Kabupaten Halmahera Barat | Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Gamkonora di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, dari Level I (Normal) menjadi Level II . Perubahan tingkat aktivitas tersebut berlaku sejak 6 November 2026 pukul 16.00 WIB. Penetapan status baru didasarkan pada peningkatan aktivitas kegempaan yang terpantau di gunung api tersebut. Dengan perubahan ini, masyarakat dan pihak yang beraktivitas di sekitar Gamkonora diminta memperhatikan perkembangan informasi resmi serta mematuhi arahan petugas.
Kenaikan status menandakan bahwa aktivitas gunung perlu diwaspadai lebih serius dibandingkan ketika berada pada tingkat Normal. Badan Geologi menggunakan pemantauan kegempaan sebagai salah satu dasar dalam menilai perubahan kondisi gunung api. Informasi mengenai status ini menjadi acuan bagi pemerintah daerah, warga, dan pengunjung dalam mengambil langkah keselamatan. Meski demikian, penetapan Level II tidak dengan sendirinya berarti letusan telah terjadi. Langkah pembatasan dilakukan sebagai tindakan pencegahan, sementara kondisi Gamkonora terus diamati oleh petugas dan instansi berwenang.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gamkonora, Ridwan Jalil, mengonfirmasi bahwa pendakian ke gunung tersebut ditutup. Konfirmasi itu disampaikan saat ia berbicara di Ternate pada 7 November 2026, sehari setelah perubahan status mulai berlaku. Penutupan pendakian sejalan dengan peningkatan kewaspadaan dan bertujuan mengurangi risiko bagi masyarakat maupun pengunjung. Warga, pendaki, dan pihak lain yang memiliki rencana menuju kawasan gunung sebaiknya tidak mengabaikan pembatasan tersebut. Mereka perlu mengikuti pengumuman terbaru dari Badan Geologi, pos pengamatan, dan pemerintah setempat sebelum melakukan perjalanan. Kepatuhan terhadap arahan resmi penting selama aktivitas kegempaan meningkat, karena informasi pemantauan dapat diperbarui mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Hingga ada pemberitahuan lebih lanjut, pendakian tetap tidak diperbolehkan.
Kenaikan status aktivitas Gunung Gamkonora disertai perubahan langkah keselamatan bagi masyarakat dan pengunjung. Seluruh aktivitas pendakian menuju kawasan puncak ditutup sementara, sehingga pendaki tidak diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke area tersebut. Pembatasan ini menjadi tindakan pencegahan untuk mengurangi paparan terhadap potensi bahaya di sekitar gunung ketika aktivitasnya meningkat. Penutupan berlaku bagi siapa pun yang hendak mendaki, bukan hanya bagi wisatawan atau kelompok tertentu.
Ketentuan tersebut berbeda dari aturan ketika status gunung masih normal. Pada kondisi itu, masyarakat dan pendaki masih dapat mendekati kawah, dengan tetap mematuhi rekomendasi jarak aman hingga 1,5 kilometer. Setelah status meningkat, kesempatan untuk mendaki tidak lagi diberikan. Makna pernyataan Ridwan adalah bahwa pendakian dilarang selama pembatasan berlaku; ketentuan ini bukan sekadar imbauan untuk berhati-hati atau mengurangi kegiatan, melainkan larangan memasuki jalur pendakian menuju puncak.
Badan Geologi juga mengimbau masyarakat, pengunjung, dan wisatawan agar tidak memasuki ataupun melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi. Jarak rekomendasi ini menjadi batas yang perlu diperhatikan saat merencanakan perjalanan, mengunjungi kawasan sekitar, maupun beraktivitas di luar permukiman. Pembatasan akses ke puncak dan imbauan menjaga jarak dari pusat erupsi merupakan langkah berbeda yang saling mendukung: satu menutup kegiatan pendakian, sedangkan lainnya menghindarkan orang dari zona yang berpotensi berbahaya. Warga dan wisatawan sebaiknya mengikuti informasi resmi serta tidak mencoba mendekati kawah atau pusat erupsi melalui jalur lain. Dengan mematuhi ketentuan tersebut, risiko bagi pengunjung maupun masyarakat dapat ditekan, sekaligus membantu petugas menjaga agar kawasan rekomendasi tetap steril selama status meningkat. Perkembangan kondisi gunung dapat berubah, sehingga ketentuan akses perlu mengikuti arahan terbaru dari instansi berwenang, bukan perkiraan pribadi atau informasi yang belum terverifikasi. Sebelum bepergian ke sekitar Gamkonora, pastikan rencana kegiatan tidak melanggar radius rekomendasi dan penghentian pendakian sementara.Badan Geologi mencatat perubahan pola kegempaan Gunung Gamkonora yang menjadi dasar peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas gunung api tersebut. Sejak 29 Oktober 2026, gempa vulkanik dangkal tercatat meningkat dari rata-rata kurang dari dua kejadian menjadi sembilan kejadian per hari. Pada rentang waktu yang sama, gempa vulkanik dalam juga bertambah, dari rata-rata kurang dari empat menjadi lima kejadian per hari. Kenaikan ini menunjukkan adanya perubahan pada aktivitas seismik yang terpantau, meskipun angka harian perlu dibaca bersama jenis gempa dan periode pengamatannya.
