Sport  

Kondisi Dede Sunandar Setelah Tumbang dalam Laga Tinju Melawan Vicky Prasetyo

Dede Sunandar Ungkap Alasan Bertanding Tanpa Pelindung Kepala hingga Tak Sadarkan Diri

KOTA JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Dede Sunandar kembali menjalani aktivitas setelah sempat tidak sadarkan diri dalam laga tinju melawan Vicky Prasetyo pada akhir pekan. Kondisi tersebut terjadi setelah Dede terkena pukulan Vicky dalam pertandingan. Meski demikian, Dede terlihat kembali bekerja dengan mengikuti syuting program Pagi-Pagi Ambyar yang tayang di Trans TV pada Senin (5/10).

Kembalinya Dede ke lokasi syuting menjadi perhatian setelah insiden di atas ring. Aktivitas itu menunjukkan bahwa Dede sudah dapat hadir dalam agenda pekerjaan, tetapi pemeriksaan medis tetap dilakukan untuk memastikan kondisi tubuhnya, terutama setelah sempat kehilangan kesadaran akibat benturan saat pertandingan.

Setelah menemani Dede dalam proses pemulihan awal, Vicky mendampingi rekannya tersebut ke rumah sakit. Dede menjalani pemeriksaan CT scan pada bagian kepala untuk mengetahui kondisi setelah terkena pukulan. Pemeriksaan itu dilakukan sebagai langkah lanjutan, mengingat benturan di kepala perlu mendapat perhatian medis.

Dede menjelaskan bahwa pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan ketika dirinya berada di Jambi belum mencakup bagian kepala. Saat itu, pemeriksaan lebih berfokus pada paru-paru. Penjelasan tersebut disampaikan untuk menerangkan alasan dirinya kembali menjalani pemeriksaan, kali ini dengan fokus pada kondisi kepala setelah pertandingan.

Hingga informasi tersebut disampaikan, belum ada keterangan mengenai hasil CT scan kepala Dede. Karena itu, kondisi medisnya perlu menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait atau hasil pemeriksaan dokter. Kehadiran Dede dalam syuting dan pendampingan Vicky ke rumah sakit menjadi perkembangan terbaru setelah insiden yang membuatnya tidak sadarkan diri di pertandingan akhir pekan.

Setelah insiden dalam laga tinju melawan Vicky Prasetyo, Dede Sunandar mengungkapkan bahwa dirinya tidak dapat mengingat dengan jelas rangkaian kejadian yang berlangsung. Ia menyebut mengalami kondisi blackout sehingga kesadarannya seolah terputus. Karena itu, Dede tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi sejak insiden tersebut hingga akhirnya tiba di rumah sakit.

Dalam pengalaman yang disampaikannya, Dede menuturkan bahwa Vicky terus membantu dan mendampinginya. Pendampingan itu disebut telah dilakukan sejak proses evakuasi menggunakan ambulans. Dede mengaku baru memahami sebagian situasi setelah dirinya siuman, termasuk bahwa Vicky tetap berada di sisinya dan memastikan dirinya dibawa ke rumah sakit.

Dede pun menyampaikan apresiasi kepada Vicky atas perhatian yang diberikan setelah pertandingan. Baginya, sikap Vicky tidak berhenti pada kepedulian sesaat, tetapi terlihat dari kesediaannya mengurus dan mendampingi sejak proses evakuasi berlangsung. Dede menilai perlakuan tersebut menunjukkan bahwa Vicky telah memanusiakan dirinya dalam situasi yang sulit.

Ungkapan itu menjadi bagian penting dari pengalaman Dede setelah laga berakhir. Meski tidak mengetahui secara utuh kejadian yang berlangsung ketika mengalami blackout, ia tetap mengingat bantuan Vicky setelah dirinya siuman. Dede menghargai keputusan Vicky untuk terus mendampingi hingga dirinya tiba di rumah sakit, serta menilai perhatian tersebut sebagai bentuk kepedulian yang nyata.

Insiden tersebut berlangsung dalam pertandingan celebrity match 2 lawan 1 pada acara Kapolda Fighter Match yang digelar di GOR Kota Jambi, Sabtu (3/10). Dalam format pertandingan itu, Vicky Prasetyo berhadapan dengan Dede Sunandar dan Bedu yang berada dalam satu tim. Sejak pertandingan dimulai, perhatian penonton tertuju pada jalannya laga yang mempertemukan tiga figur publik tersebut di atas ring.

Di tengah pertandingan, sebuah pukulan Vicky mengenai Dede. Setelah terkena pukulan itu, Dede tersungkur ke sisi ring dan kemudian kehilangan kesadaran. Situasi tersebut membuat suasana di sekitar arena berubah tegang. Orang-orang yang berada di dekat ring segera memperhatikan kondisi Dede, sementara jalannya pertandingan tidak lagi menjadi pusat perhatian. Peristiwa itu kemudian direkam dan videonya beredar di media sosial.

Dalam video yang menjadi sorotan, Dede terlihat terbaring di atas sebuah kursi dan mendapat penanganan dari petugas medis. Beberapa orang tampak berada di sekitarnya untuk membantu memastikan kondisinya. Pada momen yang sama, Vicky terlihat menangis setelah menyadari keadaan Dede. Ia juga tampak memeluk tubuh serta wajah Dede dalam suasana yang penuh haru. Rekaman tersebut memperlihatkan perubahan suasana secara jelas, dari pertandingan hiburan menjadi momen yang memerlukan perhatian medis. Potongan video itu turut membuat publik menaruh perhatian pada kondisi Dede setelah ia tersungkur dalam laga tersebut.

Dede Sunandar membantah anggapan netizen yang menyebut insiden dalam laga melawan Vicky Prasetyo telah diatur atau merupakan bagian dari skenario. Ia menegaskan bahwa pertandingan tersebut benar-benar berlangsung di arena dan tidak memiliki rencana settingan. Menurut Dede, format yang dijalani juga memang berbeda dari pertandingan biasa karena berlangsung dengan konsep dua lawan satu.

Ia menjelaskan bahwa dirinya maju ketika situasi pertandingan sudah berlangsung, sehingga tidak ada persiapan untuk membuat adegan tertentu. Dede juga mengakui bahwa kerasnya pukulan yang diterima tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Ia menduga, kemungkinan pukulan tersebut terjadi ketika emosi Vicky masih terbawa situasi sebelumnya bersama Bedu, meskipun pada saat itu Dede yang berada di depan dan menjalani pertarungan.

Dede turut menjelaskan alasan dirinya tidak mengenakan headguard atau pelindung kepala ketika pertandingan berlangsung. Pada awalnya, para peserta memang diminta memakai perlengkapan tersebut. Namun, mereka mengira laga itu hanya dibuat untuk bersenang-senang dan tidak menyangka suasana di arena akan menjadi begitu meriah.

Karena pemahaman awal tersebut, penggunaan pelindung kepala tidak berlangsung sebagaimana yang semula diharapkan. Dede menegaskan bahwa keputusannya bukan didasarkan pada rencana untuk menciptakan insiden, melainkan karena peserta menganggap pertandingan itu sebagai hiburan. Ia kembali memastikan bahwa laga tersebut berlangsung secara nyata, tanpa persiapan untuk mengatur kejadian tertentu di dalam arena.