Kecelakaan Lima Kendaraan di Pringsewu, Dua Pelajar Meninggal di Lokasi

Kecelakaan Lima Kendaraan di Pringsewu, Dua Pelajar Meninggal di Lokasi

Kabupaten Pringsewu | Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Pekon Podosari, sekitar Jembatan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Peristiwa tersebut melibatkan sebuah truk pengangkut pasir dan empat kendaraan lain yang berada di depannya. Benturan beruntun itu menyebabkan situasi lalu lintas di ruas jalan tersebut terganggu, sementara petugas melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Kendaraan yang diduga menjadi pemicu kecelakaan adalah truk Fuso bermuatan pasir dengan nomor polisi BE 8412 AUH. Truk itu melaju dari arah Kecamatan Sukoharjo menuju Kecamatan Pringsewu. Saat memasuki ruas jalan yang menurun di sekitar jembatan, kendaraan berat tersebut diduga mengalami kegagalan sistem pengereman. Kondisi itu membuat laju truk sulit dikurangi ketika menghadapi turunan dan arus kendaraan di depannya.

Pengemudi diduga tidak mampu mengendalikan truk yang terus bergerak menuruni jalan. Kendaraan tersebut kemudian hilang kendali dan menghantam empat kendaraan yang melaju atau berhenti di depannya. Rangkaian tabrakan terjadi dalam waktu singkat dan melibatkan sejumlah pengguna jalan. Berdasarkan informasi awal, dua pelajar meninggal dunia di lokasi akibat kecelakaan tersebut. Petugas masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan kronologi, posisi masing-masing kendaraan, serta penyebab teknis yang menyebabkan sistem pengereman truk tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penanganan juga mencakup evakuasi kendaraan dan pengaturan arus lalu lintas agar ruas Jalan Raya Pekon Podosari kembali dapat dilalui dengan aman.

Kecelakaan di Pringsewu tersebut melibatkan lima kendaraan secara keseluruhan. Selain truk Fuso yang menjadi bagian utama dalam rangkaian tabrakan, terdapat empat kendaraan lain yang ditabrak, terdiri atas dua mobil minibus dan dua sepeda motor. Rincian kendaraan itu menjadi bagian penting untuk menggambarkan jumlah serta jenis kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut.

Dua kendaraan roda empat yang disebut dalam peristiwa ini adalah Toyota Innova bernomor polisi BE 1810 UW dan Mitsubishi Pajero bernomor polisi BE 1459 UC. Keduanya merupakan mobil minibus yang berada dalam rangkaian kecelakaan bersama truk Fuso. Penyebutan nomor polisi masing-masing kendaraan membantu membedakan kedua mobil tersebut dalam laporan mengenai tabrakan beruntun ini.

Selain dua mobil minibus, kecelakaan itu juga melibatkan dua sepeda motor. Sepeda motor pertama adalah Yamaha Mio, sedangkan sepeda motor kedua ialah Honda PCX bernomor polisi BE 2938 UAJ. Dengan demikian, kendaraan yang ditabrak oleh truk Fuso mencakup Toyota Innova, Mitsubishi Pajero, Yamaha Mio, dan Honda PCX.

Jika seluruh kendaraan dihitung, rangkaian insiden ini terdiri atas satu truk Fuso, dua mobil minibus, serta dua sepeda motor. Jumlah tersebut menegaskan bahwa peristiwa di Pringsewu merupakan kecelakaan yang melibatkan total lima kendaraan, bukan hanya tabrakan dua kendaraan. Dalam bahan sumber, dugaan rem blong tercantum sebagai bagian dari informasi mengenai insiden tersebut. Identitas setiap kendaraan, termasuk nomor polisi yang disebutkan, memberikan gambaran terperinci mengenai pihak-pihak yang berada dalam rangkaian tabrakan.

Yamaha Mio yang terlibat dalam kecelakaan tersebut ditumpangi oleh tiga pelajar. Motor itu mengalami benturan keras dalam rangkaian kecelakaan lima kendaraan di Pringsewu. Setelah benturan, Yamaha Mio terseret hingga puluhan meter dari titik tabrakan. Kondisi tersebut menyebabkan para penumpangnya mengalami dampak serius, terutama akibat kerasnya benturan dan jarak kendaraan terseret.

Dua penumpang Yamaha Mio meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban pertama adalah Maher Zain, berusia 13 tahun, warga Pekon Bandung Baru. Ia dinyatakan meninggal di tempat kejadian akibat luka berat yang dideritanya dalam kecelakaan tersebut.

Korban berikutnya adalah Rayhan Bintang, berusia 14 tahun, warga Kalirejo. Rayhan Bintang juga meninggal dunia di lokasi akibat luka berat. Kedua pelajar tersebut menjadi korban jiwa dalam kecelakaan yang melibatkan lima kendaraan itu. Informasi mengenai identitas dan kondisi mereka disampaikan sesuai keterangan yang tersedia terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, pengendara sepeda motor yang disebut berinisial M Rayhan, juga berusia 14 tahun, mengalami luka parah. Ia merupakan penumpang ketiga yang berada di Yamaha Mio saat kecelakaan terjadi. Cedera yang dialami M Rayhan menambah jumlah korban yang harus mendapat penanganan akibat kecelakaan tersebut. Benturan keras serta terseretnya sepeda motor hingga puluhan meter menggambarkan besarnya dampak kejadian terhadap para pelajar yang berada di atas kendaraan itu.

Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu Adi Wibowo, mengonfirmasi bahwa kecelakaan lalu lintas tersebut benar melibatkan lima kendaraan. Keterangan itu disampaikan pada Senin, 12 Oktober 2026, setelah insiden terjadi di sekitar Jembatan Way Sekampung, Kabupaten Pringsewu. Konfirmasi kepolisian ini memperjelas jumlah kendaraan yang terlibat dalam peristiwa tersebut, sekaligus menjadi dasar bagi proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut.

Dalam kecelakaan itu, dua pelajar dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Identitas para korban tetap menjadi bagian dari pendataan dan pemeriksaan yang dilakukan petugas. Sementara itu, M Rayhan bersama korban lainnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu untuk mendapatkan penanganan medis. Evakuasi tersebut dilakukan setelah petugas dan pihak terkait menangani kondisi di lokasi kecelakaan.

Polisi masih mengumpulkan keterangan serta mencermati rangkaian peristiwa yang menyebabkan lima kendaraan terlibat tabrakan. Informasi awal menyebut adanya dugaan kegagalan pengereman pada truk Fuso, tetapi hal tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan final mengenai penyebab kecelakaan. Pemeriksaan kendaraan, keterangan saksi, dan hasil penyelidikan diperlukan untuk memastikan faktor yang berperan dalam insiden tersebut.

Dengan demikian, keterangan Iptu Adi Wibowo menegaskan keterlibatan lima kendaraan di sekitar Jembatan Way Sekampung dan memastikan korban telah dibawa untuk memperoleh pertolongan. Perkembangan kondisi korban serta hasil penyelidikan kepolisian masih menjadi informasi yang ditunggu, sementara masyarakat diimbau tetap berhati-hati ketika melintasi jalur tersebut.

Baca juga: CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, MABES TNI EDUKASI GURU DAN PELAJAR SMA 10 SAMARINDA | Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh | Perkuat Kesiapsiagaan Dalam Menangani Karhutla, Personel Lanud Sjamsudin Noor Asah Kemampuan Operasikan Kendaraan Pemadam Kebakaran