PSS Bawa Pulang Satu Poin dari Surabaya, Huistra Tetap Menilai Hasilnya Positif

Kata Pieter Huistra usai PSS Bungkam PSM 3-0: Kerja Keras Membuahkan Hasil

Surabaya | PSS Sleman membawa pulang satu poin dari Surabaya setelah bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu, 18 Oktober 2026. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi angka setelah sama-sama mencetak dua gol dalam duel yang berakhir tanpa pemenang.

Bagi PSS, tambahan satu poin di kandang lawan menjadi hasil yang bernilai dalam persaingan liga. Menghadapi Persebaya di hadapan pendukungnya sendiri bukan tantangan ringan, sehingga membawa pulang angka dari Surabaya memberi tim asal Sleman bekal penting untuk melanjutkan kompetisi. Hasil imbang juga memperlihatkan bahwa PSS mampu menjaga persaingan tetap terbuka hingga pertandingan berakhir.

Skor 2-2 mencerminkan pertandingan yang berlangsung seimbang dalam hal produktivitas gol. Kedua tim sama-sama menemukan peluang untuk mencetak gol dan mempertahankan peluang meraih kemenangan, tetapi pada akhirnya tidak ada yang mampu unggul dari lawannya. Bagi penonton, empat gol dalam satu laga menghadirkan pertandingan yang menarik, sementara bagi kedua tim, hasil tersebut menyisakan evaluasi untuk menghadapi jadwal berikutnya.

PSS tentu dapat melihat satu poin ini sebagai modal, meskipun hasil imbang juga berarti kesempatan mendapatkan tiga angka belum tercapai. Dalam kompetisi yang panjang, setiap poin berpotensi berpengaruh terhadap posisi tim dan upaya menjaga konsistensi. Mengamankan hasil di markas lawan dapat membantu PSS membangun kepercayaan diri, terutama ketika tim kembali menjalani laga-laga berikutnya di tengah tuntutan untuk terus memperbaiki performa.

Hasil di Gelora Bung Tomo menjadi bagian penting dari perjalanan PSS pada awal musim 2026/2027. Tim kini membawa pulang angka dari Surabaya, sedangkan Persebaya harus menerima satu poin di kandang sendiri. Dengan skor akhir 2-2, pertandingan pekan kelima ini menegaskan persaingan ketat kedua kesebelasan dan memberi PSS alasan untuk menilai hasil tandang tersebut secara positif.

PSS Sleman sempat membawa pertandingan di Surabaya ke dalam kendali mereka setelah Melvyn Lorenzen membuka keunggulan. Gol tersebut memberi tim tamu modal penting sekaligus mengubah tekanan kepada Persebaya. PSS berupaya menjaga susunan permainan dan memanfaatkan peluang untuk memperlebar jarak, sementara tuan rumah meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.

Persebaya kemudian berhasil membalas melalui Miguel Pereira. Gol itu membuat kedudukan kembali imbang dan menghidupkan persaingan di lapangan. PSS tidak membiarkan momentum sepenuhnya berpindah kepada lawan. Tim asuhan pelatih mereka kembali mencari celah di pertahanan Persebaya, mengandalkan serangan yang terarah untuk merebut keunggulan sekali lagi.

Upaya tersebut berbuah gol ketika Hiromu Tanaka membawa PSS kembali memimpin. Dengan gol Tanaka, PSS kembali unggul setelah sebelumnya kedudukan sempat sama kuat. Situasi itu menempatkan Persebaya dalam posisi harus mengejar lagi, sedangkan PSS berusaha mempertahankan keunggulan hingga pertandingan mendekati akhir. Meski demikian, keunggulan tipis tersebut belum cukup untuk memastikan kemenangan.

Persebaya terus menekan pada sisa waktu pertandingan. Pereira kembali menjadi pencetak gol bagi tuan rumah, kali ini untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-90+1. Gol pada masa injury time itu membuat skor berubah menjadi 2-2 dan menggagalkan upaya PSS membawa pulang tiga poin. Dengan demikian, pertandingan berlangsung dalam rangkaian perubahan skor: PSS memimpin melalui Lorenzen, Persebaya menyamakan lewat Pereira, Tanaka mengembalikan keunggulan PSS, lalu Pereira mencetak gol penyeimbang kedua.

Hasil akhir tersebut menggambarkan laga yang ketat hingga detik-detik terakhir. PSS dua kali berada di depan, tetapi Persebaya mampu menemukan jawaban dan mempertahankan peluangnya sampai masa tambahan waktu. Bagi PSS, satu poin tetap dibawa pulang dari Surabaya, meski gol penyama pada menit akhir membuat kemenangan yang sempat berada dalam jangkauan akhirnya lepas. Perubahan skor itu menjadi bagian paling menentukan dari pertandingan, terutama karena PSS harus menghadapi tekanan tuan rumah setelah kembali unggul dan gagal menutup laga dengan keunggulan tersebut.

