Jakarta | Menjelang pertandingan pembuka musim reguler melawan New York Knicks, Philadelphia 76ers masih berada dalam tahap membangun irama permainan. LeBron James menilai bahwa proses tersebut wajar, terutama karena para pemain baru berlatih bersama selama beberapa pekan. Waktu latihan yang terbatas membuat tim belum sepenuhnya memahami kebiasaan, kecenderungan, dan pilihan masing-masing rekan di lapangan. Karena itu, penampilan yang padu tidak bisa terbentuk seketika hanya dengan mengumpulkan pemain berbakat dalam satu skuad. Mereka perlu melewati lebih banyak sesi latihan dan pertandingan untuk menemukan cara bermain yang paling efektif.
James juga mengingatkan bahwa 76ers masih harus membenahi sejumlah kekurangan sebelum dapat mencapai performa yang diharapkan. Persiapan pramusim memberi kesempatan untuk menguji susunan pemain serta membangun pemahaman, tetapi belum tentu cukup untuk menyelesaikan seluruh persoalan. Tim masih perlu meningkatkan komunikasi, ketepatan dalam menjalankan skema, dan konsistensi ketika menghadapi tekanan lawan. Dengan pertandingan resmi segera dimulai, proses penyesuaian itu akan berlanjut sambil berjalan. Setiap laga dapat memperlihatkan bagian mana yang sudah berfungsi dengan baik dan aspek apa yang masih membutuhkan perhatian lebih besar dari para pemain maupun staf pelatih.
Menurut James, tim tidak seharusnya berharap tampil sempurna sejak pertandingan pertama. Ekspektasi semacam itu kurang realistis bagi kelompok yang masih menyatukan permainan dan menyesuaikan diri satu sama lain. Yang lebih penting adalah menunjukkan kemauan untuk belajar, merespons evaluasi, dan memperbaiki kesalahan dari satu kesempatan ke kesempatan berikutnya. Ia melihat ada sejumlah aspek dalam permainan Philadelphia yang masih bisa dikembangkan, sehingga ruang untuk kemajuan tetap terbuka. Pandangan tersebut menempatkan laga melawan Knicks bukan hanya sebagai ujian hasil, tetapi juga sebagai tolok ukur awal bagi perkembangan kerja sama tim.
Untuk mencapai bentuk permainan yang lebih matang, 76ers perlu terus bekerja setelah musim reguler dimulai. Pemain harus membangun kepercayaan melalui komunikasi yang konsisten, memahami peran masing-masing, dan menjalankan keputusan dengan lebih terkoordinasi. Proses itu mungkin membutuhkan waktu, terlebih ketika kondisi pertandingan berbeda dari latihan. Namun, kemajuan dapat terlihat dari kemampuan tim menjaga disiplin, mengurangi kesalahan, dan menyesuaikan strategi ketika situasi berubah. Penilaian James menegaskan bahwa perjalanan menuju permainan terbaik masih berlangsung. Fokus pada perkembangan bertahap dapat membantu Philadelphia membentuk irama yang lebih kuat dan menjadikan potensi skuad sebagai kerja sama yang efektif sepanjang musim.Philadelphia 76ers menutup rangkaian pertandingan pramusim dengan menghadapi Boston Celtics di Philadelphia, Amerika Serikat, pada Jumat, 16 Oktober waktu setempat. Laga terakhir sebelum musim reguler itu berakhir dengan skor 120–125, sehingga kemenangan menjadi milik Celtics. Meski hasilnya tidak berpihak kepada tuan rumah, pertandingan tersebut memberi Philadelphia kesempatan penting untuk menguji susunan pemain utama dan membangun kesiapan menjelang kompetisi sesungguhnya.
Pelatih Nick Nurse menurunkan para pemain inti dalam pertandingan ini, dengan satu pengecualian: VJ Edgecombe tidak tampil sebagai starter. Posisi tersebut diisi oleh Kentavious Caldwell-Pope, yang bergabung dalam susunan awal bersama para pemain utama Philadelphia. Pilihan itu memberi Nurse kesempatan melihat bagaimana Caldwell-Pope menyesuaikan diri dengan kelompok inti, sekaligus menguji kombinasi pemain sebelum jadwal musim reguler dimulai. Penggunaan susunan yang mendekati kekuatan penuh juga menjadi langkah untuk memperkuat koordinasi di para pemain.
James, Joel Embiid, Tyrese Maxey, dan Jaylen Brown memperoleh menit bermain pramusim terbanyak mereka dalam laga tersebut. Keempatnya tetap berada di lapangan hingga jauh memasuki babak kedua, sebuah indikasi bahwa pertandingan ini menyediakan beban bermain yang lebih menyerupai tuntutan kompetisi reguler dibandingkan uji coba sebelumnya. Bagi para pemain yang menjadi tumpuan tim, kesempatan itu membantu membangun ritme, menguji kebugaran, dan membiasakan diri kembali dengan intensitas pertandingan.
