Jakarta | Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM meluncurkan program PNM Lansiapreneur untuk mendukung warga lanjut usia agar tetap aktif dan mandiri. Program ini menyasar lansia di wilayah Jabodetabek dengan pendekatan pemberdayaan yang mencakup kesehatan, ekonomi, dan spiritualitas. Peresmiannya berlangsung di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, Depok, Jawa Barat, sebagai langkah awal pelaksanaan kegiatan bagi para peserta.
Kolaborasi kedua lembaga tersebut menghadirkan dukungan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan lansia secara menyeluruh. Aspek kesehatan menjadi salah satu perhatian, agar peserta dapat menjaga kebugaran dan kualitas hidup melalui kegiatan yang sesuai dengan kondisi mereka. Sementara itu, pemberdayaan ekonomi diarahkan untuk membuka kesempatan bagi lansia mengembangkan keterampilan dan tetap produktif. Pendampingan tersebut dapat membantu peserta memanfaatkan pengalaman serta potensi yang dimiliki, sekaligus memperkuat rasa percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Program ini juga memasukkan unsur spiritualitas sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan batin. Dengan demikian, PNM Lansiapreneur tidak hanya berfokus pada kegiatan ekonomi, tetapi turut memberi ruang bagi pembinaan dan interaksi sosial. Perpaduan tiga aspek tersebut mencerminkan pendekatan yang mempertimbangkan kebutuhan fisik, kemandirian, dan kehidupan rohani para lansia. Pelaksanaan di lingkungan panti werdha juga memberi kesempatan untuk membangun kegiatan bersama yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Baznas RI dan PNM mendorong agar usia lanjut tidak menjadi penghalang untuk terus berkegiatan dan berperan di lingkungan sekitar. Dukungan yang tepat dapat membantu lansia mempertahankan kemampuan, menjalin hubungan sosial, serta menjalani hari dengan lebih bermakna. Kehadiran program di Jabodetabek diharapkan menjadi bentuk perhatian nyata terhadap kelompok lansia, sekaligus membuka peluang pengembangan pemberdayaan yang relevan dengan kondisi peserta. Peluncuran di Depok menandai dimulainya kerja sama untuk menghadirkan pendampingan yang menghubungkan kesehatan, produktivitas ekonomi, dan penguatan spiritual.Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan bahwa kolaborasi Baznas dan PNM melalui program PNM Lansiapreneur merupakan wujud komitmen untuk mendukung warga lanjut usia agar tetap sehat, berdaya, dan menjalani aktivitas produktif yang menyenangkan. Dukungan tersebut diarahkan supaya para lansia tetap dapat berperan dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan kemampuan, serta menjaga kemandirian sesuai kondisi masing-masing.
Menurut Rizaludin, perhatian kepada kelompok senior tidak seharusnya berhenti pada pemberian bantuan karitatif. Program ini diharapkan membuka ruang bagi lansia untuk tetap aktif dan memiliki kegiatan yang bermakna, sekaligus memperkuat kapasitas mereka agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih mandiri. Dengan pendekatan tersebut, dukungan yang diberikan tidak hanya menjawab kebutuhan sesaat, tetapi juga mendorong partisipasi dan keberdayaan penerima manfaat.
Ia menekankan bahwa kesehatan dan produktivitas merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas hidup lansia. Karena itu, kegiatan yang dirancang perlu memberi kesempatan kepada peserta untuk terlibat, merasa dihargai, dan memperoleh manfaat sesuai kebutuhan. Semangat ini menjadi dasar kerja sama Baznas RI dan PNM dalam menghadirkan dukungan yang lebih menyeluruh bagi warga senior di wilayah Jabodetabek.
Direktur Utama PNM, Kindaris, turut menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang terjalin dan terus berlanjut. Ia memandang kerja sama tersebut sebagai perkembangan dari dukungan sebelumnya, yakni penyaluran belasan unit ambulans ke berbagai daerah, menuju rencana bantuan yang mendorong kemandirian warga senior. Peralihan fokus itu menunjukkan bahwa kolaborasi dapat mencakup beragam kebutuhan masyarakat, dari akses layanan kesehatan hingga upaya memperkuat aktivitas lansia.
Apresiasi tersebut juga mencerminkan harapan agar sinergi antarlembaga dapat memberi dampak yang relevan bagi penerima manfaat. Melalui rencana bantuan kemandirian, PNM dan Baznas ingin mendukung lansia agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tetap berkegiatan secara produktif dan menyenangkan. Pernyataan Rizaludin dan Kindaris itu disampaikan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Sabtu.
