Quorra Princy Borong Dua Gelar di Liga Tenis Indonesia Seri 2

Quorra Princy Borong Dua Gelar di Liga Tenis Indonesia Seri 2

Jakarta | Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menyelenggarakan Liga Tenis Indonesia 2026 Seri 2 di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Jakarta Timur. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian liga yang memberi ruang bagi para petenis untuk berkompetisi serta menunjukkan kemampuan mereka. Kehadiran pemain muda yang tampil menonjol turut menjadi perhatian dalam penyelenggaraan seri kedua ini.

Digelar di Jakarta Timur, ajang tersebut mempertemukan peserta dalam suasana kompetitif di lapangan. Penampilan para pemain muda memberi warna tersendiri bagi pertandingan, sekaligus memperlihatkan potensi generasi penerus tenis Indonesia. Liga ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji permainan, menjaga konsistensi, dan memperoleh pengalaman bertanding. Bagi penonton, persaingan antarpeserta juga menghadirkan kesempatan menyaksikan perkembangan talenta muda dalam kompetisi yang diselenggarakan PP Pelti.

Informasi penyelenggaraan mencantumkan rentang waktu 14–17 Oktober 2026. Sementara itu, keterangan mengenai pertandingan final menyebut bahwa laga tersebut berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kedua keterangan tanggal tersebut dicatat sebagaimana tercantum dalam informasi acara. Dengan berlangsungnya Liga Tenis Indonesia 2026 Seri 2 di Lapangan Tenis Jatayu Mabes AU, Jakarta Timur, perhatian tertuju pada jalannya pertandingan dan penampilan peserta, khususnya pemain muda yang menjadi sorotan. Seri ini menambah agenda kompetisi tenis nasional pada 2026 dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pertandingan bagi atlet di berbagai tahap perkembangan. Para peserta berkesempatan menunjukkan kemampuan di hadapan publik, sementara penyelenggaraan diharapkan mendukung iklim kompetitif yang mendorong peningkatan kualitas permainan. Rangkaian pertandingan dan hasilnya menjadi bagian penting dari perjalanan para petenis dalam mengikuti kompetisi nasional tersebut.

Quorra Princy mencatat pencapaian istimewa di Liga Tenis Indonesia Seri 2 dengan merebut gelar juara pada nomor tunggal putri dan ganda putri. Atlet berusia 14 tahun itu tampil konsisten dalam dua partai final, lalu menuntaskan keduanya dengan kemenangan meyakinkan. Keberhasilan tersebut membuatnya pulang membawa dua gelar dari satu turnamen. Hasil ini sekaligus menunjukkan kemampuannya bersaing dalam pertandingan tunggal maupun saat bermain bersama pasangan.

Pada final tunggal putri, Quorra berhadapan dengan Callista Rosiana. Ia mengendalikan pertandingan dan menang dua set langsung dengan skor 6-2, 6-3. Meski unggul dalam dua set, kemenangan itu diraih di tengah persaingan yang menurut Quorra tetap berlangsung ketat. Ia menilai para lawan yang dihadapinya memiliki kualitas permainan yang baik, sehingga setiap pertandingan menuntut fokus dan upaya maksimal. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi juara di nomor tunggal.

Menariknya, Quorra kemudian berpasangan dengan Callista untuk menghadapi Fajrina Aurelia dan Dinda Nurmayandha pada final ganda putri. Kali ini, keduanya tampil sebagai satu tim dan menang dengan skor 6-1, 6-1. Kemenangan tersebut memastikan gelar kedua bagi Quorra di Seri 2. Setelah meraih dua titel, ia mengungkapkan rasa senangnya atas pencapaian itu. Namun, hasil tersebut bukan sesuatu yang ia perkirakan sebelumnya. Quorra menyebut keberhasilan menyapu gelar tunggal dan ganda berada di luar dugaan. Ia juga mengapresiasi kemampuan para pesaing dan menegaskan bahwa pertandingan yang dijalani tidak mudah. Dua gelar itu menjadi catatan penting bagi pemain muda tersebut, sekaligus buah dari penampilannya sepanjang turnamen. Raihan ini memperlihatkan bahwa Quorra mampu menghadapi tantangan berbeda dalam dua format pertandingan. Di nomor tunggal, ia harus mengandalkan permainan sendiri, sedangkan di ganda, ia bekerja sama dengan Callista. Keduanya berhasil menutup final ganda dengan kemenangan dua set tanpa balas, melengkapi hasil positif Quorra di partai tunggal. Prestasi tersebut menjadi salah satu sorotan pada Liga Tenis Indonesia Seri 2.

