Jakarta | Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan laga tandang Timnas Indonesia melawan Yordania dibatalkan dengan pertimbangan keselamatan pemain. Pertandingan tersebut semula dijadwalkan berlangsung di Amman pada 13 November. Keputusan ini berarti skuad Garuda tidak akan menjalani agenda uji coba tersebut sesuai rencana awal.
Kabar pembatalan diketahui melalui pengumuman di situs resmi asosiasi sepak bola Yordania pada Kamis (5/11). Dalam keterangan itu, pihak Yordania menyebut permintaan untuk membatalkan pertandingan berasal dari PSSI. Pernyataan Erick Thohir kemudian menegaskan bahwa keselamatan para pemain menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Langkah itu menunjukkan bahwa aspek keamanan menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan agenda pertandingan internasional. Meski laga telah direncanakan digelar di Amman, PSSI memilih tidak melanjutkannya setelah mempertimbangkan kondisi yang ada. Keputusan tersebut disampaikan sebagai upaya untuk mengutamakan perlindungan pemain, bukan sekadar memenuhi jadwal yang telah disusun sebelumnya.
Pembatalan juga membuat rencana persiapan Timnas Indonesia perlu menyesuaikan diri. Laga uji coba biasanya dimanfaatkan untuk menjaga ritme permainan dan mengukur kesiapan tim, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada situasi yang memungkinkan. Dalam hal ini, PSSI menempatkan keselamatan sebagai prioritas ketika memutuskan apakah pertandingan dapat berlangsung atau tidak.
Pengumuman dari asosiasi sepak bola Yordania dan penjelasan Erick Thohir memberikan informasi mengenai perubahan agenda tersebut, sekaligus menjelaskan pihak yang mengajukan pembatalan. Hingga keterangan yang disampaikan, fokus utama keputusan itu adalah memastikan pemain tidak harus menjalani pertandingan dalam kondisi yang dinilai perlu dipertimbangkan dari sisi keamanan. PSSI belum mengumumkan pengganti untuk laga tersebut dalam informasi yang tersedia, sehingga agenda selanjutnya bagi Timnas Indonesia masih menunggu kepastian lebih lanjut.
Erick Thohir menjelaskan bahwa keputusan mengenai laga Indonesia kontra Yordania mempertimbangkan situasi di Timur Tengah. Saat berada di Jakarta pada Kamis (5/11), ia menyampaikan bahwa keadaan di kawasan tersebut tidak mudah. Keterangan itu menjadi dasar untuk memahami mengapa pertandingan yang direncanakan tidak jadi digelar. PSSI, menurut Erick, menempatkan keselamatan pemain sebagai prioritas dalam mengambil keputusan terkait agenda pertandingan. Penjelasan tersebut menegaskan bahwa pertimbangan keamanan dan kondisi yang ada tidak dapat dipisahkan dari penyelenggaraan laga internasional. PSSI memilih mengutamakan perlindungan pemain ketika menilai apakah pertandingan dapat terlaksana, dengan mempertimbangkan situasi yang disampaikan Erick.
Dalam keterangannya, Erick tidak menguraikan lebih jauh keadaan di kawasan tersebut. Ia menekankan bahwa situasi Timur Tengah tidak mudah dan bahwa keselamatan pemain harus menjadi perhatian utama. Dengan demikian, keputusan tidak menggelar laga melawan Yordania dijelaskan melalui prioritas tersebut, bukan sebagai penilaian terhadap pihak tertentu. PSSI memandang bahwa rencana pertandingan perlu disesuaikan dengan pertimbangan keselamatan. Pernyataan Erick juga menunjukkan bahwa jadwal olahraga tidak berdiri sendiri, melainkan perlu memperhatikan keadaan yang relevan bagi para pemain. Namun, inti penjelasan yang disampaikan di Jakarta tetap terbatas pada situasi yang tidak mudah dan pentingnya menjaga keselamatan pemain.
Erick menyampaikan sikap itu sebagai penjelasan atas tidak terlaksananya pertandingan Indonesia kontra Yordania. Ia menegaskan bahwa PSSI mendahulukan keselamatan pemain dalam menghadapi situasi yang disebutnya tidak mudah. Karena itu, laga tersebut tidak jadi digelar. Penjelasan ini memberi gambaran mengenai dasar pertimbangan PSSI tanpa menambahkan rincian lain tentang keadaan di Timur Tengah maupun risiko yang mungkin dihadapi tim. Fokus pernyataan berada pada tanggung jawab untuk memastikan keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama sebelum pertandingan berlangsung. Bagi PSSI, keputusan terkait laga tersebut mengikuti prinsip itu. Pernyataan Erick pada Kamis (5/11) di Jakarta dengan demikian menjelaskan alasan utama pembatalan, yakni perhatian terhadap keselamatan di tengah situasi kawasan yang tidak mudah.
