Jakarta | PT Citra Borneo Utama Tbk. menyampaikan kabar wafatnya Ronny Hertantyo Raharjo, yang menjabat sebagai direktur perseroan. Informasi tersebut menyebutkan bahwa Ronny meninggal dunia pada Senin, 26 Oktober 2026. Keterangan mengenai peristiwa ini disampaikan oleh perusahaan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia. Pengumuman itu menjadi sumber informasi mengenai kabar duka yang disampaikan perseroan kepada publik pasar modal. Dalam penyampaian tersebut, nama lengkap serta jabatan Ronny dicantumkan sebagai identitas pejabat perseroan yang diberitakan telah wafat. Inti peristiwa yang disampaikan perusahaan adalah wafatnya seorang direktur pada tanggal tersebut.
Keterbukaan informasi perusahaan itu dimuat pada Rabu, 28 Oktober 2026, dua hari setelah tanggal wafat yang disebutkan dalam pengumuman. Dengan demikian, informasi yang tersedia mencakup dua keterangan waktu yang berbeda: Senin, 26 Oktober 2026 sebagai tanggal Ronny meninggal dunia, serta Rabu, 28 Oktober 2026 sebagai waktu pemuatan informasi tersebut. Kedua tanggal itu merupakan bagian penting dari pemberitaan dan perlu dibedakan secara jelas. Perusahaan menyampaikan informasi tersebut kepada Bursa Efek Indonesia dalam kapasitasnya sebagai perseroan terbuka. Keterangan yang disampaikan berfokus pada kabar wafat Ronny Hertantyo Raharjo dan jabatannya sebagai direktur PT Citra Borneo Utama Tbk.
Pengumuman tersebut menempatkan nama Ronny Hertantyo Raharjo secara lengkap, tanpa mengubah penulisan nama maupun jabatan yang dicantumkan. Informasi tentang wafatnya direktur perseroan ini disampaikan melalui mekanisme keterbukaan informasi dan kemudian dimuat pada tanggal yang telah disebutkan. Penyampaian fakta secara terpisah—siapa yang wafat, kapan peristiwa itu terjadi, serta kapan informasinya dimuat—membantu menjaga ketepatan konteks. Kabar duka dari Citra Borneo Utama itu merujuk pada pernyataan perusahaan mengenai direktur perseroan, bukan pada keterangan lain di luar informasi tersebut. Rangkaian keterangan yang tersedia dengan demikian terbatas pada identitas, jabatan, tanggal wafat, dan tanggal pemuatan pengumuman.Dalam laporan yang disampaikan kepada publik, Citra Borneo Utama menyatakan bahwa wafatnya Direktur Ronny Hertantyo Raharjo tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional perseroan. Pernyataan tersebut menjadi keterangan utama perusahaan mengenai konsekuensi langsung dari peristiwa tersebut bagi aktivitas bisnis yang sedang berjalan. Dengan demikian, berdasarkan informasi yang dicantumkan dalam laporan, kegiatan operasional perusahaan dinyatakan tidak mengalami gangguan material akibat wafatnya direktur tersebut.
Perseroan juga menyebutkan bahwa peristiwa ini tidak berdampak material terhadap aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha. Keterangan mengenai aspek-aspek tersebut disampaikan sebagai bagian dari penilaian perusahaan atas dampak peristiwa terhadap perseroan. Laporan itu tidak menguraikan perubahan pada posisi keuangan, perkara hukum, atau kemampuan perusahaan untuk melanjutkan kegiatan usaha. Karena itu, informasi yang tersedia terbatas pada pernyataan bahwa tidak terdapat dampak material pada bidang-bidang tersebut.
Laporan perseroan tidak mencantumkan keterangan tambahan mengenai perubahan susunan manajemen, penunjukan pengganti, pembagian tugas, ataupun langkah perusahaan berikutnya. Oleh sebab itu, tidak ada dasar dalam laporan tersebut untuk menyimpulkan bahwa perubahan tertentu akan dilakukan atau bahwa proses tertentu telah dimulai. Informasi mengenai dampak wafatnya Ronny Hertantyo Raharjo perlu dipahami sesuai dengan ruang lingkup keterangan resmi yang telah disampaikan, tanpa menambahkan dugaan mengenai keputusan internal perseroan.
Dokumen tersebut ditandatangani oleh Alex Dwi Adha yang mewakili perseroan. Penandatanganan ini mengidentifikasi pihak yang menyampaikan laporan atas nama perusahaan, sedangkan isi keterangan tetap berfokus pada dampak material terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha. Hingga terdapat penjelasan resmi lain, laporan tersebut menjadi rujukan mengenai posisi perseroan terkait peristiwa ini. Perusahaan menyatakan bahwa tidak ada dampak material pada empat aspek yang disebutkan, dan laporan tidak memberikan rincian lebih jauh tentang tindak lanjut atau pengaturan manajemen. Dengan menjaga uraian tetap pada informasi yang tersedia, pembaca dapat membedakan pernyataan resmi perseroan dari kemungkinan spekulasi mengenai perkembangan selanjutnya.