Skor akhir yang ketat menunjukkan bahwa Philadelphia mampu memberi perlawanan, tetapi Celtics tetap unggul lima poin saat pertandingan berakhir. Dalam konteks pramusim, hasil tersebut bukan satu-satunya tolok ukur. Nurse dapat menggunakan pengalaman pertandingan sebagai bahan evaluasi atas komunikasi, pembagian peran, serta efektivitas kombinasi pemain inti. Sementara itu, menit bermain tambahan bagi pemain-pemain utama membantu tim mengukur kesiapan mereka menghadapi musim yang panjang. Kekalahan dari Boston pun menjadi penutup uji coba, sekaligus kesempatan terakhir bagi Philadelphia untuk mematangkan kerja sama dan meninjau hal-hal yang masih perlu diperbaiki sebelum pertandingan resmi dimulai.
Catatan angka dari laga tersebut memperlihatkan kontribusi yang tersebar di beberapa pemain Philadelphia 76ers. Joel Embiid memimpin tim dengan 27 poin, delapan rebound, dan lima asis, sekaligus berperan sebagai penggerak serangan melalui kemampuan mencetak angka dan menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Tyrese Maxey menambahkan 22 poin, memberi dukungan penting dalam menjaga tekanan ofensif. Brown juga tampil produktif dengan 20 poin dan delapan rebound, sedangkan James membukukan delapan poin, delapan rebound, serta tujuh asis. Kombinasi kontribusi ini menunjukkan bahwa tim memiliki sejumlah sumber produksi, meski angka individu saja belum menggambarkan sepenuhnya kualitas koordinasi mereka.
Brown menilai skuad belum berada di posisi yang ingin dicapai. Menurutnya, kelompok tersebut masih menjalani proses untuk menyatukan banyak pemain dengan karakter, pengalaman, dan gaya bermain yang berbeda. Proses itu mencakup penyesuaian terhadap peran masing-masing, pemahaman tentang kecenderungan rekan setim, serta pembentukan kebiasaan bersama ketika menyerang maupun bertahan. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari hasil satu pertandingan atau jumlah poin yang dicetak, tetapi juga dari kemampuan pemain membangun komunikasi dan membuat keputusan yang selaras. Dengan beragam gaya di dalam roster, kesinambungan kerja sama membutuhkan waktu dan konsistensi.
Embiid, sementara itu, menolak anggapan bahwa keberhasilan tim mengharuskan seorang pemain mengorbankan perannya. Ia tidak memandang penyesuaian sebagai kewajiban untuk menghapus identitas atau kemampuan utama setiap pemain. Sebaliknya, pemain dapat tetap menjalankan kekuatan masing-masing sambil mencari cara agar kontribusi itu mendukung kebutuhan kolektif. Pandangan tersebut menempatkan kerja sama bukan sebagai pertukaran kepentingan individu dan tim, melainkan sebagai upaya menghubungkan keduanya dengan lebih efektif. Bagi Philadelphia, tantangannya adalah menemukan pembagian tugas yang jelas sehingga Embiid, Maxey, Brown, James, dan pemain lain dapat memberi dampak tanpa menghambat alur permainan. Statistik laga menyediakan gambaran awal tentang potensi itu, sedangkan proses penyatuan skuad akan menentukan seberapa konsisten kontribusi tersebut terlihat sepanjang musim NBA mendatang.
Pertandingan melawan Boston Celtics menjadi penampilan kandang pertama James bersama Philadelphia 76ers, sekaligus kesempatan bagi para pendukung untuk menyambut pemain yang telah lama menjadi salah satu nama terbesar di NBA. Sebelum laga dimulai, ia menjalankan ritual khasnya dengan melemparkan bubuk kapur ke udara. Momen tersebut memberi warna tersendiri pada malam pembuka di kandang, yang dihadiri 19.746 penonton.
James juga langsung menghadirkan aksi yang mengundang perhatian. Dalam serangan cepat, Tyrese Maxey mengirimkan umpan yang tepat, lalu James menuntaskannya dengan dunk dua tangan. Aksi itu memperlihatkan potensi koneksi keduanya, terutama ketika 76ers bergerak cepat dari pertahanan ke serangan. Kecepatan Maxey dapat membuka ruang, sementara pengalaman James membantunya membaca jalur dan menentukan waktu untuk menerima bola. Kerja sama semacam ini berpotensi menjadi bagian penting dari permainan Philadelphia sepanjang musim.
Pencapaian James menambah makna pada debut kandangnya. Pada usia 41 tahun, ia memasuki musim ke-24, yang menjadi masa bermain terpanjang seorang pemain dalam sejarah NBA.
Baca juga: Sinergi Babinsa dan PPL Pertanian dalam Pengubinan Menjelang Panen Padi | Aksi Suarni Sudah Dipersiapkan, Kenapa Menjelang Hari H Justru Minta Bertemu Kajari?