Sambutan positif datang dari pengelola Panti Werdha Muslim Rumah Oma terhadap kegiatan beternak ayam petelur dan membudidayakan ikan yang diperkenalkan melalui program PNM Lansiapreneur. Pengurus panti, Heri, menilai kegiatan tersebut memberi pilihan aktivitas harian yang beragam bagi para penghuni. Rutinitas baru ini tidak dimaksudkan sebagai kewajiban atau pekerjaan yang harus diselesaikan, melainkan sebagai kesempatan untuk beraktivitas sesuai minat dan kenyamanan masing-masing. Kehadiran kegiatan sederhana di lingkungan panti dapat membantu mengisi waktu, sekaligus menciptakan suasana yang lebih hidup. Bagi para penghuni, kesempatan merawat hewan dan melihat ikan menjadi pengalaman berbeda dari kegiatan sehari-hari yang biasanya mereka jalani. Inisiatif ini pun memberi ruang bagi mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara lebih aktif.
Menurut Heri, para penghuni menjalani aktivitas tersebut tanpa paksaan. Mereka dapat memilih untuk ikut terlibat atau sekadar mengamati, sehingga kegiatan terasa menyenangkan dan tidak membebani. Beberapa penghuni menikmati momen melihat ikan di kolam, sementara yang lain senang memberi makan ayam. Hal-hal kecil itu menghadirkan pengalaman yang dapat dinantikan dalam keseharian. Aktivitas tersebut juga menambah variasi rutinitas, membantu mengurangi kejenuhan, dan mendorong penghuni untuk bergerak serta berpartisipasi sesuai kemampuan. Ketika dilakukan bersama, kegiatan ini membuka kesempatan untuk berbincang dan berbagi perhatian terhadap hewan yang dipelihara. Heri melihat para penghuni tampak lebih aktif dan ceria. Respons itu menunjukkan bahwa kegiatan yang disesuaikan dengan suasana hati dan kemampuan lansia dapat memberi nilai positif, tanpa menghilangkan kebebasan mereka dalam menentukan keterlibatan.
Di Panti Werdha Muslim Rumah Oma, kegiatan produktif berjalan seiring dengan upaya menjaga kenyamanan penghuni. Pengelola berusaha membangun suasana hangat dan kekeluargaan, agar para lansia merasa diterima serta nyaman menjalani hari-hari mereka. Lingkungan yang akrab penting supaya setiap aktivitas terasa sebagai bagian alami dari kehidupan bersama, bukan sekadar program yang datang dari luar. Dengan suasana seperti di rumah sendiri, penghuni dapat menjalani kegiatan secara lebih santai, berinteraksi dengan orang lain, dan menikmati rutinitas sesuai kebutuhan. Beternak ayam petelur maupun membudidayakan ikan menjadi tambahan pengalaman yang mendukung suasana tersebut. Para penghuni bisa memilih momen untuk mengamati ikan atau memberi makan ayam, sambil tetap berada dalam lingkungan yang mereka kenal. Sambutan pengelola dan pengalaman menyenangkan para penghuni memperlihatkan bagaimana aktivitas sederhana dapat memperkaya keseharian lansia, menumbuhkan kebersamaan, serta mendukung mereka agar tetap aktif dan mandiri.Wati, penghuni panti berusia 70 tahun, menceritakan bahwa beragam kegiatan sehari-hari membuat suasana terasa lebih bersemangat. Senam, pengajian, merawat ternak, dan merawat tanaman menjadi bagian dari rutinitas yang ia jalani bersama penghuni lain. Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar mengisi waktu, tetapi juga memberi hiburan dan sesuatu yang dinantikan dalam keseharian.
Rutinitas itu dilakukan bersama-sama, dengan penghuni mengambil bagian sesuai kegiatan yang tersedia. Wati menyebut mereka bergantian memberi makan ikan nila. Pergiliran ini membuat perawatan ikan menjadi aktivitas yang melibatkan penghuni secara bergantian. Sementara itu, ayam diberi pakan dua kali sehari, mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Rincian sederhana tersebut menunjukkan bagaimana perawatan ternak menjadi bagian nyata dari kegiatan harian di panti.
Selain mengurus ikan dan ayam, penghuni juga merawat tanaman. Aktivitas ini berjalan berdampingan dengan senam dan pengajian, sehingga hari-hari mereka diisi oleh beberapa kegiatan yang berbeda. Wati mengungkapkan bahwa kegiatan-kegiatan itu membawa semangat dan hiburan bagi dirinya serta penghuni lainnya. Ia menikmati kesempatan untuk ikut terlibat, baik ketika merawat lingkungan maupun ketika mengikuti aktivitas bersama.






