Bank Neo Commerce Tetapkan Christian Lesmana sebagai Calon Dirut Baru

Bank Neo Commerce Tetapkan Christian Lesmana sebagai Calon Dirut Baru

Jakarta | PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), yang dikenal sebagai BNC, menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta pada 29 Oktober 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan direksi, termasuk pengangkatan Christian Lesmana sebagai direktur utama baru. Keputusan ini menjadi bagian dari agenda perseroan terkait kepemimpinan dan tata kelola perusahaan. BNC merupakan bank digital milik Akulaku Group, yang menjalankan layanan perbankan berbasis teknologi bagi nasabah.

Selain menyetujui pengangkatan Christian, RUPSLB juga menerima pengunduran diri Eri Budiono dari jabatan direktur utama. Dengan keputusan pemegang saham tersebut, Christian ditetapkan untuk menggantikan Eri, tetapi status penetapan itu belum serta-merta membuatnya efektif menjabat. Proses pergantian kepemimpinan masih harus mengikuti tahapan yang disyaratkan bagi pengurus bank. Oleh karena itu, pelaksanaan keputusan RUPSLB tetap bergantung pada pemenuhan ketentuan regulator dan peraturan yang berlaku.

Pengangkatan Christian Lesmana baru berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penilaian kemampuan dan kepatutan. Ia juga harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penilaian tersebut merupakan proses penting dalam memastikan calon pengurus memiliki kelayakan untuk menjalankan tanggung jawabnya di lembaga jasa keuangan. Sampai persetujuan itu diterbitkan dan seluruh persyaratan dipenuhi, keputusan RUPSLB mengenai direktur utama baru belum dapat dijalankan secara efektif. Dengan demikian, informasi mengenai perubahan pimpinan BNC perlu dipahami sebagai hasil persetujuan pemegang saham yang masih menunggu prosedur lanjutan. Keputusan tersebut menandai arah suksesi di bank digital itu, sementara tahap persetujuan OJK menjadi penentu kapan Christian dapat resmi menjalankan tugas sebagai direktur utama. Perkembangan ini juga menegaskan bahwa perubahan pada jajaran direksi bank harus melalui mekanisme tata kelola serta pengawasan yang berlaku di sektor perbankan Indonesia.

Selama proses pergantian kepemimpinan berlangsung, Bank Neo Commerce untuk sementara dipimpin oleh Adrian Soewardjo yang menjalankan tugas sebagai pejabat sementara direktur utama. Penunjukan ini menjadi bagian dari pengaturan transisi di tingkat manajemen, sehingga kegiatan dan pengelolaan perseroan tetap berada di bawah arahan pimpinan sementara. Status tersebut perlu dibedakan dari pengangkatan direktur utama definitif, yang dalam hal ini masih menunggu terpenuhinya tahapan dan persyaratan yang berlaku.

Perseroan telah menetapkan Christian Lesmana sebagai calon direktur utama baru. Namun, penetapan sebagai calon tidak dengan sendirinya berarti bahwa ia telah resmi menjabat. Rencana pengangkatannya masih harus melalui proses yang disyaratkan, termasuk memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. Karena itu, sampai proses tersebut selesai dan pengangkatan berlaku efektif, Adrian tetap memimpin perseroan dalam kapasitas sementara.

Masa transisi semacam ini memberikan ruang bagi perseroan untuk memenuhi prosedur sebelum perubahan kepemimpinan definitif dapat dijalankan. Dalam sektor perbankan, proses bagi calon pengurus mencakup penilaian dan persetujuan regulator sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, informasi mengenai calon direktur utama perlu dibaca sebagai perkembangan rencana kepemimpinan, bukan sebagai konfirmasi bahwa seluruh tahapan telah tuntas. Efektivitas pengangkatan Christian bergantung pada pemenuhan persyaratan tersebut.

Bagi pemangku kepentingan, kejelasan mengenai siapa yang memimpin selama masa peralihan membantu memahami tata kelola perseroan saat ini. Adrian Soewardjo menjalankan peran sementara, sedangkan Christian Lesmana masih berada pada tahap pencalonan untuk posisi direktur utama. Susunan ini dapat berubah setelah proses regulator diselesaikan dan keputusan pengangkatan mulai berlaku. Hingga ada kepastian resmi mengenai hal tersebut, penyebutan Christian sebagai direktur utama definitif sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan kesan bahwa persetujuan OJK telah diberikan.

