Jakarta | Pedagang kipas angin dan pendingin udara (AC) di kawasan Glodok, Jakarta Barat, melaporkan peningkatan penjualan ketika cuaca panas melanda Jabodetabek. Mereka menyebut semakin banyak masyarakat datang untuk mencari alat penyejuk, baik untuk membantu mengurangi rasa gerah di rumah maupun menunjang kenyamanan saat beraktivitas. Kenaikan permintaan ini menunjukkan bahwa kondisi suhu yang menyengat dapat mendorong warga mempertimbangkan pembelian perangkat pendingin.
Sejumlah pilihan tersedia bagi konsumen, mulai dari kipas angin hingga AC. Kipas menjadi pilihan bagi pembeli yang membutuhkan sirkulasi udara, sedangkan AC dapat dipertimbangkan untuk mendinginkan ruangan secara lebih intensif. Pedagang merasakan perubahan minat tersebut seiring berlanjutnya cuaca panas. Meski kebutuhan tiap rumah berbeda, meningkatnya jumlah masyarakat yang mencari produk penyejuk menjadi gambaran dampak langsung suhu tinggi terhadap kegiatan perdagangan di Glodok.
Kondisi panas dan kering di wilayah tersebut berkaitan dengan sejumlah faktor cuaca. Periode kemarau, fenomena El Niño, serta indeks Indian Ocean Dipole (IOD) positif disebut turut membuat kondisi lebih panas. Tutupan awan yang minim juga memungkinkan paparan sinar matahari terasa lebih kuat pada siang hari. Gabungan keadaan ini menjadi konteks bagi meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kipas angin dan AC, terutama ketika suhu tinggi berlangsung di berbagai daerah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum mencapai 38,5 derajat Celsius di Jawa Barat pada 17 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, suhu maksimum di Lampung dan Jawa Tengah tercatat 38 derajat Celsius. Sehari sebelumnya, Jawa Timur juga mencapai suhu maksimum 38 derajat Celsius, yakni pada 16 Oktober 2026. Angka-angka tersebut memperlihatkan bahwa cuaca panas tidak hanya dirasakan di Jabodetabek, tetapi juga terjadi di sejumlah wilayah lain.
Di Glodok, meningkatnya pencarian alat penyejuk menjadi salah satu respons warga terhadap keadaan tersebut. Pedagang menyampaikan bahwa lebih banyak orang kini mempertimbangkan kipas atau AC untuk menghadapi suhu panas. Perkembangan ini sekaligus menggambarkan hubungan perubahan kondisi cuaca dan kebutuhan rumah tangga: saat udara lebih panas dan kering, perangkat pendingin semakin dicari sebagai pilihan untuk menjaga kenyamanan sehari-hari.
Surya, pedagang kipas angin yang berjualan di kawasan Glodok, mengatakan permintaan produknya meningkat sejak cuaca panas ekstrem melanda Jabodetabek. Menurut dia, penjualan kipas angin naik sekitar 20 hingga 30 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Kenaikan tersebut terlihat dari lebih banyaknya pembeli yang datang untuk mencari perangkat pendingin ruangan, terutama ketika suhu udara terasa panas dalam beberapa waktu terakhir. Keterangan itu disampaikan Surya saat ditemui pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Perubahan penjualan juga terasa jika dibandingkan dengan musim hujan. Pada periode tersebut, pendapatan Surya biasanya hanya mencapai jutaan rupiah. Sementara saat cuaca panas, omzetnya dapat meningkat hingga puluhan juta rupiah. Perbedaan itu menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kipas angin dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan kenyamanan di rumah. Meski begitu, angka penjualan yang disebutkan merupakan pengalaman Surya sebagai pedagang, bukan gambaran menyeluruh bagi seluruh toko di Glodok.
Surya menjelaskan, kipas angin menjadi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan alat penyejuk, tetapi belum mampu membeli pendingin udara atau AC. Harga kipas yang relatif lebih terjangkau membuat produk ini dapat diakses oleh lebih banyak kalangan. Kipas angin dengan harga termurah, katanya, dibanderol sekitar Rp200 ribuan. Bagi pembeli dengan anggaran terbatas, kisaran tersebut dapat menjadi alternatif untuk membantu mengurangi rasa gerah tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar pembelian AC.
