Pemerintah Siapkan Rp158 Miliar untuk Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026

Pemerintah Siapkan Rp158 Miliar untuk Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games 2026

Jakarta | Pemerintah menyiapkan total bonus sebesar Rp158 miliar bagi atlet dan pelatih Indonesia yang meraih prestasi pada Asian Games dan Asian Para Games 2026. Anggaran tersebut menjadi bentuk penghargaan atas capaian olahraga sekaligus dukungan bagi para penerima setelah menjalani persiapan dan kompetisi. Penyaluran bonus melibatkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung proses administrasi dan memastikan dana dapat diterima melalui rekening masing-masing penerima sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan keterangan hingga Selasa, 27 Oktober 2026, sebanyak 219 rekening penerima telah disiapkan. Pembukaan rekening tersebut telah mencapai 100 persen, sehingga seluruh rekening yang diperlukan untuk proses penyaluran sudah tersedia. Persiapan ini merupakan bagian dari tahapan administrasi sebelum bonus diberikan kepada atlet dan pelatih yang berhak. Dengan rekening penerima telah dibuka, Kemenpora dan BRI dapat melanjutkan koordinasi untuk mendukung kelancaran proses distribusi dana. Kesiapan rekening tidak berarti seluruh bonus langsung masuk pada waktu yang sama, karena penyaluran akan mengikuti tahapan dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah.

Bonus Rp158 miliar itu ditujukan bagi penerima berprestasi di dua ajang olahraga tersebut, termasuk atlet dan pelatih. Pemerintah akan menyalurkan dana secara bertahap, dengan pelaksanaan mengacu pada ketentuan yang berlaku. Mekanisme ini menjadi acuan dalam memastikan proses pembayaran berjalan tertib, mulai dari pencocokan data penerima hingga penyaluran ke rekening yang telah disiapkan. Karena itu, penyelesaian pembukaan rekening menjadi langkah penting, tetapi tetap merupakan bagian dari rangkaian penyaluran, bukan penanda bahwa pembayaran telah selesai. Kemenpora bekerja sama dengan BRI dalam mendukung aspek penyaluran, sementara aturan dan tahapan pemerintah menjadi pedoman pelaksanaannya. Informasi mengenai kesiapan 219 rekening menunjukkan bahwa persiapan administrasi telah mencapai tahap penuh. Para penerima dapat memperoleh bonus secara bertahap sesuai proses yang telah ditentukan, dengan nominal dan waktu penyaluran mengikuti kebijakan serta mekanisme pemerintah.

Alokasi bonus untuk kedua ajang disusun dalam dua kelompok terpisah, yakni Asian Games 2026 dan Asian Para Games 2026. Pemisahan ini memperjelas besaran dana, jumlah rekening, serta jumlah atlet dan pelatih yang menjadi penerima pada masing-masing kompetisi. Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan sekitar Rp158 miliar untuk 219 orang, terdiri atas 152 atlet dan 67 pelatih. Angka total tersebut merupakan gabungan dari dua alokasi, bukan jumlah penerima pada salah satu ajang saja.

Untuk Asian Games 2026, disiapkan 117 rekening dengan estimasi nilai bonus sekitar Rp61 miliar. Penerimanya terdiri atas 87 atlet dan 30 pelatih. Dengan demikian, jumlah penerima untuk Asian Games mencapai 117 orang, sesuai dengan jumlah rekening yang disiapkan. Dana pada kelompok ini diperuntukkan bagi atlet dan pelatih yang berpartisipasi dalam Asian Games, dan tidak termasuk dalam rincian alokasi Asian Para Games.

Sementara itu, Asian Para Games 2026 memperoleh alokasi sekitar Rp97 miliar melalui 102 rekening. Rinciannya mencakup 65 atlet dan 37 pelatih, sehingga total penerima pada ajang ini berjumlah 102 orang. Jumlah tersebut juga sejalan dengan jumlah rekening yang direncanakan untuk kelompok penerima Asian Para Games. Besaran dana untuk ajang ini lebih tinggi daripada alokasi Asian Games, tetapi kategori penerima dan jumlah orangnya tetap dihitung tersendiri.

