Surabaya | Badan Pengurus Daerah Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (BPD Abujapi) Jawa Timur memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan pelaku usaha jasa pengamanan. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme satuan pengamanan (satpam) sekaligus mendorong kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Penguatan koordinasi menjadi inti kegiatan silaturahim Dirbinmas dan rapat koordinasi BPD Abujapi Jawa Timur 2026, yang berlangsung di Hotel Shouthern Surabaya pada Selasa, 27 Oktober.
Kegiatan ini mempertemukan unsur organisasi Abujapi di tingkat daerah dengan kepolisian serta pelaku usaha dalam bidang jasa pengamanan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan kerja dan koordinasi antarpihak yang memiliki peran dalam pembinaan satpam. Dalam konteks layanan pengamanan, profesionalisme dan pemahaman terhadap ketentuan menjadi perhatian penting bagi penyelenggara usaha maupun personel yang menjalankan tugas. Karena itu, komunikasi asosiasi, kepolisian, dan pelaku usaha menjadi salah satu bagian dari upaya pembinaan.
Melalui silaturahim dan rapat koordinasi ini, BPD Abujapi Jawa Timur menegaskan perhatian pada pembinaan serta peningkatan profesionalisme satpam. Kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi tujuan yang hendak diperkuat melalui koordinasi dengan kepolisian dan pelaku usaha jasa pengamanan. Pembahasan dalam kegiatan tersebut berada dalam kerangka kerja sama antarpihak, tanpa mengesampingkan pentingnya peran masing-masing dalam mendukung layanan pengamanan yang profesional.
Agenda yang berlangsung di Surabaya pada 27 Oktober itu menempatkan koordinasi sebagai landasan untuk menyelaraskan perhatian terhadap pembinaan dan kepatuhan. Keterlibatan BPD Abujapi Jawa Timur, kepolisian, dan pelaku usaha jasa pengamanan mencerminkan pentingnya komunikasi organisasi dan pihak terkait. Dengan fokus pada profesionalisme satpam serta kepatuhan terhadap regulasi, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan hubungan kerja di sektor jasa pengamanan Jawa Timur.
Forum yang digelar Abujapi Jawa Timur bersama Polda Jawa Timur mempertemukan jajaran Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jatim, pengurus Abujapi, perwakilan asosiasi terkait, serta pimpinan badan usaha jasa pengamanan (BUJP). Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi bagi para pemangku kepentingan untuk membahas pengelolaan industri jasa pengamanan dan penguatan pembinaan satuan pengamanan (satpam). Keterlibatan unsur kepolisian, asosiasi, dan pelaku usaha diharapkan membantu membangun pemahaman yang sejalan mengenai ketentuan serta tanggung jawab masing-masing pihak dalam penyelenggaraan layanan keamanan.
Salah satu pokok pembahasan ialah tata kelola BUJP, termasuk pemenuhan ketentuan usaha dan perizinan yang berlaku. Peserta membicarakan pentingnya memastikan dokumen perizinan sesuai dengan kegiatan usaha, memperhatikan prosedur administrasi, serta menjaga agar operasional perusahaan berjalan tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman yang seragam mengenai persyaratan tersebut diperlukan agar pelaku usaha dapat menjalankan kegiatan secara profesional dan mendukung pengawasan yang lebih terarah. Forum juga memberi kesempatan bagi peserta untuk mengidentifikasi kendala dalam penerapan aturan dan menyampaikan kebutuhan klarifikasi kepada pihak terkait.
Administrasi keanggotaan asosiasi turut menjadi perhatian, lain terkait pendataan anggota dan pembaruan informasi perusahaan. Pengelolaan data yang akurat dapat mendukung koordinasi BUJP, Abujapi, dan kepolisian, sekaligus memudahkan penyampaian informasi mengenai kebijakan maupun kegiatan pembinaan. Selain aspek administratif, peserta membahas pembinaan satpam, mencakup peningkatan kompetensi, pemahaman tugas, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan. Satpam memiliki peran penting dalam menjaga keamanan di lingkungan kerja maupun area layanan, sehingga pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Melalui penyamaan pemahaman dan komunikasi rutin, forum tersebut mendorong tata kelola usaha yang lebih tertib serta pembinaan satpam yang terarah, profesional, dan sesuai ketentuan.Dalam pandangan Dirbinmas Polda Jawa Timur Kombes Darman, fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) memiliki peran penting dalam membangun kemitraan Polri dan masyarakat. Pembinaan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian imbauan keamanan, tetapi juga mendorong komunikasi, kepercayaan, dan kepedulian bersama. Hubungan yang terjalin baik membantu setiap pihak memahami tanggung jawabnya dalam menjaga lingkungan. Semangat polisi bersama masyarakat menjadi landasan kolaborasi tersebut. Dengan keterlibatan warga, petugas keamanan, dan unsur terkait, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dapat dilakukan secara lebih terarah. Kemitraan yang kuat juga memungkinkan persoalan keamanan dikenali lebih awal dan ditangani melalui koordinasi yang tepat.
