Jakarta | Kementerian Pemuda dan Olahraga menghadirkan Indonesia Youth Summit (IYS) 2026 pada 29–30 Oktober 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertemuan ini dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, mengenali inovasi, memperluas jejaring, dan mengembangkan kreativitas. Dengan mempertemukan peserta dari beragam latar belakang dan minat, IYS 2026 mendorong pemuda untuk melihat peluang, menyampaikan pandangan, serta membangun hubungan yang dapat mendukung inisiatif mereka.
Mengusung tema “Idea, Innovation, Connection, Creativity,” acara ini menempatkan gagasan dan kreativitas sebagai modal untuk menghadapi perubahan. Inovasi dibahas bukan hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat dikenali melalui karya dan pengalaman. Sementara itu, koneksi membuka kesempatan untuk belajar dari sesama peserta maupun pemangku kepentingan. Rangkaian kegiatan diharapkan membantu pemuda menyampaikan ide secara lebih terarah, menemukan inspirasi, dan memahami cara mengembangkan potensi mereka.
Agenda IYS mencakup diskusi bersama pembuat kebijakan, pameran usaha pemuda, kegiatan terkait teknologi dan kesehatan mental, serta kompetisi pidato dan debat. Susunan ini memberi ruang bagi peserta untuk mengikuti isu publik, melihat contoh usaha yang digerakkan anak muda, dan mengeksplorasi topik yang dekat dengan kehidupan mereka. Kompetisi pidato dan debat turut mendorong kemampuan menyusun argumen dan berbicara di hadapan audiens. Ragam format tersebut memungkinkan peserta memilih kegiatan sesuai ketertarikan sekaligus mencoba pengalaman baru.
Untuk menampung cakupan agenda yang beragam, IYS 2026 menghadirkan empat area utama dengan fungsi berbeda. The Plenary menjadi ruang untuk diskusi dan pertukaran perspektif, sedangkan The Agora mendukung pertemuan serta interaksi antarpeserta. The Lab berfokus pada eksplorasi, termasuk pembahasan inovasi dan teknologi, sementara The Arena menjadi wadah kegiatan kompetitif seperti pidato dan debat. Keempat area ini dirancang untuk mendukung minat dan potensi pemuda melalui pengalaman yang bervariasi. Dengan demikian, peserta dapat bergerak di ruang diskusi, jejaring, eksplorasi, dan unjuk kemampuan, sesuai kebutuhan serta aspirasi masing-masing.
The Plenary menjadi ruang utama di IYS 2026 untuk mempertemukan pembuat kebijakan dengan para penggerak perubahan. Di sini, gagasan mengenai masa depan pemuda dapat dibahas bersama oleh pihak-pihak yang berperan dalam merancang kebijakan maupun menjalankan inisiatif di lapangan. Pertemuan tersebut membuka kesempatan untuk menyampaikan pandangan, mengenali kebutuhan, dan memperluas pemahaman mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda. Dengan menempatkan beragam perspektif dalam satu forum, The Plenary mendorong percakapan yang menghubungkan arah kebijakan dengan pengalaman serta aspirasi pemuda.
Agenda di The Plenary mencakup forum utama, sesi panel, dan diskusi yang menyediakan ruang untuk bertukar pemikiran secara terarah. Peserta dapat mengikuti pembahasan dari berbagai sudut pandang dan menyimak gagasan yang berkembang melalui percakapan antarpemangku kepentingan. Selain rangkaian diskusi, penghargaan Wirasena menjadi bagian dari agenda untuk memberi perhatian kepada kontribusi yang relevan dalam ekosistem kepemudaan. Area ini juga menjadi tempat peluncuran desain besar karakter pemuda Indonesia, sebuah agenda yang membawa perhatian pada gambaran dan peran pemuda dalam perjalanan bangsa. Bersama-sama, kegiatan tersebut menjadikan The Plenary bukan hanya tempat mendengarkan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan gagasan dan membangun pemahaman bersama.
Jika The Plenary berfokus pada pertemuan dan pertukaran gagasan, The Agora menghadirkan karya serta inovasi pemuda secara langsung. Melalui pameran usaha pemuda, pameran, dan jejaring komunitas, peserta memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan inisiatif, produk, maupun pendekatan yang mereka kembangkan. Interaksi di area ini dapat membantu pengunjung mengenali keragaman karya, sementara para penggerak muda dapat bertemu dengan komunitas lain dan berbagi pengalaman. The Agora juga membuka peluang untuk mempertemukan inovasi dengan lembaga, mitra, dan pasar. Pertemuan tersebut memberi ruang bagi peserta untuk menjajaki potensi kerja sama, menemukan kemungkinan dukungan, serta memahami peluang pengembangan yang sesuai bagi karya mereka. Dengan demikian, kedua ruang ini saling melengkapi: satu mempertemukan kebijakan dan gagasan, sementara yang lain menghubungkan inovasi pemuda dengan jejaring serta peluang kolaborasi yang lebih luas.
