Bisnis  

Cekcok Petugas BKO dan Pekerja Sawit di Labuhanbatu Utara Terekam Video

Cekcok Petugas BKO dan Pekerja Sawit di Labuhanbatu Utara Terekam Video

Kabupaten Labuhanbatu Utara | Video berdurasi 17 detik yang memperlihatkan perselisihan dua orang berseragam loreng dan sejumlah warga menyebar di media sosial. Rekaman tersebut menjadi perhatian karena menampilkan adu mulut dalam suasana tegang, meski durasinya singkat dan tidak memperlihatkan keseluruhan rangkaian peristiwa.

Peristiwa itu disebut melibatkan dua oknum TNI dan pekerja pengepul kelapa sawit di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Dalam video, dua pria yang mengenakan pakaian loreng terlihat berhadapan dengan beberapa orang. Percakapan di mereka berlangsung dengan nada tinggi, sementara warga lain berada di sekitar lokasi.

Identitas pihak-pihak yang terlihat dalam rekaman tersebut belum disebutkan secara terbuka. Karena itu, informasi mengenai latar belakang perselisihan masih perlu merujuk pada keterangan resmi dari pihak berwenang. Rekaman yang beredar juga hanya menggambarkan sebagian kejadian sehingga belum dapat menjadi dasar untuk menyimpulkan penyebab maupun pihak yang paling bertanggung jawab.

Penyebaran video tersebut membuat kabar mengenai cekcok petugas BKO dan pekerja sawit dengan cepat diperbincangkan pengguna media sosial. Sejumlah unggahan menampilkan potongan rekaman yang sama, disertai keterangan mengenai lokasi kejadian di wilayah Labuhanbatu Utara. Namun, keterangan dalam unggahan tidak seluruhnya dapat dipastikan kebenarannya.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan orang berseragam loreng dan masyarakat yang bekerja dalam aktivitas pengumpulan kelapa sawit. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, kronologi, status para pihak, serta tindak lanjut atas kejadian tersebut masih menunggu penjelasan dari institusi terkait. Pemberitaan mengenai insiden ini perlu disampaikan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kesimpulan prematur atau memperluas informasi yang belum terverifikasi.

Peristiwa perselisihan petugas BKO dan pekerja sawit berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, sekitar dini hari. Kejadian tersebut tercatat berada di kawasan Lubuk Pinang, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Lokasi yang disebut dalam informasi tersebut bukan berada di wilayah lain, melainkan di areal perkebunan milik PT Agrinas Palma Nusantara, yang dikenal dengan singkatan APN.

Areal PT Agrinas Palma Nusantara menjadi lokasi berlangsungnya cekcok yang kemudian terekam dalam video. Berdasarkan informasi yang tersedia, kawasan itu merupakan lahan perusahaan dan disebut sebagai area yang rawan pencurian sawit. Penyebutan kondisi tersebut menjadi konteks penting dalam memahami mengapa keberadaan petugas BKO dan pekerja sawit berada dalam perhatian pada waktu kejadian.

Dengan demikian, lokasi kejadian dapat diidentifikasi secara spesifik, yakni di areal PT Agrinas Palma Nusantara atau APN, kawasan Lubuk Pinang, Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu. Waktunya berlangsung pada dini hari, Jumat, 9 Oktober 2026. Keterangan mengenai tempat dan waktu ini merujuk pada informasi yang tersedia terkait video perselisihan tersebut, tanpa memindahkan lokasi ke wilayah lain atau menambahkan gambaran mengenai kondisi lapangan yang tidak disebutkan.

Perselisihan yang terekam dalam video di Labuhanbatu Utara disebut bermula dari aktivitas penimbangan tandan buah segar (TBS) milik warga. Penimbangan tersebut berlangsung di area yang disebut sebagai lahan perusahaan. Dalam situasi itu, petugas BKO mendatangi lokasi dan menegur pihak yang sedang melakukan kegiatan penimbangan. Teguran tersebut menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang kemudian berkembang menjadi cekcok petugas dan pekerja sawit.

Sebelum peneguran berlangsung, petugas dilaporkan telah mengamankan sebuah sepeda motor yang digunakan untuk membawa kelapa sawit. Kendaraan itu membawa muatan menggunakan keranjang. Berdasarkan informasi yang beredar, muatan kelapa sawit tersebut diduga berasal dari pencurian di areal perusahaan. Status asal muatan itu masih berupa dugaan sesuai keterangan yang menjadi dasar tindakan petugas, sehingga belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang telah terbukti.

Setelah sepeda motor dan muatannya diamankan, petugas kemudian menurunkan tandan buah segar yang dibawa menggunakan keranjang tersebut. Tindakan itu dilakukan sebelum petugas menegur aktivitas penimbangan TBS milik warga yang berlangsung di lokasi. Urutan kejadian tersebut menjadi bagian penting dalam memahami rekaman video yang beredar, karena video menampilkan perselisihan setelah adanya tindakan pengamanan terhadap muatan sawit. Pihak-pihak yang terlibat kemudian terlihat saling beradu argumen mengenai aktivitas penimbangan, status lahan, serta penanganan buah sawit yang telah diturunkan. Informasi mengenai kejadian ini perlu disampaikan secara hati-hati dengan tetap menggunakan kata diduga, terutama ketika menyebut asal muatan dan dugaan pencurian. Dengan demikian, kronologi awal menunjukkan adanya pengamanan kendaraan beserta muatan, penurunan kelapa sawit, peneguran aktivitas penimbangan, lalu perselisihan petugas BKO dan pekerja sawit di lokasi. Rangkaian tersebut menggambarkan latar awal sebelum peristiwa dalam video berkembang dan menarik perhatian publik.

Staf Sumber Daya Manusia dan Umum PT APN, Suhendri, membenarkan adanya perselisihan yang melibatkan dua oknum TNI dan masyarakat setempat. Keterangan tersebut disampaikan untuk menjelaskan peristiwa yang terekam dalam video dan beredar terkait situasi di wilayah Labuhanbatu Utara. Dengan demikian, pihak perusahaan mengakui bahwa cekcok tersebut memang terjadi, sebagaimana terlihat dalam rekaman yang beredar di tengah masyarakat.

Menurut keterangan Suhendri, kejadian itu berlangsung di kawasan Lubuk Pinang, Desa Sukarame. Lokasi tersebut menjadi tempat berlangsungnya perselisihan dua oknum TNI dan warga setempat. Keterangan dari pihak PT APN itu turut menghubungkan peristiwa yang terekam dengan kawasan yang disebutkan, sehingga informasi mengenai lokasi kejadian menjadi lebih jelas.

Pembenaran dari Suhendri menjadi keterangan pihak perusahaan mengenai adanya perselisihan tersebut. Ia menyatakan bahwa peristiwa yang melibatkan dua oknum TNI dan masyarakat setempat memang terjadi di kawasan Lubuk Pinang, Desa Sukarame. Keterangan ini melengkapi informasi mengenai video yang merekam cekcok petugas BKO dan pekerja sawit di Labuhanbatu Utara, tanpa memuat rincian lain di luar kejadian yang telah dikonfirmasi.

Baca juga: Saat Petugas Bekerja untuk Rakyat, Tembakan Justru Mengancam di Lapangan