DPD RI Dorong Finalis Awards Angkat Gagasan Daerah ke Tingkat Nasional

DPD RI Dorong Finalis Awards Angkat Gagasan Daerah ke Tingkat Nasional

Jakarta | Sekretaris Jenderal DPD RI Komjen Mohammad Iqbal mengajak para finalis DPD RI Awards 2026 dan para penggerak daerah untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki wilayah masing-masing. Ajakan itu disampaikan saat membuka pertemuan integrated session DPD RI Awards 2026. Iqbal menekankan pentingnya menjaga semangat untuk menggali dan mengembangkan kekuatan daerah, sehingga gagasan serta potensi setempat dapat terus tumbuh.

Dalam pertemuan tersebut, Iqbal memandang para tamu undangan bukan sekadar peserta yang hadir dalam sebuah agenda. Mereka merupakan jejaring, tim, dan bagian penting dari upaya bersama untuk mengobarkan semangat daerah. Pandangan itu menempatkan para finalis dan penggerak daerah sebagai pihak yang memiliki peran dalam mendorong kemajuan wilayah melalui potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi para finalis agar tetap terhubung dengan daerah asal dan terus memberi perhatian pada kebutuhan serta kekuatan yang ada di sana. Pengembangan potensi, dalam konteks ini, tidak hanya berkaitan dengan pengenalan gagasan, tetapi juga dengan upaya menjaga semangat untuk meneruskannya. Iqbal mengajak mereka melihat peluang di daerah sebagai modal yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Melalui DPD RI Awards 2026, para finalis dan penggerak daerah berada dalam jejaring yang dapat menguatkan perhatian terhadap potensi wilayah. Iqbal menegaskan bahwa kebersamaan dan kerja tim merupakan bagian penting dari usaha tersebut. Dengan terus mengembangkan potensi di daerah masing-masing, para peserta diharapkan turut menghidupkan gagasan yang berangkat dari kondisi dan kekuatan setempat. Ajakan ini sekaligus menegaskan bahwa upaya mendorong daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk mereka yang selama ini bergerak dan menghadirkan gagasan di wilayahnya. Pesan Iqbal dalam pembukaan sesi itu mengarahkan perhatian pada kesinambungan peran para finalis dan penggerak: menjaga semangat, merawat jejaring, serta terus mengembangkan potensi daerah yang mereka kenal.Iqbal menilai gagasan dan inovasi yang lahir dari daerah memiliki nilai penting bagi pembangunan, sehingga tidak seharusnya berhenti sebagai karya yang hanya dikenal di lingkungan setempat. Pengalaman masyarakat dalam menghadapi persoalan sehari-hari kerap melahirkan pendekatan yang relevan, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan nyata. Karena itu, para finalis awards diharapkan tidak sekadar mempresentasikan hasil kerja mereka, tetapi juga membuka ruang agar gagasan tersebut dapat dipelajari dan dimanfaatkan lebih luas. Karya lokal dapat menjadi sumber pengetahuan bagi daerah lain maupun bagi pemerintah pusat ketika merumuskan langkah untuk menjawab persoalan serupa.

Menurut Iqbal, DPD RI ingin mengawal proses itu dengan membawa gagasan dan inovasi daerah ke tingkat pusat. Pengawalan tersebut dimaksudkan agar karya yang dinilai memiliki manfaat tidak terputus setelah kompetisi atau penghargaan selesai. Gagasan terpilih dapat diperkenalkan kepada pemangku kepentingan, dikaji lebih lanjut, serta dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional. Dengan demikian, ajang penghargaan bukan hanya menjadi bentuk apresiasi kepada para penggagas, melainkan juga pintu untuk menghubungkan pengalaman lokal dengan proses pengambilan keputusan yang berdampak lebih luas. Masukan dari daerah diharapkan ikut memperkaya pembahasan di tingkat nasional.

Penekanan Iqbal bahwa kebijakan perlu berpijak pada realitas daerah mengandung pesan bahwa teori dan rancangan di atas kertas saja tidak cukup. Kebijakan perlu mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, geografis, serta kebutuhan warga yang beragam. Gagasan yang tumbuh dari praktik langsung dapat membantu menunjukkan bagaimana sebuah solusi bekerja dalam konteks tertentu, termasuk tantangan yang perlu diantisipasi ketika diterapkan di wilayah lain. Untuk 2026, target yang disampaikannya adalah mendorong gagasan daerah berkembang menjadi solusi, bahkan menjadi kebijakan nasional. Arah tersebut menempatkan para inovator daerah sebagai mitra penting dalam pembangunan, sekaligus memastikan suara dan pengalaman mereka mendapat ruang dalam pembentukan kebijakan publik.

