Munafri Arifuddin Masuk Bursa Ketua Demokrat Sulsel Usai Tinggalkan Golkar

Munafri Arifuddin Masuk Bursa Ketua Demokrat Sulsel Usai Tinggalkan Golkar

Kota Makassar | Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, mendaftarkan diri sebagai calon Ketua DPW Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Pencalonan tersebut berlangsung setelah ia mengundurkan diri dari Partai Golkar. Langkah itu menempatkan Appi dalam bursa kepemimpinan partai di tingkat provinsi, sekaligus menjadi perhatian dalam dinamika politik Sulawesi Selatan. Sebagai kepala daerah di ibu kota provinsi, keterlibatannya dalam pemilihan ketua wilayah Demokrat membawa dimensi politik lokal yang cukup menonjol.

Appi mengembalikan formulir pencalonan pada Minggu, 18 Oktober. Dalam proses tersebut, ia disebut memperoleh dukungan dari 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat yang tersebar di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Dukungan itu disampaikan sebagai dukungan dari seluruh DPC di wilayah tersebut. Kehadiran para pengurus daerah ketika formulir dikembalikan juga menjadi penanda bahwa pencalonan Appi mendapat perhatian dan keterlibatan dari struktur partai di tingkat kabupaten/kota.

Sekretaris DPD Demokrat Sulawesi Selatan, Haidar Majid, menerangkan bahwa para ketua DPC hadir saat Appi menyerahkan kembali formulir pencalonan. Keterangan Haidar memberikan konteks mengenai klaim dukungan dari 24 cabang tersebut, sebab para ketua organisasi tingkat daerah hadir langsung dalam agenda itu. Meski demikian, kehadiran dalam kegiatan pencalonan dan dukungan terhadap kandidat merupakan informasi yang disampaikan dalam rangkaian proses tersebut; keputusan akhir tetap mengikuti mekanisme partai yang berlaku.

Pencalonan ini terjadi setelah Appi meninggalkan Golkar, partai yang sebelumnya menjadi wadah politiknya. Perpindahan tersebut membuat proses menuju pemilihan Ketua DPW Demokrat Sulsel menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya. Klaim dukungan dari seluruh DPC dapat memperlihatkan tingkat penerimaan awal di kalangan kader daerah, tetapi tahapan organisasi selanjutnya akan menentukan hasilnya. Perkembangan pencalonan Appi pun akan bergantung pada proses internal Demokrat, termasuk penilaian dan keputusan yang ditetapkan sesuai aturan partai.

Formulir dan berkas persyaratan pencalonan Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, telah diperiksa oleh panitia setelah ia mengembalikan formulir pendaftaran. Hasil pemeriksaan tersebut menyatakan bahwa seluruh berkas yang diserahkan dinyatakan lengkap. Informasi ini disampaikan Haidar Majid setelah proses pengembalian formulir berlangsung. Dengan demikian, pencalonan Appi dalam bursa Ketua Demokrat Sulawesi Selatan telah melalui pemeriksaan kelengkapan berkas pada tahap tersebut.

Pernyataan Haidar menjadi keterangan mengenai hasil pemeriksaan panitia, bukan sekadar kabar tentang penyerahan formulir. Dalam proses pencalonan, status lengkap menunjukkan bahwa formulir dan persyaratan yang diajukan telah diperiksa dan dinilai memenuhi kelengkapan yang diminta pada saat itu. Namun, keterangan tersebut terbatas pada pemeriksaan berkas. Informasi itu tidak dengan sendirinya menjelaskan hasil akhir pemilihan ataupun memastikan siapa yang nantinya akan memimpin partai di tingkat provinsi.

Pengembalian formulir menandai langkah Appi dalam mengikuti proses penjaringan calon ketua. Setelah berkasnya dinyatakan lengkap, pencalonannya tercatat memenuhi aspek kelengkapan administrasi sebagaimana disampaikan oleh Haidar. Tidak ada rincian lebih lanjut mengenai jenis dokumen yang diperiksa atau unsur persyaratan tertentu yang menjadi dasar penilaian. Karena itu, informasi mengenai status berkas sebaiknya dipahami sesuai keterangan yang tersedia, tanpa menambahkan detail yang belum disampaikan panitia.

Perkembangan ini juga menjadi bagian dari dinamika politik Sulawesi Selatan, terutama setelah Appi meninggalkan Golkar dan masuk dalam bursa Ketua Demokrat Sulsel. Untuk saat ini, keterangan yang dapat dipastikan dari pernyataan Haidar adalah bahwa formulir serta berkas persyaratan pencalonan Appi telah diperiksa dan dinyatakan lengkap setelah dikembalikan. Tahap berikutnya dalam pencalonan maupun keputusan mengenai ketua terpilih tidak dijelaskan dalam informasi tersebut. Status lengkap itu memberi kepastian mengenai kelengkapan berkas yang diperiksa, tetapi tidak perlu ditafsirkan lebih jauh sebagai hasil akhir kontestasi. Publik dapat membedakan terpenuhinya kelengkapan persyaratan dan keputusan politik selanjutnya. Keduanya merupakan hal yang berbeda, dan keterangan Haidar hanya menegaskan hasil pemeriksaan dokumen pencalonan Appi.

