Jakarta | Pasar kripto mencatat pemulihan pada perdagangan Kamis, 5 November 2026, setelah tekanan jual mendorong sejumlah aset utama melemah pada sesi sebelumnya. Bitcoin naik 5,26% dalam 24 jam dan diperdagangkan pada US.567,59. Kenaikan tersebut membawa aset kripto terbesar itu kembali melewati ambang US.000, level yang menjadi perhatian pelaku pasar setelah harga sempat turun tajam. Pergerakan positif juga terlihat pada beberapa aset berkapitalisasi besar lainnya, sehingga penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin.
Ethereum menguat 7,83% menjadi US$2.429,52, sementara Solana naik 5,53% ke US$96,37 dalam periode yang sama. Secara persentase, kenaikan Ethereum lebih besar daripada Bitcoin dan Solana. Pergerakan serentak pada tiga aset utama ini menggambarkan adanya pemulihan yang cukup luas di pasar, meskipun besarnya kenaikan saja belum dapat menunjukkan seberapa kuat atau berkelanjutan permintaan pembeli. Harga aset kripto tetap dapat berubah cepat, terutama ketika sentimen pasar bergeser.
Pemulihan hari ini berlangsung setelah Bitcoin pada perdagangan sebelumnya sempat merosot hingga sekitar US$75.600. Dari titik tersebut, kembalinya harga ke atas US$80.000 menandai perubahan yang berarti dalam pergerakan jangka pendek. Respons harga itu dapat mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai diserap oleh pembeli, yang bersedia masuk ketika harga turun. Namun, kenaikan dalam kurun 24 jam tidak dengan sendirinya memastikan bahwa penurunan telah berakhir atau bahwa tren naik baru sedang terbentuk. Perkembangan berikutnya masih bergantung pada kemampuan harga bertahan di level yang telah direbut kembali serta keseimbangan minat beli dan tekanan jual. Karena itu, penguatan Bitcoin dan aset utama lain lebih tepat dibaca sebagai tanda meredanya tekanan pasar untuk sementara, bukan kepastian arah pergerakan selanjutnya.
Peretasan Binance pada 29 Oktober menjadi salah satu tekanan utama yang membebani pasar kripto ketika harga aset digital bergerak tidak menentu. Insiden tersebut memicu perhatian terhadap keamanan dana yang disimpan melalui bursa, serta kemampuan platform besar untuk memenuhi kewajiban kepada pengguna setelah terjadi gangguan. Dalam pembaruan resmi pada 3 November, Binance menyatakan bahwa sekitar US$6,34 miliar aset digital terdampak. Angka itu memperbesar kekhawatiran investor, terutama karena ketidakpastian mengenai cakupan kerugian dan proses penanganannya dapat mendorong sebagian nasabah untuk menarik dana.
Binance mengatakan perusahaan akan menanggung kerugian yang timbul dan telah menyiapkan dana melebihi kebutuhan penggantian. Perusahaan juga menyebut sekitar US$2,85 miliar aset telah dibekukan atau berhasil dicegat, sementara investigasi atas insiden tersebut masih berlangsung. Pernyataan ini memberi gambaran mengenai langkah awal untuk membatasi dampak finansial, tetapi tidak berarti seluruh persoalan telah selesai. Nilai aset terdampak, hasil penyelidikan, dan proses pemulihan tetap perlu dipantau berdasarkan informasi resmi berikutnya. Komitmen menutup kerugian membantu meredakan kekhawatiran bahwa insiden tersebut akan langsung mengganggu kemampuan Binance memenuhi permintaan penarikan nasabah.
Penting untuk membedakan risiko penyimpanan aset di bursa dari keamanan jaringan Bitcoin. Peretasan yang berdampak pada sebuah perusahaan atau sistem kustodian tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa protokol Bitcoin mengalami gangguan atau bahwa transaksi pada jaringannya tidak aman. Namun, pengguna tetap menghadapi risiko ketika menyerahkan penguasaan aset kepada pihak ketiga, termasuk risiko operasional, pengelolaan, dan akses terhadap dana. Karena itu, respons perusahaan dapat mengurangi tekanan jangka pendek, tetapi kepercayaan tidak hanya ditentukan oleh janji penggantian. Nasabah dan pasar akan menilai apakah Binance benar-benar memenuhi kewajibannya, apakah penarikan berlangsung lancar tanpa hambatan yang tidak wajar, serta apakah perusahaan menyampaikan informasi yang transparan mengenai cadangan dan perkembangan investigasi. Bukti yang jelas dan konsisten diperlukan agar kekhawatiran tidak kembali meningkat. Di tengah pemulihan harga Bitcoin, perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi sentimen terhadap pasar kripto secara lebih luas.Kemenangan Partai Demokrat dalam perebutan kendali atas DPR dan Senat AS menciptakan konfigurasi politik yang berbeda, sementara Gedung Putih tetap dipimpin Presiden Donald Trump dari Partai Republik. Situasi ini dikenal sebagai pemerintahan terbelah: kendali legislatif dan eksekutif berada di tangan partai yang berbeda. Bagi pelaku pasar, perubahan tersebut dapat menjadi sinyal bahwa kebijakan ekonomi pemerintah akan menghadapi pengawasan lebih ketat. Namun, hasil pemilu tidak serta-merta mengubah arah kebijakan yang sedang berlaku, dan dampaknya terhadap harga Bitcoin maupun aset lain bergantung pada proses politik serta respons pasar terhadap perkembangan berikutnya.
