Yusuf Mahardika Tantang Ketakutan lewat Film Horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih

Yusuf Mahardika Tantang Ketakutan lewat Film Horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih

Jakarta | Yusuf Mahardika membintangi film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih dengan memerankan Damar. Keterlibatan ini menjadi pengalaman penting bagi Yusuf karena ia selama ini jarang mengambil peran dalam film horor. Sebelumnya, ia hanya sesekali hadir dalam genre tersebut sebagai cameo, bukan sebagai bagian dari jajaran pemeran utama. Kini, melalui karakter Damar, ia menjalani pengalaman yang berbeda: terlibat lebih penuh dalam sebuah proyek horor dan menghadapi tuntutan peran yang lebih besar.

Film ini disutradarai Hanny R. Saputra. Bagi Yusuf, kesempatan tersebut sekaligus menjadi langkah baru dalam perjalanan aktingnya. Ia mengakui dirinya termasuk orang yang penakut, sehingga membintangi film horor terasa sebagai tantangan tersendiri. Pengakuan itu memberi gambaran tentang kontras dirinya dan pekerjaan yang harus dijalani di lokasi syuting. Namun, rasa takut tersebut tidak membuatnya menutup diri dari kesempatan mencoba sesuatu yang belum pernah ia jalani secara penuh.

Yusuf memandang keterlibatannya sebagai pengalaman baru, terutama karena kali ini ia bukan sekadar muncul sebentar sebagai cameo. Peran Damar menempatkannya dalam cerita horor dengan porsi yang lebih berarti, sekaligus membuka ruang baginya untuk mengeksplorasi sisi akting yang berbeda. Ia perlu menyesuaikan diri dengan suasana dan kebutuhan produksi film horor, meski detail prosesnya tidak menghapus kenyataan bahwa genre ini masih terasa asing baginya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari tantangan yang ia terima saat bergabung dengan proyek arahan Hanny R. Saputra.

Langkah Yusuf ini menarik karena mempertemukan seorang aktor yang mengaku penakut dengan genre yang memang mengandalkan ketegangan dan rasa takut. Meski demikian, ia menyikapinya sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan semata-mata sebagai ujian keberanian. Penonton dapat melihat Yusuf dalam pendekatan peran yang berbeda dari keterlibatan singkatnya di film horor sebelumnya. Melalui Damar, ia menjalani debut horor penuh dan mengambil bagian utama dalam Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, sebuah pengalaman yang menandai babak baru dalam pilihan perannya di layar lebar.

Tawaran untuk bermain dalam film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih sempat membuat Yusuf Mahardika berpikir dua kali. Keraguan itu bukan karena ia menyampaikan penilaian tertentu tentang filmnya, melainkan berangkat dari kebiasaan pribadinya: Yusuf mengaku tidak terbiasa menonton film horor. Karena itu, ketika kesempatan tersebut datang, rasa takut menjadi salah satu hal yang ia pertimbangkan sebelum menerima peran.

Pengakuan tersebut memberi gambaran bahwa keputusan Yusuf tidak langsung diambil tanpa pertimbangan. Ia perlu menghadapi terlebih dahulu rasa kurang nyaman yang muncul ketika membayangkan keterlibatan dalam sebuah film horor. Bagi Yusuf, jarangnya menonton genre itu menjadi alasan personal yang cukup berarti untuk membuatnya menimbang tawaran tersebut. Pengalaman yang tidak akrab dengan film horor membuat rasa takut hadir sebagai bagian dari proses mengambil keputusan.

Keraguan itu juga menunjukkan bahwa menerima peran dapat melibatkan pertimbangan di luar kesempatan bekerja. Dalam kasus Yusuf, kebiasaannya sebagai penonton turut memengaruhi cara ia menyikapi tawaran. Ia tidak terbiasa menyaksikan film horor, sehingga keterlibatan dalam proyek dengan genre tersebut menjadi sesuatu yang perlu dipikirkan lebih dahulu. Rasa takutnya bukan sekadar hal yang diabaikan, tetapi menjadi pertimbangan sebelum ia memutuskan untuk menerima peran.

Yusuf menyampaikan alasan tersebut sebagai pengalaman pribadi, bukan sebagai penilaian tentang isi cerita atau seberapa menakutkan film yang akan ia bintangi. Dengan demikian, keraguannya dapat dipahami secara sederhana: tawaran itu datang dari genre yang tidak biasa ia tonton, dan ketidakbiasaan tersebut memunculkan rasa takut. Ia sempat berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan, dengan mempertimbangkan perasaan itu. Kisah ini memperlihatkan titik awal keterlibatan Yusuf dalam Rambut Sewu: Satu Langkah Getih dari sisi personal, yakni saat ia perlu menimbang tawaran yang berkaitan dengan hal yang selama ini jarang ia hadapi sebagai penonton. Penjelasan Yusuf tetap berpusat pada kebiasaannya sendiri dan rasa takut yang menyertainya, tanpa perlu menambahkan alasan lain di luar yang ia ungkapkan.