Christian Lesmana membawa pengalaman lebih dari 24 tahun di bidang jasa keuangan, dengan perjalanan profesional yang mencakup perbankan, digital lending, consumer banking, transformasi bisnis, dan manajemen risiko. Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bekal untuk memahami kebutuhan nasabah sekaligus dinamika operasional lembaga keuangan. Dalam industri yang semakin terdigitalisasi, perpaduan pengetahuan perbankan dan pengembangan layanan digital relevan bagi upaya memperluas akses serta meningkatkan kualitas pengalaman pengguna.

Rekam jejak kepemimpinannya meliputi sejumlah institusi keuangan di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Ia pernah mengemban peran kepemimpinan senior di HSBC Indonesia, Citi Indonesia, DBS Bank Singapore, Bank OCBC NISP, dan Bank Danamon Indonesia. Pengalaman di berbagai organisasi tersebut memberinya paparan terhadap lingkungan bisnis, model operasional, serta kebutuhan pasar yang beragam. Latar lintas institusi dan wilayah juga mendukung pemahamannya mengenai cara mengelola pertumbuhan dan perubahan dalam sektor jasa keuangan.

Selain perbankan konvensional, perjalanan Christian mencakup industri fintech melalui keterlibatannya di DANA, penyedia layanan dompet digital. Pengalaman ini memperluas perspektifnya mengenai layanan keuangan berbasis teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Pemahaman atas ekosistem digital dapat membantu menghubungkan kapabilitas perbankan dengan kebutuhan pengguna yang mengharapkan layanan praktis, cepat, dan mudah diakses. Namun, pengembangan layanan digital juga perlu berjalan seiring dengan tata kelola dan pengelolaan risiko yang memadai.

Rekam jejak yang disebutkan turut mencakup upaya membangun dan memperbesar skala bisnis digital, mendorong inovasi, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia maupun Asia Pasifik. Pengalaman dalam transformasi bisnis dan manajemen risiko menjadi bagian penting dari profilnya, terutama ketika perusahaan perlu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan persaingan. Kombinasi pengalaman di bank dan fintech memberi Christian sudut pandang yang luas dalam melihat peluang sekaligus tantangan. Bekal tersebut menjadi konteks bagi penetapannya sebagai calon direktur utama Bank Neo Commerce, meski arah dan hasil kepemimpinannya akan bergantung pada strategi serta pelaksanaan ke depan.

Selain menyetujui Christian Lesmana sebagai calon direktur utama, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Neo Commerce juga menyetujui pengangkatan Yosea Iskandar sebagai direktur kepatuhan. Keputusan tersebut menjadi bagian dari perubahan susunan pengurus perseroan yang masih harus melalui tahapan dan ketentuan regulator sebelum berlaku efektif.

Pengangkatan Yosea, sebagaimana pengangkatan Christian, baru efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penilaian kemampuan dan kepatutan. Keduanya juga wajib memenuhi ketentuan peraturan yang berlaku. Dengan demikian, persetujuan pemegang saham belum dengan sendirinya membuat perubahan jabatan tersebut langsung berlaku. Proses OJK menjadi tahap penting untuk memastikan calon pengurus memenuhi persyaratan yang ditetapkan bagi posisi masing-masing.

Yosea memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang hukum dan sektor keuangan, termasuk industri perbankan. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah menjabat sebagai country counsel di Citibank N.A. Indonesia serta head of legal and corporate secretariat di PT Bank DBS Indonesia. Pengalaman tersebut memberinya perspektif mengenai aspek hukum, tata kelola perusahaan, dan kerangka regulasi jasa keuangan. Latar belakang ini relevan dengan peran direktur kepatuhan, yang berkaitan dengan penerapan ketentuan dan pengelolaan kepatuhan dalam kegiatan perusahaan.

Informasi mengenai susunan pengurus per 29 Oktober 2026 mencantumkan Inkawan D. Jusi sebagai komisaris utama independen, Kreisna Dewantara Gozali sebagai komisaris, dan Pramoda Dei Sudarmo sebagai komisaris independen. Terdapat pula entri untuk direktur operasional, tetapi nama pada entri tersebut tidak tercantum dalam bahan yang tersedia. Karena itu, informasi yang dapat disebutkan terbatas pada jabatan tersebut tanpa menambahkan nama atau menyimpulkan susunan pengurus lainnya.

Penetapan Yosea sebagai calon direktur kepatuhan menempatkan pengalaman hukum dan perbankannya sebagai salah satu latar penting dalam perubahan kepemimpinan Bank Neo Commerce. Namun, kepastian pengangkatannya tetap bergantung pada persetujuan OJK dan pemenuhan seluruh ketentuan yang berlaku.