Kabupaten Bogor | Garudayaksa FC harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 1-2 pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu malam itu berjalan ketat hingga memasuki menit-menit akhir. Kedua tim masih bermain imbang 1-1 ketika situasi berubah setelah Aleksandar Busnic menerima kartu merah langsung pada menit ke-85. Pelatih Garudayaksa, Milos Joksic, menilai keputusan tersebut menjadi kerugian besar bagi timnya dalam fase penting pertandingan.
Wasit mengeluarkan kartu merah setelah meninjau insiden pelanggaran yang melibatkan Busnic melalui teknologi Video Assistant Referee (VAR). Setelah pemeriksaan, pemain Garudayaksa itu diminta meninggalkan lapangan, sehingga tim tuan rumah harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain. Pengusiran tersebut terjadi ketika pertandingan belum menentukan pemenang dan skor masih sama kuat. Garudayaksa pun kehilangan satu pemain di tengah upaya menjaga keseimbangan permainan sekaligus meredam serangan Persib.
Joksic memandang kehilangan Busnic sebagai faktor yang memengaruhi kemampuan tim menghadapi tekanan lawan. Dengan jumlah pemain yang berkurang, Garudayaksa harus menyesuaikan susunan dan pendekatan permainan pada saat waktu tersisa semakin sedikit. Persib dapat terus menekan, sementara ruang dan pilihan Garudayaksa untuk membangun serangan menjadi lebih terbatas. Keadaan itu membuat upaya mempertahankan hasil imbang semakin sulit, terlebih pertandingan telah memasuki bagian akhir.
Garudayaksa akhirnya tidak mampu membawa pulang hasil positif dari laga kandang tersebut. Persib memanfaatkan situasi pertandingan dan menuntaskan duel dengan kemenangan 2-1. Bagi Joksic, kartu merah pada menit ke-85 bukan sekadar kehilangan seorang pemain, tetapi juga perubahan besar dalam dinamika laga yang sebelumnya masih terbuka. Insiden Busnic menjadi titik penting dalam kekalahan Garudayaksa, meskipun hasil akhir tetap ditentukan oleh jalannya pertandingan secara keseluruhan. Garudayaksa perlu mengevaluasi respons tim saat menghadapi tekanan dan bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit, sementara Persib memperoleh tiga poin dari kunjungannya ke Pakansari.
Joksic belum bersedia memastikan apakah keputusan wasit untuk mengeluarkan kartu merah dalam pertandingan tersebut sudah adil atau tepat. Ia menjelaskan bahwa dirinya belum menyaksikan tayangan ulang insiden yang menjadi dasar keputusan itu. Karena itu, ia memilih menahan penilaian sampai dapat melihat rekaman secara lebih jelas. Menurutnya, sikap tersebut penting agar komentarnya tidak hanya bertumpu pada kesan sesaat ketika pertandingan berlangsung.
Dalam pengamatannya dari lapangan, Joksic melihat dua pemain melakukan tekel pada momen yang sama. Namun, ia belum dapat menyimpulkan secara pasti bagaimana rangkaian kejadian itu berlangsung, termasuk kontak yang terjadi dan siapa yang lebih dahulu melakukan pelanggaran. Tanpa tayangan ulang, ia merasa belum memiliki informasi yang cukup untuk menyatakan apakah tindakan wasit sudah sesuai atau justru keliru. Ia pun tidak ingin memberi penilaian yang melampaui apa yang benar-benar ia lihat.
Meski belum mengomentari ketepatan keputusan tersebut, Joksic mengakui bahwa kartu merah itu merugikan Garudayaksa. Bermain dengan jumlah pemain yang berkurang membuat tim harus menghadapi situasi yang lebih sulit dan berjuang lebih keras untuk menjaga keseimbangan permainan. Keputusan itu mengubah kondisi pertandingan, sehingga tuntutan terhadap para pemain yang tersisa menjadi lebih besar. Mereka harus bekerja lebih keras untuk menutup ruang, membantu rekan setim, dan tetap menjalankan rencana permainan di tengah tekanan.
Joksic menempatkan dua hal itu secara terpisah: dampak kartu merah terhadap tim dapat dirasakan langsung, sedangkan penilaian atas benar atau tidaknya keputusan wasit masih menunggu bukti visual. Ia tidak menganggap kerugian yang dialami Garudayaksa sebagai alasan untuk langsung menyebut keputusan tersebut tidak adil. Rekaman pertandingan diperlukan untuk memahami insiden dengan lebih utuh sebelum menarik kesimpulan. Dengan demikian, sikapnya tetap berhati-hati, sembari menegaskan bahwa tim harus mengatasi konsekuensi kartu merah itu dan berjuang lebih keras dalam pertandingan.
