Jakarta | Perkembangan teknologi menjadi sinyal positif yang paling banyak dirasakan pelaku usaha dalam Kadin Business Pulse kuartal III 2026. Temuan Kadin Indonesia Institute ini menunjukkan bahwa 18,2 persen responden menilai kemajuan teknologi sebagai faktor yang memberi optimisme bagi kegiatan bisnis mereka. Hasil tersebut menempatkan teknologi di posisi teratas di sejumlah sumber optimisme yang ditanyakan dalam survei. Angka itu juga memperlihatkan bahwa perubahan teknologi dipandang relevan oleh pelaku usaha dalam membaca peluang dan prospek bisnis, meskipun tingkat respons terhadap faktor lain tidak terpaut jauh.
Di urutan berikutnya, 17,3 persen responden menyebut adanya pasar untuk produk baru sebagai sinyal positif. Sementara itu, kebijakan dan program pemerintah dipilih oleh 15,8 persen responden. Kedekatan persentase ketiga faktor tersebut menggambarkan sumber optimisme yang beragam: selain perkembangan teknologi, pelaku usaha juga melihat peluang dari permintaan terhadap produk baru serta dukungan kebijakan. Hasil ini memberi gambaran mengenai berbagai hal yang dianggap dapat menopang keyakinan bisnis pada kuartal tersebut, tanpa menunjukkan bahwa satu faktor saja menjadi pertimbangan seluruh responden.
Survei Kadin Business Pulse kuartal III 2026 berlangsung pada 14–30 September 2026. Kadin Indonesia Institute melibatkan 330 anggota Kadin Indonesia yang tersebar di 28 provinsi. Dengan cakupan responden lintas wilayah itu, survei menghimpun pandangan anggota mengenai kondisi dan prospek usaha, termasuk sinyal yang mereka rasakan sebagai pendorong optimisme. Direktur Insights Kadin Indonesia Institute, Fakhrul Fulvian, memaparkan temuan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis. Data persentase yang disampaikan menunjukkan porsi responden yang memilih masing-masing faktor, sehingga ketiganya dapat dibaca sebagai pilihan yang muncul dalam survei, bukan sebagai ukuran langsung dampak ekonomi dari teknologi, pasar produk baru, atau program pemerintah.
Fakhrul menilai hasil survei Kadin sejalan dengan semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi baru di dunia usaha, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Perkembangan tersebut ikut membentuk cara perusahaan melihat peluang ke depan. Teknologi tidak hanya dipandang sebagai perangkat tambahan, tetapi juga sebagai sarana untuk meninjau proses kerja, mengelola sumber daya, serta merespons kebutuhan pasar dengan lebih baik. Meski demikian, perubahan ini berlangsung dengan tingkat dan kesiapan yang berbeda di setiap usaha.
Menurut Fakhrul, teknologi dapat membuka ruang bagi efisiensi sekaligus inovasi. Pemanfaatan perangkat digital dan AI, misalnya, berpotensi membantu sejumlah proses berjalan lebih cepat, mendukung analisis informasi, atau memberi ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan layanan dan produk. Peluang tersebut dapat menjadi salah satu alasan munculnya optimisme, terutama ketika perusahaan melihat kemungkinan untuk memperbaiki produktivitas dan menemukan cara baru dalam menjalankan kegiatan bisnis. Namun, peluang itu tetap bergantung pada kebutuhan, kemampuan, dan keputusan masing-masing perusahaan.
Perbandingan dengan kuartal sebelumnya pada 2026 menunjukkan bahwa sumber optimisme pelaku usaha tampak lebih beragam pada kuartal III. Pada periode sebelumnya, sentimen positif lebih banyak berkaitan dengan perkembangan pasar. Kini, perhatian terhadap teknologi baru terlihat lebih menonjol di faktor-faktor yang memberi harapan bagi dunia usaha. Perubahan penekanan tersebut tidak berarti bahwa perkembangan pasar kehilangan arti, melainkan menunjukkan adanya tambahan pertimbangan dalam membaca prospek bisnis.
