Bandung | Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, telah merenovasi rumahnya di Bandung setelah menemukan hunian yang sesuai. Perubahan tersebut menandai peralihan dari masa awal tinggal sementara menuju tempat tinggal yang dapat ia sebut rumah. Bagi pemain yang baru bergabung dengan klub, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga berarti menemukan ruang pribadi yang terasa nyaman. Hunian Haye kini hadir dengan kesan terang, modern, dan tertata, mencerminkan perhatian pada suasana serta fungsi ruang. Renovasi menjadi bagian penting dalam menjadikan rumah itu lebih selaras dengan kebutuhan dan preferensinya. Kisahnya bermula setelah Haye direkrut Persib pada 2025, ketika ia masih perlu menentukan tempat tinggal di Bandung.
Setelah bergabung dengan Persib pada 2025, Haye sempat tinggal di hotel sambil mencari hunian yang cocok. Situasi itu memberinya waktu untuk menimbang pilihan sebelum menetapkan tempat tinggal yang tepat. Informasi yang tersedia tidak merinci berapa lama ia berada di hotel maupun bagaimana proses pencarian berlangsung, tetapi tahap tersebut menjadi latar sebelum renovasi rumah dimulai. Menemukan rumah bukan satu-satunya langkah; hunian yang dipilih kemudian perlu disesuaikan agar terasa lebih pas untuk ditempati. Dari sana, perhatian beralih pada penataan dan pembaruan rumah. Haye pun menghubungi tenaga profesional untuk membantu menangani pekerjaan renovasi, sehingga perubahan dapat dirancang dengan pendekatan arsitektur yang terarah.
Untuk menangani renovasi tersebut, Haye menghubungi Clement Cadmiel, principle architect dari Patio Livity. Keterlibatan Cadmiel menjadi titik penting dalam perjalanan rumah ini, dari hunian yang telah ditemukan hingga menjadi ruang yang tampil lebih terang, modern, dan tertata. Keputusan untuk melibatkan arsitek menunjukkan bahwa renovasi diperlakukan sebagai upaya membentuk rumah yang sesuai, bukan sekadar mengganti tampilan. Fokusnya adalah menjadikan tempat tinggal lebih nyaman dan berfungsi bagi penghuninya, tanpa mengabaikan karakter desain. Dengan demikian, perjalanan Haye di Bandung mencakup dua tahap yang saling berkaitan: mencari hunian setelah sempat tinggal di hotel, lalu memperbaruinya bersama arsitek. Hasilnya adalah rumah yang telah direnovasi dan menjadi bagian dari kehidupannya di kota tersebut.
Dalam membayangkan hunian di Bandung setelah renovasi, Thom Haye mengutamakan rumah yang terasa terang dan nyaman untuk ditempati. Cahaya matahari menjadi bagian penting dari suasana ruang, sehingga ia menginginkan banyak kaca agar sinar alami dapat masuk ke dalam rumah. Pilihan ini mencerminkan kebutuhan akan pencahayaan yang baik pada siang hari, sekaligus menghadirkan kesan ruang yang lebih terbuka. Bagi Haye, rumah bukan hanya tempat beristirahat, tetapi juga lingkungan sehari-hari yang sebaiknya terasa lapang, segar, dan menyenangkan. Karena itu, pemanfaatan cahaya alami menjadi salah satu pertimbangan utama dalam konsep hunian yang diinginkannya.
Selain terang, Haye menyukai tampilan rumah yang modern dan bersih. Kesan tersebut berkaitan dengan preferensi terhadap hunian yang tertata serta tidak terasa berlebihan. Pilihan desain semacam ini memberi arah bagi suasana keseluruhan rumah tanpa harus menambahkan unsur yang tidak disebutkan. Fokusnya adalah menghadirkan ruang dengan penampilan kontemporer dan kesan rapi, sekaligus tetap mendukung kenyamanan penghuni. Dengan demikian, konsep modern dan bersih berjalan berdampingan dengan kebutuhan praktis: rumah perlu terasa nyaman digunakan, bukan sekadar memiliki tampilan yang menarik. Penataan dan pilihan desain diarahkan untuk mempertahankan suasana yang sederhana, terang, serta mudah dinikmati dalam keseharian.
Aspek kesejukan juga menjadi bagian dari kebutuhan hunian tersebut. Untuk mendukung suhu yang nyaman di dalam rumah, AC dipasang sebagai fasilitas pendingin. Kehadiran pendingin udara melengkapi keinginan akan ruang yang terasa sejuk, terutama ketika penghuni beraktivitas atau beristirahat di dalam rumah. Sementara itu, kaca yang memungkinkan masuknya cahaya matahari memenuhi preferensi terhadap pencahayaan alami. Keduanya menjawab kebutuhan yang berbeda, tetapi saling mendukung kenyamanan ruang: rumah tetap mendapat sinar matahari, sementara AC membantu menjaga suasana tetap sejuk. Secara keseluruhan, pilihan Haye berpusat pada tiga hal yang jelas, yakni cahaya alami, tampilan modern yang bersih, dan kenyamanan suhu. Konsep ini menggambarkan hunian yang dirancang sesuai kebutuhan sehari-hari tanpa perlu menonjolkan detail material, warna, atau dekorasi tertentu.
