Pontianak | PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menggelar Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar bertema “Budaya Lestari, Usaha Berseri” di Pontianak, Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026 ini ditujukan bagi pengusaha perempuan, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut menghadirkan ruang belajar sekaligus dukungan yang mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari para ibu yang menjalankan usaha. Dengan pendekatan itu, pengembangan kapasitas tidak hanya dipandang sebagai penyampaian materi bisnis, tetapi juga sebagai upaya menciptakan kesempatan yang lebih ramah bagi perempuan untuk mengembangkan usahanya.
Perempuan pelaku UMKM kerap menghadapi tantangan dalam mengikuti pelatihan. Tanggung jawab mengurus keluarga dan pekerjaan rumah dapat membuat waktu mereka terbatas, sementara kebutuhan untuk menjaga kesehatan diri sendiri juga sering kali sulit diprioritaskan. Situasi tersebut berpotensi menghalangi pengusaha perempuan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan yang dapat mendukung keberlangsungan usaha. Karena itu, kegiatan ini dirancang dengan melihat kondisi yang benar-benar dihadapi peserta, bukan hanya berfokus pada kebutuhan usaha secara terpisah dari kehidupan keluarga maupun kesehatan mereka.
PKU Akbar di Pontianak memadukan pembelajaran usaha dengan dukungan praktis bagi ibu pengusaha. Selain menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas dan wawasan bisnis, kegiatan ini menyediakan daycare serta pemeriksaan kesehatan. Fasilitas tersebut dihadirkan agar peserta dapat mengikuti rangkaian program dengan lebih leluasa, tanpa mengabaikan kebutuhan anak maupun kondisi kesehatannya sendiri. Kehadiran dukungan semacam ini menempatkan kenyamanan dan aksesibilitas sebagai bagian dari upaya pemberdayaan. Melalui kegiatan bertema “Budaya Lestari, Usaha Berseri”, PNM menghubungkan pengembangan usaha dengan perhatian terhadap kebutuhan para perempuan yang menjadi penggeraknya, sehingga partisipasi dalam pelatihan dapat lebih sesuai dengan keadaan mereka.
Di lokasi kegiatan, PNM menyediakan mini daycare atau area bermain anak bagi peserta yang datang bersama buah hati. Fasilitas ini memberi anak ruang untuk bermain sementara para ibu mengikuti rangkaian acara. Kehadiran area tersebut menjadi dukungan praktis, terutama bagi peserta yang perlu membagi perhatian mengasuh anak dan memperoleh pengetahuan baru sebagai pengusaha. Dengan anak berada di area bermain, peserta tidak harus terus-menerus memikirkan apakah buah hati memiliki tempat yang nyaman selama kegiatan berlangsung. Mereka dapat menyimak materi, mengikuti diskusi, serta berinteraksi dengan peserta lain dengan lebih leluasa. Penyediaan fasilitas ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan keluarga diperhitungkan dalam penyelenggaraan kegiatan pemberdayaan, bukan hanya agenda belajar bagi para pelaku usaha.
Selain area bermain, peserta juga dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan bagi para ibu. Layanan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk memperhatikan kondisi kesehatan di tengah kesibukan mengelola usaha dan menjalankan tanggung jawab keluarga. Pemeriksaan di lokasi kegiatan membuat perhatian terhadap kesehatan dapat berjalan berdampingan dengan agenda peningkatan kapasitas. Bagi ibu yang waktunya terbatas, akses layanan semacam ini terasa relevan karena kebutuhan pribadi sering kali harus dipertimbangkan bersama kebutuhan anak dan keberlangsungan usaha. PNM menghadirkan dukungan tersebut sebagai bagian dari kegiatan yang memperhatikan peserta secara lebih menyeluruh, termasuk peran mereka sebagai ibu sekaligus pengusaha.
Salah satu nasabah merasakan bahwa keberadaan tempat bermain membuatnya lebih tenang mengikuti kegiatan, sebab anaknya memiliki ruang untuk beraktivitas saat ia belajar. Ia juga menilai pemeriksaan kesehatan sangat membantu karena perhatian terhadap kebutuhan sebagai ibu dan sebagai pengusaha hadir dalam satu kesempatan. Pengalaman itu menggambarkan bagaimana fasilitas sederhana dapat memengaruhi kenyamanan peserta dan mendukung keterlibatan mereka sepanjang acara. Dengan tidak perlu terus mengkhawatirkan anak, para ibu dapat lebih fokus menyerap materi dan bertukar pengalaman. Sementara itu, layanan kesehatan mengingatkan bahwa kesejahteraan peserta juga penting dalam mendukung kegiatan usaha. Perpaduan fasilitas pengasuhan dan pemeriksaan kesehatan menjadikan kegiatan lebih ramah bagi perempuan yang menjalankan beberapa peran sekaligus.