Jika kedua rincian digabungkan, jumlah atlet penerima adalah 87 dari Asian Games ditambah 65 dari Asian Para Games, sehingga totalnya 152 atlet. Jumlah pelatih mencapai 30 orang pada Asian Games dan 37 orang pada Asian Para Games, atau 67 pelatih. Kedua kategori tersebut menghasilkan total 219 penerima. Dari sisi dana, estimasi Rp61 miliar untuk Asian Games dan sekitar Rp97 miliar untuk Asian Para Games membentuk total kurang lebih Rp158 miliar. Rincian terpisah ini membantu menunjukkan bahwa setiap angka merujuk pada ajang dan kelompok penerima yang berbeda, sekaligus memberikan gambaran menyeluruh mengenai rencana penghargaan bagi atlet serta pelatih Indonesia pada 2026.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memandang bonus bagi atlet sebagai bentuk penghargaan negara atas kerja keras dan pengorbanan mereka ketika membela Indonesia di ajang internasional. Penghargaan tersebut, menurutnya, tidak semata-mata berkaitan dengan besaran uang yang diterima, tetapi juga menjadi pengakuan atas proses panjang yang ditempuh atlet untuk mencapai prestasi. Persiapan, disiplin, latihan, serta perjuangan menghadapi lawan dari berbagai negara merupakan bagian dari kontribusi yang patut diapresiasi. Dengan memberikan bonus, pemerintah menyampaikan bahwa upaya para atlet membawa nama Indonesia mendapat perhatian dan penghormatan.

Dalam rencana pemberian bonus untuk Asian Games 2026, atlet Indonesia yang meraih medali emas akan memperoleh Rp3 miliar. Erick menyebut nominal itu sebagai bonus terbesar yang pernah diberikan kepada atlet Indonesia peraih emas Asian Games. Besaran tersebut menjadi salah satu wujud nyata penghargaan pemerintah terhadap capaian tertinggi dalam kompetisi tersebut. Pencapaian medali emas menuntut persiapan dan konsistensi, sehingga apresiasi yang disiapkan diharapkan sepadan dengan perjuangan atlet. Rencana ini juga menunjukkan bahwa pemerintah berupaya memberi perhatian terhadap prestasi olahraga sekaligus kesejahteraan mereka yang berjuang di arena internasional.

Erick turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menunjukkan komitmen untuk menghargai perjuangan atlet Indonesia. Komitmen itu tercermin melalui perhatian pemerintah terhadap para atlet dan rencana pemberian bonus bagi mereka yang berhasil meraih prestasi. Penghargaan tersebut menjadi pesan bahwa keberhasilan di kompetisi internasional bukan hanya capaian individu, melainkan juga kebanggaan bagi bangsa. Bagi atlet, dukungan semacam ini dapat menjadi pengakuan atas usaha yang telah diberikan untuk mengharumkan nama Indonesia. Pemerintah berharap apresiasi tersebut mendorong semangat berprestasi, tanpa mengurangi nilai utama perjuangan, sportivitas, dan dedikasi dalam mewakili negara. Dengan demikian, bonus diposisikan sebagai penghormatan atas kerja keras, sekaligus bentuk dukungan terhadap atlet yang membawa Indonesia bersaing di tingkat Asia.

Erick menegaskan bahwa penghargaan bagi atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games dan Asian Para Games 2026 tidak semata-mata dimaknai sebagai hadiah atas medali yang berhasil diraih. Bonus tersebut juga menjadi bentuk pengakuan terhadap perjalanan panjang, pengorbanan, serta perjuangan para atlet dalam membawa nama Indonesia ke tingkat dunia. Di balik hasil pertandingan, terdapat dedikasi dan upaya yang patut dihargai, termasuk dari atlet yang berjuang mewakili bangsa di ajang internasional.

Penekanan itu menunjukkan bahwa apresiasi pemerintah memiliki makna lebih luas daripada penghargaan terhadap capaian di podium. Para atlet mengemban tanggung jawab besar ketika tampil membela Indonesia, sekaligus menghadapi tuntutan persiapan dan kompetisi. Karena itu, pengakuan atas usaha mereka menjadi bagian penting dari perhatian terhadap atlet. Bonus diharapkan mencerminkan penghormatan kepada kerja keras tersebut, bukan hanya menjadi ukuran berdasarkan jumlah medali yang diperoleh. Erick menyampaikan bahwa perjuangan membawa identitas nasional di hadapan dunia layak mendapatkan apresiasi.

Erick juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BRI dalam mendukung penyaluran penghargaan tersebut. Dukungan perbankan dinilai membantu memastikan dana dapat diterima atlet dengan aman. Selain aspek penyaluran, keterlibatan itu turut memberi bantuan agar atlet memahami pengelolaan keuangan. Dengan demikian, dukungan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan penerimaan bonus, tetapi juga mencakup perhatian pada pemahaman atlet mengenai keuangan. Erick menghargai kontribusi BRI dalam mendukung kebutuhan tersebut, sejalan dengan upaya menghormati perjuangan atlet dan memastikan apresiasi dapat diterima secara baik.

Baca juga: Ketum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon Hadiri Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 | TNI Bersama Pemerintah Perkuat Penanggulangan Karhutla | Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi: Kodim 0813 Bojonegoro Bangun Sarana Olahraga Militer, Siapkan Santri Jadi Prajurit TNI