Kombes Darman menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan pembinaan yang mempertemukan unsur kepolisian dengan Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) dan personel satuan pengamanan. Kegiatan seperti ini dinilai memberi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai peran satpam, standar pelaksanaan tugas, serta pentingnya hubungan kerja yang baik dengan kepolisian. Satpam merupakan bagian dari unsur pengamanan yang berinteraksi langsung dengan lingkungan kerja dan masyarakat. Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan dapat mendukung pelaksanaan tugas yang tertib, profesional, dan sesuai ketentuan. Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan perlunya kerja sama yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diterapkan dalam komunikasi dan koordinasi sehari-hari.
Ia berharap BUJP terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Jawa Timur. Sinergi tersebut dibutuhkan agar informasi, arahan, dan kebutuhan operasional dapat ditindaklanjuti dengan baik. BUJP juga diharapkan menjaga profesionalisme personel melalui pembinaan yang konsisten, memastikan kesiapan operasional, serta memperhatikan kelengkapan dan kemampuan petugas dalam menjalankan tugas. Selain aspek teknis, kondisi kesehatan personel perlu menjadi perhatian, karena kebugaran mendukung kewaspadaan dan keselamatan saat bertugas. Dengan komunikasi yang terbuka, disiplin, dan kepedulian terhadap kesejahteraan satpam, kemitraan Polri, BUJP, dan masyarakat diharapkan semakin kokoh serta berkontribusi nyata bagi harkamtibmas di Jawa Timur.
Ketua BPD Abujapi Jawa Timur, Musfiroh Agus Sumitro, menyampaikan bahwa arah pembinaan organisasi bertumpu pada tiga fokus yang saling berkaitan. Prioritas pertama ialah memperkuat organisasi dan keanggotaan. Penguatan ini mencakup upaya menjaga koordinasi di unsur organisasi serta mendorong anggota agar terlibat dalam pelaksanaan program. Organisasi yang memiliki hubungan keanggotaan yang solid diharapkan dapat menjalankan fungsi pembinaan secara lebih terarah. Fokus tersebut juga menjadi dasar bagi Abujapi untuk berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung penyelenggaraan jasa pengamanan yang tertib dan profesional di Jawa Timur.
Fokus kedua adalah memastikan kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Menurut Musfiroh, penyelenggaraan usaha jasa pengamanan dan pelaksanaan tugas satpam perlu berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemahaman terhadap aturan menjadi bagian penting, baik bagi organisasi maupun anggota yang terlibat dalam kegiatan pengamanan. Kepatuhan membantu membangun tata kelola yang jelas, sekaligus memberi acuan bagi perusahaan penyedia jasa dan pengguna layanan dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing. Dengan memperhatikan regulasi, kegiatan pengamanan dapat dilakukan secara terukur dan selaras dengan kerangka yang ditetapkan pemerintah, tanpa mengabaikan kebutuhan keamanan di lingkungan kerja maupun masyarakat.
Fokus ketiga berkaitan dengan pembinaan serta peningkatan kompetensi satpam. Pembinaan diperlukan agar petugas memahami peran, tanggung jawab, dan prosedur yang melekat pada pekerjaannya. Peningkatan kompetensi juga mendukung kemampuan satpam dalam menghadapi kebutuhan pengamanan yang beragam, berkomunikasi dengan baik, serta melaksanakan tugas secara disiplin. Upaya tersebut menempatkan profesionalisme sebagai bagian dari kualitas layanan, bukan sekadar pemenuhan tugas rutin. Dalam kerangka pengamanan swakarsa, satpam menjalankan peran sebagai unsur yang membantu menjaga keamanan di berbagai lingkungan. Kehadiran mereka mendukung terciptanya lingkungan kerja dan kehidupan masyarakat yang aman serta kondusif, melalui pelaksanaan tugas yang tertib, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan.
Baca juga: Asap Masih Mengepul, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Pembasahan Lahan Gambut | Silaturahmi Lintas Generasi, TNI Perkuat Semangat Pengabdian | Komandan Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla Kalsel dalam Rapat Evaluasi




