Farel Prayoga Menelusuri Dugaan Penjualan Tanah Tanpa Sepengetahuannya

Farel Prayoga Menelusuri Dugaan Penjualan Tanah Tanpa Sepengetahuannya

Jakarta | Farel Prayoga mengungkap dugaan bahwa tanah miliknya telah dijual oleh pihak keluarga kandung tanpa sepengetahuannya. Tanah tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp400 juta dan dilengkapi bangunan serta kolam. Informasi mengenai persoalan ini disampaikan Farel bersama manajernya, Muhammad Rais. Keduanya menyampaikan adanya dugaan transaksi yang menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana aset itu dapat berpindah tangan tanpa pemberitahuan kepada Farel. Hingga saat ini, keterangan tersebut merupakan pernyataan pihak Farel dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah diputuskan melalui proses hukum.

Dalam penjelasan yang beredar, aset itu digambarkan bukan hanya sebidang tanah kosong. Di atasnya disebut terdapat bangunan dan kolam, sehingga kondisi serta kelengkapan properti menjadi bagian dari perkara yang ingin ditelusuri. Nilai sekitar Rp400 juta yang disebutkan juga memberi gambaran tentang besarnya aset, meski angka tersebut masih perlu dipahami sebagai keterangan yang disampaikan pihak terkait, bukan penilaian resmi yang telah diverifikasi secara independen. Farel dan Rais menyoroti bahwa ia merasa tidak mengetahui adanya penjualan, sementara identitas pihak yang melakukan transaksi dan proses yang ditempuh masih memerlukan klarifikasi.

Dugaan penjualan tanpa sepengetahuan pemilik dapat melibatkan sejumlah hal yang perlu diperiksa, termasuk status kepemilikan, dokumen tanah, persetujuan yang digunakan, serta kronologi transaksi. Karena itu, keterangan dari seluruh pihak dan bukti administrasi akan penting untuk menjelaskan duduk persoalan secara menyeluruh. Informasi awal dari Farel dan manajernya menjadi titik awal bagi publik untuk memahami isu tersebut, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab atau apakah transaksi berlangsung secara sah. Perkembangan berikutnya, termasuk tanggapan keluarga dan hasil pemeriksaan dokumen, dapat membantu menjernihkan kabar mengenai tanah, bangunan, dan kolam yang disebut telah terjual itu.

Farel Prayoga mengaku semula tidak menyangka bahwa tanah yang dimaksud telah terjual. Kabar tersebut terasa sulit dipercaya baginya, sebab ia belum mengetahui adanya transaksi maupun menerima informasi langsung mengenai penjualan itu. Dalam penuturannya, ia menjelaskan bahwa informasi awal justru datang dari Rais. Karena belum memahami duduk perkaranya, Farel tidak langsung menyimpulkan bagaimana transaksi tersebut berlangsung. Ia berupaya mencari keterangan lebih lanjut agar dapat mengetahui keadaan sebenarnya, termasuk siapa pihak yang membeli tanah itu dan bagaimana proses komunikasi terkait penjualan dilakukan.

Menurut Farel, setelah memperoleh kabar tersebut, Rais kemudian mendapatkan kontak pembeli. Informasi itu membuka jalan bagi Farel untuk meminta penjelasan langsung, bukan hanya mengandalkan kabar yang ia dengar sebelumnya. Dengan didampingi Rais, ia menghubungi pembeli melalui kontak yang telah diperoleh. Langkah tersebut dilakukan untuk mendengar keterangan dari pihak yang terlibat dalam transaksi dan memahami apa yang terjadi pada tanah tersebut. Farel menyampaikan bahwa pada awalnya ia masih kesulitan mempercayai kabar penjualan itu, sehingga percakapan langsung menjadi cara untuk memperoleh kejelasan.

Dari percakapan dengan pembeli tersebut, Farel mengatakan bahwa ia memahami tanah itu memang telah terjual. Keterangan tersebut menjadi titik penting dalam penelusurannya, meski ia tetap menyampaikan kisahnya sebatas apa yang ia ketahui dari komunikasi itu. Ia tidak langsung mengetahui seluruh rincian transaksi sebelum berbicara dengan pembeli, dan informasi yang diterima dari Rais menjadi awal pencarian penjelasan. Farel menceritakan pengalaman tersebut saat berbicara di Studio Pagi-Pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2026). Pernyataannya menggambarkan urutan informasi yang diterimanya: kabar dari Rais, diperolehnya kontak pembeli, lalu komunikasi langsung untuk mendengar penjelasan mengenai penjualan tanah.