Untuk keseluruhan Oktober 2026, pengamatan instrumental merekam 129 gempa tornillo dan lima gempa frekuensi rendah. Pada kategori gempa vulkanik, tercatat 28 gempa vulkanik dangkal serta 79 gempa vulkanik dalam. Selain itu, instrumen mencatat 105 gempa tektonik lokal dan 475 gempa tektonik jauh. Jumlah tersebut merupakan akumulasi selama Oktober, bukan jumlah kejadian dalam satu hari. Karena itu, data bulanan ini memberikan gambaran tersendiri mengenai kegempaan yang teramati sepanjang bulan, sementara perubahan setelah 29 Oktober terlihat melalui perbandingan rata-rata harian.
Catatan untuk periode berikutnya, yakni 1–5 November 2026, menunjukkan 13 gempa tornillo dan tiga gempa frekuensi rendah. Dalam periode lima hari tersebut, terdapat satu gempa vulkanik dangkal dan delapan gempa vulkanik dalam. Pengamatan juga merekam 23 gempa tektonik lokal serta 70 gempa tektonik jauh. Angka-angka ini hanya mencakup kejadian pada 1–5 November, sehingga tidak dapat disamakan dengan total bulanan Oktober atau rata-rata harian sejak 29 Oktober. Pemisahan rentang waktu dan klasifikasi penting agar perkembangan aktivitas Gamkonora dibaca secara tepat. Secara khusus, peningkatan rata-rata gempa vulkanik dangkal dan dalam merujuk pada perubahan per hari, sedangkan rincian Oktober dan awal November merupakan jumlah kejadian yang dihimpun masing-masing selama periode pengamatan tersebut. Badan Geologi menggunakan pemantauan instrumental untuk menilai perubahan ini dan menyampaikan informasi aktivitas gunung api sebagai bahan kewaspadaan bagi masyarakat serta pihak terkait.Pengamatan visual terhadap Gunung Gamkonora menunjukkan kondisi yang berubah mengikuti cuaca. Pada sejumlah waktu, tubuh gunung terlihat jelas sehingga area puncak dapat diamati. Namun, gunung kemudian tertutup kabut, yang membatasi jarak pandang dan membuat pengamatan visual tidak selalu dapat dilakukan secara menyeluruh. Perubahan kondisi tersebut merupakan hal yang perlu diperhatikan saat membaca laporan pemantauan, sebab keterlihatan gunung tidak dengan sendirinya menunjukkan perubahan tingkat aktivitas.
Asap dari kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis. Kolom asap mencapai ketinggian sekitar 30–50 meter dari puncak. Catatan ini menggambarkan keadaan yang terlihat pada saat pengamatan dan menjadi bagian dari informasi pemantauan gunung api. Tinggi dan intensitas asap dapat dicatat bersama kondisi cuaca serta pengamatan lain untuk mendukung penilaian aktivitas. Karena itu, informasi visual sebaiknya dipahami berdasarkan laporan resmi secara utuh, bukan ditafsirkan sendiri sebagai tanda bahwa kondisi telah aman atau justru memburuk.
Badan Geologi melakukan evaluasi tingkat aktivitas secara berkala. Evaluasi juga dapat dilakukan sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan pada kondisi gunung. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar penetapan status dan rekomendasi bagi masyarakat, pengunjung, serta pihak terkait. Status dan rekomendasi yang sedang berlaku tetap dipertahankan sampai laporan evaluasi berikutnya diterbitkan, kecuali ada pembaruan resmi yang menyatakan perubahan. Dengan demikian, masyarakat perlu merujuk pada pengumuman terbaru dari lembaga berwenang sebelum merencanakan kegiatan di sekitar Gunung Gamkonora.
Masyarakat diimbau mematuhi seluruh rekomendasi resmi, termasuk ketentuan mengenai pembatasan kegiatan dan akses di kawasan gunung. Hindari memasuki area yang dinyatakan terbatas, dan ikuti arahan petugas setempat apabila terdapat perubahan kondisi. Informasi mengenai aktivitas gunung sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi Badan Geologi atau instansi berwenang lainnya.
Baca juga: Permintaan BBM Subsidi Meningkat, Pemerintah Pastikan Stok dan Harga Tetap Terjaga
26 kunjungan