Pelatih PSS, Pieter Huistra, menilai pertandingan di Surabaya berlangsung dengan intensitas tinggi. Sejak laga berjalan, kedua tim terlibat dalam banyak duel dan berusaha merebut bola. Situasi tersebut membuat pertandingan terasa kompetitif, dengan PSS dan Persebaya sama-sama berupaya menguasai permainan serta mencari kesempatan untuk menyerang. Huistra menyoroti karakter laga yang diwarnai perebutan bola sebagai salah satu gambaran utama dari pertemuan kedua tim. Menurut penilaiannya, intensitas itu hadir sepanjang pertandingan, bukan hanya pada satu momen tertentu. PSS harus menghadapi tekanan permainan dan berusaha merespons setiap upaya lawan, sementara kedua kesebelasan terus bersaing dalam duel-duel yang muncul di lapangan.

Huistra juga mengakui Persebaya tampil agresif, terutama karena bermain di hadapan pendukung sendiri. Dukungan publik Surabaya mengiringi tuan rumah, yang menunjukkan pendekatan menyerang dan berusaha memberi tekanan kepada PSS. Dalam kondisi tersebut, pertandingan tetap berjalan ketat dan kedua tim saling berupaya mendapatkan bola. PSS pun memiliki peluang untuk membawa pulang tiga poin dari laga ini. Peluang tersebut membuat Huistra merasa sedikit kecewa karena kemenangan sempat menjadi kemungkinan bagi timnya. Namun, ia menyampaikan penilaian itu tanpa mengabaikan jalannya pertandingan yang intens ataupun agresivitas Persebaya. Bagi PSS, laga di Surabaya menghadirkan persaingan yang kuat, sementara hasil akhir membuat mereka pulang dengan satu poin.

Meski ada rasa kecewa atas peluang meraih kemenangan, Huistra secara keseluruhan tetap menilai hasil tersebut positif. Mendapatkan satu poin di kandang Persebaya dianggap sebagai hasil yang bagus bagi PSS. Penilaian itu berjalan beriringan dengan pengakuannya bahwa timnya sebenarnya berpeluang memperoleh hasil maksimal. Dengan demikian, pandangan Huistra terhadap pertandingan mencakup dua hal: PSS memiliki kesempatan membawa pulang tiga poin, tetapi satu poin yang diperoleh tetap bernilai baik dalam konteks bermain di kandang lawan. Ia menempatkan hasil tersebut sebagai capaian positif setelah laga yang berlangsung intens, penuh duel, dan diwarnai upaya perebutan bola dari kedua tim. Persebaya tampil agresif di depan pendukungnya, sedangkan PSS meninggalkan Surabaya dengan satu poin, sesuai hasil akhir pertandingan. Bagi Huistra, hasil itu tetap bagus, meskipun kesempatan menang menyisakan sedikit kekecewaan.

Bagi Melvyn Lorenzen, hasil imbang PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya terasa berbeda jika dibandingkan dengan perkiraan sebelum pertandingan. Sebelum kick-off, membawa pulang satu poin dari markas lawan mungkin dianggap sebagai hasil yang dapat diterima. Namun, jalannya laga mengubah cara pemain menilai hasil tersebut. PSS sempat berada dalam posisi unggul dan hanya perlu menjaga keunggulan hingga peluit akhir. Karena itu, satu poin yang dibawa pulang akhirnya terasa kurang memuaskan bagi Lorenzen dan rekan-rekannya.

Perasaan itu terutama muncul karena PSS memimpin 2-1 sampai menit-menit akhir pertandingan. Dalam situasi tersebut, kemenangan sudah tampak dekat, sehingga gol balasan Persebaya pada masa injury time menjadi pukulan berat. Lorenzen melihat hasil akhir bukan semata-mata tambahan satu poin, melainkan kesempatan meraih tiga poin yang terlepas. Dari sudut pandang itu, hasil imbang terasa seperti kekalahan, sebab tim kehilangan dua poin setelah mampu membangun keunggulan dalam laga yang berlangsung ketat.

Tekanan tuan rumah pada babak kedua menjadi bagian penting dari cerita pertandingan. Persebaya meningkatkan intensitas serangan dan terus berupaya mencari ruang untuk menyamakan kedudukan, sementara PSS harus bekerja keras mempertahankan keunggulan. Meski berada di bawah tekanan, PSS sempat kembali unggul melalui serangan balik yang memberi harapan untuk mengamankan kemenangan.