Sekolah Rampung Direvitalisasi, Siswa Jaktim Sambut Pramono dengan Antusias

Sekolah Rampung Direvitalisasi, Siswa Jaktim Sambut Pramono dengan Antusias

Jakarta | Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Jakarta Timur pada Senin, 12 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dilakukan setelah proses revitalisasi kedua sekolah itu rampung. Pramono tiba sekitar pukul 09.00 WIB untuk melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan yang telah selesai diperbarui.

Saat gubernur datang, para siswa sedang mengikuti kegiatan olahraga di lingkungan sekolah. Aktivitas tersebut berlangsung di area lapangan sekolah, yang menjadi bagian dari lingkungan belajar para siswa setelah revitalisasi selesai. Kehadiran Pramono kemudian menarik perhatian siswa dari jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang berada di lokasi tersebut.

Para siswa SD dan SMP langsung mendekati Pramono untuk menyambut kedatangannya. Mereka berkumpul di sekitar gubernur ketika ia berada di lingkungan sekolah. Penyambutan itu memperlihatkan antusiasme siswa terhadap kunjungan pejabat daerah tersebut, sekaligus menandai momen pertemuan langsung setelah sekolah mereka selesai direvitalisasi. Kunjungan di SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta berlangsung dalam suasana kegiatan sekolah yang sedang berjalan, dengan para siswa tetap berada di lingkungan lapangan tempat mereka berolahraga. Kehadiran Pramono menjadi perhatian utama di tengah aktivitas tersebut, sebelum agenda peninjauan sekolah dilanjutkan.

Kedatangan Pramono disambut antusias oleh para siswa setelah sekolah mereka rampung direvitalisasi. Begitu melihat kehadirannya, siswa berusaha mendekat untuk bersalaman dan menyampaikan penghargaan secara langsung. Suasana berlangsung hangat dan penuh kegembiraan, karena mereka dapat menyampaikan rasa terima kasih atas selesainya perbaikan sekolah yang selama ini menjadi tempat mereka belajar.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa menyampaikan seruan bahwa mereka berterima kasih kepada Pramono. Mereka juga menilai kondisi sekolah kini menjadi lebih bagus setelah revitalisasi selesai dilakukan. Ungkapan itu disampaikan dengan penuh semangat sebagai bentuk apresiasi atas perhatian dan dukungan terhadap lingkungan pendidikan mereka. Antusiasme siswa terlihat dari keinginan mereka untuk bergantian menyalami dan menyapa Pramono.

Pramono merespons sambutan tersebut dengan tersenyum dan menyapa para siswa. Interaksi singkat itu memperlihatkan suasana yang akrab kepala daerah dan peserta didik. Ia menerima ucapan terima kasih siswa dengan sikap ramah, sekaligus memberikan perhatian kepada mereka yang datang untuk bersalaman. Respons tersebut turut membuat suasana pertemuan terasa semakin hangat.

Dalam pesannya, Pramono mendorong para siswa agar semakin bersemangat menuntut ilmu. Ia juga mengingatkan mereka untuk rajin belajar sebagai bagian dari upaya meraih masa depan yang lebih baik. Selain itu, Pramono menyampaikan doa agar para siswa dapat sukses. Pesan tersebut menjadi dorongan bagi siswa untuk memanfaatkan sekolah yang telah diperbaiki dengan sebaik-baiknya, menjaga semangat belajar, dan terus mengembangkan kemampuan mereka. Bagi para siswa, revitalisasi sekolah bukan hanya menghadirkan bangunan yang lebih baik, tetapi juga menjadi penyemangat untuk belajar dengan lebih tekun.

Suasana kunjungan semakin meriah ketika seorang siswa mengajak Pramono bermain basket. Ajakan tersebut disampaikan di tengah rangkaian penyambutan, sehingga perhatian para siswa dan pihak sekolah beralih sejenak ke lapangan. Respons Pramono yang terbuka membuat suasana menjadi lebih akrab. Momen itu juga memperlihatkan interaksi yang berlangsung secara langsung tamu dan siswa di lingkungan sekolah yang baru selesai direvitalisasi.