Hunian Thom Haye di Bandung memiliki tempat khusus untuk menyimpan koleksi sepatunya. Kehadiran area ini memberi ruang yang jelas bagi salah satu koleksi pribadi pemain tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa penataan rumah mempertimbangkan barang-barang yang penting baginya. Alih-alih membiarkan sepatu tersebar tanpa pengaturan, penyimpanan khusus membantu koleksi tetap berada pada satu tempat. Dengan demikian, keberadaan koleksi tersebut dapat menjadi bagian dari gambaran hunian yang tertata, bukan sekadar detail terpisah dari keseluruhan rancangan. Informasi mengenai area ini juga memperlihatkan bahwa desain rumah tidak hanya berorientasi pada tampilan, tetapi turut memberi perhatian pada kebutuhan penyimpanan yang relevan bagi pemiliknya.
Tempat penyimpanan sepatu itu sejalan dengan keterangan bahwa Haye menyukai kebersihan. Dalam konteks rumah, kesukaan tersebut tercermin melalui rancangan yang menjaga koleksi tetap tersimpan dan lingkungan hunian tampak teratur. Area khusus membuat penempatan sepatu lebih terarah, sehingga barang pribadi tidak perlu menjadi elemen yang mengganggu kerapian ruang. Namun, rincian seperti jumlah sepatu, bentuk lemari, material penyimpanan, atau tata letak area tersebut tidak dijelaskan. Karena itu, yang dapat disampaikan ialah adanya ruang tersendiri untuk koleksi dan kaitannya dengan upaya menghadirkan rumah yang bersih serta tertib. Penjelasan ini tetap berfokus pada fungsi penyimpanan yang diketahui, tanpa menambahkan dugaan mengenai kebiasaan Haye.
Secara keseluruhan, area koleksi sepatu mendukung karakter hunian yang modern sekaligus tertata. Rancangan yang modern tidak hanya terlihat dari kesan visual, tetapi juga dapat hadir melalui pengaturan barang secara terencana. Dalam rumah Haye, tempat khusus bagi sepatu menjadi contoh bagaimana kebutuhan pribadi dimasukkan ke dalam penataan hunian. Keberadaan ruang tersebut selaras dengan perhatian pada kebersihan dan kerapian, dua aspek yang membentuk suasana rumah yang terorganisasi. Detail ini melengkapi gambaran rumah usai renovasi tanpa perlu mengaitkannya dengan aktivitas lain atau fungsi ruang yang tidak disebutkan. Dengan informasi yang tersedia, koleksi sepatu dan penyimpanannya menjadi unsur yang menonjol dalam pembahasan mengenai hunian tersebut.
Setelah seluruh pekerjaan renovasi selesai, rumah Thom Haye di Bandung memiliki susunan yang ringkas dan mudah dipahami: dua lantai dengan tiga kamar tidur. Komposisi ini memberi gambaran tentang kebutuhan dasar hunian tersebut, tanpa mengubah karakter rumah menjadi ruang yang berlebihan. Setiap bagian yang disebutkan dalam susunan rumah mendukung kegiatan sehari-hari, sementara pembagian ruangnya tetap tertata sesuai kebutuhan Haye.
Di lantai bawah terdapat ruang keluarga, ruang makan, dan dapur kecil. Ketiganya menjadi area utama untuk aktivitas bersama maupun kegiatan harian di rumah. Ruang keluarga menyediakan tempat berkumpul, sedangkan ruang makan dan dapur kecil melengkapi kebutuhan makan di dalam hunian. Penataan tersebut membuat fungsi utama lantai bawah dapat dikenali dengan jelas, tanpa perlu menambahkan rincian mengenai bagian lain yang tidak dijelaskan.
Rumah dua lantai dengan tiga kamar tidur ini menunjukkan hasil akhir renovasi yang berfokus pada kebutuhan praktis. Jumlah kamar memberikan kapasitas ruang tidur yang memadai bagi sebuah hunian, sementara keberadaan ruang keluarga, ruang makan, dan dapur kecil menyusun fungsi dasar pada lantai bawah. Keseluruhan susunan tersebut menjadi gambaran akhir rumah setelah pembaruan dilakukan, dengan fokus pada ruang-ruang yang memang tersedia dan digunakan.
Proses renovasi berlangsung selama dua bulan.






