Pekanbaru | PSPS Pekanbaru meraih kemenangan 4-1 atas Persiku Kudus dalam lanjutan Liga Pegadaian Championship 2025–2026 di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, Provinsi Riau, Minggu sore. Hasil akhir tersebut diraih setelah PSPS bangkit dari ketertinggalan pada babak pertama. Persiku lebih dahulu memimpin melalui tendangan penalti Victor Hugo pada menit ke-19, tetapi tuan rumah terus berupaya mencari celah untuk menyamakan kedudukan sebelum jeda. Gol balasan akhirnya tercipta pada menit ke-43, sehingga kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor imbang 1-1.
PSPS sebenarnya langsung memberi ancaman sejak awal pertandingan. Belum genap satu menit, Antonio Gamaroni memperoleh peluang untuk membawa tuan rumah unggul. Namun, upayanya masih dapat ditepis oleh kiper Persiku, M. Ridwan. Setelah tekanan awal itu, pertandingan berlangsung dengan upaya kedua tim membangun serangan. Persiku kemudian mendapat kesempatan dari titik putih pada menit ke-19. Kiper PSPS, Dicky Agung, dinilai melakukan pelanggaran terhadap Mohammad Asad setelah tidak mampu menangkap bola dengan sempurna. Wasit Dandy Surama Torong menunjuk titik putih, dan keputusan tersebut memberi Persiku peluang untuk membuka keunggulan.
Victor Hugo mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Dicky sempat membaca arah tendangan ke sisi kanan gawang, tetapi bola tetap meluncur masuk dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Persiku. PSPS tidak berhenti menyerang setelah kebobolan dan berusaha memanfaatkan kesalahan lawan untuk membalas. Momentum itu datang menjelang akhir babak pertama, ketika sebuah operan Persiku tidak sampai kepada rekannya. Matheus Machado memanfaatkan kesalahan tersebut, lalu mengirimkan umpan mendatar kepada Asir Aziz. Asir menuntaskan peluang dengan tembakan rendah yang melewati jangkauan penjaga gawang. Gol pada menit ke-43 itu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga babak pertama berakhir, menjaga peluang PSPS untuk melanjutkan kebangkitan pada paruh kedua laga.
Memasuki babak kedua, PSPS Pekanbaru tampil dengan tempo permainan yang berbeda. Setelah tertinggal pada paruh pertama, tim asuhan Akhyar Ilyas segera meningkatkan intensitas serangan dan berusaha mengambil kendali pertandingan. Pelatih PSPS melakukan dua pergantian pemain saat jeda, sebuah langkah yang memberi energi baru sekaligus mengubah dinamika permainan. Para pemain tuan rumah bergerak lebih agresif untuk menekan pertahanan Persiku Kudus, sementara aliran bola ke area depan menjadi lebih cepat. Perubahan itu segera terlihat dalam cara PSPS membangun serangan. Mereka tidak lagi membiarkan Persiku mengatur ritme dengan leluasa, melainkan aktif mencari celah dan memaksa barisan belakang lawan bekerja keras. Tekanan yang konsisten tersebut menjadi awal penting bagi upaya PSPS membalikkan keadaan.