Fakhrul mengaitkan kecenderungan ini dengan makin maraknya pembahasan dan penggunaan teknologi di kalangan pelaku usaha. Meski begitu, temuan survei tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti bahwa semua perusahaan telah mengadopsi AI atau teknologi lainnya. Sebagian mungkin sudah menerapkannya dalam kegiatan tertentu, sementara yang lain masih mengevaluasi manfaat, biaya, dan kesiapan sumber daya. Dengan demikian, teknologi menjadi salah satu sumber optimisme yang semakin diperhitungkan, sekaligus ruang peluang yang pemanfaatannya masih berkembang. Bagi pelaku usaha, langkah penerapan dapat disesuaikan dengan skala dan tujuan operasional, tanpa mengabaikan tantangan seperti kebutuhan keterampilan, integrasi sistem, maupun perlindungan data. Perhatian terhadap faktor-faktor tersebut membantu menempatkan optimisme secara realistis, seraya tetap melihat potensi efisiensi dan inovasi yang dapat ditawarkan teknologi.Survei Kadin menunjukkan bahwa sumber optimisme pelaku usaha tidak seragam, melainkan berbeda menurut skala bisnis yang dijalankan. Bagi usaha mikro, perkembangan pasar untuk produk baru menjadi pertimbangan positif utama. Sebanyak 24,9 persen responden dari kelompok ini memilih faktor tersebut. Temuan ini menggambarkan pentingnya peluang memperoleh konsumen dan menjangkau pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, terutama ketika mereka memperkenalkan produk baru. Perubahan selera konsumen, terbukanya saluran penjualan, serta kemungkinan meningkatnya permintaan dapat memberi harapan terhadap pertumbuhan usaha.
Setelah perkembangan pasar dan produk baru, kebijakan serta program pemerintah menjadi faktor positif berikutnya bagi usaha mikro. Dukungan kebijakan dapat dinilai relevan karena berpotensi membantu pelaku usaha menghadapi berbagai kebutuhan operasional dan memperkuat kegiatan bisnis. Perkembangan teknologi berada pada urutan selanjutnya dalam kelompok ini. Fakhrul menjelaskan bahwa pelaku usaha mikro mungkin belum terlalu menyadari keberadaan teknologi baru atau belum mengakuisisinya untuk menunjang usaha. Penjelasan tersebut memberikan konteks atas urutan faktor dalam survei, tetapi bukan angka tersendiri yang diukur sebagai hasil survei. Dengan demikian, posisi teknologi perlu dibaca bersama kondisi dan kapasitas usaha mikro.
Pola yang berbeda terlihat pada usaha kecil dan menengah. Di kelompok ini, perkembangan teknologi menempati posisi teratas, dipilih oleh 29,2 persen responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi dipandang sebagai salah satu sumber optimisme penting untuk mendukung kegiatan usaha. Berikutnya, kebijakan pemerintah menjadi faktor positif, sementara perkembangan pasar dan produk baru berada setelahnya. Perbedaan urutan ini memperlihatkan bahwa skala usaha dapat memengaruhi faktor yang dianggap paling menjanjikan. Jika usaha mikro lebih menonjolkan peluang pasar bagi produk baru, usaha kecil dan menengah cenderung melihat kemajuan teknologi sebagai pendorong utama. Namun, kedua kelompok tetap memberi perhatian pada kebijakan pemerintah dan dinamika pasar. Karena itu, temuan survei menggambarkan prioritas yang beragam, bukan penilaian bahwa satu faktor selalu lebih penting bagi seluruh pelaku usaha. Perbedaan kebutuhan, kesiapan mengadopsi teknologi, dan karakter pasar yang dilayani dapat membentuk cara setiap kelompok menilai prospek bisnis ke depan.
Di kelompok responden dalam survei Kadin, perusahaan besar menunjukkan penilaian paling kuat terhadap perkembangan teknologi sebagai faktor yang mendukung kegiatan usaha. Sebanyak 39 persen responden dari kelompok ini menyebut kemajuan teknologi sebagai faktor positif. Angka tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan besar memberi perhatian khusus pada peluang yang muncul seiring perubahan teknologi, meskipun penilaian itu tidak dengan sendirinya berarti seluruh perusahaan telah mengubah rencana atau meningkatkan investasi. Perkembangan teknologi menjadi salah satu unsur yang dipertimbangkan pelaku usaha dalam membaca prospek bisnis dan menentukan langkah berikutnya.
Fakhrul menyampaikan urutan faktor lain yang dinilai turut memberi dorongan bagi dunia usaha. Setelah perkembangan teknologi, kebijakan dan program pemerintah menempati posisi kedua. Akses terhadap pasar baru berada di posisi ketiga. Urutan ini menunjukkan bahwa pertimbangan pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi, tetapi juga dengan arah kebijakan publik serta kesempatan untuk menjangkau konsumen atau wilayah pasar yang lebih luas. Ketiga faktor tersebut hadir sebagai bagian dari pandangan responden mengenai kondisi yang dapat mendukung aktivitas bisnis, dengan teknologi menjadi faktor yang paling menonjol bagi perusahaan besar.
Temuan mengenai faktor positif itu perlu dibaca bersama gambaran survei yang lebih luas.






