Jakarta | Di era digital, informasi rekrutmen dapat beredar dengan cepat melalui beragam kanal komunikasi. Bagi pencari kerja, kemudahan ini membantu mereka menemukan peluang dan memperoleh kabar lowongan tanpa harus menunggu informasi dari satu sumber saja. Namun, kecepatan penyebaran yang sama juga membuat informasi yang belum terverifikasi mudah menarik perhatian dan diteruskan kepada orang lain. Ketika kabar tersebut tampak meyakinkan, calon pelamar dapat terdorong untuk segera merespons sebelum memeriksa kebenarannya.
Kondisi ini membuka ruang bagi penipuan berkedok penerimaan karyawan. Pelaku dapat memanfaatkan nama dan identitas perusahaan besar, termasuk Pegadaian, agar tawaran kerja terlihat resmi. Identitas figur publik juga bisa digunakan untuk menambah kesan tepercaya atau membuat informasi tersebut terasa dekat dengan calon korban. Tampilan yang meyakinkan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa suatu pengumuman berasal dari perusahaan yang disebutkan. Karena itu, pencari kerja perlu memisahkan kesan profesional dari bukti keaslian informasi.
Risiko penipuan tidak hanya berkaitan dengan hilangnya kesempatan kerja yang sebenarnya. Pelaku dapat berupaya memperoleh data pribadi pelamar atau meminta uang dengan alasan tertentu selama proses rekrutmen. Informasi pribadi yang diberikan tanpa kehati-hatian dapat disalahgunakan, sementara uang yang telah ditransfer berpotensi sulit diminta kembali. Dalam situasi berharap memperoleh pekerjaan, calon pelamar mungkin merasa perlu bergerak cepat atau mengikuti instruksi agar tidak kehilangan kesempatan. Tekanan semacam itu patut menjadi alasan untuk berhenti sejenak dan memeriksa setiap permintaan.
Oleh sebab itu, kewaspadaan perlu menjadi bagian dari setiap pencarian kerja di ruang digital. Jangan menjadikan banyaknya pesan yang membagikan informasi sebagai jaminan bahwa lowongan tersebut benar. Periksa apakah pengumuman dapat ditemukan melalui saluran resmi perusahaan, dan pastikan kesesuaian identitas serta cara komunikasi yang digunakan. Hindari menyerahkan data sensitif atau mengirim uang sebelum memperoleh kepastian yang memadai. Langkah sederhana ini membantu pencari kerja mengurangi risiko menjadi sasaran modus yang mengatasnamakan Pegadaian maupun perusahaan lain, sekaligus menjaga proses mencari peluang kerja tetap aman dan terukur.
Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, menyampaikan bahwa penipuan rekrutmen dapat menggunakan undangan wawancara yang tampak resmi untuk meyakinkan calon pelamar. Salah satu contohnya adalah surat panggilan yang menyebut pelamar harus hadir mengikuti wawancara di kantor Pegadaian. Surat tersebut kemudian meminta penerima membeli tiket perjalanan atau memesan akomodasi melalui agen perjalanan tertentu. Pelamar bisa dijanjikan bahwa seluruh biaya itu akan diganti setelah proses wawancara berlangsung.
Permintaan tersebut patut dicurigai, terutama apabila pelamar diarahkan menggunakan penyedia jasa tertentu dan diminta membayar terlebih dahulu berdasarkan instruksi dari pengirim surat. Janji penggantian biaya dapat dimanfaatkan untuk membuat tawaran tampak masuk akal dan mendesak pelamar segera mengambil keputusan. Penipu juga dapat memakai nama perusahaan, identitas pejabat, atau format dokumen yang menyerupai komunikasi resmi. Karena itu, tampilan surat saja tidak cukup untuk memastikan bahwa panggilan wawancara benar-benar berasal dari Pegadaian.
Modus lainnya berkaitan dengan wawancara daring. Pelamar dapat diarahkan untuk mendaftar atau mengikuti sesi melalui aplikasi rapat daring, lalu diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan tertentu. Misalnya, pembayaran dikaitkan dengan pendaftaran, administrasi, atau kelancaran proses seleksi. Permintaan transfer semacam ini bukan bagian dari prosedur rekrutmen Pegadaian. Pelamar sebaiknya tidak mengirim uang, memberikan informasi keuangan, maupun mengikuti arahan pembayaran yang dikirim melalui pesan atau tautan yang belum terverifikasi.