Lonjakan minat itu turut memperlihatkan bagaimana cuaca panas dapat memengaruhi keputusan belanja rumah tangga. Sebagian konsumen memilih solusi sederhana yang sesuai dengan kemampuan mereka, sementara kebutuhan untuk menjaga ruangan tetap nyaman mendorong peningkatan transaksi di toko. Kipas angin tidak menawarkan fungsi pendinginan yang sama dengan AC, tetapi dapat membantu mengalirkan udara dan memberi rasa lebih nyaman. Bagi Surya, kenaikan omzet pada masa panas menjadi kontras dengan pendapatan saat musim hujan, ketika permintaan cenderung lebih rendah. Kondisi tersebut menjadikan cuaca sebagai salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pergerakan penjualan perangkat penyejuk di Glodok.
Di tengah meningkatnya minat terhadap kipas dan pendingin ruangan, harga menjadi salah satu pertimbangan pembeli. Surya mengatakan tokonya menawarkan produk dengan harga terjangkau dan memberikan diskon. Salah satu contohnya adalah standing fan CKE yang sebelumnya dibanderol Rp2,34 juta. Setelah potongan harga, produk tersebut dijual seharga Rp2,22 juta. Selisih harga itu mencapai Rp120 ribu dari banderol awal. Penawaran tersebut menjadi bagian dari strategi toko dalam menyediakan pilihan bagi pelanggan yang sedang mencari kipas. Keterangan Surya menggambarkan bahwa diskon diterapkan pada produk tertentu, termasuk kipas berdiri CKE. Dengan harga setelah potongan, calon pembeli dapat membandingkan nilai barang dengan anggaran yang dimiliki sebelum menentukan pilihan. Harga terjangkau dan potongan harga ditawarkan toko sebagai daya tarik bagi konsumen.
Wawan menyampaikan bahwa penjualan di tokonya meningkat sekitar 20 persen selama kurang lebih sebulan terakhir. Menurutnya, kenaikan tersebut berlangsung ketika semakin banyak orang mencari kipas, seiring Jakarta dan wilayah sekitarnya terasa panas. Minat itu terlihat pada pelanggan yang datang untuk mencari alat penyejuk. Wawan mengaitkan perubahan penjualan dengan kebutuhan masyarakat terhadap kipas dalam kondisi cuaca yang terasa gerah. Keterangan tersebut merujuk pada perkembangan penjualan di tokonya dalam periode sekitar satu bulan, bukan gambaran untuk seluruh toko di Glodok. Ia juga menyebut tokonya memberikan diskon kepada pembeli. Dengan demikian, strategi harga berupa potongan turut menjadi informasi yang disampaikan toko, di samping adanya kenaikan permintaan kipas.
Wawan turut menjelaskan bahwa kebutuhan penyejuk di gudang menjadi salah satu alasan orang mencari kipas. Ruangan gudang, menurutnya, tidak mungkin menggunakan AC, sehingga kipas menjadi pilihan untuk membantu mendinginkan area tersebut. Kebutuhan ini berbeda dari penggunaan pendingin ruangan di tempat lain, karena kondisi gudang membuat AC bukan pilihan yang dapat digunakan. Karena itu, sebagian pencarian kipas berkaitan dengan kebutuhan ruang penyimpanan atau area kerja serupa. Dalam penjelasannya, Wawan menghubungkan kebutuhan tersebut dengan meningkatnya penjualan sekitar 20 persen selama kurang lebih sebulan terakhir. Ia tidak hanya menyebut cuaca panas sebagai latar meningkatnya minat, tetapi juga kebutuhan praktis untuk gudang. Tokonya menawarkan diskon, sementara Surya menyebut contoh harga standing fan CKE yang turun dari Rp2,34 juta menjadi Rp2,22 juta.
Delvin, pedagang elektronik yang juga menjual pendingin udara, menyebut penjualan AC di tokonya meningkat sekitar 20 persen. Kenaikan tersebut tercatat meskipun harga unit yang tersedia berada pada kisaran Rp2,5 juta hingga Rp4 juta. Rentang harga itu menjadi informasi awal bagi calon pembeli yang ingin mengetahui pilihan produk sebelum menentukan unit yang akan dibeli. Delvin tidak menyebutkan adanya perubahan harga tertentu; keterangan yang disampaikannya berfokus pada peningkatan penjualan dan kondisi stok AC di toko.
Menurut Delvin, persediaan AC yang tersisa saat ini sudah sedikit. Karena jumlahnya terbatas, unit AC tidak dipajang di etalase toko. Kondisi tersebut membuat calon pembeli perlu bertanya lebih dahulu kepada Delvin mengenai pilihan yang masih tersedia, alih-alih mengandalkan barang yang terlihat di bagian depan toko. Informasi langsung dari pedagang dapat membantu pembeli mengetahui opsi AC yang dapat dipertimbangkan dan kisaran harganya, sekaligus memastikan pilihan yang ditanyakan sesuai dengan kebutuhan ruang.
Calon pembeli juga dapat menyampaikan.