Menurut Haidar, dukungan terhadap Munafri Arifuddin atau Appi tidak hanya datang dari pihak-pihak di dalam Partai Demokrat, tetapi juga dari organisasi sayap partai tersebut. Keterangan itu menambah gambaran mengenai dukungan yang disebut mengiringi namanya dalam bursa Ketua Demokrat Sulawesi Selatan. Haidar menyampaikan dukungan tersebut sebagai bagian dari dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda), tanpa menyatakan bahwa dukungan itu dengan sendirinya menentukan hasil pemilihan.

Organisasi sayap partai dapat menjadi salah satu unsur yang menyuarakan sikap dalam proses politik internal. Namun, informasi mengenai dukungan kepada Appi perlu ditempatkan sesuai atribusinya, yakni sebagai keterangan yang disampaikan Haidar. Tidak ada dasar untuk menganggap bahwa seluruh unsur atau pemilik hak suara telah menyatakan sikap yang sama, kecuali hal tersebut dinyatakan secara terpisah oleh sumber yang berwenang. Dengan demikian, dukungan yang disebutkan merupakan bagian dari perkembangan menjelang Musda, bukan hasil akhir proses pemilihan.

Di sisi lain, sumber menyebut Appi sebagai calon tunggal dalam Musda Demokrat Sulsel. Status tersebut menggambarkan situasi pencalonan sebagaimana disampaikan sumber pada saat informasi itu muncul. Sebutan calon tunggal tidak dengan sendirinya berarti Appi telah terpilih atau bahwa proses Musda telah selesai. Keputusan mengenai kepemimpinan tetap bergantung pada mekanisme dan tahapan resmi yang berlaku di dalam partai. Karena itu, kabar tentang dukungan organisasi sayap dan status pencalonan perlu dibedakan dari keputusan akhir forum.

Kedua informasi tersebut menunjukkan bahwa nama Appi mendapat perhatian dalam persiapan pemilihan ketua di tingkat daerah. Meski demikian, pembaca perlu mencermati siapa yang menyampaikan setiap keterangan dan konteks waktunya. Haidar menjadi atribusi untuk informasi mengenai dukungan organisasi sayap, sementara penyebutan Appi sebagai calon tunggal berasal dari sumber yang menyampaikan status pencalonan tersebut. Pemisahan atribusi ini penting agar perkembangan politik internal Demokrat Sulsel tersaji secara proporsional, serta tidak menimbulkan kesan bahwa dukungan atau pencalonan tunggal sudah memastikan hasil Musda.

Musyawarah Daerah (Musda) yang menjadi bagian dari proses pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan dijadwalkan berlangsung di Makassar pada 23 Oktober 2026. Agenda tersebut akan menentukan kepemimpinan organisasi Demokrat di tingkat provinsi, sekaligus menjadi perhatian setelah nama Munafri Arifuddin muncul dalam bursa calon ketua. Munafri, yang akrab disapa Appi, sebelumnya dikenal sebagai kader Golkar dan pernah memimpin DPD II Golkar Makassar. Perpindahan partai yang ia lakukan menjelang pelaksanaan Musda pun menambah dinamika dalam persaingan kepemimpinan Demokrat Sulsel.

Latar belakang perubahan afiliasi politik itu bermula dari keputusan Appi untuk mengundurkan diri dari Partai Golkar. Ia secara resmi menyampaikan pengunduran dirinya pada 5 Oktober 2026, saat masih menjabat Ketua DPD II Golkar Makassar. Keputusan tersebut diambil setelah Appi dibujuk untuk bergabung dengan Partai Demokrat. Dengan pengunduran diri itu, ia mengakhiri perannya di struktur Golkar Makassar dan membuka jalan untuk terlibat dalam proses politik di partai barunya. Langkah tersebut kemudian dikaitkan dengan kemunculannya dalam bursa Ketua DPD Demokrat Sulsel menjelang Musda.

Surat pengunduran diri Appi diserahkan kepada Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, di Jalan Batu Putih, Makassar. Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPD I Golkar Sulsel, Kadir Halid, mengonfirmasi bahwa pengunduran diri itu berlaku mulai hari ketika surat disampaikan. Kadir juga menyebut surat tersebut diserahkan langsung ke rumah Ilham. Konfirmasi ini memperjelas waktu efektif berakhirnya keanggotaan dan jabatan Appi di Golkar, sekaligus menegaskan bahwa proses pengunduran dirinya dilakukan secara langsung melalui pimpinan Golkar Sulsel.