Pramono menerima ajakan tersebut tanpa ragu. Setelah itu, ia menuju lapangan basket bersama para siswa. Kehadirannya di lapangan disambut dengan antusias, sementara siswa tampak bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Ajakan sederhana itu kemudian berkembang menjadi kesempatan untuk bermain bersama dalam suasana yang cair dan penuh kegembiraan.

Di lapangan, Pramono bermain basket bersama para siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian yang menonjol dalam kunjungannya karena menghadirkan suasana yang lebih dekat dan tidak formal. Para siswa dapat berinteraksi secara langsung, sedangkan Pramono menunjukkan kesediaannya untuk ikut merasakan pengalaman mereka di lingkungan sekolah. Kemeriahan itu melengkapi penyambutan yang sebelumnya berlangsung di area sekolah.

Setelah momen bermain basket tersebut, perhatian dapat diarahkan kembali pada kondisi sekolah yang menjadi tujuan kunjungan. Lapangan dan lingkungan sekitar merupakan bagian dari fasilitas yang mendukung aktivitas siswa setelah sekolah rampung direvitalisasi. Kehadiran Pramono bersama para siswa di lapangan sekaligus menjadi pengantar untuk melihat lebih jauh berbagai pembaruan fasilitas sekolah. Dengan demikian, suasana hangat selama kunjungan tidak hanya menandai antusiasme siswa, tetapi juga memperlihatkan pemanfaatan ruang sekolah dalam kegiatan bersama.

Revitalisasi kawasan pendidikan di Pekayon dilakukan untuk memperbarui bangunan sekolah yang telah digunakan selama puluhan tahun. SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 merupakan bangunan yang berdiri sejak 1972, sedangkan gedung SMPN 91 Jakarta berdiri sejak 1962. Kondisi tersebut menjadi latar belakang dilaksanakannya rehabilitasi dan penataan ulang fasilitas agar kegiatan belajar mengajar berlangsung di lingkungan yang lebih memadai.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 269 Tahun 2025, SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 diregrouping menjadi satu kesatuan di SDN Pekayon 05. Selain itu, SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta disatukan dalam satu kawasan pendidikan terintegrasi. Pengaturan tersebut mendukung pemanfaatan lahan, bangunan, serta fasilitas secara lebih terkoordinasi bagi jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Sebelum rehabilitasi, SDN Pekayon 05 dan SDN Pekayon 12 memiliki 24 rombongan belajar dengan 14 ruang kelas. Setelah pekerjaan selesai, tersedia 30 ruang kelas yang dapat meningkatkan daya tampung siswa secara bertahap. Pada SMPN 91 Jakarta, kondisi sebelumnya mencakup 16 rombongan belajar dengan delapan ruang kelas. Setelah direhabilitasi, sekolah tersebut memiliki 21 ruang kelas untuk mendukung kebutuhan pembelajaran.

Bangunan hasil revitalisasi terdiri atas enam lantai dengan ruang kelas dan berbagai fasilitas pendukung. Fasilitas itu meliputi laboratorium, perpustakaan, musala, kantin, toilet, toilet disabilitas, UKS, ruang bimbingan konseling, serta aula. Kawasan tersebut juga dilengkapi panel surya dan sistem proteksi kebakaran. Untuk menunjang aktivitas olahraga, tersedia lapangan futsal dan lapangan basket. Seluruh fasilitas dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran, layanan siswa, aktivitas olahraga, pertemuan, serta berbagai kegiatan bersama di lingkungan pendidikan.

Baca juga: Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh | Pemkot Tangerang keluarkan SE jemput anak sekolah pada 27–28 Agustus | Jembatan Keempat Rampung, Kodim 1710/Mimika Terus Bangun Konektivitas