Persib membuka keunggulan lebih dahulu melalui Mariano Peralta pada menit ke-16. Gol tersebut membuat Persib memimpin dalam pertandingan dan memberi mereka keuntungan skor pada fase awal. Setelah tertinggal, Garudayaksa berusaha menjaga permainan tetap kompetitif, sementara Persib berupaya mempertahankan keunggulan. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Dengan demikian, Persib memasuki paruh kedua dalam posisi unggul, tetapi pertandingan masih terbuka karena Garudayaksa hanya tertinggal satu gol. Perubahan skor berikutnya baru terjadi setelah laga berjalan lebih dari satu jam.
Garudayaksa kemudian berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-65. Jayro Jean mencatatkan namanya di papan skor dan mengubah keadaan menjadi 1-1. Gol itu membuat kedua tim kembali memiliki peluang untuk mengejar kemenangan, dengan Persib perlu mencari gol tambahan dan Garudayaksa berusaha mempertahankan hasil imbang. Kedudukan sama kuat bertahan hingga memasuki menit-menit akhir. Pada menit ke-85, Busnic diusir dari lapangan, sehingga Garudayaksa harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Situasi tersebut menjadi bagian penting dari fase akhir laga, ketika waktu yang tersedia semakin terbatas dan kedua tim masih mengejar hasil terbaik.
Persib akhirnya mencetak gol penentu pada menit ke-90+2 melalui Adam Alis. Gol tersebut membawa Persib kembali unggul, kali ini dengan skor 2-1, saat pertandingan sudah memasuki masa tambahan waktu. Pada saat itu, Garudayaksa sedang bermain dengan sepuluh pemain setelah Busnic menerima kartu merah. Urutan kejadian tersebut menandai perubahan situasi menjelang akhir pertandingan: skor sempat imbang setelah gol Jayro Jean, kemudian Persib memperoleh keunggulan melalui Adam Alis. Garudayaksa tidak memiliki banyak waktu tersisa untuk merespons gol itu sebelum laga berakhir. Persib pun menuntaskan pertandingan dengan kemenangan, sedangkan Garudayaksa harus menerima kekalahan setelah sempat menyamakan skor. Tiga momen gol tersebut merangkum jalannya hasil akhir: Peralta membawa Persib unggul, Jayro Jean menyamakan kedudukan, lalu Adam Alis memastikan kemenangan Persib pada menit-menit terakhir.
Meski Garudayaksa harus menerima kekalahan dari Persib setelah kartu merah Busnic mengubah jalannya pertandingan, pelatih Joksic tetap mengapresiasi usaha para pemain. Ia menilai skuadnya telah berjuang dan berusaha menjalankan rencana permainan, terutama ketika menghadapi lawan dengan kualitas serta pengalaman yang kuat. Menurutnya, hasil akhir memang mengecewakan, tetapi performa tim tidak semestinya dinilai hanya dari skor. Ada sejumlah hal positif yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Salah satu perkembangan yang disoroti Joksic adalah organisasi pertahanan Garudayaksa. Ia melihat pemain mulai mampu menjaga bentuk permainan dengan lebih baik dan bekerja sebagai satu kesatuan saat bertahan. Meski demikian, tim masih kesulitan membangun serangan dan menciptakan peluang berbahaya secara konsisten, terlebih ketika berhadapan dengan lawan yang mampu menekan serta membatasi ruang. Situasi pertandingan juga membuat pekerjaan tersebut semakin berat. Joksic menilai peningkatan di lini belakang perlu diikuti perbaikan dalam transisi dan penyelesaian serangan.
Catatan hasil tujuh pertandingan awal memperlihatkan tantangan yang masih dihadapi Garudayaksa. Tim membukukan satu kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kekalahan. Joksic memahami hasil tersebut belum sesuai harapan, tetapi mengingatkan bahwa skuadnya masih berada dalam proses pembangunan. Sejumlah pemain baru sedang beradaptasi dengan lingkungan dan sistem permainan, sementara pemain muda juga diberi kesempatan untuk berkembang melalui kompetisi. Karena itu, konsistensi dan pemahaman antarpemain masih perlu dibentuk secara bertahap.
Komposisi skuad yang sedang dibangun itu tercermin dari kehadiran pemain berusia muda, termasuk bek kiri berumur 17 tahun dan penyerang berusia 19 tahun.






