Rocky Gerung Beri Penilaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo dengan Gestur Finger Heart

Rocky Gerung Beri Penilaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo dengan Gestur Finger Heart

Jakarta | Rocky Gerung menyinggung genapnya dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat menjawab pertanyaan wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Rocky menyebut bahwa usia pemerintahan yang mencapai dua tahun menjadi momen untuk melakukan evaluasi. Pernyataan itu disampaikan ketika wartawan meminta tanggapannya mengenai periode pemerintahan yang telah berjalan tersebut.

Sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky merujuk pada capaian waktu dua tahun sejak Prabowo dan Gibran menjalankan pemerintahan. Ia mengaitkan genapnya periode itu dengan perlunya melihat kembali jalannya pemerintahan. Ucapannya berfokus pada evaluasi sebagai bagian dari penanda bahwa dua tahun masa pemerintahan telah terlewati. Dalam konteks pertanyaan wartawan, ia menyampaikan pandangan tersebut secara langsung di lingkungan Istana Kepresidenan.

Momen dua tahun menjadi pokok yang disinggung Rocky dalam jawabannya. Ia tidak hanya menyebut bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran telah memasuki tahun kedua, tetapi juga menempatkan waktu tersebut sebagai alasan untuk melakukan evaluasi. Dengan demikian, hal yang disampaikan dalam kesempatan itu adalah perlunya meninjau perjalanan pemerintahan setelah dua tahun, sebagaimana disampaikan ketika ia merespons pertanyaan di kompleks Istana, Jakarta.

Jawaban Rocky tersebut muncul dalam suasana tanya jawab dengan wartawan. Pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan genapnya dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, lalu Rocky menyampaikan bahwa masa itu menjadi momentum evaluasi. Ia berbicara dalam kapasitasnya sebagai anggota Wantimpres. Inti pernyataannya berkisar pada penanda waktu dua tahun dan alasan untuk melakukan evaluasi atas pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden Gibran.

Rocky Gerung hadir dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) pada Rabu, 21 Oktober 2026, bersama anggota kabinet lainnya. Kehadirannya berlangsung ketika pemerintahan Prabowo telah berjalan selama dua tahun. Saat tiba, Rocky mendapat pertanyaan dari wartawan mengenai keikutsertaannya dalam sidang kabinet bersama Prabowo. Pertanyaan itu menyoroti bahwa kesempatan tersebut merupakan yang pertama baginya, sehingga momen kedatangannya turut menjadi perhatian dalam peliputan sidang. Rocky kemudian menanggapi pertanyaan itu dengan mengaitkan kehadirannya dengan masa dua tahun pemerintahan yang, menurut ucapannya, sudah perlu dievaluasi.

Dalam jawabannya, Rocky menyebut bahwa keikutsertaannya kali ini berkaitan dengan urgensi evaluasi setelah dua tahun pemerintahan berjalan. Ia mengatakan, “ini juga perdana urgensinya karena 2 tahun jadi harus dievaluasi”. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia menjawab pertanyaan wartawan tentang pengalaman pertamanya mengikuti sidang kabinet bersama Prabowo. Dengan demikian, dua hal menjadi bagian dari responsnya: keikutsertaan perdana dalam forum itu dan perlunya evaluasi pada tahun kedua pemerintahan. Rocky tidak menguraikan lebih lanjut penilaian atau evaluasi tersebut dalam kutipan yang disampaikan saat menjawab pertanyaan itu.

Ketika diminta memberikan penilaian, Rocky melanjutkan jawabannya dengan ucapan, “dan saya kasih nilai… (finger heart)”. Pada saat menyampaikan bagian tersebut, ia memperagakan gestur finger heart. Gestur itu tercatat sebagai bagian dari momen jawabannya, tetapi tidak disertai keterangan yang menetapkan arti tertentu ataupun besaran nilai. Karena itu, respons Rocky dapat dilaporkan sesuai ucapan dan tindakan yang terlihat, tanpa menyimpulkan angka, kategori, atau maksud khusus di balik gestur tersebut. Momen singkat itu terjadi saat ia menjawab wartawan di tengah kehadirannya dalam SKP, dengan konteks bahwa pemerintahan telah mencapai dua tahun dan evaluasi menjadi pokok yang ia sebutkan.