Iqbal mendorong DPD RI untuk mengambil peran sebagai rumah besar bagi aspirasi daerah, tempat gagasan dan suara para penggerak lokal dapat disampaikan serta diperhatikan dalam pembahasan kepentingan nasional. Dorongan tersebut memberi penekanan bahwa hubungan daerah dan lembaga perwakilan tidak semestinya berhenti pada penyampaian aspirasi secara terpisah. Diperlukan ruang yang memungkinkan berbagai pengalaman, kebutuhan, dan usulan dari daerah hadir dalam percakapan yang lebih luas. Dalam konteks para finalis awards, gagasan yang lahir dari kerja di daerah dipandang memiliki arti ketika dapat dibagikan dan dihubungkan dengan proses kebijakan nasional.

Pesan itu sejalan dengan agenda malam tersebut, yakni “Merangkai Jejaring Penggerak Daerah Bersama DPD RI”. Tema ini menyoroti pentingnya membangun jejaring DPD RI dan para penggerak daerah. Jaringan tersebut dapat menjadi ruang untuk saling mengenal, bertukar pandangan, serta mempertemukan beragam inisiatif yang berkembang di berbagai wilayah. Dengan adanya hubungan yang terjalin, aspirasi daerah tidak hanya dipahami sebagai suara dari satu komunitas atau wilayah, tetapi sebagai bagian dari gambaran kebutuhan masyarakat yang lebih beragam. Peran DPD RI sebagai rumah aspirasi menjadi relevan dalam upaya mempertemukan suara-suara tersebut.

Agenda berikutnya, “Suara Penggerak Daerah untuk Kebijakan Nasional”, mempertegas kaitan pengalaman lokal dan arah kebijakan di tingkat nasional. Para penggerak daerah membawa pengetahuan yang berangkat dari kondisi nyata di wilayah masing-masing, sementara ruang dialog bersama DPD RI membuka kesempatan agar perspektif itu dapat disampaikan. Kedua agenda tersebut menempatkan jejaring sebagai unsur penting: hubungan yang memungkinkan aspirasi, pengalaman, dan gagasan daerah terhubung dengan pembahasan nasional. Penekanan Iqbal bukan sekadar pada keberadaan wadah, melainkan juga pada pentingnya mendengar suara daerah melalui hubungan yang terbangun DPD RI dan para penggerak. Dengan demikian, gagasan daerah memperoleh ruang untuk hadir dalam percakapan yang lebih luas, tanpa mengabaikan asal dan konteksnya.

Pada Minggu (8/11/2026), Iqbal menyampaikan sambutan di sebuah hotel di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Dalam kesempatan tersebut, ia membuka integrated session DPD RI Awards 2026. Keterangan ini menempatkan pesan Iqbal dalam konteks acara dan waktu yang jelas, tanpa mengaitkannya dengan nama hotel tertentu. Informasi yang tersedia hanya menyebut lokasi secara umum sebagai hotel di kawasan PIK, sehingga penyebutan yang lebih spesifik tidak diperlukan. Acara berlangsung di Jakarta Utara, sedangkan tanggal dan hari penyampaian sambutan menjadi penanda waktu bagi pembaca untuk memahami kapan sesi tersebut dibuka.

Dalam sambutannya, Iqbal mengangkat dorongan agar gagasan daerah yang dibawa para finalis dapat memperoleh perhatian pada tingkat nasional. Pesan tersebut selaras dengan tema DPD RI Awards 2026 sebagaimana tergambar dalam konteks acara: menghubungkan pemikiran yang tumbuh dari daerah dengan ruang lingkup yang lebih luas. Penyampaian pesan itu berlangsung saat Iqbal membuka integrated session, sehingga konteks pembukaannya dapat disampaikan tanpa menambahkan rincian lain mengenai isi sesi. Penekanan pada gagasan daerah juga memberi bingkai bagi pembaca untuk memahami pokok yang disampaikan Iqbal, yakni pentingnya membawa pemikiran dari daerah ke tingkat nasional.

Penjelasan mengenai lokasi, hari, dan tanggal membantu menjaga ketepatan laporan tentang sambutan tersebut. Dengan menyebut sebuah hotel di kawasan PIK, Jakarta Utara, keterangan tempat tetap sesuai dengan informasi yang tersedia, sekaligus menghindari identifikasi yang tidak disebutkan. Demikian pula, penyebutan bahwa Iqbal membuka integrated session DPD RI Awards 2026 menjelaskan hubungan sambutan dengan acara tanpa memperluasnya menjadi uraian mengenai agenda atau hasil kegiatan.

Baca juga: Panja RUU Pemilu Menelaah Gagasan Penambahan 11 Kursi DPR | Lima Isu Nasional yang Menjadi Sorotan: Perlindungan Ojol hingga Pembahasan RUU Pemilu | Dapil Nasional Diusulkan dalam RUU Pemilu, 58 Kursi Berpotensi Diisi Caleg yang Tak Terpilih

5 kunjungan