Dengan Demokrat menguasai kedua kamar Kongres, pengesahan anggaran dan program baru diperkirakan memerlukan negosiasi yang lebih ketat. Para legislator dapat menelaah usulan belanja secara lebih mendalam, termasuk pendanaan kebijakan luar negeri dan prioritas pemerintahan Trump. Pengawasan legislatif yang meningkat berpotensi membatasi ruang bagi ekspansi pengeluaran, terutama jika anggota Kongres berbeda pandangan mengenai sumber pembiayaan atau konsekuensi fiskalnya. Bagi investor, proses tersebut dapat mengurangi kemungkinan kebijakan belanja besar disetujui tanpa perdebatan. Meski demikian, Kongres tetap harus merundingkan kompromi, sehingga hasil akhir dapat berbeda dari ekspektasi awal pasar.
Jika pembatasan belanja menekan kekhawatiran mengenai defisit dan kebijakan fiskal yang berpotensi memicu inflasi, tekanan pada obligasi dan suku bunga mungkin mereda. Lingkungan suku bunga yang lebih stabil atau lebih rendah dapat mendukung minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin, karena biaya peluang untuk memegang aset tersebut berkurang. Namun, hubungan ini tidak berlangsung otomatis: inflasi, kebijakan Federal Reserve, dan perkembangan ekonomi global tetap berpengaruh. Perubahan politik juga belum langsung berlaku, sebab Kongres baru dijadwalkan mulai menjabat pada Januari 2027. Kemenangan Demokrat bukan jaminan defisit akan menyusut, ataupun menghapus kewenangan eksekutif Trump. Karena itu, pengaruh pemerintahan terbelah terhadap pasar kripto masih berupa ekspektasi, bukan kepastian kebijakan.
Skenario pergerakan Bitcoin dari kisaran US$85.000–US$88.000 menuju area US$70.000–US$78.000 kini telah tercapai. Dalam fase koreksi tersebut, harga sempat merosot hingga sekitar US$75.600, masuk ke dalam rentang sasaran yang sebelumnya menjadi perhatian pelaku pasar. Bagi strategi short yang dibuka di area harga lebih tinggi, penurunan itu menyediakan peluang untuk merealisasikan keuntungan, bergantung pada waktu masuk, ukuran posisi, dan disiplin pengelolaan risiko masing-masing investor. Capaian sasaran tidak berarti harga akan selalu bergerak sesuai pola yang sama pada kesempatan berikutnya. Perubahan sentimen, likuiditas, dan perkembangan pasar dapat menggeser arah pergerakan dengan cepat, sehingga level-level tersebut lebih tepat dibaca sebagai acuan analisis, bukan jaminan hasil perdagangan.
Setelah sasaran koreksi tersentuh dan Bitcoin kembali bergerak melewati US$80.000, perhatian analisis bergeser dari potensi penurunan lanjutan menuju peluang akumulasi spot dan kemungkinan pemulihan berlanjut. Kembalinya harga ke atas level psikologis itu dapat menunjukkan bahwa tekanan jual mereda, tetapi belum cukup untuk memastikan terbentuknya tren naik yang berkelanjutan. Pelaku pasar dapat mencermati apakah harga mampu bertahan di atas area tersebut, bagaimana volume perdagangan berkembang, serta apakah minat beli muncul secara konsisten. Akumulasi spot, berbeda dari penggunaan posisi berleverage, tetap memiliki risiko ketika volatilitas tinggi. Karena itu, keputusan bertahap dan evaluasi terhadap toleransi risiko dapat menjadi pertimbangan, sementara pergerakan harian sebaiknya tidak dianggap sebagai konfirmasi tunggal atas perubahan tren.
Skenario bullish masih terbuka dalam analisis tersebut, termasuk kemungkinan Bitcoin menguji harga di atas US$90.000.
40 kunjungan
