Jakarta | Tempo Scan Group meluncurkan Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia (TSKM) di Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026. Peluncuran yayasan sosial ini berlangsung bertepatan dengan peringatan satu tahun berpulangnya Kartini Muljadi, salah satu pendiri Tempo Scan Group. Dua penanda waktu tersebut menjadi konteks utama peresmian TSKM: hadirnya sebuah yayasan yang membawa nama Tempo Scan Kasih Mulia sekaligus momentum untuk mengenang sosok pendiri perusahaan.
Peresmian TSKM menandai pembentukan yayasan sosial di bawah nama Tempo Scan. Dengan demikian, peluncuran ini menjadi titik awal bagi keberadaan lembaga tersebut sebagai yayasan yang diperkenalkan oleh Tempo Scan Group. Keterangan mengenai pendirian dan waktu peluncurannya memberi gambaran tentang hubungan perusahaan, yayasan, dan momen peringatan yang dipilih, tanpa mengubah fokus pada inti peristiwa.
Waktu peluncuran yang bertepatan dengan satu tahun kepergian Kartini Muljadi memberi arti khusus pada tanggal tersebut. Ia disebut sebagai salah satu pendiri Tempo Scan Group, dan peringatan ini menautkan pengenalan yayasan dengan kenangan atas perannya dalam perjalanan perusahaan. Namun, informasi mengenai peresmian yang tersedia menegaskan terutama nama lembaga, lokasi, tanggal, serta kaitan waktunya dengan peringatan tersebut. Karena itu, peluncuran TSKM dapat dipahami melalui fakta-fakta itu tanpa menyimpulkan rincian kegiatan atau tujuan yang belum disampaikan.
Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia kini diperkenalkan kepada publik sebagai yayasan sosial yang diluncurkan Tempo Scan Group di Jakarta. Nama TSKM menjadi identitas lembaga baru tersebut, sementara tanggal 15 Oktober 2026 mencatat momen peresmiannya. Kesamaan waktu dengan peringatan satu tahun berpulangnya Kartini Muljadi menempatkan peristiwa ini dalam konteks yang erat dengan sejarah Tempo Scan Group. Artikel ini membuka pembahasan dengan mencatat inti kabar: peluncuran yayasan, waktu dan tempatnya, serta hubungan momentum itu dengan salah satu pendiri perusahaan.
Pembentukan Yayasan TSKM berawal dari gagasan Executive Chairman Tempo Scan Group Handojo S. Muljadi. Inisiatif tersebut menjadi dasar bagi hadirnya yayasan sosial yang secara resmi diperkenalkan oleh Tempo Scan Group. Dengan demikian, gagasan pendirian yayasan ini dikaitkan langsung dengan Handojo S. Muljadi dalam kapasitasnya sebagai Executive Chairman, sebagaimana disampaikan dalam informasi mengenai peluncurannya. Keterangan tersebut menempatkan pembentukan Yayasan TSKM sebagai langkah kelembagaan, bukan sekadar penyebutan kegiatan sosial yang berdiri sendiri.
Waktu peluncuran Yayasan TSKM juga memiliki konteks khusus. Peresmian itu berlangsung bertepatan dengan peringatan satu tahun kepergian Kartini Muljadi. Penanda waktu tersebut memberi latar bagi pengumuman yayasan dan menghubungkan peluncurannya dengan momen peringatan yang disebutkan. Informasi yang tersedia menyatakan kaitan waktu tersebut secara langsung, tanpa perlu menambahkan tanggal, rangkaian acara, ataupun penjelasan lain yang tidak dicantumkan dalam bahan.
Dengan menempatkan gagasan Handojo S. Muljadi dan peringatan satu tahun kepergian Kartini Muljadi dalam satu konteks, pembentukan yayasan dapat dipahami melalui dua unsur utama: inisiatif dari pimpinan Tempo Scan Group dan waktu peluncuran yang bertepatan dengan peringatan tersebut. Penyebutan kedua unsur ini membantu menjelaskan latar pendirian Yayasan TSKM secara faktual. Penjelasan ini juga mempertahankan nama dan jabatan tokoh sesuai keterangan yang tersedia, tanpa mengembangkan hubungan keluarga, latar belakang pribadi, motif, atau rincian kegiatan yang belum dinyatakan. Karena itu, fokus pada asal gagasan dan konteks peringatan menjadi cara yang tepat untuk menguraikan pembentukan yayasan secara ringkas, jelas, dan terukur, sekaligus menjaga agar informasi mengenai peresmian tetap sesuai dengan sumber.
Pembentukan Yayasan TSKM dimaksudkan sebagai payung hukum bagi berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR yang dijalankan Tempo Scan Group. Dengan adanya yayasan, kegiatan sosial perusahaan memiliki wadah kelembagaan yang dapat menaungi perencanaan dan pelaksanaannya. Langkah ini menempatkan program CSR dalam kerangka yang lebih jelas, sehingga kegiatan tidak hanya berlangsung sebagai inisiatif yang terpisah-pisah. Yayasan menjadi dasar bagi pengelolaan program sosial secara terarah, sesuai tujuan pembentukannya. Kehadirannya juga berkaitan dengan upaya perusahaan untuk menata bentuk keterlibatan sosialnya melalui sebuah lembaga yang secara khusus dapat menjadi pengampu kegiatan tersebut.
