan saat mengevaluasi pertandingan yang berakhir tanpa gol. Menurut Tavares, Persebaya mampu membangun sejumlah situasi berbahaya, tetapi peluang-peluang tersebut belum berhasil diubah menjadi gol. Ia menyoroti bahwa hasil akhir tidak sepenuhnya menggambarkan kesempatan yang tercipta sepanjang laga, sebab timnya beberapa kali mendekati gawang lawan. Meski demikian, dominasi dalam menciptakan peluang tidak cukup apabila tidak disertai keputusan dan eksekusi yang tepat pada momen penting.

Tavares menyebut beberapa contoh peluang Persebaya yang seharusnya dapat menghasilkan ancaman lebih besar. Salah satunya, bola yang membentur tiang gawang. Ia juga menyinggung sundulan Yuran serta tembakan Toni, yang menjadi bagian dari peluang timnya dalam pertandingan tersebut. Selain itu, Persebaya mengirim sejumlah umpan silang ke area pertahanan PSM. Rangkaian situasi itu memperlihatkan bahwa timnya berusaha menyerang melalui beberapa cara, baik lewat bola udara maupun tembakan. Namun, peluang tersebut tidak berbuah gol, sehingga Persebaya harus menerima hasil tanpa mampu memaksimalkan kesempatan yang telah diperoleh.

Dalam evaluasinya, Tavares menilai umpan terakhir dan penyelesaian akhir Persebaya masih kurang maksimal. Bola yang dikirim ke kotak penalti belum selalu menemukan rekan dalam posisi ideal, sementara upaya menuntaskan peluang belum cukup akurat atau efektif. Ia juga menyampaikan bahwa PSM tidak mencetak gol melalui serangan dan tidak melepaskan tembakan ke arah gawang Persebaya. Pernyataan itu menggambarkan penilaiannya terhadap jalannya pertandingan, bukan klaim yang lebih luas mengenai seluruh aspek permainan PSM. Bagi Persebaya, catatan utama dari laga ini adalah perlunya meningkatkan kualitas umpan penentu serta ketenangan saat menyelesaikan peluang, agar jumlah kesempatan yang tercipta dapat memberi hasil nyata pada pertandingan berikutnya.

Drama terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua, ketika Persebaya mendapat peluang untuk mengubah keadaan melalui titik putih. Wasit menunjuk penalti setelah Agung Mannan dinilai melakukan pelanggaran terhadap Risto Mitrevski di dalam kotak penalti. Keputusan tersebut segera mengubah suasana pertandingan yang sebelumnya berjalan ketat. Di tengah protes dan ketegangan, insiden itu juga berujung pada kartu merah bagi seorang pemain PSM. Dengan demikian, tuan rumah harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain pada sisa waktu yang tersedia.

Alex Martins maju sebagai eksekutor dan berusaha menempatkan bola ke sisi kanan gawang. Namun, Muhammad Ardiansyah membaca arah tendangan dengan baik dan berhasil menggagalkannya. Penyelamatan kiper PSM itu menjadi momen penting pada penghujung laga, sebab kesempatan tersebut hadir ketika Persebaya membutuhkan gol untuk memaksimalkan tekanan mereka. Bola yang ditepis Ardiansyah memastikan penalti pada masa tambahan itu tidak menghasilkan gol, sekaligus menjaga PSM dari ancaman langsung di detik-detik terakhir.

Peristiwa ini perlu dibedakan dari penalti lain yang juga gagal dimanfaatkan Persebaya dalam pertandingan tersebut. Uraian ini merujuk secara khusus pada hadiah penalti setelah Agung Mannan dinilai melanggar Risto Mitrevski, yang disusul kartu merah bagi pemain PSM dan tendangan Alex Martins yang ditepis Ardiansyah. Karena itu, kegagalan Alex bukan satu-satunya momen penalti yang tidak berbuah gol bagi tim tamu. Dua kejadian tersebut merupakan peluang yang berbeda, dengan rangkaian insiden dan pelaksana masing-masing. Meski bermain dengan keunggulan jumlah pemain setelah kartu merah, Persebaya tidak mampu mengonversi kesempatan di penghujung laga menjadi gol. Penyelamatan Ardiansyah pun menutup rangkaian drama itu, sementara keputusan wasit dan eksekusi penalti menjadi sorotan pada masa tambahan waktu.