Jakarta | April, salah satu peserta Dangdut Academy 7 (DA7), ikut memeriahkan perayaan ulang tahun ke-4 Mentari TV. Penampilannya menjadi perhatian karena ia mengenakan kostum berukuran besar dengan bentuk menyerupai wahana komidi putar atau karosel. Busana tersebut tampil berbeda dari kostum panggung pada umumnya dan langsung memberi kesan unik saat April hadir dalam acara perayaan.
Perayaan tersebut berlangsung di Studio 5 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Minggu (1/11/2026). Dalam suasana perayaan hari jadi stasiun televisi itu, kostum karosel yang dikenakan April menjadi salah satu unsur visual yang menonjol. Bentuknya yang besar membuat penampilan sang penyanyi mudah dikenali dan menarik perhatian orang-orang di lokasi acara.
April juga mengungkapkan bahwa ukuran kostum tersebut cukup merepotkan untuk dikenakan. Ia menyebut busana itu memakan banyak tempat, sehingga ruang geraknya menjadi terbatas. Bahkan, dengan kostum tersebut, ia tidak bisa duduk. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa rancangan pakaian panggung yang mencolok tidak selalu praktis, terutama ketika dikenakan di tengah rangkaian acara yang mengharuskan penyanyi berpindah atau berinteraksi.
Meski demikian, kostum berbentuk karosel menghadirkan tampilan yang selaras dengan suasana perayaan. Wahana komidi putar identik dengan hiburan dan keceriaan, sementara ukuran kostum yang tidak biasa memberi daya tarik tersendiri pada penampilan April. Perpaduan bentuk dan skala busana itu membuat kehadirannya menjadi salah satu momen yang dibicarakan dalam perayaan ulang tahun Mentari TV.
Penampilan April menunjukkan bagaimana kostum dapat menjadi bagian penting dari sebuah pertunjukan, bukan sekadar pelengkap busana. Dalam acara televisi, pilihan pakaian yang khas dapat memperkuat kesan visual dan membantu menciptakan momen yang mudah diingat penonton. Kostum karosel itu sekaligus menghadirkan tantangan bagi April, karena ia harus mengenakannya meskipun ukurannya membatasi kenyamanan dan gerak. Kehadirannya dalam perayaan HUT ke-4 Mentari TV pun terasa berbeda berkat pilihan kostum tersebut.
Kostum karosel yang dikenakan April DA7 saat tampil dalam perayaan HUT ke-4 Mentari TV bukanlah busana yang sejak awal disiapkan untuk penampilannya. Konsep awal yang dijadwalkan untuk April justru mengusung tema bunga matahari. Namun, menjelang acara berlangsung, rencana tersebut berubah dan ia akhirnya tampil dengan kostum karosel yang kemudian menjadi sorotan.
Perubahan konsep itu membuat penampilan April berbeda dari bayangan awal. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa busana yang akan dikenakannya tidak lagi mengikuti tema bunga matahari. Dalam persiapannya, April semula sudah mengira kostumnya akan menampilkan nuansa yang sesuai dengan konsep tersebut. Pergantian menjelang acara pun menjadi hal yang cukup mengejutkan baginya.
Busana akhir yang dikenakan April memiliki bentuk dan tampilan yang mengingatkannya pada wahana hiburan. Ia menggambarkan kostum karosel itu seperti wahana di Dufan. Perumpamaan tersebut menjadi cara April menjelaskan kesan yang ia rasakan terhadap rancangan busananya, sekaligus membedakannya dari konsep bunga matahari yang sebelumnya direncanakan.
Meski terjadi perubahan, kostum karosel itulah yang akhirnya hadir dalam penampilan April di acara tersebut. Perbedaan konsep awal dan busana yang dikenakan membuat proses persiapannya menjadi bagian menarik dari kisah penampilan itu. Kisah tersebut juga menunjukkan bahwa rancangan yang disiapkan untuk seorang pengisi acara dapat berubah menjelang hari pelaksanaan. Dalam kasus April, perubahan itu terjadi dari tema bunga matahari menjadi kostum karosel, tanpa penjelasan mengenai alasan di balik pergantian konsep.
Karena itu, sorotan terhadap kostum tersebut tidak hanya berkaitan dengan bentuk busananya, tetapi juga dengan cerita perubahan rencana yang menyertainya. April sendiri menyampaikan keterkejutannya atas perubahan itu dan menggunakan gambaran wahana di Dufan untuk menjelaskan penampilan akhirnya. Dengan demikian, kostum karosel yang tampil di panggung merupakan hasil konsep yang berbeda dari rencana awal, sementara tema bunga matahari hanya menjadi rancangan yang semula dijadwalkan untuk dikenakannya.