Citra Borneo Utama merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya berkaitan dengan industri kelapa sawit dan produk turunannya. Ruang lingkup tersebut mencakup pemurnian, pemisahan atau fraksinasi, serta perdagangan. Keterangan mengenai bidang usaha ini memberi konteks bagi pembaca untuk memahami perusahaan yang menyampaikan kabar duka atas wafatnya Direktur Ronny Hertantyo Raharjo. Dengan demikian, pengumuman tersebut berasal dari perusahaan yang beraktivitas dalam pengolahan dan niaga produk berbasis kelapa sawit, bukan dari bidang usaha yang tidak berhubungan dengan komoditas tersebut.
Pemurnian merupakan salah satu kegiatan yang disebutkan dalam lingkup usaha Citra Borneo Utama. Secara umum, istilah ini merujuk pada proses pengolahan untuk memurnikan bahan atau produk. Perusahaan juga bergerak dalam pemisahan atau fraksinasi, yakni kegiatan yang berhubungan dengan pemisahan bagian-bagian dari suatu bahan menjadi fraksi tertentu. Dalam konteks industri kelapa sawit, kegiatan-kegiatan tersebut berkaitan dengan pengolahan produk sawit dan turunannya. Uraian ini menjelaskan kategori kegiatan perusahaan secara ringkas, tanpa mengasumsikan rincian proses, fasilitas, kapasitas, maupun jenis produk spesifik yang tidak disebutkan.
Selain kegiatan pemurnian dan pemisahan, Citra Borneo Utama menjalankan perdagangan produk kelapa sawit beserta turunannya. Unsur perdagangan menunjukkan bahwa bidang usahanya juga mencakup kegiatan niaga atas produk dalam lingkup tersebut. Pemurnian, fraksinasi, dan perdagangan merupakan bidang yang saling terkait dalam rantai kegiatan industri sawit, meskipun masing-masing menggambarkan aktivitas yang berbeda. Informasi mengenai cakupan usaha ini membantu menempatkan nama perusahaan dalam konteks yang tepat ketika membaca pengumuman wafatnya salah satu direkturnya. Keterangan tersebut disampaikan sebatas bidang usaha yang diketahui, tanpa memperluasnya dengan klaim mengenai skala, kinerja, lokasi, atau rincian operasional perusahaan.
Informasi biografis yang tersedia menyebutkan bahwa Ronny Hertantyo Raharjo berdomisili di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Keterangan ini memberikan gambaran mengenai tempat tinggalnya, tetapi tidak menjelaskan kapan ia menetap di kota tersebut ataupun apakah Pangkalan Bun merupakan tempat ia dilahirkan. Karena itu, domisili tersebut sebaiknya dipahami sebatas informasi yang tercantum dalam bahan yang tersedia. Tidak ada keterangan lain yang dapat memastikan latar keluarga, perjalanan hidup sebelum berkarier, atau keterkaitannya dengan wilayah tersebut.
Dalam pendidikan tinggi, Ronny tercatat lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran dengan jurusan Akuntansi Keuangan. Latar pendidikan ini menunjukkan bidang akademik yang dipelajarinya, yakni akuntansi dengan penekanan pada aspek keuangan. Namun, informasi yang ada tidak menyebutkan tahun kelulusan, gelar yang diperoleh, maupun rincian kegiatan akademik lainnya. Dengan demikian, uraian tentang pendidikannya perlu dibatasi pada institusi dan jurusan yang disebutkan, tanpa menambahkan detail yang belum terverifikasi.
Selain pendidikan sarjana, ia mengikuti program magister manajemen dalam bidang keuangan di Gunung Sewu Fame (GS Fame). Keterangan tersebut menunjukkan bahwa ia menempuh pendidikan lanjutan yang berfokus pada manajemen dan keuangan. Bahan biografi juga menyebut awal perjalanan kariernya di KPMG–Ernst, tetapi teks yang tersedia terpotong setelah keterangan itu. Oleh sebab itu, tidak tersedia dasar yang cukup untuk menjabarkan posisi, masa kerja, tanggung jawab, ataupun tahapan kariernya setelah memulai perjalanan di sana. Informasi mengenai jabatan lain pun tidak dapat dipastikan dari keterangan tersebut.
Secara terbatas, latar pendidikan Ronny dapat digambarkan melalui studi Akuntansi Keuangan di Universitas Padjajaran dan program magister manajemen bidang keuangan di GS Fame, sementara domisilinya tercatat di Pangkalan Bun. Rincian ini menyajikan beberapa fakta yang diketahui tanpa mengisi kekosongan informasi dengan dugaan. Untuk mengetahui riwayat pendidikan atau karier secara lebih lengkap, diperlukan sumber biografi tambahan yang dapat diverifikasi.






