Jakarta | Rencana Anthropic untuk melantai di bursa dengan valuasi hingga US5 miliar berpotensi menghasilkan keuntungan besar bagi dua investor strategisnya, Amazon dan Google. Jika pencatatan saham tersebut terlaksana pada nilai yang diperkirakan, kepemilikan serta investasi kedua perusahaan teknologi itu dapat bernilai jauh lebih tinggi dibandingkan ketika modal ditanamkan. Namun, angka valuasi tersebut masih merupakan bagian dari rencana, bukan nilai yang telah dipastikan melalui transaksi di pasar publik. Anthropic belum resmi melakukan penawaran umum perdana, sehingga potensi keuntungan investor belum menjadi hasil yang direalisasikan.
Prospek valuasi tinggi itu muncul bersamaan dengan gambaran keuangan yang masih berat. Anthropic belum mencetak laba dan mencatat kerugian besar ketika mengembangkan bisnis kecerdasan buatan, membangun kapasitas komputasi, serta memperluas layanan. Pengeluaran untuk infrastruktur dan pengembangan model dapat meningkat seiring pertumbuhan penggunaan produknya. Karena itu, nilai perusahaan yang dibicarakan menjelang rencana IPO perlu dibedakan dari kinerja laba saat ini. Valuasi mencerminkan ekspektasi investor terhadap pertumbuhan dan posisi bisnis di masa depan, bukan bukti bahwa perusahaan telah menghasilkan keuntungan.
Salah satu angka yang menarik perhatian adalah penyesuaian nilai wajar utang kepada Amazon sebesar US$72,4 miliar pada paruh pertama 2026. Angka besar ini tidak berarti Anthropic membayar US$72,4 miliar secara tunai kepada Amazon dalam periode tersebut. Penyesuaian nilai wajar merupakan perubahan akuntansi atas nilai kewajiban yang dilaporkan, dan dapat dipengaruhi oleh asumsi seperti valuasi perusahaan serta ketentuan instrumen terkait. Dengan demikian, angka itu tidak boleh disamakan dengan arus kas keluar atau pelunasan utang sebesar jumlah tersebut.
Perbedaan nilai akuntansi, kas, dan nilai kepemilikan penting untuk memahami siapa yang berpotensi memperoleh manfaat dari rencana pencatatan. Amazon dan Google dapat menikmati kenaikan nilai investasi jika pasar publik menerima valuasi Anthropic yang tinggi, tetapi hasil akhirnya bergantung pada harga IPO, struktur kepemilikan, serta kondisi pasar ketika rencana itu dijalankan. Kerugian perusahaan dan kebutuhan pendanaan juga menjadi bagian dari pertimbangan investor. Untuk saat ini, pencatatan Anthropic tetap berupa rencana; belum ada dasar untuk menyatakan IPO telah berlangsung atau keuntungan potensial tersebut telah terealisasi.Amazon berada pada posisi penting dalam rencana IPO Anthropic melalui kepemilikan obligasi konversi senilai US$6,2 miliar. Instrumen ini memberi Amazon klaim finansial yang dapat berubah menjadi kepemilikan saham, sehingga potensi manfaat perusahaan tidak hanya bergantung pada hubungan bisnis langsung dengan Anthropic. Berdasarkan valuasi IPO yang disebutkan dalam bahan, nilai pokok obligasi tersebut diperkirakan mencapai US$97,9 miliar. Angka itu menggambarkan besarnya nilai yang dapat terkait dengan konversi pada valuasi tersebut, bukan semata-mata jumlah dana awal yang ditempatkan Amazon. Dengan demikian, perbandingan nilai pokok dan nilai berdasarkan valuasi IPO menjadi inti dari potensi kenaikan nilai investasi Amazon apabila obligasi beralih menjadi saham.
Surat utang tersebut dapat dikonversi menjadi saham Anthropic, namun hak itu memiliki batas kepemilikan bagi Amazon sebesar 12%. Batas ini menetapkan porsi maksimum saham yang dapat dimiliki Amazon melalui mekanisme konversi yang dimaksud. Karena itu, nilai obligasi yang dikaitkan dengan valuasi IPO perlu dibaca bersama batas tersebut: nilai potensial yang besar tidak berarti Amazon dapat mengambil bagian kepemilikan tanpa batas. Keterangan mengenai konversi menjelaskan bagaimana obligasi senilai US$6,2 miliar dapat memberikan eksposur terhadap nilai Anthropic sebagai perusahaan publik, sementara batas 12% menjadi parameter kepemilikan yang berlaku. Bagi Amazon, kemungkinan peningkatan nilai saham merupakan salah satu jalur manfaat yang terkait dengan rencana IPO.