Melalui wadah tersebut, program-program CSR diharapkan dapat disusun dengan lebih terencana dan terstruktur. Perencanaan memungkinkan kegiatan sosial dirancang berdasarkan tujuan dan prioritas yang ditetapkan, sementara struktur kelembagaan memberi kerangka untuk mengatur pelaksanaan. Dengan demikian, pembentukan yayasan bukan sekadar pemberian nama atau formalitas, melainkan upaya menyediakan landasan bagi pengelolaan program secara lebih sistematis. Setiap kegiatan dapat ditempatkan dalam rancangan yang lebih menyeluruh, sehingga arah, proses, serta kesinambungannya dapat dipertimbangkan sejak awal. Pendekatan ini menjadi bagian dari tujuan pendirian Yayasan TSKM, tanpa mendahului penilaian atas hasil yang kelak dicapai.
Tujuan lainnya adalah mendorong agar inisiatif tanggung jawab sosial dapat dijalankan secara berkelanjutan. Artinya, program diharapkan memiliki kerangka pelaksanaan yang memungkinkan keberlangsungannya diperhatikan dari waktu ke waktu, bukan hanya berorientasi pada kegiatan sesaat. Yayasan TSKM disiapkan untuk menjadi wadah yang mendukung pengaturan tersebut, sejalan dengan komitmen Tempo Scan Group dalam menjalankan kegiatan sosial. Pembentukan lembaga ini pada setahun kepergian Kartini Muljadi menjadi bagian dari pengumuman perusahaan mengenai penataan program CSR. Namun, informasi mengenai tujuan pembentukan itu tidak dengan sendirinya menjelaskan bentuk rinci setiap program, penerima manfaat, maupun dampak yang telah dihasilkan. Fokusnya adalah menyediakan payung hukum agar pelaksanaan tanggung jawab sosial dapat direncanakan, diatur, dan dijaga kesinambungannya secara lebih tertata.
Fokus pertama Yayasan TSKM adalah mendorong kesetaraan peluang bagi penyandang disabilitas. Perhatian ini menempatkan akses yang setara sebagai salah satu bidang utama dalam arah kerja yayasan. Kesetaraan peluang berarti penyandang disabilitas turut dipandang sebagai bagian dari masyarakat yang berhak memperoleh kesempatan secara adil. Dengan fokus tersebut, yayasan menegaskan pentingnya membuka ruang bagi partisipasi yang setara, tanpa membatasi peluang berdasarkan kondisi disabilitas. Bidang ini menjadi perhatian tersendiri dalam cakupan kepedulian sosial yayasan, berdampingan dengan pemberdayaan UMKM dan dukungan bagi pasien kanker. Ketiganya mencerminkan tiga ranah yang berbeda, namun sama-sama menjadi bagian dari fokus utama Yayasan TSKM.
Fokus kedua adalah pemberdayaan dan digitalisasi UMKM, khususnya di bidang e-commerce. Dalam kerangka ini, UMKM menjadi perhatian yayasan melalui dua aspek yang saling berkaitan: penguatan kapasitas usaha dan pemanfaatan ranah digital untuk kegiatan perdagangan. E-commerce menjadi konteks penting karena bidang tersebut disebut secara khusus sebagai ruang bagi pemberdayaan dan digitalisasi UMKM. Penekanan pada dua aspek ini menunjukkan bahwa perhatian yayasan tidak terbatas pada pengembangan usaha secara umum, tetapi juga mencakup dimensi digital dalam perdagangan. Fokus ini berdiri sejajar dengan kesetaraan peluang bagi penyandang disabilitas serta dukungan bagi pasien kanker. Dengan demikian, UMKM dan e-commerce membentuk salah satu dari tiga bidang yang disebut sebagai perhatian utama yayasan, tanpa mengurangi kedudukan dua fokus lainnya.
Fokus ketiga ialah dukungan bagi pasien kanker agar mereka dapat memperoleh harapan kesembuhan. Perhatian ini secara khusus berkaitan dengan pasien kanker dan harapan untuk sembuh. Dalam susunan fokus yayasan, dukungan tersebut menjadi bidang yang sejajar dengan upaya kesetaraan peluang bagi penyandang disabilitas serta pemberdayaan dan digitalisasi UMKM di bidang e-commerce. Ketiga fokus ini menunjukkan cakupan kepedulian sosial Yayasan TSKM pada isu-isu yang berbeda: kesempatan yang setara, penguatan UMKM dalam perdagangan digital, dan harapan kesembuhan bagi pasien kanker. Penyebutan ketiganya secara berdampingan menegaskan bahwa setiap bidang merupakan bagian dari perhatian utama yayasan.