Hingga saat ini, PSSI belum menetapkan agenda pengganti bagi Timnas Indonesia untuk mengisi FIFA Matchday November 2026 setelah laga kontra Yordania tidak jadi digelar. Keputusan terkait pertandingan tersebut mengutamakan keselamatan pemain, sementara opsi untuk tetap menjalani agenda internasional pada periode yang sama masih perlu dibahas lebih lanjut. Dengan demikian, belum ada lawan maupun jadwal baru yang dapat dipastikan untuk skuad Garuda.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyerahkan pembahasan mengenai rencana alternatif kepada Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Keduanya diharapkan menelaah kemungkinan yang tersedia dengan mempertimbangkan kebutuhan tim dan kondisi pemain. Pembahasan itu menjadi tahap awal sebelum federasi mengambil keputusan mengenai bentuk kegiatan yang paling tepat selama jendela FIFA Matchday tersebut.
Erick menyampaikan bahwa dirinya dan pihak terkait masih perlu berdiskusi mengenai rencana tersebut. Pernyataan itu menunjukkan bahwa opsi pengganti belum diputuskan, dan proses pembahasan masih berlangsung. PSSI belum mengumumkan apakah Timnas Indonesia akan menghadapi negara lain, menjalani agenda alternatif, atau tidak menggelar pertandingan pada periode tersebut. Kepastian baru dapat disampaikan setelah BTN, pelatih, dan federasi menyelesaikan evaluasi serta menyepakati langkah berikutnya.
Penentuan agenda juga perlu disesuaikan dengan persiapan tim menuju kompetisi mendatang. Karena itu, keputusan tidak hanya berkaitan dengan mencari lawan pengganti, tetapi juga memastikan kegiatan yang dipilih memberikan manfaat bagi perkembangan skuad tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Sampai ada pengumuman resmi, pendukung Timnas Indonesia sebaiknya memandang setiap opsi sebagai kemungkinan, bukan sebagai pertandingan yang telah terkonfirmasi. PSSI masih menunggu masukan dari BTN dan John Herdman sebelum menentukan keputusan akhir mengenai FIFA Matchday November 2026.
Timnas Indonesia sebelumnya dijadwalkan menjalani dua pertandingan internasional pada pertengahan November 2026, masing-masing melawan Yordania dan Kuwait. Kedua laga tersebut dirancang sebagai bagian dari persiapan skuad menuju Piala Asia 2027, sekaligus kesempatan bagi tim pelatih untuk menilai kondisi pemain dan menguji susunan tim. Namun, perubahan rencana membuat agenda itu tidak terlaksana. Pertandingan kontra Yordania dan Kuwait sama-sama batal digelar, sehingga program persiapan yang semula disusun untuk periode tersebut harus disesuaikan.
Perubahan jadwal ini berlangsung di tengah bergesernya waktu penyelenggaraan Piala Asia 2027. Kejuaraan yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada Januari dipastikan mundur hingga Desember 2027. Perubahan tersebut memberi jarak waktu yang lebih panjang sebelum turnamen, sekaligus mengubah rentang persiapan yang perlu dirancang oleh tim nasional. Dengan demikian, pertandingan pada November yang semula diproyeksikan menjadi bagian dari rangkaian menuju kompetisi kontinental itu tidak lagi masuk dalam agenda seperti rencana awal.
Sebelum rencana pertandingan pada November tersebut, penampilan terakhir Timnas Indonesia tercatat dalam FIFA ASEAN Cup pada September hingga Oktober 2026. Jeda setelah turnamen itu semula akan diisi dengan laga melawan dua lawan dari kawasan berbeda, tetapi pembatalan membuat tim tidak menjalani pertandingan tersebut. Situasi ini berarti staf pelatih perlu menata ulang kalender latihan dan pertandingan berikutnya dengan mempertimbangkan perubahan waktu Piala Asia serta kondisi para pemain. Meski dua uji tanding tidak jadi berlangsung, fokus persiapan tetap diarahkan pada agenda besar berikutnya. Penyesuaian jadwal juga perlu dilakukan secara cermat agar kebutuhan kompetitif tim berjalan seiring dengan pertimbangan keselamatan pemain, terutama ketika menentukan kapan dan dalam kondisi apa skuad kembali bertanding.
Baca juga: Mediasi Warga Digelar Usai Petasan Acara Maulid di Pondok Pinang Picu Keberatan | 47 Aksi Digelar di Jakarta, Polda Metro Jaya Kerahkan 3.983 Personel Gabungan
31 kunjungan