Jakarta | Sandiaga Salahuddin Uno membeli sebanyak 9.515.000 saham PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) dengan nilai keseluruhan sekitar Rp999,49 juta. Transaksi tersebut dilakukan secara bertahap selama lima hari bursa, menurut bahan sumber, pada rentang harga Rp100 hingga Rp109 per saham. Berdasarkan nilai dan jumlah saham yang dibeli, harga rata-rata transaksi berada di sekitar Rp105 per saham.
Jumlah pembelian itu menunjukkan bahwa transaksi tidak dilakukan dalam satu kali pembelian, melainkan melalui beberapa tahap pada periode perdagangan yang disebutkan. Rentang harga yang tercatat mencerminkan adanya variasi harga pembelian antartransaksi. Karena itu, harga rata-rata sekitar Rp105 per saham memberikan gambaran umum mengenai biaya per saham untuk keseluruhan saham yang diperoleh, bukan menunjukkan bahwa semua pembelian dilakukan pada satu harga yang sama.
Nilai total sekitar Rp999,49 juta juga menempatkan transaksi tersebut mendekati Rp1 miliar. Angka itu merupakan nilai agregat pembelian 9.515.000 saham, dengan perhitungan yang dipengaruhi oleh variasi harga Rp100–Rp109 per saham selama tahapan transaksi. Dengan demikian, jumlah saham, kisaran harga, dan nilai keseluruhan perlu dibaca sebagai rangkaian informasi yang saling melengkapi.
Rincian yang tersedia mengidentifikasi Sandiaga sebagai pembeli dan PT Mutuagung Lestari Tbk sebagai emiten yang sahamnya dibeli. Informasi tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik transaksi ataupun tujuan kepemilikan saham. Pembaca sebaiknya membedakan data transaksi yang tercantum—jumlah saham, nilai, rentang harga, serta durasi pelaksanaan—dari penafsiran mengenai strategi atau dampaknya terhadap perusahaan. Berdasarkan data itu, inti transaksi adalah akumulasi 9.515.000 saham MUTU dengan nilai hampir Rp1 miliar, dilakukan bertahap selama lima hari bursa dan pada harga rata-rata sekitar Rp105 per saham.
Pada Senin, 26 Oktober 2026, Sandiaga Uno membeli 4.400.000 saham Mutu. Transaksi tersebut berlangsung pada kisaran harga Rp105 hingga Rp109 per saham, dengan nilai keseluruhan sekitar Rp469,6 juta. Angka ini menggambarkan akumulasi pembelian pada hari itu, bukan harga tunggal untuk seluruh saham yang diperoleh. Perbedaan harga per lembar menunjukkan bahwa pembelian dilakukan pada beberapa tingkat harga di dalam rentang yang dilaporkan. Dengan demikian, nilai transaksi keseluruhan merupakan gabungan dari pembelian-pembelian tersebut.
Dua transaksi terbesar yang disebutkan untuk Senin memperlihatkan porsi signifikan dari total pembelian harian. Pertama, sebanyak 1.900.000 saham dibeli pada harga Rp106 per saham, dengan nilai sekitar Rp201,4 juta. Kedua, sebanyak 1.600.000 saham diperoleh pada harga Rp107 per saham, senilai kurang lebih Rp171,2 juta. Jika digabungkan, kedua transaksi itu mencakup 3.500.000 saham, atau sebagian besar dari total 4.400.000 saham pada hari tersebut. Sisa pembelian tercatat sebagai bagian dari transaksi lain dalam rentang harga Rp105–Rp109.
Pada Selasa, 27 Oktober 2026, pembelian berlanjut dengan jumlah 2.159.700 saham. Harga transaksinya berada pada rentang Rp101 hingga Rp107 per saham, sementara nilai total pembelian diperkirakan mencapai Rp226,83 juta. Transaksi terbesar yang disebutkan pada hari itu adalah pembelian 800.000 saham pada harga Rp107 per saham, dengan nilai sekitar Rp85,6 juta. Jumlah tersebut merupakan bagian dari total saham yang dibeli pada Selasa, sehingga tidak mewakili keseluruhan transaksi hari itu. Perbandingan dua hari ini menunjukkan bahwa jumlah saham yang diperoleh pada Senin lebih besar daripada pada Selasa, sedangkan rentang harga Selasa mencakup titik terendah yang lebih rendah. Informasi mengenai jumlah, harga, dan nilai masing-masing transaksi memberikan rincian perkembangan pembelian saham Mutu pada kedua tanggal tersebut, tanpa mengubah fakta bahwa nilai total adalah perkiraan berdasarkan data transaksi yang dilaporkan.