The Lab menghadirkan ruang eksplorasi yang mempertemukan teknologi, kesejahteraan, dan kesehatan mental dengan kebutuhan generasi muda. Fokus ini memberi kesempatan bagi peserta untuk melihat bagaimana gagasan dan perangkat digital dapat digunakan dalam merespons tantangan sehari-hari, sekaligus mendukung kualitas hidup. Teknologi tidak ditempatkan semata sebagai topik, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman dan pengembangan solusi yang relevan bagi anak muda. Dengan pendekatan tersebut, The Lab mendorong rasa ingin tahu, pemahaman lintas bidang, serta perhatian terhadap dampak inovasi terhadap kesejahteraan individu dan komunitas.
Rangkaian kegiatan di area ini mencakup zona pengalaman interaktif yang mengajak pengunjung terlibat secara langsung, serta Kemenpora Showcase yang menampilkan program dan inisiatif terkait. The Lab juga memberi sorotan kepada pemuda dan pemudi inspiratif, sehingga pengalaman dan kontribusi mereka dapat dikenal lebih luas. Perhatian khusus terhadap kesehatan mental dihadirkan melalui Mental Health Sanctuary, sebuah ruang yang menempatkan isu tersebut sebagai bagian penting dari kesejahteraan generasi muda. Kehadiran berbagai unsur ini membuat eksplorasi tidak terbatas pada teknologi, melainkan turut membuka ruang untuk memahami pengalaman, tantangan, dan potensi anak muda.
Jika The Lab menjadi ruang untuk mengeksplorasi, The Arena menyediakan panggung bagi peserta untuk mengekspresikan diri dan mengasah kemampuan. Agendanya meliputi konferensi pendamping, bincang-bincang, kompetisi stan, serta kompetisi pidato dan debat. Setiap format menawarkan cara berbeda untuk menyampaikan pandangan: peserta dapat berbagi gagasan dalam diskusi, merancang presentasi stan, atau menyusun argumen secara terstruktur dalam pidato dan debat. Rangkaian tersebut memberi kesempatan untuk melatih komunikasi, keberanian berbicara, dan kemampuan berpikir kritis di hadapan orang lain. Pada saat yang sama, peserta dapat menunjukkan kreativitas melalui ide, cara penyampaian, maupun karya yang mereka tampilkan. Dengan demikian, The Arena melengkapi eksplorasi di The Lab melalui pengalaman partisipatif yang mendorong anak muda untuk berlatih, berbagi, dan tampil.
Pertunjukan musik menjadi unsur tambahan yang melengkapi rangkaian IYS 2026. Kehadirannya memberi ruang bagi ekspresi kreatif di tengah agenda yang mencakup diskusi, inovasi, dan jejaring. Dengan demikian, acara tidak hanya menjadi tempat bertukar gagasan, tetapi juga menghadirkan bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak muda. Musik dapat membangun suasana yang lebih cair, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam konteks yang berbeda dari sesi formal. Perpaduan ini dirancang untuk memperkaya pengalaman selama acara tanpa menggeser fokus utama IYS sebagai wadah pengembangan kepemudaan.
Ruang pertunjukan juga berpotensi mempertemukan peserta dengan karya dan perspektif yang beragam. Melalui penampilan musik, kreativitas dapat disampaikan secara langsung dan dinikmati bersama, sekaligus membuka percakapan pelaku, komunitas, dan pengunjung. Interaksi semacam ini melengkapi kegiatan berbasis pengetahuan dengan pengalaman budaya yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Dalam satu rangkaian, peserta dapat menyimak pembahasan isu kepemudaan, mengenali gagasan inovatif, memperluas jejaring, serta menyaksikan ekspresi artistik. Setiap unsur memiliki fungsi berbeda, tetapi bersama-sama membentuk panggung yang mendorong keterlibatan dan pertukaran.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), sebagai penyelenggara, berharap IYS 2026 dapat menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan melalui diskusi dan pertemuan lintas latar belakang. Kemenpora juga mengharapkan peserta dapat memperkenalkan karya serta gagasan mereka kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus menjalin hubungan dengan komunitas baru. Harapan tersebut mencakup terbukanya peluang untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan merintis kolaborasi yang relevan.
Baca juga: Harmoni dari Desa Leran Kalitidu Bojonegoro: Dusun Sido Kumpul Menuju Panggung Nasional KASAD Award 2026 | TNI Fair 2026, Wujudkan Ruang Edukasi dan Kedekatan TNI dengan Masyarakat






