Kota Pelajar Nomor Satu | Jakarta menjadi kota dengan peringkat tertinggi di Indonesia dalam QS Best Student Cities 2027. Pencapaian tersebut menempatkan ibu kota sebagai salah satu tujuan pendidikan yang semakin diperhitungkan, baik oleh mahasiswa dari berbagai daerah maupun pelajar internasional. Penilaian ini sekaligus mencerminkan pentingnya ekosistem pendidikan perkotaan yang didukung akses institusi, kualitas layanan, konektivitas, serta lingkungan belajar yang memadai.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa capaian tersebut perlu berjalan seiring dengan penguatan pendidikan pada tingkat dasar dan menengah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurut dia, tidak hanya berfokus pada peningkatan daya tarik Jakarta sebagai kota pelajar, tetapi juga memastikan peserta didik memperoleh dukungan yang dibutuhkan selama menempuh pendidikan. Perhatian itu mencakup bantuan pendidikan bagi peserta didik dari berbagai latar belakang ekonomi.
Selain bantuan pendidikan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pembenahan sarana dan prasarana sekolah. Perbaikan fasilitas dinilai penting untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak, sekaligus mendukung kegiatan akademik maupun pengembangan karakter siswa. Sekolah dengan infrastruktur yang baik diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono setelah meninjau renovasi SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin, 12 Oktober 2026. Peninjauan itu memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi fasilitas pendidikan secara langsung. Renovasi sekolah menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih representatif, sehingga keberhasilan Jakarta dalam pemeringkatan kota pelajar dapat didukung oleh pemerataan kualitas pendidikan di tingkat sekolah.
Pramono menyebut bantuan pendidikan sebagai salah satu prioritas utama di Jakarta. Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan warga yang memenuhi persyaratan memperoleh dukungan sesuai dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh. Perhatian tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan tetap menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan kota, terutama bagi keluarga dan mahasiswa yang membutuhkan bantuan untuk melanjutkan pendidikan.
Bagi siswa dari keluarga yang memenuhi persyaratan, bantuan pendidikan dapat diberikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP). Kartu ini menjadi sarana dukungan bagi pelajar yang masuk dalam kriteria penerima bantuan. Dengan adanya KJP, siswa yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh bantuan pendidikan sebagaimana program yang telah disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pramono menegaskan bahwa perhatian diberikan secara khusus kepada warga yang memenuhi syarat sebagai penerima.
Sementara itu, mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat mengakses bantuan melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Program tersebut ditujukan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan yang berlaku, sehingga dukungan pendidikan dapat diberikan kepada penerima sesuai ketentuan. KJP dan KJMU menjadi dua bentuk bantuan yang menunjukkan fokus Jakarta terhadap keberlanjutan pendidikan pada tingkat sekolah maupun perguruan tinggi. Pernyataan Pramono menekankan pentingnya memastikan warga yang memenuhi syarat mendapatkan perhatian dan akses terhadap bantuan, tanpa memperluas cakupan penerima di luar ketentuan program yang telah ditetapkan.
Pramono menilai dukungan terhadap pendidikan tidak dapat dipahami hanya sebagai penyediaan biaya sekolah, beasiswa, atau bantuan operasional. Kualitas pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana dan prasarana yang layak, aman, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ruang kelas yang nyaman, laboratorium, perpustakaan, sanitasi, dan fasilitas pendukung lainnya menjadi bagian penting dari lingkungan belajar. Karena itu, pembangunan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan pembenahan fisik sekolah agar proses pembelajaran berlangsung secara optimal dan bermartabat.
Dalam upaya tersebut, DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan memiliki peran penting melalui program revitalisasi sekolah. Setiap kebutuhan perbaikan gedung lama maupun pembangunan fasilitas baru perlu diidentifikasi secara cermat berdasarkan kondisi bangunan dan urgensi pelayanan pendidikan. Usulan revitalisasi kemudian diajukan kepada gubernur untuk mendapatkan keputusan dalam rapat terbatas. Mekanisme ini mencakup pembahasan mengenai bentuk renovasi, skala pekerjaan, pengawasan pelaksanaan, serta pemanfaatan gedung setelah proyek selesai. Pengawasan diperlukan agar pekerjaan sesuai rencana, memenuhi standar keselamatan, dan memberikan manfaat nyata bagi siswa, guru, serta tenaga kependidikan.
Pramono juga mengingatkan bahwa tanggung jawab pemerintah tidak berakhir ketika pembangunan atau renovasi dinyatakan selesai. Fasilitas sekolah harus dipelihara secara berkala agar kualitasnya tetap terjaga dan biaya perbaikan besar dapat dicegah. Pengelola sekolah, Dinas Pendidikan, dan pemerintah daerah perlu memastikan adanya pemeriksaan rutin, perawatan utilitas, serta penggunaan gedung sesuai peruntukannya. Program perbaikan gedung lama tersebut tidak hanya berlangsung di Jakarta Timur, tetapi juga mencakup wilayah lain di Jakarta. Pemerataan revitalisasi menjadi penting agar seluruh pelajar memperoleh ruang belajar yang layak, terlepas dari lokasi sekolahnya.
Pernyataan Pramono mengenai Jakarta sebagai kota pelajar nomor satu di Indonesia merujuk pada hasil pemeringkatan QS Best Student Cities 2027. Dalam daftar tersebut, Jakarta menempati peringkat ke-117 dunia. Posisi itu menjadikan Jakarta sebagai kota dari Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam pemeringkatan kota pelajar tersebut.
Jakarta berada satu tingkat di atas Yogyakarta, yang menempati peringkat ke-118 dunia. Kedekatan posisi kedua kota menunjukkan bahwa keduanya tercatat dalam urutan global yang berdekatan, tetapi Jakarta berada di posisi lebih tinggi. Rincian peringkat inilah yang menjadi dasar penyebutan Jakarta sebagai kota pelajar nomor satu di Indonesia dalam pernyataan Pramono.
Dengan peringkat ke-117 dunia, Jakarta menjadi kota Indonesia yang berada di urutan teratas pada QS Best Student Cities 2027. Yogyakarta, meskipun berada tepat setelahnya, tercatat di peringkat ke-118. Data tersebut menempatkan Jakarta di atas Yogyakarta dalam daftar yang sama dan memperkuat konteks pernyataan bahwa ibu kota kini menempati posisi tertinggi di tingkat nasional.
Pemeringkatan ini memberikan rincian yang jelas mengenai posisi kedua kota di tingkat dunia. Jakarta tercatat pada urutan ke-117, sedangkan Yogyakarta pada urutan ke-118. Berdasarkan susunan tersebut, klaim Pramono tentang Jakarta sebagai kota pelajar nomor satu di Indonesia selaras dengan posisi Jakarta yang lebih tinggi dalam QS Best Student Cities 2027.
Baca juga: CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, MABES TNI EDUKASI GURU DAN PELAJAR SMA 10 SAMARINDA | Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh | Sambut HUT ke-81 TNI, Bhakti Kesehatan TNI Layani Masyarakat di Jakarta