Selain potensi kenaikan nilai investasi saham, Amazon juga berpeluang memperoleh manfaat dari belanja Anthropic untuk layanan cloud. Anthropic berkomitmen membelanjakan sedikitnya US$110 miliar pada layanan cloud Amazon selama periode 10 tahun. Komitmen tersebut menghubungkan rencana pertumbuhan Anthropic dengan pendapatan yang dapat diterima Amazon dari penyediaan layanan cloud dalam jangka waktu yang ditetapkan. Dengan demikian, paparan Amazon terhadap nilai Anthropic memiliki dua sumber potensi manfaat yang berbeda: pertama, kenaikan nilai investasi saham jika obligasi konversi menghasilkan kepemilikan saham pada valuasi IPO yang disebutkan; kedua, pendapatan dari komitmen belanja cloud sedikitnya US$110 miliar selama 10 tahun. Kedua hal tersebut membentuk gambaran manfaat potensial Amazon dari rencana IPO Anthropic.
Google bukan hanya menyediakan infrastruktur bagi Anthropic, tetapi juga memiliki bagian kepemilikan di perusahaan kecerdasan buatan tersebut. Setelah mengalami dilusi, kepemilikan Google disebut berada di sekitar 5,6% saham Anthropic. Persentase itu tetap mewakili kepentingan bernilai besar, dengan nilai yang disebut mencapai miliaran dolar. Angka tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua perusahaan tidak terbatas pada transaksi layanan teknologi, melainkan juga mencakup kepentingan finansial yang dapat berkembang seiring perubahan valuasi Anthropic.
Nilai saham Google dapat berubah mengikuti valuasi perusahaan dan struktur kepemilikan setelah pendanaan baru. Karena itu, angka 5,6% perlu dipahami sebagai perkiraan kepemilikan setelah dilusi, bukan jaminan bahwa porsi tersebut akan tetap sama. Meski persentasenya lebih kecil dibandingkan kepemilikan pengendali, nilai nominalnya dapat meningkat jika Anthropic terus tumbuh atau memasuki pasar publik melalui IPO. Rencana IPO, jika terwujud, juga berpotensi membuat nilai kepemilikan itu lebih mudah dinilai berdasarkan harga pasar.
Di sisi komersial, Anthropic disebut memiliki komitmen belanja untuk layanan Google Cloud sebesar US$114 miliar. Sumber yang memuat angka tersebut menuliskan rentang waktu hingga 2023; keterangan tahun itu dipertahankan sebagaimana tercantum, tanpa menafsirkan atau mengubahnya. Komitmen belanja cloud menunjukkan skala kebutuhan komputasi yang diperlukan untuk melatih dan menjalankan model AI. Bagi Google, kesepakatan semacam ini dapat mendatangkan pendapatan layanan sekaligus memperkuat posisi Google Cloud dalam persaingan penyedia infrastruktur AI.
Perbandingan dengan Amazon menunjukkan pola hubungan yang serupa, tetapi tidak berarti kedua perusahaan memiliki porsi saham atau nilai kontrak yang sama. Amazon dan Google sama-sama menjadi investor Anthropic sekaligus pemasok layanan komputasi bagi perusahaan tersebut. Dengan demikian, mereka berpotensi memperoleh manfaat dari dua jalur: nilai investasi apabila Anthropic semakin bernilai, serta permintaan berkelanjutan atas kapasitas cloud. Hubungan rangkap ini juga membuat keberhasilan Anthropic relevan bagi bisnis investasi dan layanan komputasi kedua raksasa teknologi tersebut, meskipun besarnya manfaat akhirnya bergantung pada perkembangan perusahaan dan penggunaan layanan mereka.
Dalam dokumen pencatatan yang mengungkap struktur kepemilikan Anthropic, tidak ada satu pun investor modal ventura yang tercatat memiliki sedikitnya 5% saham perusahaan. Batas tersebut penting untuk memahami perbedaan nilai nominal investasi dan besarnya pengaruh kepemilikan. Sejumlah investor awal mungkin tetap memegang saham bernilai sangat besar, tetapi porsi mereka terlihat kecil ketika dihitung terhadap keseluruhan perusahaan yang kini dinilai hingga ratusan miliar dolar. Dengan valuasi sebesar itu, kepemilikan beberapa persen saja dapat merepresentasikan nilai miliaran dolar, tanpa menjadikan pemiliknya pemegang saham dominan.
Keuntungan dari pertumbuhan Anthropic juga tidak terbatas pada investor yang memiliki saham. Amazon dan Google, misalnya, menyediakan infrastruktur komputasi awan yang dibutuhkan perusahaan untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatannya. Keduanya dapat menikmati dua jenis manfaat sekaligus: kenaikan nilai investasi saham mereka seiring perkembangan Anthropic, serta pendapatan berkelanjutan dari layanan cloud yang digunakan perusahaan tersebut. Seiring kebutuhan komputasi meningkat, kontrak dan belanja infrastruktur dapat menjadi sumber pemasukan yang signifikan, bahkan ketika bagian kepemilikan saham relatif kecil dibandingkan nilai total Anthropic.
Namun.