Kedua pola tersebut—pembelian tiket atau akomodasi melalui agen tertentu dengan janji penggantian, serta transfer uang untuk keperluan wawancara daring—merupakan contoh penipuan yang mengatasnamakan Pegadaian, bukan prosedur seleksi perusahaan. Apabila menerima panggilan dengan ciri-ciri tersebut, hentikan transaksi dan periksa informasi melalui kanal resmi Pegadaian yang dapat diakses secara mandiri. Jangan mengandalkan nomor telepon, tautan, atau kontak yang hanya tercantum dalam pesan mencurigakan. Sikap hati-hati membantu pelamar menghindari kerugian sekaligus melindungi data pribadi selama mencari pekerjaan.Dewi menegaskan bahwa PT Pegadaian (Persero) tidak memungut biaya apa pun selama proses seleksi calon karyawan. Dengan demikian, pelamar tidak seharusnya diminta membayar sejumlah uang sebagai syarat untuk mengikuti tahapan rekrutmen. Penegasan ini mencakup keseluruhan proses seleksi, bukan hanya tahap tertentu. Informasi mengenai biaya perlu dicermati agar calon pelamar dapat membedakan ketentuan resmi dari klaim yang tidak sesuai dengan pernyataan perusahaan. Keterangan tersebut disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, sebagai penjelasan mengenai biaya yang berkaitan dengan rekrutmen Pegadaian.
Selain tidak memungut biaya seleksi, Pegadaian juga tidak bekerja sama dengan agen perjalanan mana pun dalam proses rekrutmen. Artinya, calon pelamar tidak perlu menggunakan atau membayar jasa agen perjalanan yang mengaku ditunjuk untuk mengurus keperluan seleksi. Pernyataan ini memperjelas bahwa urusan perjalanan bukan bagian dari kerja sama rekrutmen yang dilakukan perusahaan dengan pihak agen. Pelamar dapat menjadikan keterangan Dewi tersebut sebagai acuan saat menerima informasi yang mengaitkan proses seleksi Pegadaian dengan layanan perjalanan atau pihak perantara.
Dewi juga menyampaikan bahwa Pegadaian tidak membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar. Dengan demikian, biaya penginapan atau kebutuhan akomodasi lainnya tidak menjadi tanggungan yang diminta perusahaan dari peserta seleksi. Penjelasan ini melengkapi penegasan tentang tidak adanya pungutan selama proses rekrutmen dan tidak adanya kerja sama dengan agen perjalanan. Ketiga hal tersebut perlu dipahami secara utuh: tidak ada biaya seleksi, tidak ada agen perjalanan yang bekerja sama, dan tidak ada beban biaya akomodasi yang dikenakan kepada pelamar.
Pernyataan yang disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, memberikan batas yang jelas mengenai biaya dalam rekrutmen PT Pegadaian (Persero). Calon pelamar dapat mencermati setiap permintaan pembayaran dengan membandingkannya pada keterangan tersebut, tanpa menganggap pungutan sebagai bagian dari prosedur seleksi. Penjelasan Dewi juga menegaskan bahwa penggunaan agen perjalanan maupun pembebanan akomodasi bukan ketentuan yang diberlakukan Pegadaian kepada peserta. Dengan memahami penegasan ini, pelamar memiliki informasi yang lebih jelas tentang posisi perusahaan terkait biaya dan layanan yang dikaitkan dengan proses seleksi.
Dewi mengingatkan pencari kerja agar memperoleh informasi mengenai rekrutmen Pegadaian hanya melalui kanal resmi perusahaan. Informasi lowongan dapat diperiksa melalui situs pegadaian.co.id, LinkedIn PT Pegadaian, serta akun Instagram pegadaian_id. Ketiga kanal tersebut menjadi rujukan untuk mengetahui pengumuman rekrutmen, sehingga pencari kerja tidak hanya mengandalkan pesan, unggahan, atau panggilan yang beredar tanpa kejelasan sumber.
Saran ini penting karena kabar rekrutmen yang mengatasnamakan perusahaan dapat disampaikan melalui berbagai cara dan tampak meyakinkan. Karena itu, sebelum menindaklanjuti panggilan atau permintaan yang berkaitan dengan proses penerimaan pegawai, periksa terlebih dahulu dari mana informasi tersebut berasal. Jangan terburu-buru mengambil keputusan hanya karena pesan menyebut nama Pegadaian, menggunakan identitas perusahaan, atau menyampaikan adanya kesempatan kerja.
Apabila menerima informasi lowongan, pencari kerja dapat membandingkannya dengan pengumuman pada situs pegadaian.co.id, LinkedIn PT Pegadaian, atau Instagram pegadaian_id. Pastikan sumber yang menjadi rujukan adalah kanal resmi tersebut sebelum merespons lebih lanjut. Pemeriksaan ini juga perlu dilakukan ketika ada pihak yang meminta pembayaran dengan alasan tertentu dalam proses rekrutmen. Jangan menindaklanjuti permintaan pembayaran hanya berdasarkan klaim yang disampaikan melalui panggilan atau pesan.
Dewi menekankan bahwa kewaspadaan perlu dimulai dari kebiasaan memeriksa sumber informasi.





