Jakarta | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menindaklanjuti masukan mengenai kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) setelah pelatih dan pemain Persija Jakarta menyampaikan keluhan. Masukan dari pihak yang menggunakan lapangan tersebut akan disampaikan kepada pengelola dan dibahas untuk menjadi bahan evaluasi. Pernyataan ini disampaikan Chico Hakim, staf khusus Gubernur DKI Jakarta bidang komunikasi sosial.
Chico mengatakan, pandangan dari kedua tim akan diteruskan agar kondisi lapangan dapat dibicarakan bersama pihak pengelola JIS. Dengan demikian, keluhan yang disampaikan pelatih dan pemain tidak berhenti sebagai pernyataan setelah pertandingan, tetapi menjadi bahan pembahasan pemerintah daerah dan pengelola stadion. Pemprov DKI menyatakan akan menampung masukan tersebut, lalu membahasnya dalam proses evaluasi.
Perhatian terhadap rumput stadion berkaitan langsung dengan pengalaman tim yang bertanding dan kondisi yang mereka hadapi di lapangan. Karena itu, masukan dari pelatih maupun pemain dinilai relevan untuk disampaikan kepada pihak yang mengelola fasilitas. Namun, pernyataan Chico belum memerinci bentuk evaluasi, jadwal pembahasan, ataupun keputusan yang akan diambil setelah masukan tersebut diterima.
Belum ada pula hasil evaluasi yang diumumkan dalam keterangan tersebut. Sikap Pemprov DKI yang disampaikan saat ini adalah meneruskan masukan kedua tim dan membicarakannya bersama pengelola JIS. Proses itu diharapkan memberi ruang bagi pihak terkait untuk menelaah keluhan mengenai kondisi rumput berdasarkan masukan yang ada, tanpa mendahului kesimpulan atau perubahan tertentu.
Dengan demikian, keluhan pelatih dan pemain Persija telah mendapat perhatian pemerintah daerah. Chico menegaskan bahwa masukan dari kedua tim akan disampaikan dan dibahas dengan pengelola untuk dievaluasi. Perkembangan selanjutnya, termasuk hasil pembahasan maupun tindak lanjut teknis, belum dijelaskan. Untuk saat ini, fokusnya adalah memastikan masukan tersebut masuk ke dalam pembicaraan bersama pengelola, sementara penilaian dan keputusan lebih lanjut masih menunggu proses evaluasi.
Kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) menjadi sorotan setelah Persija Jakarta mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1 dalam lanjutan Super League, Senin, 26 Oktober 2026. Seusai pertandingan, Shin Tae-yong dan Rizky Ridho sama-sama menyampaikan perhatian terhadap keadaan permukaan lapangan. Sorotan tersebut muncul di tengah hasil positif bagi Persija, tetapi juga membuka kembali pembahasan mengenai kesiapan fasilitas stadion untuk menggelar pertandingan kompetitif.
Shin menilai kondisi lapangan saat laga berlangsung sangat buruk. Menurutnya, keadaan rumput seperti itu tidak semestinya digunakan untuk pertandingan sepak bola. Permukaan yang tidak memadai dapat menyulitkan pemain mengontrol bola, mengalirkan umpan, serta bergerak dengan nyaman. Situasi tersebut juga berpotensi mengganggu kualitas permainan, karena para pemain harus menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, bukan hanya menjalankan strategi yang telah disiapkan.
Ia meminta pihak-pihak terkait mengevaluasi pengelolaan rumput JIS. Evaluasi itu, kata Shin, diperlukan agar masalah yang terlihat dalam pertandingan dapat ditangani dan tidak berulang pada laga berikutnya. Perhatian tidak cukup berhenti pada penilaian sesaat setelah pertandingan; pengelola dan pemangku kepentingan perlu meninjau proses perawatan, kesiapan permukaan, serta koordinasi sebelum stadion digunakan. Dengan demikian, penilaian terhadap kualitas lapangan dapat berujung pada perbaikan yang nyata.
Shin juga menekankan bahwa lapangan yang baik dapat mendukung penampilan tim. Permukaan yang layak membantu pemain menampilkan kemampuan secara lebih optimal dan membuat pertandingan berlangsung lebih lancar. Manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh pemain dan pelatih, tetapi juga oleh penonton yang hadir langsung di stadion. Menurut pandangannya, kualitas lapangan yang terjaga dapat menghadirkan tontonan yang lebih menarik dan memberikan kebahagiaan kepada para suporter.
Karena itu, kemenangan Persija atas Persik tidak menghapus pentingnya evaluasi terhadap kondisi JIS. Catatan dari Shin dan Rizky Ridho menjadi masukan bagi pihak terkait untuk memastikan standar lapangan terpenuhi. Perbaikan rumput dan tata kelolanya diharapkan mendukung keselamatan pemain, kualitas pertandingan, serta pengalaman penonton dalam setiap laga yang digelar di stadion tersebut.
