Mataram | Emil Audero akhirnya membuka alasan di balik keputusannya menolak tawaran untuk membela tim nasional Indonesia. Pengakuan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif bersama media Italia, Gianluca Di Marzio. Dalam kesempatan itu, penjaga gawang kelahiran Mataram tersebut menjelaskan bahwa penolakan awal itu terjadi ketika dirinya masih memperkuat Inter Milan di kompetisi Serie A Italia.
Audero, yang kini dikenal sebagai penjaga gawang timnas Indonesia, menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak didasari penilaian rendah terhadap kualitas sepak bola Indonesia. Ia juga tidak menolak karena memiliki keinginan untuk membela negara lain. Pernyataan itu penting karena pilihan seorang pemain untuk menerima atau menolak panggilan tim nasional kerap dikaitkan dengan tingkat kepercayaan terhadap proyek sepak bola sebuah negara atau ambisi untuk memperkuat tim nasional lain.
Pemain berusia 29 tahun itu menyampaikan bahwa keputusan pada masa tersebut berkaitan dengan situasi yang ia hadapi dalam perjalanan kariernya. Saat masih berada di Inter Milan, Audero tentu harus mempertimbangkan berbagai hal sebelum menentukan pilihan mengenai masa depannya di level internasional. Karena itu, penolakan tersebut tidak seharusnya dipahami sebagai bentuk penghinaan terhadap Indonesia ataupun tanda bahwa ia menutup pintu bagi negara tempat ia dilahirkan.
Pengakuan Emil Audero memberikan sudut pandang baru mengenai proses panjang sebelum akhirnya ia menerima kesempatan membela Indonesia. Sebagai pemain kelahiran Mataram yang menjalani sebagian besar karier sepak bolanya di Italia, ia berada dalam situasi yang melibatkan pertimbangan profesional dan pribadi. Wawancara dengan Gianluca Di Marzio tersebut sekaligus memperjelas bahwa keputusan awalnya memiliki latar belakang tersendiri, bukan semata-mata berkaitan dengan kualitas timnas Indonesia atau keinginan mengenakan seragam negara lain.
Emil Audero menjelaskan bahwa alasan utama di balik penolakan awal untuk membela Tim Nasional Indonesia berkaitan dengan situasi keluarganya. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia mengungkapkan kembali pertimbangan yang memengaruhi sikapnya pada masa lalu. Menurut Audero, keputusan untuk belum menerima kesempatan tersebut diambil bukan karena persoalan teknis sepak bola, melainkan karena kondisi keluarga yang menjadi prioritas pada saat itu.
Audero tidak menjabarkan secara rinci kondisi keluarga yang dimaksud. Ia hanya menyebut pertimbangan tersebut sebagai alasan utama yang membuatnya menolak tawaran untuk memperkuat Indonesia. Karena itu, tidak terdapat penjelasan lebih jauh mengenai bentuk situasi keluarga yang dihadapinya, pihak-pihak yang terlibat, ataupun perkembangan keadaan tersebut. Keterangan yang disampaikan terbatas pada fakta bahwa keputusan itu berhubungan dengan keluarganya.
Keputusan tersebut dibuat ketika Audero masih berkarier di Inter Milan. Pada periode itu, pertimbangan keluarga menjadi dasar bagi sikapnya untuk tidak menerima kesempatan membela Indonesia. Pengungkapan mengenai alasan tersebut disampaikan pada Selasa, 13 Oktober 2026, tanpa tambahan uraian tentang persoalan keluarga yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, hal yang dapat dipastikan dari pernyataan Audero adalah adanya pertimbangan keluarga dalam keputusan awalnya, sementara rincian mengenai situasi tersebut tetap tidak dijelaskan kepada publik.