April mengaku sempat terkejut ketika pertama kali melihat kostum yang disiapkan untuk penampilannya dalam perayaan HUT ke-4 Mentari TV. Bentuk dan ukurannya berbeda dari busana yang biasa ia kenakan, sehingga penampilan tersebut terasa cukup mencolok. Namun, setelah memahami konsepnya, ia dapat menikmati pengalaman itu. April merasa kostum karosel tersebut memiliki daya tarik tersendiri dan mendukung suasana acara yang ceria. Rasa terkejut pada awalnya pun tidak membuatnya merasa keberatan untuk mengenakannya di atas panggung.
Menurut April, busana itu justru terasa cocok dengan kepribadiannya. Ia menyukai tampilan yang feminin, tetapi tetap memiliki unsur lucu dan tidak biasa. Perpaduan tersebut membuat kostum yang berukuran besar itu terasa menyenangkan baginya, bukan sesuatu yang harus dihindari. April juga tidak merasa malu tampil dengan busana yang berbeda dari biasanya. Ia memandang penampilan unik tersebut sebagai bagian dari konsep pertunjukan dan kesempatan untuk menunjukkan sisi dirinya yang lebih ekspresif. Karena itu, kostum yang semula mengejutkan dapat ia kenakan dengan nyaman.
April turut membandingkan penampilannya dalam perayaan tahun ini dengan HUT Mentari TV pada tahun sebelumnya. Ia menyebut bahwa pada acara tahun lalu dirinya tidak mengenakan kostum aneh seperti yang dipakai kali ini. Tahun ini, para peserta DA tampil dengan beragam busana lucu yang mendukung tema perayaan. Perbedaan itu membuat pengalaman April kali ini terasa lebih unik, terutama karena kostumnya berukuran besar dan memiliki bentuk yang tidak biasa. Meski begitu, ia menikmati konsep tersebut dan menilai busana itu sesuai dengan seleranya. Pandangannya berfokus pada kenyamanan serta kesenangan saat membawakan penampilan, tanpa merasa perlu menyamakan kostumnya dengan yang pernah dikenakan pada tahun sebelumnya.
Kostum karosel yang dikenakan April dalam perayaan HUT ke-4 Mentari TV tidak hanya menarik perhatian penonton, tetapi juga menghadirkan kendala praktis selama acara berlangsung. Bentuk dan ukuran busana tersebut membuat April kesulitan untuk duduk. Ia juga tidak dapat melepas kostum itu ketika harus menunggu giliran tampil pada segmen berikutnya, sehingga pilihannya selama jeda menjadi terbatas.
April menjelaskan bahwa sesi pembukaan pada segmen pertama berlangsung sekitar 30 menit. Sepanjang sesi tersebut, ia berdiri tanpa duduk karena kostumnya tidak memungkinkan posisi itu. Durasi tersebut membuatnya harus menjaga keseimbangan dan tetap berdiri sambil mengikuti jalannya acara. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama karena penampilannya memerlukan kostum yang cukup besar dan tidak praktis untuk dikenakan dalam waktu lama.
Saat menyampaikan keterangannya, acara telah memasuki segmen kedua. April sedang menunggu segmen ketiga, tetapi ia masih mengenakan busana karosel yang sama. Karena kostum itu tidak bisa dilepas begitu saja selama menanti, ia harus tetap bersiap dengan penampilan tersebut. Jeda antarsegan pun tidak serta-merta memberinya kesempatan untuk beristirahat dengan duduk atau berganti pakaian.
Keadaan itu membuat April merasa lelah. Ia menyampaikan bahwa rasa lelah tersebut terutama muncul karena harus terus berdiri dan tidak dapat duduk selama menunggu. Meski demikian, kendala itu hanya berlangsung untuk bagian tertentu dari rangkaian acara. Kostum karosel tersebut tidak akan dikenakan sampai acara berakhir, sehingga April tidak perlu mempertahankannya hingga seluruh segmen selesai. Keterangan itu memberi gambaran tentang sisi praktis di balik penampilan yang tampak mencolok di panggung: busana yang dirancang untuk menciptakan kesan visual juga dapat membatasi gerak pemakainya. Bagi April, tantangan utama pada malam itu bukan sekadar tampil dengan kostum unik, melainkan menjalani jeda acara sambil tetap berdiri.
Baca juga: Karaeng Wawang Beri Klarifikasi soal Sorotan Pesta Ulang Tahun di Makassar | Keterwakilan Petugas Perempuan dalam Layanan Haji 2027 Jadi Sorotan DPR
41 kunjungan