Peluang krusial hadir pada menit ke-47. Ridwan lebih dulu menggagalkan umpan silang yang diarahkan kepada Gamaroni. Namun, bola muntah dari situasi tersebut bergerak ke arah Matheus Machado, yang kemudian terlibat dalam insiden dengan pemain Persiku di dalam kotak penalti. Wasit menghentikan pertandingan untuk memeriksa kejadian itu melalui video assistant referee (VAR). Setelah meninjau tayangan, ia tetap memutuskan bahwa PSPS berhak memperoleh tendangan penalti. Keputusan tersebut memberi kesempatan besar bagi tuan rumah untuk mengubah skor sekaligus menegaskan dampak tekanan mereka sejak awal babak kedua. Gamaroni maju sebagai algojo dengan ketenangan, lalu mengarahkan tendangannya ke sisi kiri gawang. Eksekusi itu berhasil menaklukkan Ridwan dan membuat PSPS berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut mengubah suasana pertandingan dan semakin meningkatkan keyakinan para pemain PSPS. Mereka melanjutkan tekanan dengan menjaga intensitas serangan, berusaha memanfaatkan momentum setelah berhasil membalikkan kedudukan. Sebaliknya, Persiku menghadapi kesulitan untuk keluar dari tekanan dan memperoleh ruang yang cukup guna mengembangkan permainan. Ketika mencoba menyusun serangan, para pemain Persiku kerap berhadapan dengan penjagaan rapat serta upaya PSPS untuk merebut kembali bola. Akibatnya, tim tamu tidak leluasa membangun alur permainan seperti yang diharapkan. PSPS semakin mampu mengarahkan jalannya pertandingan, baik melalui penguasaan bola maupun dorongan untuk menyerang. Keunggulan 2-1 hasil penalti Gamaroni pun menjadi titik balik yang nyata: perubahan tempo, pergantian pemain, dan tekanan berkelanjutan membantu tuan rumah menguasai momentum setelah jeda. Persiku harus mencari cara untuk merespons, tetapi ruang gerak mereka semakin terbatas.Pada menit ke-70, PSPS Pekanbaru mencetak gol ketiga melalui serangan balik yang bermula dari umpan Matheus Machado. Machado mengirimkan umpan terobosan kepada Asir Aziz yang berada di sisi kiri. Alur serangan tersebut berlanjut ketika Asir menerima bola dan bergerak melewati seorang pemain bertahan. Setelah melewati pemain itu, Asir melepaskan umpan silang ke depan gawang. Natanael Siringoringo menyambut bola dengan sentuhan yang mengarahkannya masuk dan mengubah skor menjadi 3-1.
Rangkaian gol itu tersusun dari beberapa tindakan yang saling berurutan: umpan terobosan Machado, pergerakan Asir di sisi kiri, lalu umpan silang menuju area depan gawang. Asir lebih dahulu melewati seorang pemain bertahan sebelum mengirim bola ke depan. Di titik akhir rangkaian tersebut, Natanael menyambut umpan silang dengan sentuhan untuk mencetak gol. Dengan demikian, serangan balik PSPS menghasilkan gol melalui kerja sama tiga pemain, mulai dari pengiriman bola oleh Machado hingga penyelesaian Natanael.
Gol pada menit ke-70 tersebut membuat PSPS menambah jarak keunggulan dan membawa skor menjadi 3-1 atas Persiku Kudus. Perubahan skor terjadi setelah bola bergerak dari Machado kepada Asir, kemudian diteruskan melalui umpan silang ke depan gawang. Sentuhan Natanael menjadi penyelesaian dari rangkaian itu. Urutan peristiwa tersebut menggambarkan bagaimana serangan balik PSPS berakhir dengan gol ketiga: Machado membuka serangan lewat umpan terobosan, Asir membawa bola melewati pemain bertahan dan mengirim umpan silang, sementara Natanael menyambut bola untuk mencatat gol.
PSPS Pekanbaru menutup pertandingan melawan Persiku Kudus dengan gol keempat pada penghujung laga. Dalam rangkaian serangan tersebut, Alfin lebih dahulu membawa bola dan melewati dua pemain lawan. Aksi itu membuka ruang untuk melanjutkan serangan, sebelum ia mengirimkan umpan kunci kepada Aulia Ramadhan. Aulia kemudian meneruskan bola kepada Matheus Machado, yang menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol. Rangkaian operan dan penyelesaian itu memastikan PSPS menambah keunggulan dan mengubah skor menjadi 4-1.
Gol penutup tersebut tercipta ketika pertandingan sudah memasuki bagian akhir. Peran Alfin menjadi awal dari proses terciptanya gol, setelah ia berhasil melewati dua pemain Persiku. Umpan kunci yang diberikan Alfin kemudian diterima Aulia Ramadhan, yang meneruskannya kepada Matheus Machado. Machado menuntaskan bola itu dan mencatatkan gol keempat bagi PSPS. Dengan demikian, kontribusi ketiga pemain tersebut menghasilkan gol terakhir dalam pertandingan di Pekanbaru itu.
Setelah gol Machado, wasit memberikan tambahan waktu tujuh menit pada babak kedua. Durasi tambahan tersebut memberi kedua tim waktu untuk melanjutkan permainan sebelum pertandingan berakhir. Namun, tidak ada gol lagi yang tercipta selama waktu tambahan. Skor tetap 4-1 hingga wasit meniup peluit panjang, sehingga gol Matheus Machado menjadi gol terakhir dalam laga tersebut. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan PSPS Pekanbaru atas Persiku Kudus dengan skor 4-1.
Baca juga: Tim Alpha Laksanakan Fastrope ke Titik Api, Siap Buka Jalan Tim Free Fall di Pekanbaru