Sejumlah pejabat turut terlihat hadir di kompleks Istana dalam kegiatan yang menjadi perhatian publik tersebut. Kehadiran mereka melengkapi informasi mengenai peserta yang berada di lokasi, di tengah sorotan terhadap penilaian Rocky Gerung atas dua tahun pemerintahan Prabowo. Daftar pejabat yang tampak hadir mencakup beberapa bidang pemerintahan dan lembaga, mulai dari urusan penasihat, kebencanaan, perekonomian, hingga pelayanan keagamaan.

Di pejabat yang hadir terdapat Ketua Wantimpres Pratikno dan Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani juga terlihat berada di kompleks Istana. Kehadiran mereka tercatat bersama Kepala OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Wamenko Perekonomian Drajad Hari Wibowo. Informasi tersebut menunjukkan bahwa peserta yang tampak tidak hanya berasal dari satu lingkungan atau bidang kerja.

Sejumlah menteri dan wakil menteri turut masuk dalam daftar pejabat yang terlihat hadir. Mereka adalah Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Yandi Susanto, Menteri P2MI Mukhtarudin, Mendag Budi Santoso, Menhut Raja Juli Antoni, serta Wamentrans Viva Yoga Mauladi. Kepala BPJPH Haikal Hasan juga disebut sebagai salah satu pejabat yang berada di lokasi. Nama dan jabatan tersebut menjadi informasi pendukung mengenai siapa saja yang tampak mengikuti kegiatan di kompleks Istana.

Kehadiran para pejabat itu dapat memberi gambaran tentang beragam unsur yang tercakup dalam kegiatan tersebut, tetapi tidak dengan sendirinya menjelaskan peran masing-masing atau alasan khusus mereka hadir. Karena itu, penyebutan nama-nama tersebut sebaiknya dipahami sebatas keterangan mengenai peserta yang terlihat, sesuai informasi yang tersedia. Daftar ini juga melengkapi pemberitaan mengenai momen Rocky Gerung memberikan penilaian terhadap pemerintahan Prabowo melalui gestur finger heart. Fokus informasi tetap pada fakta kehadiran pejabat yang teridentifikasi, tanpa menyimpulkan adanya agenda tambahan maupun keterlibatan tertentu di luar yang telah dilaporkan.

Sidang kabinet direncanakan berlangsung di halaman tengah kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 15.00 WIB. Pertemuan tersebut akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Agenda ini menjadi forum bagi jajaran pemerintah untuk membahas pelaksanaan program serta memastikan kerja antar-kementerian dan lembaga berjalan dalam arah yang selaras. Keterangan mengenai rencana sidang disampaikan kepada wartawan oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Viva Yoga Mauladi.

Viva menjelaskan bahwa rapat kabinet ditujukan untuk mengoordinasikan kerja para anggota kabinet dalam menjalankan program pemerintah. Koordinasi diperlukan agar kementerian dan lembaga dapat memahami prioritas serta langkah pelaksanaan yang perlu ditempuh, sekaligus menjaga agar kegiatan masing-masing tidak berjalan sendiri-sendiri. Dalam kerangka tersebut, sidang kabinet menjadi ruang untuk menyelaraskan pelaksanaan tugas pemerintahan dan menghubungkan berbagai program yang melibatkan lebih dari satu instansi.

Selain membahas koordinasi, rapat juga diarahkan untuk melakukan pemantauan terhadap program-program pemerintah yang sedang berjalan. Pemantauan tersebut membantu jajaran kabinet melihat perkembangan pelaksanaan program dan menilai keterkaitan kerja antarlembaga. Viva turut menerangkan pentingnya integrasi dan sinkronisasi program, sehingga kebijakan maupun kegiatan kementerian dan lembaga dapat saling mendukung. Aspek pengendalian juga menjadi bagian dari tujuan rapat, yakni menjaga pelaksanaan program tetap terarah sesuai dengan rencana pemerintah.

Dengan demikian, agenda yang disampaikan mencakup koordinasi, integrasi, sinkronisasi, pemantauan, serta pengendalian program antar-kementerian dan lembaga. Sidang yang dijadwalkan di lingkungan Istana Kepresidenan itu diproyeksikan menjadi forum kerja untuk membicarakan pelaksanaan program pemerintah dan memantau kegiatan yang tengah berlangsung. Penjelasan tersebut menggambarkan tujuan rapat sebagaimana disampaikan Viva kepada wartawan, tanpa merinci hasil atau keputusan yang akan diambil dalam pertemuan tersebut.

Baca juga: Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo