Kabupaten Jombang | Kabar membanggakan datang dari Madrasah Aliyah Unggulan K.H. Abdul Wahab Hasbulloh (MAUWH) Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dua siswa kelas XI, Muhammad Faqih Riyadi dan Karin Adzka Isfahany, berhasil melaju ke babak final ICDL Digital Challenge 2026. Pencapaian ini menempatkan keduanya di peserta yang akan melanjutkan kompetisi hingga tahap akhir, sekaligus membawa nama madrasah dan daerah mereka ke ajang digital tingkat Asia Pasifik.
ICDL Digital Challenge merupakan kompetisi yang menguji keterampilan digital praktis siswa. Dengan cakupan peserta dari kawasan Asia Pasifik, ajang ini memberi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan menggunakan teknologi dalam konteks yang relevan. Karena itu, keberhasilan mencapai final menjadi capaian penting bagi Faqih dan Karin. Mereka tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga memperlihatkan kesiapan untuk bersaing dalam tantangan yang menuntut pemahaman dan penerapan keterampilan digital.
Keduanya mengikuti jalur kompetisi yang berbeda. Karin berpartisipasi dalam kategori business track, sedangkan Faqih mengikuti emerging technologies track. Pembagian tersebut mencerminkan beragam bidang yang diakomodasi dalam ICDL Digital Challenge, mulai dari penerapan keterampilan digital dalam konteks bisnis hingga perkembangan teknologi yang sedang muncul. Final kompetisi dijadwalkan berlangsung di Malaysia. Dengan demikian, babak akhir akan mempertemukan para finalis di tingkat regional dalam satu ajang yang berfokus pada kecakapan digital praktis. Bagi kedua siswa MAUWH, kesempatan ini menjadi tahap lanjutan untuk menunjukkan kemampuan pada bidang pilihan masing-masing. Keikutsertaan mereka di final juga menjadi kabar positif bagi lingkungan sekolah, karena prestasi tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah dapat tampil dalam kompetisi digital lintas negara. Perjalanan Faqih dan Karin menuju final ICDL Digital Challenge 2026 kini berlanjut ke Malaysia, dengan perhatian tertuju pada penampilan mereka di kategori yang diikuti masing-masing.
Rangkaian ICDL Digital Challenge 2026 disusun melalui beberapa tahap berurutan untuk menyeleksi peserta hingga mencapai grand final. Kompetisi ini dimulai pada tingkat provinsi, kemudian berlanjut ke babak nasional yang mempertemukan peserta terpilih. Setelah perwakilan terbaik dari setiap negara ditentukan, mereka mengikuti kompetisi puncak secara daring. Urutan tersebut memberi peserta kesempatan untuk menunjukkan kemampuan literasi digital secara bertahap, sekaligus menentukan siapa yang berhak bersaing pada tahap internasional.
Penyisihan tingkat provinsi dijadwalkan mulai 2 Juni 2026. Pada tahap awal ini, siswa berkompetisi dengan peserta lain dari wilayah masing-masing. Hasil penyisihan menjadi dasar untuk memilih peserta yang akan melanjutkan perjuangan ke tingkat nasional. Bagi para peserta, babak provinsi merupakan kesempatan untuk membuktikan penguasaan keterampilan digital sekaligus memperoleh pengalaman dalam format kompetisi yang terstruktur. Seleksi ini juga menjadi pintu masuk bagi peserta yang ingin mewakili negara pada tahap berikutnya.
Babak nasional berlangsung pada 14 Juli 2026. Tahap tersebut dirancang untuk menentukan perwakilan terbaik dari setiap negara yang berpartisipasi. Para peserta terpilih membawa hasil seleksi sebelumnya dan kembali diuji dalam persaingan yang lebih luas. Penetapan wakil negara menjadi bagian penting dari rangkaian kompetisi, karena merekalah yang akan tampil dalam grand final. Dengan demikian, babak nasional menjadi penghubung seleksi wilayah dan panggung akhir ICDL Digital Challenge 2026.
Grand final dijadwalkan berlangsung secara daring pada 5–26 Agustus 2026. Rentang waktu tersebut menjadi kesempatan bagi para finalis dari berbagai negara untuk menunjukkan kemampuan mereka di tingkat internasional. Format daring memungkinkan kompetisi diikuti lintas negara tanpa mengharuskan seluruh peserta berkumpul di satu lokasi. Setelah seluruh rangkaian final selesai, hasil kompetisi akan diumumkan pada ICDL Asia Digital Literacy Day 2026, yang berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Sunway TES College, Johor Bahru, Malaysia.