Pengembangan kapasitas usaha menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan bagi pengusaha perempuan di Pontianak. Melalui sesi coaching clinic, para pelaku usaha mikro memperoleh ruang untuk mempelajari strategi pengelolaan bisnis secara lebih terarah. Pembahasan dapat membantu peserta meninjau cara menjalankan usaha, mengenali hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan sehari-hari, serta memikirkan langkah yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Sesi ini juga menyediakan kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan sesama peserta. Dengan berbagi cerita dan pandangan, pelaku usaha dapat memperluas wawasan mengenai tantangan yang dihadapi dan pilihan pengembangan yang dapat dipertimbangkan.
Coaching clinic tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga mendorong peserta menyusun langkah untuk mengembangkan usaha. Diskusi bersama memberi kesempatan bagi peserta untuk mengajukan pertanyaan, menguraikan kebutuhan bisnis, dan memikirkan strategi yang dapat diterapkan. Pendekatan ini selaras dengan upaya mendukung pengusaha perempuan agar memiliki bekal dalam mengelola usaha mikro. Di sisi lain, tema kegiatan juga mengaitkan pengembangan usaha dengan kepedulian terhadap lingkungan. Peserta mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah, sehingga isu lingkungan hadir berdampingan dengan pembahasan kapasitas bisnis.
Pesan tersebut diperkuat melalui kegiatan menukarkan sampah dengan bibit tanaman. Aktivitas ini menjadi bagian dari rangkaian acara yang mempertemukan edukasi lingkungan dengan keterlibatan peserta secara langsung. Selain sesi pembelajaran, acara juga menghadirkan pameran produk unggulan dan pojok UMKM. Kedua ruang ini memperkenalkan beragam produk khas Pontianak kepada khalayak, sekaligus memberi tempat bagi pelaku usaha untuk menampilkan hasil usahanya. Pengunjung dapat mengenal produk lokal yang ditampilkan, sementara peserta memiliki kesempatan untuk berbagi informasi mengenai usaha mereka. Dengan menghadirkan coaching, edukasi pengelolaan sampah, pertukaran sampah dengan bibit, serta pameran, kegiatan ini merangkai pembelajaran bisnis dan pengenalan produk lokal dalam satu agenda.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, memberikan perhatian terhadap semangat dan ketekunan nasabah Mekaar dalam menjalankan usaha. Bagi Maman, daya juang para perempuan pelaku usaha, termasuk mereka yang telah bertahun-tahun menjadi bagian dari program Mekaar, merupakan kekuatan penting yang patut dihargai. Perjalanan usaha yang panjang menunjukkan komitmen untuk terus berusaha, menghadapi tantangan, dan memenuhi kebutuhan keluarga. Semangat tersebut perlu dijaga, sekaligus didukung melalui pendampingan dan kesempatan yang relevan, agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. Dengan usaha yang semakin kuat, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh nasabah, tetapi juga oleh keluarga yang bergantung pada hasil kerja mereka.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero), Kindaris, menyoroti kekayaan budaya dan potensi lokal Kalimantan Barat sebagai peluang yang dapat dikembangkan oleh para pelaku usaha. Keunikan daerah dapat menjadi sumber inspirasi untuk menghadirkan produk maupun layanan yang memiliki ciri khas. Nasabah Mekaar diharapkan mampu melihat potensi di sekitar mereka, kemudian mengolahnya secara kreatif dan sesuai kebutuhan pasar. Inovasi tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar; pengembangan kualitas, cara pengemasan, variasi produk, maupun penyampaian cerita mengenai asal-usul dan keunikan produk dapat menjadi langkah yang bernilai. Dengan demikian, identitas lokal dapat menjadi nilai tambah sekaligus pembeda dalam persaingan usaha. Pengembangan potensi tersebut juga membuka ruang agar kekayaan daerah dikenal lebih luas dan memberi manfaat ekonomi bagi keluarga pelaku usaha.
Upaya mendorong usaha perempuan memerlukan dukungan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan. Perpaduan pembiayaan, pelatihan bisnis, aksi lingkungan, serta perhatian terhadap kesejahteraan keluarga diharapkan dapat membantu membangun ekosistem usaha yang tangguh. Akses modal dapat mendukung kebutuhan pengembangan usaha, sementara pelatihan membantu nasabah meningkatkan keterampilan dan kesiapan mengelola kegiatan bisnis.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Koramil Trucuk Bojonegoro dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Kodim 0906/Kkr Hadir Untuk Masyarakat, Gelar Donor Darah Serta Pengobatan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Menyambut HUT TNI | Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim Bojonegoro Gelar Baksos Kesehatan dan Bagi Sembako untuk Warga