Pada Rabu, 28 Oktober 2026, Sandiaga Uno kembali menambah kepemilikannya di saham Mutu. Dalam transaksi tersebut, ia membeli sebanyak 2.040.300 saham dengan harga pelaksanaan berkisar Rp100 hingga Rp104 per saham. Nilai transaksi yang tercatat mencapai sekitar Rp209,18 juta. Rentang harga itu menunjukkan bahwa pembelian dilakukan pada beberapa tingkat harga, sementara jumlah saham yang diperoleh pada hari tersebut melampaui dua juta lembar.
Transaksi itu menjadi salah satu bagian dari rangkaian penambahan saham Mutu yang berlangsung dalam periode empat hari bursa. Data yang tersedia untuk Rabu mencatat jumlah saham, kisaran harga, dan nilai keseluruhan pembelian. Karena rincian jumlah saham pada setiap tingkat harga tidak disebutkan, nilai transaksi tersebut disajikan sebagai angka agregat, bukan sebagai pembagian berdasarkan harga tertentu.
Pembelian terakhir dalam catatan transaksi berlangsung pada Kamis, 29 Oktober 2026. Pada hari itu, Sandiaga membeli 915.000 saham dengan nilai total sekitar Rp93,88 juta. Rinciannya terdiri atas 550.000 saham yang dibeli pada harga Rp103 per saham, dengan nilai sekitar Rp56,65 juta. Selain itu, terdapat pembelian 365.000 saham pada harga Rp102 per saham, yang nilainya sekitar Rp37,23 juta.
Perincian pada Kamis memperlihatkan bahwa transaksi terbagi ke dalam dua kelompok harga yang berdekatan. Porsi terbesar berasal dari pembelian 550.000 saham pada harga Rp103, sedangkan sisanya dibeli pada harga Rp102. Kedua kelompok tersebut jika dijumlahkan sesuai dengan total 915.000 saham yang tercatat pada hari itu. Nilai masing-masing kelompok juga membentuk total transaksi sekitar Rp93,88 juta.
Dengan demikian, catatan untuk 28 dan 29 Oktober memuat dua transaksi dengan rincian berbeda: pembelian lebih dari dua juta saham pada Rabu dengan kisaran harga Rp100–Rp104, lalu pembelian 915.000 saham pada Kamis pada harga Rp102 dan Rp103. Angka-angka tersebut menggambarkan aktivitas pembelian yang tercatat pada kedua hari itu. Informasi ini tidak memuat rincian transaksi untuk hari lain dalam rangkaian empat hari bursa, sehingga tidak dapat digunakan untuk menguraikan jumlah atau nilai pembelian pada tanggal-tanggal yang tidak disebutkan.
Sebelum rangkaian pembelian saham MUTU tersebut dilakukan, Sandiaga Uno tercatat belum memiliki saham perusahaan. Dengan demikian, ia juga belum mempunyai hak suara yang berasal dari kepemilikan saham MUTU. Posisi kepemilikannya berubah setelah transaksi pembelian yang berlangsung dalam empat hari bursa itu diselesaikan. Berdasarkan laporan transaksi, jumlah saham yang dimiliki Sandiaga setelah pembelian mencapai 9.515.000 saham, setara dengan 0,2756% hak suara di perusahaan.
Perubahan kepemilikan tersebut berlangsung ketika Sandiaga menjabat sebagai presiden komisaris MUTU. Informasi jabatan ini memberikan konteks atas hubungan Sandiaga dengan perusahaan, sementara data kepemilikan menjelaskan besaran partisipasinya sebagai pemegang saham setelah transaksi. Saham yang dibeli merupakan saham biasa dan transaksi dilakukan secara langsung. Artinya, pembelian tersebut menambah kepemilikan saham atas nama Sandiaga, bukan melalui instrumen lain yang disebutkan dalam laporan.
Laporan juga menyatakan bahwa transaksi tidak disertai perjanjian pembelian kembali atau kesepakatan untuk membeli kembali saham pada waktu tertentu. Ketiadaan perjanjian tersebut merupakan salah satu rincian penting dalam membaca sifat transaksi: saham diperoleh melalui pembelian langsung, tanpa pengaturan pembelian kembali yang dinyatakan. Tujuan transaksi dicatat sebagai investasi. Dengan demikian, pembelian itu dilaporkan sebagai penempatan dana pada saham MUTU, sejalan dengan penjelasan yang tercantum dalam keterbukaan informasi.
Meski jumlah saham Sandiaga meningkat hingga 9.515.000 lembar, laporan menyebutkan bahwa transaksi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengambil alih pengendalian perusahaan.