Dalam acara tersebut, para pemenang dijadwalkan menerima medali emas, perak, dan perunggu. Pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan menandai akhir rangkaian kompetisi, dari penyisihan provinsi hingga grand final. Jadwal yang tersusun jelas ini memberi gambaran perjalanan peserta sepanjang 2026 dan menempatkan pengumuman hasil sebagai momen puncak bagi finalis, sekolah, serta komunitas pendidikan yang mengikuti perkembangan lomba.
Menjelang final ICDL Digital Challenge 2026, Faqih menyiapkan diri dengan memperkuat penguasaan materi dan mengulang konsep-konsep yang telah dipelajari. Ia juga melakukan latihan praktik agar terbiasa menerapkan pengetahuan digital, sekaligus mengenali bagian yang masih perlu ditingkatkan. Persiapan tersebut dijalankan secara teratur, sehingga waktu belajar dapat digunakan dengan lebih terarah dan ia dapat menghadapi tantangan final dengan bekal yang memadai.
Selain kesiapan akademik, Faqih memberi perhatian pada kondisi mental dan teknis. Ia berusaha menjaga ketenangan serta membangun keyakinan diri, karena kompetisi membutuhkan fokus ketika mengerjakan setiap tahapan. Perangkat, akses, dan kebutuhan administrasi juga menjadi hal yang perlu dipastikan sebelum pelaksanaan, agar urusan teknis tidak mengganggu konsentrasi. Menjaga kesehatan turut menjadi bagian dari persiapan, termasuk beristirahat dengan cukup agar tubuh tetap bugar.
Dalam perjalanannya, Faqih merasakan dukungan dan doa dari orang tua, guru, serta pihak lain yang menyemangatinya. Dukungan tersebut menjadi penguat untuk terus berusaha dan menjalani proses dengan sungguh-sungguh. Baginya, kompetisi bukan hanya tentang mengejar kemenangan. Proses persiapan dan pengalaman mengikuti lomba juga mengajarkan kedisiplinan, melatih kemampuan, serta memberi kesempatan untuk belajar dari tantangan. Hasil akhir tetap penting, tetapi nilai yang diperoleh selama proses juga menjadi bekal berharga.
Karin pun memperoleh banyak hal dari keikutsertaannya, mulai dari pengetahuan dan pengalaman hingga keterampilan digital yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Namun, ia juga menghadapi tantangan dalam membagi waktu belajar dan latihan dengan kegiatan sehari-hari sebagai santri di pondok pesantren. Menyesuaikan jadwal menuntut pengelolaan waktu dan komitmen agar kedua tanggung jawab tetap berjalan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa mengikuti kompetisi dapat menjadi ruang belajar sekaligus latihan mengatur prioritas. Bagi Faqih dan Karin, kesempatan mencapai final merupakan pengalaman yang bernilai, baik untuk mengasah kemampuan maupun membangun sikap disiplin.Bagi Karin, keberhasilan melaju ke final ICDL Digital Challenge 2026 menghadirkan rasa bangga sekaligus haru. Ia mengaku tidak menyangka dapat mencapai tahap tersebut, terlebih kompetisi ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti ajang internasional. Kesempatan itu terasa semakin istimewa karena ia dapat membawa nama MAUWH Tambakberas ke tingkat Asia Pasifik. Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga yang mendorongnya untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan menghadapi tantangan berikutnya dengan percaya diri.
Karin juga merasakan bahwa perjalanan menuju final bukan hanya tentang hasil kompetisi, melainkan proses yang mengajarkannya banyak hal. Berinteraksi dan bersaing dalam ajang berskala internasional memberinya pandangan lebih luas mengenai kemampuan yang perlu dikembangkan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk menghadapi kesempatan lain di masa depan, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa madrasah lainnya untuk berani mencoba dan mengasah keterampilan digital.
Faqih menyampaikan bahwa keberhasilan mereka tidak terlepas dari bimbingan guru, dukungan madrasah, serta bantuan PT Solusi Edukasi Internasional. Berbagai dukungan tersebut membantu keduanya menjalani persiapan dan mengikuti tahapan kompetisi dengan lebih terarah. Selama proses itu, mereka didampingi oleh dua guru, Hermawan dan Dewi Mistika Sari. Pendampingan tersebut memberi arahan sekaligus dukungan moral bagi Karin dan Faqih dalam menghadapi tantangan ICDL Digital Challenge 2026.
Kepala MAUWH Tambakberas, Faizun, mengapresiasi pencapaian kedua siswa tersebut. Menurutnya, keberhasilan mencapai final merupakan prestasi yang membanggakan dan mencerminkan komitmen madrasah dalam mengembangkan kompetensi digital serta daya saing siswa.
Baca juga: Cyber Competition 2026 Jadi Wadah Cetak Talenta Muda di Ranah Digital