Sekretaris Jenderal PP Pelti Andi Fajar Asti menyatakan puas atas hasil Liga Tenis Indonesia Seri 2. Menurutnya, seri kedua menghadirkan hal menarik karena muncul pemain baru yang mampu menonjol di tengah persaingan. Kehadiran atlet-atlet muda tersebut menjadi salah satu hasil yang menggembirakan bagi Pelti. Kompetisi ini memberi ruang bagi para pemain untuk tampil dan menunjukkan kemampuan, sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan tenis Indonesia dapat menghadirkan nama-nama baru yang layak diperhatikan.

Andi juga menyebut keberhasilan Quorra Princy meraih dua gelar sebagai kejutan yang dinantikan. Penampilan dominan petenis berusia 14 tahun itu menjadi salah satu sorotan pada seri kedua. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pemain muda dapat tampil menonjol dalam kompetisi, tetapi Andi tidak memisahkannya dari perhatian terhadap proses pembinaan. Dominasi Quorra, menurut makna pernyataannya, menjadi pengingat pentingnya pembinaan atlet agar potensi pemain muda dapat berkembang melalui proses yang tepat.

Pelti memandang liga ini sebagai bagian dari upaya membuka kesempatan bagi pemain untuk berkembang dan mendapat pengalaman bertanding. Munculnya pemain baru yang menonjol serta hasil Quorra memberi catatan positif bagi penyelenggaraan seri kedua. Namun, harapan yang disampaikan Andi tidak berhenti pada pencapaian di tingkat liga. Pelti ingin kompetisi semacam ini turut mendukung lahirnya atlet yang sanggup bersaing lebih luas, dengan perkembangan yang berkelanjutan dari waktu ke waktu.

Ke depan, Pelti berharap Liga Tenis Indonesia dapat melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat global. Para pemain yang tumbuh melalui kompetisi dan pembinaan diharapkan kelak dapat mewakili Indonesia dalam ajang multievent. Harapan tersebut menjadi tujuan jangka panjang yang menyertai penilaian positif atas seri kedua. Bagi Pelti, kemunculan pemain muda seperti Quorra menambah optimisme sekaligus menegaskan pentingnya menjaga pembinaan agar atlet memiliki kesempatan untuk berkembang dan membawa kemampuan mereka ke panggung yang lebih besar.

Selain persaingan di nomor putri, nomor putra turut menghadirkan pertandingan yang menentukan gelar juara Liga Tenis Indonesia Seri 2. Pada nomor tunggal putra, Claudio Renardi tampil sebagai juara setelah menaklukkan Akmal Junaini dalam dua set. Renardi mengamankan set pertama dengan skor 6-3, kemudian memastikan kemenangan melalui skor 6-4 pada set kedua. Hasil tersebut mengakhiri pertandingan dalam dua set langsung dan menempatkan Renardi sebagai pemenang tunggal putra.

Akmal Junaini berusaha memberikan perlawanan sepanjang laga, tetapi Renardi mampu menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir. Skor pada kedua set menunjukkan persaingan yang tetap berlangsung ketat, khususnya pada set kedua, ketika Akmal berupaya mengejar ketertinggalan. Namun, Renardi berhasil mempertahankan permainan dan menutup pertandingan dengan kemenangan. Gelar ini menjadi salah satu hasil penting dalam rangkaian kompetisi yang mempertemukan para petenis di Seri 2.

Gelar ganda putra diraih oleh pasangan Michal Ihsan dan Raphael Rio Suryana. Mereka mengalahkan Rizky Varellito dan Ragil Putra dalam pertandingan dua set langsung. Sumber pertandingan tidak mencantumkan skor akhir, sehingga hasil tersebut tercatat berdasarkan kemenangan Ihsan dan Suryana tanpa rincian angka pada tiap set. Keberhasilan pasangan itu melengkapi daftar juara nomor putra sekaligus memperlihatkan persaingan antarpasangan yang menjadi bagian dari turnamen.

Ketua Dewan Penasihat Pelti, Mayjen TNI Arkamelvi Karmani, menyampaikan rasa syukur atas munculnya bibit-bibit baru dalam tenis Indonesia. Menurutnya, kehadiran atlet muda yang menunjukkan kemampuan di lapangan merupakan perkembangan yang patut disambut dan didukung. Ia juga menilai pertandingan seperti Liga Tenis Indonesia perlu terus diadakan agar para atlet memperoleh kesempatan bertanding secara rutin. Melalui kompetisi, kemampuan pemain dapat terasah, pengalaman bertambah, dan kesiapan mereka menghadapi persaingan semakin kuat.