Menurut Rais, kabar mengenai tanah yang diduga dijual tanpa sepengetahuan Farel terasa sulit diterima karena Farel selama ini berusaha memandang keluarganya secara positif. Sikap tersebut membuatnya tidak serta-merta menyimpulkan hal buruk ketika pertama kali mendengar informasi itu. Ia, sebagaimana disampaikan Rais, berupaya memberi ruang bagi kemungkinan bahwa persoalan tersebut dapat dijelaskan. Namun, kabar tentang aset tanah itu tetap menjadi hal yang mengejutkan dan menimbulkan kekecewaan.

Rais juga menyebut bahwa persoalan terkait aset Farel bukan kali pertama muncul. Sebelumnya, sapi-sapi yang disebut sebagai milik Farel dikabarkan turut dijual oleh pihak keluarga. Keterangan itu menempatkan kabar mengenai tanah dalam konteks kekhawatiran yang lebih luas, yakni bahwa aset yang berkaitan dengan Farel pernah menjadi persoalan sebelumnya. Meski demikian, informasi tersebut disampaikan sebagai keterangan Rais; tidak ada dasar dalam uraian ini untuk menyimpulkan siapa yang melakukan transaksi atau apa alasan di baliknya.

Dalam penuturan Rais, pengalaman terdahulu membuat kabar terbaru terasa semakin berat bagi Farel. Ia digambarkan kecewa, terlebih karena selama ini ia berusaha menjaga kepercayaan dan berpikir baik terhadap keluarganya. Perasaan itu bukan berarti Farel telah memastikan seluruh informasi yang beredar, melainkan menunjukkan dampak emosional dari kabar yang ia terima. Perbedaan kepercayaan yang selama ini dipegang dan informasi mengenai penjualan aset menjadi sumber kegelisahan baginya.

Rais tidak hanya menyoroti nilai materi dari tanah maupun sapi, tetapi juga persoalan kepercayaan yang menyertai kabar tersebut. Bagi Farel, munculnya informasi tentang aset keluarga dapat memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana keputusan terkait kepemilikan dan penjualan dibuat. Namun, rincian transaksi dan pihak yang terlibat tidak dijelaskan lebih jauh dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, kabar tersebut perlu dipahami sebagai pernyataan yang disampaikan Rais, sementara kepastian mengenai status aset dan proses penjualannya memerlukan penjelasan serta bukti yang relevan. Hingga informasi lebih lengkap disampaikan, kekecewaan Farel sebagaimana diceritakan Rais dapat dicatat tanpa menambahkan kesimpulan mengenai motif, tanggung jawab, maupun pihak yang melakukan penjualan.

Rais mengatakan pihaknya telah meminta bantuan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, untuk menindaklanjuti persoalan tanah yang diduga dijual tanpa sepengetahuan Farel Prayoga. Permintaan tersebut disampaikan agar masalah aset itu memperoleh perhatian dan dapat diproses melalui langkah yang sesuai. Menurut Rais, pihaknya berharap kementerian dapat membantu menelusuri persoalan tersebut, termasuk memahami kronologi serta kondisi yang dialami Farel. Upaya ini dilakukan karena kepemilikan tanah itu dinilai penting bagi kehidupan dan rencana masa depan penyanyi muda tersebut.

Rais menjelaskan bahwa Farel telah menyampaikan kronologi dan kondisinya kepada pihak kementerian. Dengan demikian, informasi mengenai persoalan tanah tersebut sudah disampaikan sebagai bahan untuk menindaklanjuti laporan. Rais menyebut penanganan saat ini sedang diproses, tetapi ia belum menyampaikan kepastian mengenai tahapan atau hasil akhirnya. Pihaknya masih menunggu perkembangan dari proses yang berjalan dan berharap semua keterangan yang telah disampaikan dapat dipertimbangkan dengan baik. Untuk saat ini, mereka memilih mengikuti penanganan yang dilakukan dan menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Ketika ditanya apakah tanah itu dapat kembali menjadi milik Farel, Rais mengaku belum bisa memastikan. Ia mengatakan belum ada keputusan yang dapat dijadikan pegangan untuk menyimpulkan bahwa aset tersebut pasti akan kembali. Kemungkinan mengenai hasil akhir masih bergantung pada proses yang sedang berlangsung dan penelusuran terhadap persoalan tersebut. Karena itu, Rais tidak ingin menyampaikan janji ataupun memastikan sesuatu sebelum ada hasil yang jelas. Sikap tersebut mencerminkan bahwa pihaknya masih menanti perkembangan penanganan, sembari berharap persoalan ini dapat menemukan penyelesaian yang memberikan kejelasan bagi Farel.

Meski belum mengetahui hasilnya, Rais berharap tanah itu dapat kembali kepada Farel. Menurutnya, aset tersebut berasal dari kerja keras Farel sejak kecil, ketika ia mulai berusaha dan berkarya hingga dikenal banyak orang.

Baca juga: Jejak Tanah dan Air Ditemukan, Tim Investigasi Dalami Dugaan Luapan SPPG 04 Kedopok