Rizky Ridho mengungkapkan rasa tidak enak kepada para pemain Persik setelah Persija menjamu mereka di lapangan yang dinilai buruk. Sebagai pemain tuan rumah, ia menyadari kondisi lapangan menjadi bagian dari pengalaman pertandingan yang harus dihadapi kedua tim. Namun, situasi tersebut terasa lebih disayangkan bagi tim tamu yang datang untuk bertanding dan berusaha menampilkan permainan terbaiknya.
Ridho juga menyampaikan apresiasi terhadap cara Persik bermain. Menurutnya, tim lawan mampu memperlihatkan kualitas, termasuk melalui kombinasi umpan satu-dua yang mereka bangun selama pertandingan. Pola tersebut menunjukkan upaya Persik untuk mengalirkan bola dan menciptakan permainan yang terorganisasi, meskipun kondisi lapangan tidak mendukung sepenuhnya.
Ia menilai keadaan rumput menghambat para pemain Persik untuk bermain dengan baik. Permainan yang mengandalkan aliran bola dan kerja sama antarpemain memerlukan permukaan lapangan yang memadai. Ketika kondisi lapangan kurang mendukung, upaya membangun kombinasi dapat menjadi lebih sulit untuk dijalankan secara optimal. Karena itu, Ridho merasa prihatin bahwa kemampuan Persik tidak dapat terlihat sepenuhnya dalam kondisi pertandingan tersebut.
Pernyataan Ridho menempatkan perhatian pada dampak lapangan terhadap kualitas permainan, sekaligus menunjukkan penghargaan terhadap lawan. Ia tidak mengabaikan usaha Persik, melainkan menyoroti bahwa mereka tetap mencoba menjalankan permainan melalui umpan-umpan pendek dan kombinasi yang terukur. Rasa tidak enak yang ia sampaikan mencerminkan kesadarannya bahwa tim tamu seharusnya memperoleh kesempatan untuk bertanding dalam kondisi lapangan yang layak.
Bagi pemain, kondisi permukaan lapangan dapat memengaruhi kenyamanan dan kelancaran saat mengontrol maupun mengoper bola. Dalam pertandingan ini, Ridho mengaitkan keadaan tersebut dengan kesulitan Persik menampilkan permainan secara maksimal. Apresiasinya terhadap kombinasi satu-dua yang dilakukan lawan menegaskan bahwa Persik tetap berusaha bermain dengan cara yang mereka inginkan. Meski begitu, ia berpandangan bahwa kondisi lapangan menjadi kendala bagi upaya tersebut. Pernyataan itu sekaligus memberi gambaran bahwa kualitas pertandingan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan dan strategi pemain, tetapi juga oleh tempat mereka bermain.
Menanggapi sorotan terhadap kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS), Chico menyampaikan bahwa Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah mengarahkan Jakpro, selaku pengelola stadion, untuk terus mengoptimalkan kualitas lapangan. Arahan tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap fasilitas yang digunakan dalam berbagai agenda olahraga dan kegiatan berskala besar. Chico menegaskan, pengelolaan rumput perlu dipandang sebagai pekerjaan berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sesaat ketika muncul keluhan.
Upaya perbaikan yang didorong Pemprov DKI diharapkan dapat menunjang mutu kompetisi sekaligus memberi kenyamanan bagi seluruh pihak yang beraktivitas di stadion. Kondisi lapangan berpengaruh terhadap kebutuhan pemain saat bertanding, sementara pengalaman penonton juga menjadi pertimbangan dalam menjaga kualitas penyelenggaraan acara. Karena itu, optimalisasi tidak hanya berkaitan dengan tampilan rumput, tetapi juga kesiapan permukaan lapangan untuk digunakan sesuai fungsi dan jadwal kegiatan.
Perhatian turut diarahkan pada pola perawatan dan pemulihan rumput setelah JIS digunakan. Lapangan perlu menghadapi beban yang berbeda ketika menjadi tempat pertandingan sepak bola, konser, atau kegiatan lain dengan jumlah pengunjung besar. Setiap pemanfaatan tersebut dapat memengaruhi kondisi permukaan, sehingga pengelola perlu memperhitungkan kebutuhan pemeliharaan sebelum dan sesudah acara. Chico menyampaikan pentingnya pengelolaan yang cermat agar kondisi rumput dapat terus dijaga, tanpa menganggap bahwa perbaikan tertentu telah selesai dilakukan.
Chico juga berharap JIS dapat dimanfaatkan secara lebih maksimal, dengan jeda pemulihan yang tidak terlalu lama setelah penyelenggaraan acara besar.
Baca juga: Seniman Bantengan Probolinggo Minta Klarifikasi, Pemberitaan Berujung Laporan | Komandan Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla Kalsel dalam Rapat Evaluasi | Praktik Judi Sabung Ayam di Weru Kandat, Ketegasan Aparat Jadi Sorotan