Keraguan Yusuf Mahardika untuk menerima peran dalam film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih mulai berkurang setelah ia mengetahui bahwa Hanny R. Saputra akan menjadi sutradara. Nama Hanny memiliki arti tersendiri bagi Yusuf. Ia mengatakan bahwa dirinya tumbuh besar dengan menonton karya-karya sang sutradara, sehingga kesempatan bekerja di bawah arahannya terasa istimewa. Kekaguman terhadap karya Hanny menjadi salah satu faktor yang mendorong Yusuf menerima tawaran untuk memerankan Damar.

Pengalaman menyaksikan karya-karya Hanny sejak Yusuf tumbuh besar membentuk rasa kagum yang kemudian memengaruhi keputusannya. Informasi mengenai keterlibatan Hanny sebagai sutradara membuat keraguan awalnya berkurang, tetapi bukan berarti rasa takutnya terhadap genre horor langsung hilang. Yusuf tetap menyadari bahwa menerima proyek tersebut berarti menghadapi sesuatu yang selama ini membuatnya gentar. Karena itu, keputusan tersebut berkaitan dengan kesempatan profesional sekaligus tantangan pribadi yang ingin ia coba hadapi.

Yusuf menyebut peluang bekerja sama dengan Hanny sebagai motivasi penting. Baginya, terlibat dalam film yang disutradarai sosok yang karya-karyanya telah ia tonton sejak lama merupakan kesempatan yang menarik. Kekaguman itu memberi dorongan untuk mempertimbangkan tawaran sebagai Damar dengan lebih terbuka. Namun, ia juga memiliki alasan lain yang ia sampaikan secara langsung, yakni keinginan untuk mencoba melawan rasa takutnya terhadap film horor.

Dengan demikian, pertimbangannya bertumpu pada dua hal yang saling melengkapi: kesempatan bekerja bersama Hanny R. Saputra dan keinginan untuk menghadapi ketakutannya sendiri terhadap genre horor. Mengetahui siapa yang duduk di kursi sutradara membantu mengurangi keraguan Yusuf, sementara pengalaman yang ia harapkan dari proyek ini memberinya alasan untuk melangkah. Kekaguman pada karya Hanny turut membuatnya menerima peran Damar, tanpa menghapus tantangan yang ia rasakan. Keputusan itu menjadi cara Yusuf mengambil kesempatan kolaborasi sekaligus mencoba menantang rasa takut yang sebelumnya membuatnya ragu menerima film horor.

Pengalaman Yusuf Mahardika selama produksi Rambut Sewu: Satu Langkah Getih memberinya pemahaman langsung bahwa bermain dalam film horor bukan pekerjaan yang mudah. Ia merasakan suasana produksi yang menegangkan, terutama karena tuntutan untuk membangun rasa takut dan menjaga intensitas saat berada di depan kamera. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa genre horor memerlukan kesiapan tersendiri dari para pemain, bukan sekadar mengandalkan cerita menyeramkan atau penampilan yang tampak meyakinkan.

Yusuf mengakui bahwa syuting film horor memang sulit. Pernyataan itu menggambarkan tantangan yang ia hadapi selama proses pengambilan gambar, sekaligus menunjukkan bahwa ketegangan dapat terasa bahkan ketika para pemain sedang bekerja di lokasi. Namun, tanpa rincian lebih lanjut mengenai adegan tertentu, pengalaman tersebut dapat dipahami sebagai gambaran umum tentang suasana produksi. Ia tidak perlu mengungkapkan bagian cerita untuk menjelaskan bahwa atmosfer film horor memberi tekanan tersendiri bagi pemerannya.

Dalam film ini, Yusuf beradu peran dengan sejumlah pemain lain, yakni Taskya Namya, Wavi Zihan, Nugie, Donny Alamsyah, dan Ruth Marini. Kehadiran para pemain tersebut melengkapi jajaran pemeran yang terlibat dalam cerita. Bagi Yusuf, proses produksi bersama rekan-rekan satu film berlangsung dalam suasana yang menuntut konsentrasi dan kesiapan. Tantangan itu menjadi bagian dari pengalaman kolektif para pemain saat menerjemahkan kisah horor ke layar lebar, meski setiap orang dapat merasakan proses syuting dengan cara yang berbeda.

Pengakuan Yusuf mengenai sulitnya menjalani syuting horor disampaikan di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Senin, 26 Oktober 2026.

Baca juga: Bukan Sekadar Jalan Santai, 10 Ribu Peserta Satukan Langkah di HUT TNI