KENDARI, SULAWESI TENGGARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Kegiatan gotong royong bedah rumah dilaksanakan di Kelurahan Mokau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Rabu, 30 September. Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah, khususnya melalui penanganan rumah tidak layak huni.
Keterangan yang tercatat menyebut Dengan pembagian peran yang jelas, sumber daya dapat dihimpun secara lebih efektif dan jangkauan bantuan diperluas. Pemerintah, kata Andi, tidak dapat bekerja sendiri karena penyelesaian kebutuhan hunian masyarakat membutuhkan dukungan banyak pihak.
Data lain dalam laporan menunjukkan Kelurahan Mokau menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan yang menunjukkan bahwa dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah dapat diwujudkan melalui aksi nyata di daerah. Pelaksanaan pada Rabu, 30 September juga menegaskan pentingnya kesinambungan kebijakan nasional dan kegiatan di tingkat lokal. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat Program 3 Juta Rumah, terutama melalui penanganan rumah tidak layak huni di tingkat daerah. Perusahaan ini berstatus 100 persen penanaman modal dalam negeri serta beroperasi di Sulawesi Tenggara. Piagam penghargaan yang diterima menjadi penanda atas peran Ceria Corp sebagai donatur dalam rangkaian dukungan terhadap program 3 juta rumah.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Inisiatif ini menempatkan perbaikan hunian sebagai salah satu langkah penting dalam mendorong penyediaan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat. Bedah rumah dalam kegiatan gotong royong tersebut mencerminkan keterlibatan bersama untuk mendukung agenda perumahan nasional. Melalui kerja kolektif, penanganan rumah tidak layak huni di tingkat kelurahan dapat dihubungkan dengan tujuan yang lebih luas, yakni memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang memenuhi kebutuhan dasar. Upaya bedah rumah tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas hunian. Kegiatan gotong royong bedah rumah di Kendari menunjukkan bahwa penyediaan hunian layak memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Dengan berfokus pada rumah tidak layak huni, kegiatan di Kelurahan Mokau memperlihatkan peran gotong royong dalam membantu merealisasikan tujuan Program 3 Juta Rumah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Keterbatasan anggaran, luasnya wilayah, serta banyaknya keluarga yang membutuhkan bantuan menuntut keterlibatan pemerintah, lembaga sosial, aparat penegak hukum, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan masyarakat itu sendiri. Kehadiran perusahaan dengan latar belakang tersebut dalam kegiatan sosial di Kendari memperlihatkan bahwa kontribusi terhadap masyarakat dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas dunia usaha di wilayah tempat perusahaan beroperasi. Pemerintah daerah berperan mengoordinasikan program, mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan, serta memastikan pelaksanaan perbaikan berjalan sesuai sasaran. Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara turut terlibat sebagai salah satu unsur yang memperkuat gerakan bersama tersebut. Keterlibatan lembaga penegak hukum tidak hanya mencerminkan kepedulian sosial, tetapi juga memperluas dukungan kelembagaan terhadap agenda peningkatan kualitas tempat tinggal masyarakat. Sinergi antarlembaga dapat membantu membangun pelaksanaan program yang tertib, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan penerima manfaat. Peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga memberikan kontribusi penting, khususnya dalam mengoptimalkan dana sosial untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Di sisi lain, dunia usaha dapat mendukung melalui bantuan material, pembiayaan, tenaga, maupun program tanggung jawab sosial perusahaan. Sumbangan dari berbagai pihak tersebut dapat mempercepat proses renovasi sekaligus meningkatkan kualitas hasil pembangunan. Kolaborasi ini menegaskan bahwa penyediaan rumah dan perbaikan hunian bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah. Model kerja sama seperti di Kendari berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi rumah tidak layak huni. Semakin banyak pemangku kepentingan yang terlibat, semakin besar peluang program perumahan menjangkau keluarga yang selama ini belum memperoleh hunian memadai. Selain memperbaiki kondisi fisik rumah, gotong royong juga memperkuat solidaritas sosial dan menciptakan dukungan berkelanjutan bagi pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat. Ceria Corp menjadi salah satu perusahaan yang mengambil bagian dalam kegiatan gotong royong bedah rumah di Kendari. Keterlibatan tersebut menunjukkan adanya dukungan dari sektor usaha terhadap upaya perbaikan hunian masyarakat. Melalui keikutsertaannya sebagai donatur, Ceria Corp turut mendukung pelaksanaan program yang sejalan dengan semangat gotong royong dan penguatan kepedulian sosial di daerah. Berdasarkan informasi yang tersedia, Ceria Corp merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan nikel. Dalam program gotong royong bedah rumah, Ceria Corp tercatat sebagai donatur. Peran itu menjadi bagian penting dari dukungan bersama yang diberikan oleh berbagai pihak untuk membantu pelaksanaan kegiatan. Program bedah rumah sendiri tidak hanya berkaitan dengan perbaikan kondisi tempat tinggal, tetapi juga mencerminkan kepedulian kolektif terhadap kualitas kehidupan masyarakat dan lingkungan sosial. Atas kontribusinya, Ceria Corp menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi. Penghargaan tersebut menegaskan pengakuan terhadap partisipasi perusahaan dalam mendukung kegiatan gotong royong bedah rumah di Kendari. Keterlibatan ini juga memperkuat pesan bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan perusahaan memiliki peran dalam mendukung agenda penyediaan hunian yang lebih layak. Partisipasi Ceria Corp menjadi contoh dukungan perusahaan terhadap program sosial yang dilaksanakan secara bersama-sama. Dengan statusnya sebagai perusahaan penanaman modal dalam negeri yang beroperasi di Sulawesi Tenggara, kontribusi tersebut menambah unsur kemitraan dalam kegiatan bedah rumah. Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menekankan bahwa penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, program perumahan, termasuk dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah, tidak dapat dijalankan oleh pemerintah seorang diri. Peran pemerintah tetap penting dalam mengarahkan kebijakan dan mengoordinasikan pelaksanaan, tetapi kebutuhan masyarakat menuntut dukungan yang lebih luas dari seluruh unsur yang memiliki kepedulian. Ia menyampaikan bahwa semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan tersebut. Keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial, serta pihak lain dapat saling melengkapi sesuai dengan kapasitas dan perannya. Kolaborasi semacam itu diperlukan agar upaya membantu masyarakat memperoleh rumah yang layak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga. Dalam konteks gotong royong bedah rumah di Kendari, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap kondisi tempat tinggal masyarakat. Dukungan yang diberikan dapat menjadi bentuk partisipasi nyata dalam membantu memperbaiki rumah warga, sekaligus memperkuat perhatian terhadap persoalan perumahan. Namun, Andi menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari kerja bersama yang membutuhkan kesinambungan komunikasi, kepedulian, dan partisipasi. Pesan tersebut menegaskan pentingnya membangun kebersamaan dalam menjalankan program perumahan. Dengan semangat gotong royong, setiap unsur diharapkan dapat mengambil bagian sesuai kemampuan dan tanggung jawabnya. Keterlibatan bersama inilah yang menjadi landasan penting dalam mendukung pelaksanaan program perumahan bagi masyarakat.







