Penyemaian Dry Ice Dikaitkan dengan Membaiknya Jarak Pandang di Palembang

Penyemaian Dry Ice Dikaitkan dengan Membaiknya Jarak Pandang di Palembang

Kota Palembang | BPBD Sumatera Selatan menyebut penyemaian dry ice membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti Palembang. Perbaikan kondisi tersebut terpantau pada Kamis (15/10), setelah tim melaksanakan dua sortie penyemaian. Informasi ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, yang menjelaskan adanya perubahan jarak pandang di wilayah terdampak. Sebelumnya, jarak pandang sempat berada di kisaran 25 meter, sehingga aktivitas warga dan pengguna jalan terganggu oleh pekatnya asap. Setelah penyemaian dilakukan, jarak pandang dilaporkan meningkat secara signifikan. BPBD mengaitkan perubahan yang teramati itu dengan upaya penyemaian, sambil tetap menempatkannya sebagai bagian dari pemantauan kondisi atmosfer dan dampak asap di Palembang.

Menurut Iqbal, jarak pandang yang semula hanya sekitar 25 meter kemudian meningkat menjadi kurang lebih 2.000 meter. Perubahan itu menunjukkan kondisi yang lebih terbuka dibandingkan situasi sebelumnya, ketika kabut asap membatasi pandangan secara tajam. Dua sortie penyemaian dry ice telah dilakukan sebelum perbaikan tersebut terpantau. Data jarak pandang menjadi salah satu gambaran yang dapat digunakan untuk mengikuti perkembangan keadaan dari waktu ke waktu. Namun, angka tersebut menggambarkan kondisi pada waktu dan lokasi pengamatan tertentu, bukan jaminan bahwa kabut asap telah hilang sepenuhnya atau tidak akan kembali menebal. Karena itu, pemantauan lanjutan tetap penting untuk mengetahui apakah perbaikan bertahan dan meluas.

Peningkatan jarak pandang disebut sebagai salah satu indikator keberhasilan upaya penyemaian, bukan bukti final bahwa metode tersebut secara langsung menjadi satu-satunya penyebab membaiknya keadaan. Kondisi kabut asap dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, sehingga penilaian efektivitas memerlukan pengamatan yang berkelanjutan dan pembandingan data. Dalam konteks ini, keterangan BPBD menunjukkan bahwa perbaikan terpantau setelah dua sortie dilaksanakan, tetapi hubungan waktu tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan kausal yang sudah dipastikan. Informasi itu memberi gambaran awal mengenai hasil yang diharapkan dari penanganan kabut asap di Palembang. Masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan resmi mengenai kualitas udara, jarak pandang, dan langkah penanganan berikutnya, terutama apabila asap kembali mengganggu aktivitas sehari-hari maupun keselamatan perjalanan.

Pelaksanaan penyemaian dry ice di Palembang dilakukan dalam beberapa sortie dengan jumlah bahan yang telah ditentukan untuk setiap penerbangan. Berdasarkan keterangan sumber, pesawat yang menjalankan satu sortie membawa 800 kilogram dry ice. Hingga Jumat (16/10), total bahan yang disemai tercatat mencapai 2,4 ton. Jumlah tersebut berasal dari tiga sortie, sehingga tiap penerbangan membawa muatan yang sama. Rincian ini menunjukkan bahwa penyemaian berlangsung secara bertahap, bukan dalam satu kali penerbangan. Pelaksanaan dibagi ke dalam dua hari, yakni Kamis (15/10) dan Jumat (16/10), dengan total penerbangan sesuai catatan hingga Jumat itu.

Pada Kamis (15/10), pesawat melaksanakan dua sortie. Dengan muatan 800 kilogram per sortie, jumlah dry ice yang disemai pada hari tersebut mencapai 1,6 ton. Satu sortie berikutnya berlangsung pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIB, dengan muatan 800 kilogram. Jika ketiga penerbangan dihitung bersama, total dry ice yang digunakan mencapai 2,4 ton. Urutan pelaksanaan ini menjadi dasar untuk memahami jumlah bahan yang telah disebarkan hingga waktu pelaporan. Keterangan mengenai jumlah sortie dan muatan tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan dampak setiap penerbangan secara terpisah, tetapi memberikan gambaran tentang skala kegiatan yang dilakukan di wilayah Palembang.

Selain membaiknya jarak pandang, perubahan yang dilaporkan juga mencakup penurunan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palembang. Sebelum penyemaian dilakukan, kualitas udara di wilayah tersebut berada dalam kategori berbahaya. Setelah kegiatan berlangsung, ISPU disebut menurun, meskipun angka rinci indeks tidak dicantumkan dalam keterangan sumber. Karena itu, perubahan kualitas udara dapat disampaikan berdasarkan arah perubahannya tanpa menyebut nilai tertentu. Informasi tersebut menempatkan penurunan ISPU sebagai perkembangan yang terjadi bersamaan dengan membaiknya jarak pandang, sementara rincian yang tersedia tetap terbatas pada kategori awal dan keterangan bahwa indeks kemudian menurun. Jumlah dry ice, jadwal sortie, serta perubahan kondisi tersebut merupakan rincian yang dilaporkan hingga Jumat (16/10).