Seiring waktu, pandangan Emil Audero mengenai peluang membela Indonesia mengalami perubahan. Jika sebelumnya ia belum menerima kesempatan tersebut, kemudian ia mulai melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Audero menilai pengalaman bersama tim nasional Indonesia dapat menjadi babak baru dalam kariernya, terutama karena memberikan kesempatan untuk merasakan lingkungan sepak bola di luar Eropa. Bagi pemain yang selama ini menjalani sebagian besar perjalanan profesionalnya di Eropa, pengalaman tersebut memiliki nilai tersendiri dan menawarkan tantangan yang berbeda.
Dalam penjelasannya, Audero menyampaikan dua alasan yang mendorong perubahan pandangan itu. Pertama, ia ingin mencoba suasana sepak bola di luar Eropa. Keinginan tersebut berkaitan dengan rasa ingin tahu terhadap kompetisi, lingkungan, serta dinamika baru yang tidak sama dengan pengalaman yang selama ini ia jalani. Membela Indonesia dipandang sebagai kesempatan untuk memperluas pengalaman karier, bukan sekadar melanjutkan rutinitas sepak bola Eropa. Kedua, terdapat dorongan emosional yang berhubungan dengan tanah kelahirannya. Indonesia mempunyai tempat khusus dalam latar belakang pribadi Audero karena ia lahir di negara tersebut.
Hubungan itu juga berakar pada keluarganya. Ayah Audero adalah orang Indonesia, sedangkan ibunya merupakan orang Italia. Dengan demikian, identitas keluarganya menghubungkan Indonesia dan Italia, sementara pengalaman sepak bolanya berkembang terutama di Eropa. Seiring bertambahnya waktu, hubungan dengan Indonesia dan keinginan merasakan pengalaman baru tersebut menjadi bagian dari pertimbangannya. Audero kemudian resmi mengambil sumpah sebagai warga negara Indonesia di Roma pada 10 Maret 2025. Pernyataan mengenai proses tersebut perlu dipahami sesuai fakta yang disampaikan, tanpa menarik kesimpulan lain mengenai status atau motivasi pribadinya di luar keterangan itu.
Perjalanan Emil Audero bersama tim nasional Indonesia terus berlanjut setelah ia akhirnya menerima kesempatan untuk membela skuad Merah Putih. Dalam perkembangan tersebut, Audero bergabung dengan sejumlah pemain naturalisasi lain, termasuk Joey Pelupessy dan Dean James. Keputusan itu menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya, terutama karena sebelumnya ia sempat menolak peluang untuk memperkuat Indonesia.
Berdasarkan sumber, setelah lebih dari setahun menjadi bagian dari skuad Indonesia, Audero tidak menyesali pilihannya. Kiper yang disebut sebagai pemain Rayo Vallecano tersebut menilai pengalaman bersama tim nasional memberikan manfaat yang berharga, bukan hanya dalam kehidupan profesional, tetapi juga secara pribadi. Pengalaman itu mempertemukannya dengan lingkungan baru dan menghadirkan perspektif berbeda dalam menjalani karier sebagai pesepak bola.
Audero menyampaikan bahwa dirinya sangat senang dengan pilihan untuk membela Indonesia. Menurut inti pernyataannya, pengalaman tersebut telah memberikan banyak hal, baik secara personal maupun dalam sepak bola. Penilaian itu menunjukkan bahwa keterlibatannya bersama skuad Garuda tidak semata-mata dipandang sebagai keputusan terkait karier, melainkan juga sebagai pengalaman yang memiliki arti lebih luas dalam kehidupannya.
Kehadiran Audero bersama Joey Pelupessy dan Dean James kemudian memperkuat ikatan para pemain naturalisasi di tim nasional. Masing-masing membawa latar belakang dan pengalaman berbeda, tetapi memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan Indonesia di panggung internasional. Bagi Audero, pilihan yang sempat dipertimbangkan tersebut pada akhirnya menjadi pengalaman positif yang ia jalani tanpa penyesalan. Ia tetap menghargai manfaat yang diperoleh dari sisi kehidupan pribadi dan perkembangan sepak bola, sejalan dengan pandangannya mengenai arti penting membela Indonesia.