Penyemaian dry ice di Palembang masih berada dalam tahap uji coba, sehingga hasil yang terlihat belum dapat langsung dijadikan ukuran pasti efektivitasnya. BPBD Sumatera Selatan berharap kegiatan tersebut dapat kembali dilakukan untuk membantu mengurangi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah, termasuk Palembang. Namun, pelaksanaan lanjutan tetap bergantung pada koordinasi dan evaluasi pihak-pihak terkait. Upaya ini dipandang sebagai salah satu langkah yang dapat diuji, bukan sebagai solusi yang sudah terbukti mampu menghilangkan kabut asap. Karena itu, kondisi udara dan perubahan jarak pandang tetap perlu dipantau setelah kegiatan berlangsung. Pengamatan tersebut penting agar penilaian tidak hanya didasarkan pada perubahan sesaat, tetapi juga mempertimbangkan keadaan cuaca dan kualitas udara secara lebih menyeluruh.

BPBD Sumsel akan mengkaji efektivitas penyemaian bersama BMKG, BNPB, dan Kementerian Kehutanan. Evaluasi akan mencakup perubahan kondisi setelah penyemaian serta durasi dampaknya: berapa lama pengaruh kegiatan itu dapat bertahan sebelum kabut asap kembali muncul atau menebal. Hasil kajian bersama diperlukan untuk membedakan dampak penyemaian dari pengaruh kondisi alam lainnya. Dengan demikian, penilaian tidak hanya melihat apakah jarak pandang membaik dalam waktu dekat, tetapi juga apakah perubahan tersebut berlangsung cukup lama dan berkaitan dengan kegiatan penyemaian. Data pengamatan dan pembahasan lintas lembaga akan menjadi bahan untuk menentukan langkah berikutnya. Selama proses itu berlangsung, penyemaian dry ice tetap perlu dipahami sebagai percobaan yang hasilnya masih ditelaah, bukan tindakan dengan dampak yang telah dipastikan.

Iqbal menyampaikan bahwa perubahan suhu siang dan malam mungkin menjadi salah satu indikator yang berkaitan dengan penurunan kembali kabut asap pada malam hari. Keterangan tersebut masih berupa kemungkinan yang perlu diperiksa melalui pengamatan lebih lanjut, bukan kesimpulan bahwa perubahan suhu telah terbukti menjadi penyebabnya. Evaluasi akan dilakukan terus-menerus, termasuk dengan membandingkan kondisi pada waktu berbeda dan mencermati berapa lama perubahan jarak pandang bertahan. Pemantauan berkelanjutan diharapkan membantu pihak terkait memahami pola kabut asap serta menilai apakah penyemaian memberi manfaat dalam kondisi tertentu. Sampai kajian bersama menghasilkan penilaian yang lebih lengkap, BPBD Sumsel belum dapat memastikan besarnya pengaruh maupun lamanya dampak penyemaian dry ice di Palembang. Informasi mengenai hasil uji coba selanjutnya akan menjadi pertimbangan dalam merencanakan kegiatan lanjutan.Pesawat penyemai dry ice masih diberangkatkan dari Lampung sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BPBD berharap kondisi udara yang membaik dan jarak pandang yang lebih jelas dapat membantu kelancaran operasi melalui jalur udara. Visibilitas yang memadai penting bagi keselamatan penerbangan sekaligus memungkinkan petugas memantau area terdampak dan menjalankan langkah pemadaman dengan lebih efektif. Perkembangan kondisi tersebut menjadi perhatian dalam menentukan kegiatan udara berikutnya.

Sementara itu, operasi modifikasi cuaca menggunakan natrium klorida belum dapat dilaksanakan sebelum tersedia perkembangan awan hujan yang memungkinkan penyemaian. Pelaksanaan operasi bergantung pada kondisi atmosfer dan pertumbuhan awan yang sesuai. Jika unsur cuaca mendukung, BPBD akan berkoordinasi dengan BMKG untuk membahas waktu serta kebutuhan pelaksanaannya. Iqbal menyampaikan harapan agar asap dapat terbuka dan bergerak naik, sehingga bibit awan hujan berpeluang muncul. Kondisi awan tersebut diperlukan sebagai salah satu dasar untuk mempertimbangkan penyemaian.

BPBD juga berharap helikopter dapat kembali melakukan pemadaman melalui metode water bombing setelah keadaan udara.

Baca juga: Kementerian PKP Dorong Palembang Percepat Penanganan 3.067 Rumah Tidak Layak Huni